Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Amarah Jenar


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 278


...•...


...•...


"Kamu mau apa sih, ha? Apa yang kamu pengen dari saya sampai kamu ikutin saya kesini??" ujar Shella bertanya pada pria di hadapannya dengan nada lantang dan tegas penuh emosi.


Namun, Arga yang berdiri tepat di hadapan Shella tak sama sekali gentar atau takut dengan suara tegas keras dari Shella yang tengah kesal itu. Ya Arga malah semakin terpesona pada Shella dan tak bisa memalingkan wajahnya sedikitpun dari tubuh wanita tersebut, baginya Shella terlihat lebih menggemaskan dan cantik saat sedang marah.


Tentu saja Shella semakin dibuat emosi dan kesal pada tingkah Arga yang tidak tahu malu itu, padahal mereka tak saling kenal dan baru bertemu beberapa jam lalu di rumah sakit itu juga hanya sebentar tetapi pria itu sudah bertindak jauh bahkan sampai mendatangi rumah Jenar demi menemui Shella.


"Bu, kayaknya kita masuk aja deh ke dalam! Dia orang stress, gausah diladenin!" ujar Shella.


Jenar mengangguk setuju karena memang tak ada gunanya juga mereka meladeni pria tersebut, apalagi kini Arga hanya diam memandang lekuk tubuh Shella yang indah nan seksi itu tanpa berkata sepatah katapun bahkan mungkin hanya bernafas menghirup udara sesekali saja jika kerasa mau mati.


"Eh, tunggu! Masa saya mau ditinggal gitu aja disini sih? Sayang dong cowok tampan dan ganteng kayak saya ditinggalin begini, ya kan?" ujar Arga pede.


"Saya aja gak kenal siapa anda, terus anda juga gak jelas dateng kesini tapi cuma diem dan gak bersuara! Jadi lebih baik saya sama ibu saya masuk aja ke dalam, kalau disini terus yang ada bisa ketularan stress kayak anda...!!" ujar Shella kesal.


"Hahaha, kamu lucu banget ya Shella kalo lagi cemberut kesel kayak gitu! Aku makin suka deh ngeliatin wajah cantik kamu itu, rasanya pengen cubit aja pake jari-jari aku!" ujar Arga.


"Heh, jangan macam-macam ya anda! Saya ini sudah memiliki suami, sebaiknya anda segera pergi dari sini atau saya akan teriak biar warga-warga disini pada datang terus gebukin anda dan bawa anda ke kantor polisi!" ucap Shella semakin kesal.


"Waw takut ih! Tapi, aku lebih takut kalau gak bisa ngeliat wajah kamu yang cantik itu lagi!" ucap Arga.


Melihat senyuman menggoda dari bibir Arga membuat Shella makin jijik bahkan hendak muntah karena pria itu benar-benar mengerikan, ya tentu Shella sangat ketakutan dibuatnya apalagi tatapan mata Arga menunjukkan seakan-akan dia hendak menerkam Shella dan memakainya.


"Heh, kamu mendingan pergi deh cepet! Sebelum saya kehabisan kesabaran, kamu ini gak jelas asal-usulnya tau-tau deketin anak saya terus godain dia kayak gitu! Maunya apa sih kamu...??!!" bentak Jenar yang kali ini hampir meledak.

__ADS_1


Lagi-lagi Arga menanggapi itu hanya dengan senyuman tipis, tak ada sama sekali rasa takut ataupun gemetar yang dialami Arga saat ini padahal amarah Jenar bisa membuat gunung Merapi goyang dan bahkan gunung Tangkuban Parahu bisa balik seperti semula gak tengkurap lagi.


"Santai dong, tante! Saya kan datang kesini cuma mau ngeliat anak tante, abis dia cantik banget sih! Cowok mana coba yang gak terpesona sama pancaran kecantikan Shella...??" ucap Arga.


"Dasar kurang ajar! Cowok gak tahu diri...!! Bisa-bisanya kamu godain istri orang terang-terangan kayak gini, apa kamu gak malu?" ujar Shella bertambah emosi.


"Untuk apa aku malu, Shella? Aku kan pake baju sama celana nih lengkap, nah kalo kamu mau lihat aku telanjang kita langsung aja ke hotel yuk!" ucap Arga makin menjadi-jadi bahkan hendak meraih tangan Shella.


Plaaakk....


Jenar yang kehilangan kesabaran akhirnya terpaksa menampar wajah pria itu dengan keras, sampai-sampai Arga harus memegangi wajahnya yang tampak memerah itu dengan telapak tangannya karena rasanya sangat perih dan panas.


"Maksud ibu apa? Kok ibu nampar saya?" ujar Arga.


"Kamu itu sudah keterlaluan! Cepat pergi atau saya usir paksa kamu pake sapu ini...!!" ujar Jenar berteriak mengancam Arga sembari mengambil sapu ijuk di dekatnya.


"Oke, saya akan pergi! Tapi, ibu dan kamu Shella harus ingat satu hal ini.... saya Arga akan terus berusaha untuk mendapatkan cinta kamu, Shella!" ucap Arga dengan penuh percaya diri.


Perkataan Arga barusan mengundang amarah dan emosi bagi Jenar & Shella yang mendengarnya, namun setelahnya Arga langsung melangkah pergi membalikkan tubuhnya menjauh dari mereka berdua kembali menuju mobilnya yang terparkir di depan sana dijaga oleh sang asisten yakni Leo.


"Siapa sih dia sebenarnya...??" batin Shella.


...•••...


Disisi lain, Devano sampai di rumah Novi untuk mengantarkan sekretarisnya itu pulang setelah sebelumnya ia sempat melajukan mobil ke arah lain untuk mengecoh si penguntit yang berusaha mengikuti kemana ia pergi.


"Nah kita udah sampe, bisa gak buka sabuk pengamannya?" ucap Devano.


"Oh bisa kok, pak! Kondisi bapak gimana, udah enakan belum? Kalau belum, bapak mampir aja dulu masuk ke rumah saya! Biar nanti saya kasih koyo atau balsem buat ngurangin rasa sakitnya!" ucap Novi menawarkan bosnya untuk masuk.


"Gak perlu, biar saya obatin sendiri nanti di rumah! Lagian sakitnya juga udah agak mendingan kok, gak terlalu terasa lagi kayak sebelumnya..." ucap Devano.


"Ohh oke deh, pak! Kalo gitu saya turun duluan, ya? Sekali lagi terimakasih karena sudah mengantar saya pulang sampai ke rumah, maaf sebelumnya sudah merepotkan bapak!" ucap Novi.


"Ya gak lah, kan saya sendiri yang minta buat anterin kamu pulang tadi! Lagian saya seneng kok bisa lebih deket sama kamu kayak gini..." ucap Devano.


"Hah? Ma-maksud bapak apa, ya?" tanya Novi heran.

__ADS_1


"Hahaha, iya saya seneng! Makanya kamu jangan coba-coba buat menjauh dari saya, Novi! Karena itu malah bikin saya ngerasa bersalah, lebih baik kita tetap terus seperti ini aja!" ucap Devano.


"Tapi pak, saya—"


"Iya saya tahu kok, kamu pasti mikirin soal istri saya kan? Udah kamu gak perlu khawatir, Shella itu bukan tipe cewek yang gampang cemburu! Lagian kita juga gak ngapa-ngapain kan?" potong Devano.


"Eee... yasudah terserah bapak aja, saya harus turun sekarang pak!" ucap Novi.


"Oke, silahkan! Hati-hati masuknya...!!" ucap Devano.


"Iya, pak! Bapak juga hati-hati di jalan!" ucap Novi.


Setelah itu, Novi pun turun dari mobil bosnya dan berjalan ke dalam rumahnya dengan tergesa-gesa seperti berharap cepat sampai di dalam rumah agar tak lagi dilihat oleh Devano yang masih saja berhenti di depan pagar rumahnya itu.


Ketika Devano hendak pergi melajukan mobilnya untuk menjemput Shella di rumah Jenar, tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat ia harus mengangkatnya lebih dulu karena barangkali penting.


📞"Ya halo, dengan siapa?" tanya Devano begitu mengangkat telpon itu.


📞"Halo, apa benar saya bicara dengan saudara Devano Alexander?" ucap sosok pria dari telpon itu.


📞"Ya benar, saya sendiri! Ada apa ya, pak?" ucap Devano penasaran.


📞"Begini pak, saya ingin melaporkan bahwa telah ditemukan mobil yang terhanyut terbawa sungai karena kecelakaan dan kini korbannya juga berhasil kami temukan! Menurut identitas, korban bernama Laila Putri Alexander sesuai kartu identitas korban!" jelas polisi itu.


📞"Apa? Ma-maksud bapak, adik saya Laila kecelakaan??" tanya Devano histeris.


📞"Ya benar, pak!" jawab polisi itu.


📞"Lalu, bagaimana keadaan dia pak? Laila baik-baik aja kan, pak?" tanya Devano dengan nada cemas.


📞"Eee... maaf pak, untuk nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan! Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke rumah sakit Erlangga untuk diurus lebih lanjut!" jawab polisi tersebut.


Sontak Devano terkejut bukan main mendengar jawaban si polisi, ya ia tak menyangka serta tak percaya kalau adiknya yakni Laila harus pergi meninggalkannya secepat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2