
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 176
...•...
...•...
Adrian pamit keluar dari ruang itu setelah ia merasa tenang karena melihat Nadya yang masih menghembuskan nafasnya, Adrian juga sengaja membiarkan Jenar punya waktu berdua dengan anaknya itu.
Saat di luar, Adrian melirik ke arah Yoga yang bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.... tampak pria itu kelelahan setelah mengurusi Nadya dari pagi hingga malam.
"Sekarang gua udah tau lu siapa, Achmad Prayoga si cowok sok famous di sekolah dulu! Waktu itu lu udah bikin Femila khianati gue, dan kali ini gue gak akan mau kalah lagi dari lu!" gumam Adrian mengepalkan tangannya.
Adrian mendekati Yoga lalu duduk disampingnya dan sesekali melirik ke arah Yoga yang tampaknya tertidur disana, ia tersenyum sinis seperti punya rencana buruk pada pria disampingnya itu.
"Heh Yoga!" ucap Adrian dengan suara beratnya, ia tak menatap Yoga dan malah menghadap ke depan serta membungkukkan sedikit badannya ke depan dan menaruh kedua tangannya di atas paha.
Yoga yang masih setengah sadar pun membuka matanya mendengar suara orang memanggil namanya, ia mengerutkan keningnya lalu duduk tegap menatap Adrian.
"Kenapa?" tanya Yoga dengan tatapan mengantuk, bahkan ia sempat menguap setelah mengatakan itu.
"Kalo lu ngantuk pulang aja sana, biar gue jaga Nadya disini sama tante Jenar! Gausah dipaksain kalo gak kuat, lagian emang lu gak dicariin sama nyokap bokap lu?" ujar Adrian dengan nada meledek.
"Lu siapa ngatur-ngatur gua? Mau gua tetep disini atau pulang itu suka-suka gua, lu gak ada hak buat ngusir gua dari sini! Harusnya lu yang pergi karena lu cuma bisa bikin Nadya nangis!" ujar Yoga.
__ADS_1
"Gue lebih dulu kenal Nadya daripada lu, jadi gue lebih berhak ada disini dibanding lu! Gua juga udah kenal sama ibu dan mamanya Nadya, sedangkan lu belum kan? Mending lu pergi deh daripada cuma numpang tidur disini bukannya jagain Nadya, lagian lu itu bukan siapa-siapanya Nadya...." ucap Adrian.
"Ya emang gua bukan siapa-siapa Nadya, tapi asal lu tau gue ini adalah orang yang ada disaat Nadya sedih karena kelakuan busuk lu! Dan gua yakin Nadya bakal pilih gue untuk temenin dia disini dibanding lu yang cuma bisa bikin dia sakit hati!" ujar Yoga.
"Hahaha, baru beberapa kali ketemu Nadya aja udah sombong dan bangga banget... Yoga Yoga, gua tau lu pasti suka kan sama Nadya? Makanya lu terus berusaha buat deketin dia dan jauhin gua dari Nadya.... licik banget si lu jadi cowok!" ucap Adrian.
"Oh ya gua sampe lupa kasih tau, Femila sekarang lagi dalam bahaya dan dia masih berharap lu datang untuk menyelamatkan dia! Tapi lu malah asik asikan disini jagain cewek lain, gua yakin Femila pasti kecewa banget sama lu Yoga...." sambungnya sambil menatap Yoga dan tersenyum licik.
Sontak Yoga terkejut mendengar Adrian menyebutkan nama Femila, ia tak mengerti bagaiman bisa Adrian mengenali Femila.
"Maksud lu apa? Femila siapa??" tanya Yoga.
"Hahaha, tega banget lu Yoga! Mentang-mentang udah ketemu sama cewek baru yang lama ditinggalin gitu aja... padahal Femila itu cinta banget loh sama lu!" ujar Adrian.
"Darimana lu tau tentang Femila? Siapa lu sebenarnya...??" tanya Yoga.
"Mungkin lu belum mengenali gue, tapi gue masih kenal betul sama lu Yoga! Siswa sok famous yang udah bikin Femila berpaling dari gue, Adrian Bagaskara...." ucap Adrian.
"Ohh, jadi lu si playboy yang suka gonta-ganti cewek di sekolah dulu? Hahaha, kenapa bisa gue gak ngenalin perubahan lu ini... terus kenapa sekarang lu masih bahas Femila ha? Dia itu meninggal 5 tahun lalu, jadi lu gak usah mengada-ada...." ujar Yoga.
"Lu salah Yoga, Femila masih hidup dan dia segar bugar! Karena berita kematiannya itu hanyalah rekayasa semata supaya dia bisa menghindar dari lu, lu tau alasannya kenapa? Karena saat itu Femila mengandung anak gue!" ujar Adrian membuka semua rahasianya pada pria di hadapannya.
Wajah Yoga seketika berubah menjadi sangat emosi, terlihat ia mengepalkan kedua tangannya karena emosi dengan Adrian.
•
•
Sementara itu, Jenar masih di dalam ruang ICU menemani Nadya yang masih terbaring koma seorang diri... suasana di dalam situ sangat sepi, hanya suara dari layar monitor detak jantung yang terdengar disana.
Tampak Jenar terus menangis di samping tubuh Nadya, ia seperti menyesal karena telah mengasingkan Nadya dahulu dan bahkan sempat mengacuhkan anaknya itu beberapa hari ini.
__ADS_1
"Maafkan ibu sayang, seharusnya ibu tidak membeda-bedakan kamu dengan Shella! Ibu tau perasaan kamu bagaimana, maaf Sheila ibu ini emang bukan ibu yang baik buat kamu!" ucap Jenar pelan.
Jenar memperhatikan seluruh bagian tubuh anaknya yang tengah terbaring itu, tangisan makin pecah saat ia mengingat terakhir kali bertemu dengan Nadya dan ia malah salah memanggil namanya.
"Seandainya malam itu ibu gak salah panggil nama kamu sayang, mungkin ini semua gak akan terjadi pada kamu! Ibu sayang sekali sama kamu Sheila... maaf karena ibu sering bikin kamu sakit hati dan terluka!" ucap Jenar lagi dengan air mata yang semakin membanjiri wajahnya.
Jenar pun membenamkan kepalanya di atas ranjang samping kepala Nadya, ia tampak mengantuk sehingga malah tertidur disana.
•
•
BUGHH... satu pukulan mendarat di pelipis Adrian cukup kencang hingga membuat pria itu tersungkur di lantai dan memegangi pelipisnya yang terluka itu.
"Jadi selama ini lu yang udah bikin Femila menghindar dari gue, bisa-bisanya lu lakuin itu ke Femila! Emang dasar laki-laki gak bener, lu harus tanggung jawab atas apa yang udah lu lakuin ke Femila dulu!" ujar Yoga berteriak marah kemudian menghampiri Adrian dan menarik kerah bajunya.
Lagi-lagi Yoga melayangkan pukulan ke wajah Adrian dan berhasil mengenainya dengan mulus berkali-kali, Adrian tak melawan dan malah tersenyum licik menatapnya.
"Denger ini Yoga, lu boleh pukul gue sepuas lu! Tapi asal lu tau aja, Femila sekarang ada sama gua dan dia lagi diujung nyawa karena cepat atau lambat gua pasti bunuh dia! Kalau lu gak mau itu terjadi, silahkan lu jauhi Nadya dan gua akan bebasin Femila...." ucap Adrian.
"Kurang ajar lu!" ujar Yoga kembali ngamuk, ia memukul Adrian lagi kali ini di bagian perutnya. "Cepat kasih tau gua, dimana Femila...??!!" sambungnya dengan nada keras.
"Hahaha, gak akan semudah itu Yoga! Lu harus janji dulu sama gua kalo lu akan jauhi Nadya, baru gue bakal bawa Femila ke lu!" ucap Adrian.
Yoga pun terdiam dan melepas cengkeramannya dari kerah baju Adrian serta mendorong tubuh laki-laki itu.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang?" gumam Yoga kebingungan sambil mengerutkan keningnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1