
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 344
...β’...
...β’...
π"Mas..."
Devano terkejut saat mendengar suara istrinya dari dalam telpon, seketika ia tersenyum bahagia karena dapat mendengar kembali suara sang istri.
Devano sempat terdiam beberapa saat karena masih tak percaya kalau Shella mau berbicara kembali dengannya, ya walau hanya melalui ponsel milik mamanya bukan milik pribadi.
π"Mas? Mas Vano?" ucap Shella memanggil nama suaminya karena sedari tadi hanya diam.
Shella sangat kebingungan karena tak ada suara apapun yang ia dengar saat ini, ia coba menyingkirkan sejenak ponsel itu dari telinganya lalu menatap Silvi dengan tatapan terheran-heran.
"Kenapa sayang?" tanya Silvi penasaran.
"Gak tau, mah. Mas Vano diem aja daritadi, apa mungkin mas Vano marah ya sama aku gara-gara aku diemin dia tadi?" ucap Shella.
"Coba sini mama bicara lagi sama dia!" ucap Silvi.
"Iya mah..." Shella pun menyerahkan kembali handphone itu kepada Silvi.
π"Halo Vano, hey Vano!" ucap Silvi kesal.
Devano yang tengah melamun langsung terkejut mendengar suara mamanya yang cukup keras dan membuat telinganya pengang.
π"Ah iya, mah. Kenapa?" ucap Devano.
π"Kenapa, kenapa. Kamu yang kenapa? Istri kamu ini udah baik loh mau bicara, kok kamu malah diem aja nyuekin dia? Oh kamu mau balas dendam ya sama Shella? Vano, kamu tuh harusnya sadar dong kan kamu yang salah dalam hal ini! Kenapa kamu malah jadi balik marah ke Shella?" ujar Silvi.
π"Hah? Aku gak marah kok mah sama Shella, aku tadi kaget dan girang banget karena bisa denger suara Shella. Makanya aku sampai diem gak bisa berkata apa-apa!" ucap Devano.
π"Ah masa sih?" ucap Silvi tak percaya.
π"Iya mah, bener kok. Sekarang Shella nya mana, mah? Aku mau bicara dong sama dia, aku kangen nih denger suaranya Shella!" ucap Devano.
π"Yaudah, nih kamu bicara sama Shella ya!" ucap Silvi.
π"Iya mah..." ucap Devano sambil tersenyum, ia tak sabar untuk berbicara dengan istrinya lagi setelah semalaman dicuekin.
Silvi pun menjauhkan ponsel dari telinganya, ia kemudian berbicara pada Shella dan mengatakan kalau Devano ingin berbicara dengannya.
"Sayang, ini Vano mau bicara! Tadi tuh katanya dia syok denger suara kamu, makanya bisa sampe diem kayak gitu!" ucap Silvi menyerahkan ponselnya kepada Shella.
"Eee iya mah..." ucap Shella tampak gugup saat mengambil ponsel itu lalu menempelkannya ke telinga.
__ADS_1
π"Halo, mas!" ucap Shella pelan.
Devano langsung tersenyum kembali saat mendengar suara istrinya yang memang sangat menggemaskan itu.
π"Hey, halo honey! Aku seneng banget, akhirnya kamu mau bicara sama aku lagi! Ya walau cuma dari telpon sih, tapi aku udah seneng banget dengernya! Maafin aku ya honey, atas kata-kata aku semalam yang sangat nyakitin kamu!" ucap Devano.
π"Kamu gak perlu minta maaf, mas! Aku tau kok kamu emang capek hadapin sikap aku yang gak jelas ini, jadi aku maklum aja mas!" ucap Shella.
π"Eh eh eh, gak gitu sayang! Aku semalam cuma asal bicara kok, aku gak sama sekali ngerasa capek atau direpotin sama kamu! Justru aku seneng banget bisa ngerawat kamu yang lagi hamil, aku juga gemes sama sikap kamu itu! Semoga nanti anak kita juga wajahnya mirip sama kamu, ya!" ucap Devano.
π"Iya mas, kalo gitu aku juga mau minta maaf ya sama kamu mas. Karena tadi aku udah bertindak kayak anak kecil, aku cuekin kamu dan gak layanin kamu sebagaimana seorang istri pada umumnya!" ucap Shella merasa bersalah.
π"Hey, gapapa honey! Aku paham kok, perempuan mana coba yang gak sakit hati saat dibilang begitu? Justru aku bangga banget sama kamu, karena kamu udah mau telpon aku dan minta maaf juga sama aku! Padahal kan kamu gak salah, emang kamu ini benar-benar istri yang top deh!" ucap Devano.
π"Makasih mas, oh ya kalo gitu aku tutup aja ya? Aku gak mau ganggu kamu kerja, kamu yang semangat ya mas kerjanya!" ucap Shella.
π"Oke honey, tapi abis ini aku video call ke nomor kamu ya? Tenang aja, sekarang ini aku lagi santai kok gak ada kerjaan! Aku pengen lihat wajah cantik kamu itu!" ucap Devano.
π"Eee iya deh, mas." ucap Shella.
π"Yaudah, bye honey! Mmuuaacchh..." ucap Devano mengucap selamat tinggal lalu mengecup Shella melalui telpon.
π"Bye juga, mas!" ucap Shella.
Tuuutttt....
Shella langsung mematikan teleponnya, lalu menyerahkan ponsel itu kepada Silvi.
"Ini mah, makasih ya!" ucap Shella.
"Iya sama-sama, sayang! Kamu udah telponan sama Devano nya?" ucap Silvi penasaran.
"Terus gimana? Apa kalian udah baikan sekarang ini, gak marahan lagi?" tanya Silvi.
"Alhamdulillah mah, udah enggak kok." jawab Shella.
"Ya syukur deh! Mama ikut seneng dengernya, kalo gitu sekarang mama keluar dulu ya? Mama mau temuin papa di bawah, gapapa kan sayang?" ucap Silvi sambil mengelus rambut Shella.
"Gapapa mah, kebetulan mas Vano juga ajak aku video call tadi." ucap Shella.
"Oh gitu, yaudah iya deh mama keluar sekarang ya? Selamat bersenang-senang sama suami kamu, gapapa walau cuma lewat hp juga!" ucap Silvi.
"Iya mah..." ujar Shella sambil nyengir dikit.
Setelahnya, Silvi pun keluar dari kamar Shella dengan membawa handphonenya.
β’
β’
Devano terus memandangi nomor kontak Shella di hp nya saat ini, ia ingin langsung menghubungi Shella dan mengajaknya video call. Namun, ia takut kalau Shella belum siap dan masih ada mamanya disana.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, disaat Devano tengah bingung berpikir apakah ia harus menelpon Shella sekarang atau nanti, justru sekarang Shella sudah menelponnya lebih dulu.
Tentu saja tanpa basa-basi, Devano langsung mengangkat telpon dari sang istri.
__ADS_1
π±: "Halo honey, kamu cantik banget sih sayangku!" ucap Devano tersenyum senang saat melihat wajah istrinya melalui layar ponselnya.
π±: "Halo mas, assalamualaikum." ucap Shella.
π±: "Ah iya, waalaikumsallam sayang!" ucap Devano menjawab salam dari sang istri.
π±: "Mas, emang kamu gak kerja?" tanya Shella.
π±: "Enggak sih, sekarang aku cuma nyantai aja di ruangan nih sambil rebahan. Makanya aku bete dan pengen video call kamu. Oh ya, sayang kamu sambil rebahan juga dong biar asik gitu!" ucap Devano.
π±: "Iya iya..." Shella menurut kemudian merebahkan tubuhnya lalu mengangkat ponselnya ke atas.
π±: "Begini kan, mas?" tanya Shella.
π±: "Iya honey, benar begitu. Eee kalo bisa sih, sekalian itu kancing baju kamu dilepas juga! Aku mau lihat isi dalamnya dong, sayang!" ucap Devano menggoda istrinya.
π±: "Hah? Mas kamu apaan sih?" Shella terkejut.
π±: "Ayo dong, honey! Gak ada mama kan disana?" ucap Devano memaksa.
π±: "Ya gak ada sih, tapi kanβ"
π±: "Buruan honey! Aku cuma mau lihat aja kok, udah ayo dibuka kancingnya!" potong Devano yang sudah tidak sabar.
π±: "Haish, kamu mah mas! Bentar, aku kunci pintu dulu supaya gak ada yang masuk." ucap Shella.
π±: "Oke sayang!" ucap Devano sambil tersenyum mesum.
Shella turun dari ranjang lalu mengunci pintu, ia kembali ke ranjang untuk teleponan dengan suaminya lagi.
π±: "Udah kan?" tanya Devano.
π±: "Iya udah, mas." jawab Shella.
π±: "Nah, kalo gitu sekarang kamu bisa buka baju dan tunjukin gundukan kamu ke aku!" ucap Devano tersenyum mesum.
π±: "Ih kamu itu ya, jadi ini alasan kamu ajak aku video call sekarang!" ujar Shella.
π±: "Hahaha, iya dong honey. Ini namanya vcs, istilah-istilah yang lagi viral itu loh!" ucap Devano sambil tertawa kecil.
π±: "Yaudah, aku buka ya? Tapi sedikit aja!" ucap Shella.
π±: "Iyaa..."
Shella pun menuruti kemauan suaminya, ia membuka kancing piyama yang masih ia kenakan lalu menunjukkan gundukan miliknya kepada Devano tapi hanya sebelah saja.
π±: "Udah kan, mas?" ucap Shella malu-malu.
π±: "Sambil kamu mainin dong, honey! Pegang aja deh gitu, bagian cokocip nya tunjukin juga dong ke aku sayang!" ucap Devano.
π±: "Haish, kamu mesum banget ya mas? Yaudah iya, aku turutin nih permintaan kamu! Ini karena aku gak mau dosa aja kalo nolak!" ucap Shella.
π±: "Hahaha, bagus honey!" ucap Devano.
Lagi-lagi Shella terpaksa menuruti kemauan suaminya, ia memainkan gundukan miliknya lalu menunjukkan titik sensitif yang ada di tengah itu kepada Devano melalui ponselnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...