
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 181
...•...
...•...
"Itu apa beb? Hadiah ya buat aku? Aww kamu so sweet banget sih sayang, aku jadi makin sayang deh sama kamu!" ucap Laila tampak bahagia kemudian memeluk tubuh kekasihnya.
Sadam hanya terdiam menikmati pelukan dari Laila yang terasa hangat dan nyaman, sudah lama ia tak merasakan kehangatan seperti ini sejak diputuskan oleh Shella beberapa waktu lalu.
"Kok kamu diem sih beb? Jadi itu buat aku apa bukan? Jangan-jangan itu buat selingkuhan kamu ya!" ujar Laila melepas pelukannya lalu menatap mata Sadam dengan wajah cemberut.
Sadam yang melihat ekspresi kekasihnya jadi makin gemas dengan Laila, ia tersenyum lalu mencubit pipi gadisnya itu.
"Ya enggak mungkin lah sayang, aku itu setia sama kamu masa iya aku punya selingkuhan! Lagian bagi aku memiliki kamu aja udah suatu anugerah yang diberikan Tuhan, masa aku sia-siakan wanita seperti kamu...." ucap Sadam.
Laila pun tersenyum manis dan seketika wajah cemberutnya hilang setelah Sadam mengatakan itu padanya, memang Laila adalah gadis yang mudah baper jadi begitu deh.
"Oke deh sayang aku percaya sama kamu, tapi sekarang jawab dong ini hadiahnya buat siapa? Aku penasaran loh daritadi kamu malah diem aja gak jawab pertanyaan aku!" ucap Laila.
"Hahaha, iya sayang ini buat kamu dong cantik! Kamu mau terima gak tapi hadiah kecil dari aku ini? Emang sih ini harganya gak seberapa dibanding barang-barang milik kamu yang mewah itu, tapi aku beli ini pake cinta dan kasih sayang yang tulus loh...." ujar Sadam.
"Bisa aja kamu, aku pasti mau terima dong apalagi ini pemberian dari kamu! Makasih banget ya sayang, tapi ini emang apa sih isinya aku penasaran deh??" ucap Laila tersenyum.
"Kamu buka aja beb, tapi jangan nyesel ya pas lihat hadiah dari aku ini! Karena barangnya gak sebagus semua barang-barang kamu!" ucap Sadam memberikan kotak itu pada Laila.
"Iya sayang, apapun isinya aku pasti bakal seneng banget kok! Kan ini kali pertama kamu kasih hadiah sesuatu ke aku selama kita pacaran, yaudah aku buka ya..." ucap Laila kemudian membuka kotak pemberian dari Sadam itu.
__ADS_1
Laila tampak sumringah begitu mengetahui kalau Sadam memberikannya lampu tidur indah dengan motif wajahnya dan Sadam, tentu saja ia sangat senang dengan hadiah itu.
"Wah sayang ini kamu sendiri yang bikin apa gimana? Kok bisa sih ada muka kita disini?" tanya Laila tampak sangat bahagia.
"Iya, aku yang desain sendiri wajah kita! Biar ketika malam dan kamu kangen sama aku, kamu bisa lihat aja di dinding-dinding kamar kamu wajah aku yang ganteng ini!" ucap Sadam memuji dirinya sendiri sambil nyengir.
"Ahaha kamu bisa aja sayang, makasih ya ini cantik banget loh hadiahnya! Aku pasti gak bakal bisa tidur nih kalo lampunya begini, karena aku bakalan keinget terus sama kamu!" ucap Laila tersenyum sambil menempelkan wajahnya di bahu Sadam.
"Ya jangan dong sayang, kalo kayak gitu aku ambil lagi nih lampunya! Kamu bisa sakit kalo gak tidur malam, aku kasih ini kan biar kamu bisa tidur nyenyak gak perlu kangenin aku lagi gitu!" ujar Sadam.
"Ahaha, iya iya sayang aku bercanda kok! Makasih ya sekali lagi, oh ya kamu kenapa gak mau masuk sih? Padahal kan kalo ngobrol disini itu pegel sama panas lagi, masuk aja yuk!" ujar Laila langsung menggenggam tangan Sadam, namun kekasihnya itu mematung tak mau mengikuti Laila.
"Jangan sayang! Aku masih ada urusan di luar, makanya aku gak bisa masuk ke dalam! Maaf ya cantik kali ini aku lagi gak bisa nemenin kamu dulu di rumah, mungkin lain kali kita bisa ngobrol lebih panjang lagi..." ucap Sadam.
Tampak sedikit kekecewaan di raut wajah Laila, namun akhirnya ia merelakan Sadam pergi kalau memang kekasihnya itu sedang sibuk.
"Ya oke deh, hati-hati ya kamu di jalannya! Aku sayang sama kamu...." ucap Laila tersenyum.
"Iya cantik, aku juga sayang banget sama kamu!" ucap Sadam mencolek pipi dan hidung Laila bergantian.
Cupp... tak disangka Sadam menarik tubuh Laila lalu memberi kecupan di kening wanita itu, membuat Laila tampak kaget dan membulatkan matanya tapi senang juga.
"Pasti dong beb, bye juga!" ucap Laila.
Sadam pun berbalik badan pergi keluar dari pintu pagar rumah Laila, ia sempat menoleh sejenak lalu melambaikan tangan dan memberi kiss bye ke arah Laila.
Laila pun membalasnya, setelah itu Sadam langsung menaiki motornya dan pergi dari sana dengan cepat.
"Kenapa perasaan gue jadi gak enak gini ya setelah Sadam pergi? Duh semoga aja gak terjadi apa-apa deh sama Sadam!" gumam Laila.
...•••...
Disisi lain, Femila ambruk setelah harus meladeni permainan buas dari Rafi... tenaganya terkuras cukup banyak akibat itu, tubuhnya juga dipenuhi oleh keringat.
Sementara Rafi malah tersenyum puas karena berhasil membuat Femila kelelahan melayaninya, ia memakai kembali pakaiannya di depan Femila sambil terus memandangi tubuh gadis itu.
__ADS_1
"Mantap juga tubuh kamu sayang, kalau begini sih aku jadi ketagihan terus main sama kamu! Semoga aja besok Adrian juga gak bisa datang kesini, jadi kita bisa main lagi deh!" ucap Rafi.
Femila hanya diam masih mengatur nafasnya yang sesak akibat permainan Rafi tadi, ia sebenarnya berharap Rafi tidak datang lagi kesana karena sangat lelah harus melayani gairah lelaki itu.
"Yaudah sekarang aku harus pergi, kamu pakai lagi dong baju kamu! Eh bebas sih mau terus begini juga gapapa, malah lebih gampang nantinya kalo aku balik tinggal gas aja!" ujar Rafi menggoda Femila.
"Gue mau mandi...." ucap Femila singkat sambil menatap wajah Rafi sambil berbaring, ia masih kesulitan menggerakkan tubuhnya saking lelahnya dirinya.
"Mandi? Buat apa sih?" tanya Rafi sedikit tersenyum ke arah Femila.
"Gue udah 3 kali berhubungan, tapi sampai sekarang belum pernah mandi! Rasanya gak enak banget, tolong dong bolehin gue mandi!" ucap Femila memohon.
"Ya iya juga sih, lu harus mandi biar seger lagi! Tapi masalahnya ini kan rumah kosong, gak mungkin ada air disini!" ucap Rafia bingung.
"Gue gak mau tau, pokoknya gue mau mandi!" ujar Femila dengan nada memaksa.
"Hadeh, yaudah bentar gue telpon Adrian dulu minta izin sama dia buat bawa lu ke apartemen gue biar lu bisa mandi..." ucap Rafi kemudian mengambil ponselnya dari saku celana.
Rafi pun menghubungi Adrian melalui ponselnya, sementara Femila mulai berusaha bangkit sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.
📞"Halo Adrian, gue mau bicara!" ucap Rafi.
📞"Yaudah bicara aja!" ucap Adrian singkat karena ia masih kesulitan berbicara akibat pukulan dari Devano tadi.
📞"Femila mau mandi katanya, tapi disini kan gak ada air jadi boleh gak kalau gue bawa Femila ke apartemen gue??" ucap Rafi.
📞"Oh gitu, yaudah atur aja sesuka lu! Tapi jangan lupa bawa dia kesana lagi, oh ya sama satu lagi jangan pernah lu sentuh dia!" ucap Adrian.
📞"Iya aman...." ucap Rafi.
Telepon pun dimatikan, Rafi menoleh dan terkejut karena Femila sudah berpakaian kembali padahal sebelumnya gadis itu masih rebahan tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Jumat berkah❤️...