Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
cctv


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 106


...•...


...•...


Shella baru selesai mandi, kini ia mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya dan kemudian berjalan keluar dari kamar mandi.


Tampak sepasang pakaian sudah tersedia di atas ranjang Shella, padahal sebelumnya tidak ada apapun disana.


"Penculik itu tepatin janjinya buat kasih aku baju, tapi kenapa bajunya terbuka begini sih? Apa dia sengaja supaya bisa gampang sentuh-sentuh tubuh aku?" gumam Shella sambil mengamati pakaian yang diberikan si penculik itu.


Namun karena terpaksa, akhirnya Shella memakai pakaian itu walau sebenarnya ia tidak mau mengenakan pakaian itu.


Setelahnya, Shella berdiri di depan kaca memandangi dirinya sendiri mungkin untuk mengecek apakah sudah cocok atau belum.


"Ternyata aku masih pantas ya pake baju kayak begini, padahal sekarang aku lagi hamil 2 bulan!" gumam Shella memutar dirinya 180° memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya di depan kaca lemari.


Tak lama kemudian, seseorang tampak membuka pintu dan masuk menemui Shella di dalam kamar itu ya tentu dia adalah si penculik.


Shella langsung menutupi tubuhnya dengan bathrobe yang tadi ia lepas agar penculik itu tidak bisa melihat lekuk tubuh miliknya.


"Kamu sungguh cantik sekali Shella.. Rasanya saya makin tidak sabar untuk mempersunting dirimu!" ucap si penculik sambil berjalan mendekati Shella.


"Jangan gila kamu! Saya ini sudah memiliki suami dan sampai kapanpun saya akan tetap bersama dia! Jadi kamu sebaiknya jangan terlalu berharap akan bisa memiliki diriku!" ucap Shella seraya memundurkan langkahnya menjauh dari si penculik.

__ADS_1


Namun, tak terasa kini Shella sudah sampai di ujung tembok dan tak bisa mundur lagi.. si penculik itu terus mendekat hingga akhirnya sampai tepat di hadapan Shella.


"Mau apa kamu? Jangan dekati saya! Saya ini sudah bersuami!" ucap Shella ketakutan.


"Shella, kenapa sih kamu terus mengatakan hal itu? Rasanya sakit sekali loh ketika mendengar perkataan kamu itu, karena saya ini tulus mencintai kamu Shella! Lagian buat apa juga kamu terus bersama suami kamu itu? Dia tidak benar-benar mencintai kamu Shella, diam-diam dia saja mendua di belakang kamu!" ucap si penculik mendekatkan wajahnya pada Shella, kini jarak diantara mereka mungkin hanya sekitar 5 cm saja.


"Jangan ngarang kamu! Sebenarnya kamu siapa sih? Gimana bisa kamu tahu nama aku?? Apa motif kamu menculik aku dan bawa aku kesini?" ujar Shella melontarkan banyak pertanyaan pada penculik itu.


"Tentu saja aku tahu nama kamu Shella, karena aku adalah orang yang tulus mencintai kamu sejak pertama kali kita bertemu! Aku sengaja membawa kamu kesini supaya kita bisa segera melangsungkan pernikahan, karena aku sudah tidak tahan lagi untuk bisa memiliki dirimu cantik!" ucap penculik itu mencolek dagu Shella dan membuat Shella langsung membuang muka dari hadapan si penculik.


"Kamu benar-benar sudah tidak waras! Ayo buka topeng mu itu kalau memang kau pemberani! Jangan selalu bersembunyi dibalik topeng dasar pengecut!" ujar Shella memancing emosi si penculik agar dia membuka topengnya.


"Usaha yang bagus cantik, tapi aku hanya akan membuka topeng ini setelah kamu menjadi milikku! Sabarlah cantik, momen itu sebentar lagi akan terjadi dan kamu akan bisa melihat ketampanan diriku!" ucap si penculik mengelus wajah Shella mengenakan jari telunjuknya.


Shella hanya bisa diam saat wajahnya disentuh oleh penculik itu, sebenarnya dia tidak sudi wajahnya disentuh oleh lelaki selain suaminya tapi saat ini dia tak punya pilihan lain selain menurut saja.


"Istirahat lah yang cukup cantik, aku tidak mau kamu dan bayi di dalam kandungan mu itu kenapa-napa!" ucap penculik itu membelai rambut Shella.


Setelahnya penculik itu keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan Shella sendirian disana.


...•••...


Disisi lain, Devano menemui pengendali cctv di apartemennya untuk mengecek rekaman video saat Shella diculik oleh orang.


"Nah dari sini pak, itu kayaknya si penculiknya pak! Kelihatan sekali gerak-gerik dia mencurigakan!" ucap Devano saat melihat seorang pria bertubuh tegap mengenakan topeng hitam berjalan keluar dari lift.


Dan benar saja pria itu menuju ke tempat Shella, tapi sayangnya tidak ada lagi yang bisa dilihat karena di dalam kamar apartemen itu tak dipasang cctv untuk menjaga privasi pengguna.


Saat rekaman dilanjut terlihat pria itu telah berhasil melumpuhkan Shella dan membopong tubuhnya melewati tangga agar tak berpapasan dengan orang.


"Pak, coba alihkan ke cctv bagian luar! Saya mau tau plat mobil penculik itu!" ucap Devano.


Pak Imran pun mengarahkan rekaman cctv ke bagian luar apartemen, terlihat pria itu mengenakan kursi roda untuk membawa Shella dan bahkan memakaikan sweater ke tubuh Shella.

__ADS_1


Lalu, pria itu memasukkan Shella ke mobilnya dengan cepat dan meninggalkan kursi roda itu disana begitu saja.


"Nah pak coba di zoom lagi pak, saya mau lihat plat mobil orang itu dengan jelas!" ucap Devano saat terlihat mobil penculik itu melaju.


"Baik pak!" ucap pak Imran kemudian mempause rekaman itu lalu memperbesar gambarnya.


"Sebentar pak saya foto dulu platnya, oh ya nanti saya juga minta salinan rekaman cctv ini pak!" ucap Devano lalu memfoto plat mobil penculik menggunakan ponselnya.


Setelah selesai, Devano pun pergi dari sana dan segera melaju menuju kantor polisi untuk menyerahkan bukti lainnya agar Shella mudah ditemukan.


"Terimakasih pak atas bantuannya, saya mohon pamit!" ucap Devano bersalaman dengan pak Imran sebagai tanda terimakasih.


"Sama-sama pak," ucap pak Imran tersenyum.


Devano langsung melangkah keluar dari apartemennya dan menggunakan mobilnya untuk pergi ke kantor polisi.


...•••...


Adrian tengah diinterogasi oleh polisi tentang kasusnya yang diduga bekerjasama dengan manajer keuangan Devano untuk mengkorupsi dana milik perusahaan Devano dan membuatnya bangkrut.


Selain itu, Adrian juga dilaporkan terlibat dalam penculikan Shella.. Namun hingga saat ini tentu Adrian masih mengelak tak mau mengakui perbuatannya.


"Saya sudah bilang pak, bukan saya yang sudah menculik Shella! Saya cuma difitnah pak!" ujar Adrian menegaskan kalau bukan dirinyalah pelaku penculikan tersebut.


"Tenang pak Adrian, kalau memang bukan anda pelakunya lalu mengapa bisa ada kartu nama anda di lokasi kejadian penculikan itu?" tanya polisi lagi.


"Saya juga tidak tahu pak, padahal kartu nama saya itu tidak sembarang orang bisa memilikinya! Cuma karyawan saya saja itu juga tidak semuanya pak, mungkin penculik itu sudah mencuri kartu nama saya lalu dia gunakan itu untuk memfitnah saya pak!" jawab Adrian.


"Baiklah untuk kasus ini segini saja dulu pak, sekarang saya akan lanjut bertanya mengenai laporan pak Devano kalau anda telah terlibat dalam kasus pencurian dana perusahaan milik pak Devano! Bahkan dalam hal ini anda dituduh bekerjasama dengan salah seorang karyawan pak Devano, apa itu benar pak Adrian?" ucap polisi lanjut bertanya tentang kasus lainnya pada Adrian.


Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya juga mengelus keningnya mungkin merasa pusing karena terjebak dalam tuduhan yang tak beralasan itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2