
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 222
...•...
...•...
Adrian menyadari gerakan jari gadisnya, ia langsung sumringah dan reflek menutup mulutnya karena terkejut sekaligus senang. Akan tetapi, tiba-tiba pintu terbuka dari luar membuat Adrian terkejut lalu menoleh ke arah pintu dengan mulut menganga.
Ceklek...
"Pak Adrian, menyerahlah!" teriak seorang polisi sembari mengacungkan pistol ke arah Adrian.
Sontak Adrian langsung syok dan mengangkat tangannya ke atas sebagai tanda menyerah, polisi itu maju mendekatinya dengan tetap mengacungkan pistol di tangannya. Adrian berusaha memberontak dari pegangan polisi itu, namun usahanya sia-sia karena polisi itu berhasil menahannya.
"Pak, tolong pak saya hanya ingin melihat pacar saya sadar! Dia sebentar lagi sadar pak, saya ingin jadi yang pertama dilihatnya pak! Tolong lepasin saya pak, jangan bawa saya dulu!" ujar Adrian berontak.
"Sebaiknya anda diam, atau saya akan bertindak kasar kepada anda pak Adrian! Mari, ikut saya keluar!" bentak polisi itu.
Dengan cepat Adrian dibawa keluar ruangan oleh polisi tersebut, tampak sudah ada banyak polisi juga di luar serta Devano yang menunggu disana. Jenar & Lestari juga tampak syok karena Adrian ditangkap oleh polisi dan ternyata pria tersebut adalah buronan.
"Hey, ternyata nyali anda kuat juga ya! Berani sekali anda datang kesini padahal anda sedang dalam kejaran polisi, tapi gapapa justru itu malah menguntungkan bagi saya! Ayo pak, bawa dia ke polisi dan langsung aja jebloskan dia ke penjara!" ucap Devano tersenyum puas.
"Pak, tunggu pak! Saya ingin beritahu satu hal ke tante Jenar sama tante Lestari, Nadya sudah sadar tan! Tadi saya lihat tangannya bergerak dan matanya juga hampir terbuka, cepat panggil dokter tante!" ucap Adrian sangat panik.
Setelah mendengar kata-kata Adrian, dengan sigap Jenar langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Nadya yang menurut perkataan Adrian sudah hampir sadar. Sementara Devano kembali meminta para polisi itu membawa Adrian ke kantor, tentu saja Adrian masih berontak tapi polisi-polisi itu langsung memborgol tangannya dan membawa paksa Adrian keluar dari rumah sakit. Lestari tampak berkaca-kaca menyaksikan Adrian ditangkap, ia juga senang mendengar Nadya bisa sadar setelah bertemu dengan Adrian barusan.
Tak lama kemudian, seorang dokter datang bersama Jenar dan langsung masuk memeriksa kondisi Nadya. Semua disana sangat-sangat berharap Nadya bisa segera sadar dari komanya, Jenar & Lestari bahkan sampai menutupi mulutnya serta memanjatkan doa demi kesembuhan putri mereka.
"Ya Tuhan, sembuhkan lah penyakit Nadya! Beri dia kekuatan untuk bisa bangkit dan kembali sadar, hanya kepadamu lah aku meminta!" batin Devano.
#Flashback on#
Devano sampai di lokasi sesuai dengan titik yang diberikan Rafael padanya, terlihat para polisi juga sudah berada disana. Ia pun langsung mendekat ke arah polisi tersebut untuk membicarakan rencana penggerebekan Adrian di dalam sana.
__ADS_1
"Pak, bagaimana?" tanya Devano.
"Sepertinya banyak penjaga disana, mari kita serbu saja bersama-sama dari depan!" ucap polisi itu.
Devano hanya mengangguk mengikuti instruksi dari komandan polisi itu, mereka mulai menyiapkan senjata masing-masing lalu bergerak maju ke dekat gedung tua yang diduga tempat persembunyian Adrian. Devano mengikuti dari belakang dengan perlahan, ia tak memiliki senjata sehingga harus dilindungi para polisi.
"Angkat tangan!" teriak polisi itu mengacungkan pistol ke arah dua orang penjaga disana.
Setelah berhasil mengamankan dua penjaga di depan, polisi tersisa masuk ke dalam bersama Devano untuk mencari keberadaan Adrian. Mereka mengendap-endap secara perlahan menaiki tangga, sampai akhirnya mereka melihat 3 orang bertubuh kekar tengah berdiri di depan pintu sebuah ruangan.
Devano sangat yakin Adrian ada di dalam sana karena ruang itu sampai harus dijaga ketat, mereka pun dengan cekatan bergerak maju lalu kembali mengacungkan pistol ke arah orang-orang itu. Tidak terlalu sulit untuk mengamankan mereka juga, polisi itu kemudian mendobrak pintu untuk mencari keberadaan Adrian.
BRAAKKK...
Namun, disana masih ada 2 orang lainnya serta seorang wanita yang tengah disekap dengan hanya memakai bikini. Devano membulatkan matanya melihat wanita tersebut, ya tentu ia mengenalinya karena ia adalah sekretarisnya alias Novi.
"Novi!" teriak Devano.
"Anda kenal dia, pak?" tanya komandan.
"Iya, pak! Dia ini sekretaris saya!" jawab Devano.
Disaat polisi-polisi itu menyergap dua pria penjaga itu, Devano maju mendekati Novi dan langsung melepaskan tali yang mengikat di tubuhnya.
"Saya Devano, kamu tenang aja saya akan membebaskan kamu dari sini!" jawab Devano sambil melepaskan ikatan tersebut.
Setelah berhasil melepas tali di tangan Novi, kini Devano membuka ikatan di kaki sekretarisnya itu. Sementara Novi sendiri membuka penutup matanya sehingga ia bisa melihat wajah bosnya.
Kini Novi telah resmi bebas karena tubuhnya tak lagi terikat, ia langsung bangkit dari duduknya walau harus bersusah payah karena sudah cukup lama ia duduk dan kurang makan. Devano pun membantunya untuk berdiri dengan merangkulnya.
"Terimakasih, pak!" ucap Novi agak malu karena ia masih merasa bersalah telah mengkhianati bosnya.
"Sama-sama, jadi selama ini kamu menghilang karena disekap disini? Siapa yang tega melakukan ini ke kamu, Nov?" tanya Devano.
"Pak Adrian, pak!" jawab Novi tegas.
"Adrian? Kenapa dia begitu?" tanya Devano heran.
"Nanti saya akan jelaskan ke bapak," ucap Novi.
"Yasudah sekarang kamu harus dibawa ke rumah sakit, kondisi kamu kurang sehat! Oh ya dimana Adrian sekarang??" ujar Devano.
__ADS_1
"Tadi dia ada disini, tapi dia pergi gak tau kemana!" jawab Novi menahan sakit di perutnya.
"Yaudah, ayo kita ke bawah!"
Devano terus menuntun gadis itu bersamaan dengan para polisi yang membawa orang-orang suruhan Adrian, namun karena Novi semakin lemas gadis itu tiba-tiba merasa pusing dan akhirnya pingsan di dekapan tubuh Devano.
"Nov, Novi!" teriak Devano panik sambil menepuk-nepuk wajah sekretarisnya pelan.
Karena tak kunjung sadar, Devano pun menggendong tubuh Novi ala bridal style dan membawanya keluar dari gedung tersebut.
Devano langsung memasukkan tubuh Novi ke mobilnya karena sangat cemas, sementara para polisi masih sibuk mengurus orang-orang itu.
Tiba-tiba ponsel milik komandan berdering, ia pun mengangkat telepon tersebut disana.
📞"Halo, ada apa?"
📞"Halo, pak! Baru saja kami mendapat kabar dari pihak rumah sakit Medika indah, salah satu pegawainya melaporkan jika orang yang kita cari yakni pak Adrian datang kesana..."
📞"Baiklah, kalau begitu kami akan langsung bergerak kesana! Terimakasih infonya!"
📞"Sama-sama, pak!"
Polisi itu menutup telponnya lalu mengabari yang lain untuk langsung bergerak ke rumah sakit Medika indah, Devano yang penasaran menghampiri mereka untuk bertanya ada apa.
"Ada apa, pak?" tanya Devano.
"Pak Adrian ada di rumah sakit Medika indah, kami akan langsung bergerak kesana sekarang!" jawab polisi itu.
"Oke, kalo gitu saya ikut! Sekalian saya juga harus bawa sekretaris saya ke rumah sakit..." ujar Devano.
"Baiklah, mari pak!"
Ya akhirnya mereka semua bergerak menuju rumah sakit Medika indah dengan cepat untuk menyergap Adrian disana, Devano tampak sumringah walau ia belum bisa tenang karena Adrian belum ditangkap.
#Flashback end#
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
__ADS_1
...Mohon dukungannya ya guys semua🤗...