
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 308
...•...
...•...
Arga berhasil lepas dari kejaran orang-orang Devano, dan ia kini tengah berada di dekat jalan raya masih tak jah dari perusahaan Devano. Tampak ia sangat kesal dan marah karena lagi-lagi rencananya untuk mendapatkan Shella gagal, itu hanya karena kecerobohan dirinya juga Leo.
"Aaarrgghh!!"
"Dasar payah! Harusnya kita bisa bawa Shella tadi, bukannya kayak gini...!!" bentak Arga emosi.
Arga sangat emosi saat ini sampai nafasnya memburu karena lelah berlari tadi, begitupun dengan Leo yang sampai tidak bisa atau kesulitan untuk bicara menjawab perkataan bosnya. Namun, akhirnya Leo mampu membuka mulutnya dan melontarkan pendapatnya pada Arga.
"Salah bos sendiri sih! Kan udah saya bilang bos, kita turunnya jangan lewat lift! Eh si bos malah ngeyel mau lewat situ, udah gitu salah pencet tombol malah berhenti di lobi bukan basemen!" ujar Leo.
"Diam kamu! Kalau kita gak lewat lift, terus mau lewat mana ha? Tangga??" ujar Arga emosi.
"Ya iya bener itu bos, biasanya di tangga kan sepi jadi kita bisa bebas bawa Shella kabur dari sana tanpa ketahuan sama Devano atau Viona! Si bos ngeyel sih gak mau dengerin kata asistennya, sekarang giliran gagal aja nyalahin saya!" ujar Leo.
"Ya gila aja kamu, masa kita harus turun tangga sambil bawa-bawa Shella? Kamu tau kan tadi itu kita turun dari lantai berapa? Bisa gempor kaki saya kalau turun tangga, harusnya kamu inisiatif dong mau bawa Shella sendiri lewat tangga!" ucap Arga.
"Hah? Ada gila-gilanya juga ternyata si bos, yakali saya turun tangga sambil bawa Shella sendiri! Bos, bukan cuma gempor nanti kaki saya bisa patah juga bos kalo begitu mah!" ujar Leo.
"Ah udah lah! Mending saya tenangin diri, sana kamu jauh-jauh dari saya dan jangan ikutin saya lagi! Saya tuh lagi kesal sama kamu, bulan ini pokoknya gaji kamu saya potong 50%! Karena kamu udah banyak gagalin rencana saya, dasar asisten gak bener!" ujar Arga emosi lalu pergi meninggalkan asistennya.
"Waduh, banyak amat dipotongnya!"
__ADS_1
"Bos, gak sekalian 100% biar gak setengah-setengah....!!!" teriak Leo.
"Oke!" balas Arga sembari berteriak juga.
Leo pun terhenyak mendengar jawaban dari Arga yang malah menyetujui kemauannya, padahal niatnya adalah meminta belas kasih dari bosnya untuk tidak memotong gajinya, eh ternyata Arga tidak sama sekali merasa kasihan padanya.
"Haduh, punya bos begini amat ya? Pengen resign tapi saya takut gak bisa dapet kerjaan lagi, kalo saya nganggur kan pasti saya bakal jadi gelandangan di kolong jembatan!" ujar Leo geleng-geleng kepala.
Leo berjalan pelan menuju tempat ia memarkir mobilnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ia pusing harus apa, sesekali Leo berteriak kencang mendongak ke langit meratapi nasib malangnya harus memiliki bos seperti Arga.
•
•
Sementara itu, Devano meletakkan tubuh istrinya di atas sofa lalu coba untuk membangunkan Shella menggunakan minyak gosok atau apapun yang wanginya menyengat disana, ia terlihat sangat panik karena Shella tak kunjung sadar.
Viona yang ikut kesana pun turut membantu Devano untuk menyadarkan Shella dari pingsan, walau ia merasa cemburu melihat kedekatan suami-istri itu di depan matanya, namun demi menjaga sikap ia terpaksa berpura-pura baik di depan Devano.
Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga, mereka berhasil membuat Shella sadar dan membuka matanya lalu tampak heran dengan semua yang dilihatnya sekarang yakni wajah suaminya serta seorang wanita asing di dekatnya.
"Honey, syukurlah kamu sadar!" ucap Devano cemas dan langsung duduk di dekat istrinya karena ia sangat gembira melihat Shella sadar.
"Mas, apa yang terjadi?" tanya Shella bingung.
"Tadi kamu hampir mau diculik oleh 2 orang pria aneh yang menyamar, untungnya aku melihat itu dan bisa menggagalkan mereka!" jelas Devano.
"Diculik??"
Devano mengangguk pelan tanda iya, Shella pun mengingat semua momen sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang diberikan pria berkedok cleaning service itu. Shella juga ingat saat Arga datang ke dalam ruangan itu.
"Iya mas, aku ingat! Tadi ada cowok masuk kesini terus mau maksa aku buat ikut sama dia, aku berhasil lari keluar terus cari bantuan! Tapi, ternyata cleaning service yang aku temuin itu sekongkol dengan cowok itu mas!" ucap Shella ketakutan.
"Sudah, jangan takut! Sekarang kamu udah aman, kan ada aku disini!" ucap Devano menenangkan istrinya yang ketakutan itu.
Viona lagi-lagi dibuat cemburu dan tidak senang melihat kemesraan Devano & Shella, ingin sekali rasanya ia menggantikan posisi Shella disana lalu berpelukan dengan Devano seperti itu dan juga menjadi istri dari Devano.
__ADS_1
"Mas, dia siapa?" tanya Shella heran saat melihat sosok wanita asing disana.
"Ohh, kenalin dia Viona temenku waktu sekolah dulu! Kita ini sahabatan dari SMP, terus sejak lulus SMA Viona milih lanjutin study di luar negeri makanya kita pisah cukup lama!" jawab Devano.
"Temen kamu?"
"Iya, Viona kenalin ini istri aku namanya Shella!" ucap Devano beralih menatap Viona lalu mengenalkan Shella kepada temannya itu.
"Ah iya, aku Viona!" ucap Viona menyodorkan tangan ke arah Shella sembari tersenyum.
Shella menatap curiga ke arah mata gadis di hadapannya itu, entah mengapa ia seperti melihat kalau Viona memiliki rasa pada suaminya. Namun, ia tak mau merusak suasana disana hanya karena kecurigaannya yang belum pasti itu.
"Aku Shella, salam kenal!" ucap Shella meraih tangan Viona lalu berjabat tangan dengannya.
•
•
Shella & Devano kini sudah berada di mobil dalam perjalanan menuju ke rumah setelah urusan mereka selesai di kantor, tampaknya Shella masih memikirkan Viona alias teman suaminya yang menurutnya menyukai Devano.
"Mas, kamu jangan deket-deket ya sama Viona!" ucap Shella menoleh ke arah suaminya.
"Loh kenapa, honey?" tanya Devano heran.
"Soalnya aku lihat tatapan dia ke kamu tadi tuh kayak beda begitu, aku yakin Viona suka sama kamu mas!" jelas Shella dengan wajah cemas.
"Hah? Ya ampun, itu cuma perasaan kamu aja! Aku sama Viona tuh udah deket dari SMP, mana mungkin dia suka sama aku?" ujar Devano tertawa kecil.
"Serius mas, kamu percaya dong sama aku! Aku ini perempuan dan aku bisa bedain tatapan cewek yang suka sama gak suka, pokoknya kamu jangan terlalu dekat deh sama dia! Aku gak mau kamu nanti ikut kepincut terus suka juga sama dia!" ucap Shella.
"Ohh, bilang aja kamu cemburu kan? Makanya kamu gak bolehin aku buat deket-deket sama Viona, cie cie yang cemburu cie...." ledek Devano.
"Apaan sih? Kegeeran banget jadi orang!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...