Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Penculikan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 207


...•...


...•...


Pak Ilham alias pengacara keluarga Alexander sudah berangkat menuju pengadilan bersama 2 orang saksi yang menyatakan kalau mereka melihat kejadian sebenarnya kecelakaan yang menimpa mobil Satria dengan Tama tempo hari. Mereka berada satu mobil dengan Ilham karena supaya lebih cepat sampai ke pengadilan.


Awalnya perjalanan mereka lancar-lancar saja dan tidak ada hambatan apapun yang mereka alami, akan tetapi tiba-tiba sebuah mobil pickup menyalip mobil yang dikendarai Ilham dan membuat ia mengerem mendadak hingga hampir terbentur setir mobilnya.


"Waduh mereka siapa, pak?" tanya saksi itu.


"Saya juga kurang tau," jawab Ilham.


Tak lama orang-orang bertopeng hitam turun melompat dari mobil pickup tersebut lalu menghampiri dan mengepung mobil Ilham, mereka semua menggedor-gedor badan mobil tersebut sambil terus berteriak meminta mereka keluar.


"Gimana ini, pak? Sepertinya mereka punya niat gak baik sama kita," ucap salah satu saksi.


"Biar coba saya hadapi mereka dan cari tau apa keinginan mereka!" ucap Ilham lalu membuka pintu mobilnya berniat menemui orang-orang itu.


Ilham pun turun dari mobilnya hendak mencari tahu apa keinginan orang-orang tersebut sampai harus mencegah mobilnya, sementara para saksi itu tetap berada di dalam menunggu kepastian.


"Mau apa kalian?" tanya Ilham.


BUGH...


Bukannya menjawab, orang-orang itu malah menyerang dan memukuli Ilham sampai tersungkur di aspal. Lalu, salah seorang dari mereka membuka pintu mobil Ilham dan menyeret 2 saksi di dalam sana secara paksa kemudian menghajar mereka juga seperti apa yang dilakukan mereka terhadap Ilham. Setelahnya, mereka membawa 2 saksi itu ke dalam mobil pickup dengan kondisi luka-luka.


Sementara Ilham ditinggalkan begitu saja, ia masih bisa bangkit walau kesulitan dan berusaha mencegah orang-orang itu pergi membawa para saksi dari sana. Tapi apa daya, mobil itu keburu pergi dan Ilham juga tidak punya kekuatan lagi untuk berlari hingga ia terjatuh kembali.


"Bagaimana ini? Siapa mereka sebenarnya?" gumam Ilham kebingungan harus bagaimana sekarang apalagi persidangan itu akan segera dimulai.

__ADS_1


Akhirnya Ilham berusaha untuk bangkit kembali menuju mobilnya, ia hendak mengabari Devano mengenai masalah ini walau harus bersusah payah untuk bisa sampai ke mobilnya.




Sementara itu, Adrian juga tengah dalam perjalanan menuju persidangan... ia sangat berharap kalau kedua orang tua Devano bisa dipenjarakan karena sudah menyebabkan papanya meninggal. Adrian tak perduli apapun yang terjadi sebenarnya, yang dia inginkan hanyalah orang tua Devano masuk penjara.


"Gue gak akan tinggal diam kalau sampe mereka terbebas dari tuduhan ini, karena gue harus tuntut balas atas apa yang udah mereka lakukan ke papa! Mereka harus mendekam di penjara selama-lamanya...."


Tak lama kemudian, ponsel berdering ada telpon masuk dari nomor tak dikenal karena Adrian sengaja tidak menyimpan nomor tersebut. Ia langsung memasang earphone di telinganya lalu mengangkat telpon tersebut tanpa berpaling dari kemudinya.


📞"Halo, bagaimana? Apa kalian sudah berhasil melaksanakan tugas dari saya?" tanya Adrian.


📞"Sudah bos, aman! Dua orang ini sudah bersama kita dan dipastikan mereka tidak akan bisa hadir di persidangan nanti bos..."


📞"Bagus, bagus! Saya suka kerja kalian, amankan mereka dengan baik dan jangan sampai ada yang tau kalau saya yang menyuruh kalian!" ucap Adrian.


📞"Siap, bos! Bos tenang aja, asalkan bayaran kita lancar kita pastikan bos gak akan ketahuan!"


📞"Oke, yaudah nanti pasti gue langsung transfer ke rekening kalian!" ucap Adrian.


Adrian langsung memutus telponnya setelah selesai berbicara, ia tampak sumringah mengetahui kalau rencananya untuk menculik saksi-saksi Devano berhasil. Ya tidak sia-sia Adrian menyuruh Novi memasang alat penyadap di ruangan kerja Devano.


"Hahaha, habislah anda Devano! Sekarang anda tidak memiliki saksi lagi, karena mereka sudah berada di tangan saya!"


Adrian pun mengingat kembali momen saat ia berhasil mendengarkan pembicaraan antara Devano dengan pengacaranya dan juga saksi tersebut.


#Flashback on#


Adrian masuk ke kamarnya dengan perasaan kesal karena kakeknya yakni Frederick memarahinya disaat ia baru pulang dan kondisinya juga sedang pusing akibat memikirkan keberadaan Femila & Rafi.


"Haaahhh...."


Adrian meluapkan emosinya dengan berteriak sambil membanting barang-barang yang berada di kamarnya, ia kemudian duduk di ranjangnya sambil memegangi kepala yang terasa ingin pecah. Matanya lalu tertuju pada ponsel miliknya dan langsung mengambil ponsel tersebut.


"Udah lama gue gak dengerin rekaman penyadap di ruang kerja Devano, mungkin sekarang waktu yang pas siapa tau ada info penting yang bisa gua dapatkan dari rekaman ini!" ucapnya.


Adrian pun mendengarkan suara dari ponselnya dengan sangat serius, sampai-sampai ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

__ADS_1


"Silahkan duduk, pak Ilham dan mas Ragil!"


"Terimakasih, pak Vano!"


"Jadi, apa benar kalau anda menyaksikan dengan mata kepala anda jika mobil papa saya itu tidak menabrak mobil milik pak Satria?"


"Iya betul pak, kala itu saya ada disana sedang membeli nasi Padang! Kebetulan lokasi kecelakaan itu tidak jauh dari tempat saya berada, dan dari yang saya lihat kedua mobil itu tidak saling tabrakan! Karena mobil korban ini masuk ke jalur lain lalu hampir saja bertabrakan dengan mobil lainnya, beruntung sopir mobil tersebut langsung membanting setir sehingga tidak terjadi tabrakan! Tapi naasnya, mobil korban ini malah menabrak pembatas jalan hingga terguling pak..."


Sontak Adrian membulatkan matanya saat mendengar percakapan antara Devano dengan orang-orang tersebut, ia tak menyangka kalau Devano bisa menemukan saksi mata dalam kecelakaan tersebut.


"Sial! Gimana mungkin gue bisa kelewatan satu orang ini? Padahal waktu itu gue udah datengin semua orang-orang disana dan bayar mereka, kenapa orang ini bisa terlewat?" ujar Adrian geram.


Akhirnya Adrian selesai mendengarkan percakapan tersebut dan kini ia langsung menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.


📞"Halo, bos! Tumben nih telpon, ada apa?"


📞"Gue ada kerjaan buat lu!" ucap Adrian.


📞"Siap siap bos! Apa tuh yang bisa gue lakuin?"


📞"Gampang banget, sekarang juga lu cari informasi tentang pak Ilham! Dia itu pengacara keluarga Alexander, lu harus mata-matain dia dan ikutin kemanapun dia pergi! Kemungkinan besar besok dia bakal bawa saksi ke persidangan, lu harus bisa cegah itu! Culik saksi yang dibawa dia dan jangan sampai mereka bisa hadir ke persidangan!" ucap Adrian.


📞"Siap bos! Itu mah hal kecil bagi gue, tapi bayarannya ada kan? Gak murah loh cari informasi tentang orang tersohor..."


📞"Lu tenang aja, gua langsung transfer dp nya sekarang ke rekening lu! Sisanya bakal gue kirim setelah lu berhasil kerjain tugas dari gue!" ucap Adrian.


📞"Baik, bos!"


Setelah selesai, Adrian memutus telponnya dan menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Gue gak akan biarin lu bisa bebasin orang yang udah bikin bokap gue meninggal!" ucap Adrian mengepalkan tangannya.


#Flashback end#


Adrian pun senyum-senyum sendiri saat mengingat kembali momen dimana ia berhasil mendengarkan percakapan antara Devano dan saksi tersebut. Ia menambah kecepatan mobilnya karena tak ingin terlambat datang ke persidangan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2