
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 265
...•...
...•...
"Arga, mama minta sebaiknya kamu coba buka hati kamu untuk Viona! Dia itu baik loh, udah gitu dia cantik dan sopan banget anaknya apalagi kekayaannya juga gausah diragukan lagi!" ucap Helena mencoba merayu putranya untuk menerima Viona menjadi calon istri.
Arga yang baru menyelesaikan makannya langsung dibuat tidak enak hati setelah mendengar perkataan mamanya barusan, sungguh inilah yang membuat ia malas bila diajak kumpul bersama oleh kedua orangtuanya itu karena selalu saja membahas soal hubungannya dengan Viona yang padahal hingga kini ia juga sulit untuk bisa mencintai Viona.
"Benar kata mama kamu, Arga! Ayolah, dicoba dulu saja untuk buka hati kamu! Pilihan papa sama mama ini gak sembarangan loh sayang, kita tahu siapa wanita yang pantas buat kamu!" ucap Herman menimpali ucapan istrinya.
Lagi-lagi Arga hanya terdiam sambil terus mengunyah makanan di mulutnya yang belum tertelan, ia juga menuang air ke gelas kosong miliknya lalu menenggaknya sampai habis.
"Arga, kamu ini putra harapan kita satu-satunya loh! Kamu kan tahu sendiri, Riza adik kamu itu sudah bikin mama sama papa kecewa karena dia malah berurusan dengan polisi dan akhirnya di penjara cuma karena seorang wanita! Mama gak mau kalau kamu juga sampai seperti itu, udah ya terima aja Viona buat jadi istri kamu!" ucap Helena.
"Iya Arga, kita itu pengen yang terbaik buat kamu dan kita juga gak mau kamu salah pilih! Apalagi yang kamu incar itu juga belum jelas asal-usulnya, bahkan kamu saja belum pernah ketemu sama dia!" sahut Herman menyetujui perkataan istrinya.
"Nah itu dia, pah! Abis ini Arga mau ke rumahnya dan temuin Shella secara langsung, aku yakin papa sama mama pasti bakal klepek-klepek begitu aku bawa Shella ke hadapan papa sama mama!" ucap Arga.
Mendengar ucapan Arga malah membuat kedua orang tua itu bingung, mereka masih gagal meyakinkan Arga untuk mau menikah dengan Viona yakni wanita pilihan mereka yang juga merupakan putri dari rekan bisnis Herman.
__ADS_1
"Arga, kamu yakin sama keputusan kamu itu? Mama khawatir loh kamu salah pilih, memangnya wanita itu secantik apa sih sampe kamu kepincut gitu?" tanya Helena.
"Mah, bagiku cinta itu bukan karena cantik atau jeleknya seseorang... tapi, begitu memandangnya aku langsung bisa merasakan cinta dan itulah sebabnya aku memilih Shella!" jawab Arga tegas.
"Darimana kamu bisa tahu kalau itu cinta, Arga? Sedangkan kamu saja belum pernah bertemu langsung dengan wanita itu, jangan bicara soal cinta kalau kamu tidak tahu apa artinya cinta!" ujar Herman.
"Loh, untuk merasakan cinta seseorang tidak perlu bertemu langsung dengan pasangannya pah! Lihat aja masih banyak sekarang yang menjalin hubungan virtual, apa itu tidak cukup dijadikan contoh? Sudahlah pah, aku tetap tidak mau menikah dengan Viona dan hanya menginginkan Shella!" ujar Arga.
Pria itu langsung bangkit dari duduknya begitu menyelesaikan ucapannya, ia tampak kesal karena terus-terusan dipaksa untuk menikah dengan Viona wanita pilihan orangtuanya itu.
Dengan cepat Helena juga berdiri meraih tangan putranya dan menggenggamnya, ia mencegah Arga agar tidak pergi dari sana dan kembali duduk untuk melanjutkan pembicaraan mereka disana.
"Arga, tunggu! Mama tau kamu kesal, tapi sebaiknya kamu duduk kembali dan kita selesaikan obrolan ini!" pinta sang mama.
"Tidak mah, bagiku ini semua sudah selesai! Gak ada lagi yang perlu diomongin, intinya aku tetap tidak mau menikah dengan Viona apapun alasannya!" ucap Arga bersikeras menolak keinginan mamanya.
Bahkan Arga sampai menghentakkan tangannya untuk bisa lepas dari genggaman sang mama, ya Helena hampir saja terjungkal jika tidak ditahan oleh Herman yang sigap menangkapnya.
"Arga sepertinya harus diberi sedikit pelajaran, dia tidak bisa menikah dengan wanita yang gak jelas itu! Bagaimanapun Arga harus bersama Viona, saya pastikan itu!" gumam Herman menatap tajam.
...•••...
Disisi lain, Jenar masih tampak cemas menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi putrinya yakni Nadya yang tengah ditangani di dalam UGD. Tak hanya Jenar, Yoga pun juga ikut cemas serta panik karena ia sangat mencintai gadis tersebut dan tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Nadya.
Akhirnya pintu terbuka dan seorang dokter wanita keluar dari dalam sana, Jenar & Yoga pun langsung mendekat ke arah dokter tersebut karena sangat mengkhawatirkan kondisi Nadya.
"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" tanya Jenar tampak sangat cemas.
"Iya dok, Nadya baik-baik aja kan?" sahut Yoga.
__ADS_1
"Harap tenang ya Bu, mas! Kami sudah memeriksa kondisi pasien, dan kami menyimpulkan kalau pasien mengalami pankreatitis atau infeksi pada bagian pankreas yang menyebabkan rasa nyeri hebat!" jawab dokter tersebut.
Jenar & Yoga kompak menutup mulut mereka masing-masing karena terkejut dengan penjelasan dokter tersebut, mereka tak menyangka Nadya bisa terkena penyakit semacam itu.
"Dok, bagaimana anak saya bisa terkena penyakit itu?" tanya Jenar heran sekaligus cemas.
"Penyebabnya ada banyak Bu, diantaranya batu empedu dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jumlah banyak! Tapi, mungkin pasien bisa terkena radang pankreas karena mengalami batu empedu!" jawab dokter itu.
"Lalu, anak saya bisa sembuh kan dok?" tanya Jenar.
"Bisa Bu, kami akan membantu proses penyembuhan pasien sekaligus memberi obat yang sesuai untuk mempercepat penyembuhan pasien! Mungkin untuk beberapa hari ini, pasien harus dirawat di rumah sakit!" ucap dokter.
"Dirawat dok?" tanya Jenar terkejut.
"Iya, Bu! Ini untuk meminimalisir bertambahnya infeksi pada bagian yang mengalami radang, mungkin butuh sekitar satu atau dua Minggu bagi pasien untuk bisa sembuh benar!" jawab dokter.
Jenar pun bersedih menerima kenyataan bahwa putrinya harus kembali dirawat di rumah sakit, padahal baru beberapa hari saja Nadya bisa pulang dan tinggal bersamanya di rumah.
"Baiklah, saya mohon izin permisi..." ucap dokter.
"Iya dok, terimakasih!" ucap Yoga.
Dokter itu pun pergi kembali ke ruangannya, sedangkan Yoga menghampiri Jenar yang masih terlihat sedih akibat mendengar perkataan dokter tadi. Tentu saja sebagai seorang ibu Jenar sangat tidak tega mengetahui putrinya menderita penyakit, yang ia inginkan tentunya Nadya bisa sehat terus.
"Tante tenang ya, aku yakin Nadya pasti bisa sembuh secepatnya! Dokter kan sudah bilang kalau penyakit yang diderita Nadya belum berbahaya, ini masih bisa diobati!" ucap Yoga mendekati Jenar.
"Iya nak Yoga, terimakasih ya tadi kamu sudah menolong Sheila dan bawa dia kesini!" ucap Jenar.
"Sama-sama, Bu!"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...