
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 238
...•...
...•...
Shella kembali dari toilet menemui suaminya yang masih setia menunggu di depan sana, ia pun tersenyum lalu menghampiri Devano dan menautkan tangannya pada lengan sang suami sembari membenamkan wajahnya di pundak suaminya. Devano pun terkejut karena sedang melamun, tapi rasa itu berubah menjadi senyuman saat mengetahui yang datang adalah istrinya. Bahkan Devano mengelus lembut kepala Shella sambil memberi kecupan pada kening sang istri.
"Udah pipisnya?" tanya Devano tersenyum.
Shella hanya manggut-manggut saja tanpa berkata apapun, ia terlalu menikmati bersandar pada puncak suaminya sehingga tidak mau beranjak sedikitpun. Belaian lembut dari Devano membuat ia semakin merasa nyaman dan memejamkan mata, namun dengan cepat Devano menyandarkan istrinya seraya menepuk-nepuk pipi Shella.
"Hey, bangun jangan tidur!" ujar Devano.
"Ish kamu mah mas, gak bisa romantis dikit apa? Aku kan lagi nyaman diusap-usap sama suamiku tersayang eh malah kamunya begitu, gak ngerti situasi banget sih!" ujar Shella manyun.
"Hahaha, kalo mau mesra-mesraan nanti aja di rumah! Sekarang kita kan masih di rumah sakit, mending kita balik ke ICU jenguk Nadya!" ucap Devano tertawa kecil.
"Iya kamu benar mas, oh ya kamu juga nanti ikut masuk aja ya ke dalam! Kita jengukin Nadya bareng-bareng, aku yakin dia pasti seneng ketemu kamu! Lagian kamu juga kan belum pernah jengukin Nadya selama dia sakit..." ucap Shella tersenyum.
"Iya, aku nurut apa kata istri aja!!" ucap Devano.
Mereka pun melangkahkan kaki berjalan menuju ruang ICU sembari bergandengan tangan, Shella juga tak mau mengangkat kepalanya dari bahu Devano. Mereka terlihat seperti pasangan suami-istri yang romantis, banyak pasang mata memperhatikan mereka mungkin iri dengan kemesraan mereka.
Devano & Shella hanya senyum-senyum saja saat melihat orang-orang disana memperhatikan mereka, tak ada sedikitpun rasa malu atau gengsi justru mereka malah bangga dan merasa terkenal.
__ADS_1
"Mas, kita udah kayak seleb ya jalan berdua aja pake dilihatin satu rumah sakit!" ucap Shella menatap wajah suaminya sembari tersenyum.
"Ya mungkin mereka emang anggap kita seleb, secara muka sama tampilan kita ini kan sebelas dua belas sama seleb! Aku ganteng, keren, kece dan menarik terus kamu cantik, manis, seksi, bohay banyak lagi dah kelebihannya!" ucap Devano tertawa kecil disambut dengan tatapan tajam dari Shella.
"Ish, ngaco aja kamu kalo ngomong!" ujar Shella mencubit hidung suaminya kesal.
"Hahaha, benar kan? Kamu itu banyak kelebihan, sedikit kekurangan! Makanya aku beruntung bisa dapetin istri kayak kamu, jadi gak nyesel aku waktu itu perkosa kamu di mobil!" ucap Devano dengan santainya tanpa tahu ada beberapa orang disekitarnya yang mendengar ucapan itu.
Sontak Shella langsung membekap mulut suaminya dan menghujani pinggang Devano dengan cubitan ganas, ia mendadak malu karena suaminya berbicara seperti itu tidak tahu tempat.
•
•
Sementara itu, Jenar hendak izin keluar dari ruang ICU tempat Nadya dirawat karena sudah waktunya Nadya untuk istirahat tidur siang. Walau sebenarnya Jenar masih ingin berbicara dengan putrinya, namun ia harus mementingkan kondisi Nadya yang masih lemas dan belum stabil itu.
Tak hanya Jenar, terlihat raut wajah kekecewaan juga terpancar di wajah Nadya saat tahu ibunya akan pergi keluar meninggalkannya disana sendirian. Nadya sepertinya masih ingin Jenar berada disana bersamanya, karena ada banyak lagi yang ingin ia bahas bersama sang ibu.
"Nak, ibu harus keluar dulu! Nanti begitu kamu udah selesai tidur siang, ibu pasti masuk lagi kesini kok buat ajak kamu ngobrol-ngobrol!" ucap Jenar tersenyum mengusap lembut wajah Nadya.
"Gak bisa, sayang! Ibu harus keluar sekarang, nanti lagi aja ya kita bincang-bincang nya setelah kamu istirahat tidur siang! Kamu ini kan masih belum sembuh benar, jadi ibu gak mau ambil resiko dengan paksa kamu buat bicara terus!" ucap Jenar.
"Yah, yaudah deh Bu! Tapi, nanti janji ya ibu mau datang kesini lagi buat bicara sama aku? Awas aja loh kalo ibu gak balik-balik lagi, aku bakal kesel dan benci sama ibu!" ucap Nadya dengan bibir manyun.
"Iya, ibu janji kok sayang! Dah sekarang istirahat dulu ya biar cepat sembuh, kalau Sheila udah sembuh kan kita bisa ngobrol sepuasnya di rumah nanti!" ucap Jenar mengusap wajah putrinya.
"Oke, Bu!" ucap Nadya tersenyum sambil mengangguk pelan.
Cupp...
Jenar pun mendaratkan kecupan di kening putrinya lalu bangkit dari duduknya, ia keluar dari ruang ICU membiarkan Nadya istirahat dengan berat hati.
Saat di luar, Jenar kaget karena ada Yoga disana tengah berdiri tepat di depan pintu.
__ADS_1
"Tante!" sapa Yoga.
"Eh nak Yoga, kamu ngapain berdiri disini?" tanya Jenar terheran-heran.
"Iya ini tante, saya mau ketemu Nadya! Saya seneng banget dapet kabar kalau Nadya udah sadar, boleh kan saya masuk ke dalam sekarang?" jelas Yoga.
"Duh, baru aja suster bilang kalau Nadya harus istirahat tidur siang! Dia kan baru sadar dari koma dan ingatannya juga terganggu, jadi dia harus banyak istirahat supaya bisa sembuh!" ucap Jenar.
"Apa? Ma-maksud tante...??" ujar Yoga kaget.
"Iya, ingatan Nadya hilang sementara akibat kecelakaan yang dialaminya! Mungkin dia juga lupa pernah berteman dengan kamu, tapi jangan sedih karena ini hanya sementara!" ucap Jenar.
Sontak Yoga bersedih meneteskan air mata, ia pun tidak kuat lagi berdiri karena rasa sedih yang ada dalam hatinya begitu mengetahui Nadya hilang ingatan.
•
•
Devano dimarahi habis-habisan oleh istrinya karena ia tidak bisa mengontrol ucapannya tadi, tentu Shella sangat marah karena Devano telah mengatakan hal yang tak seharusnya dikatakan. Aib mereka kini telah banyak didengar oleh orang disana, tampak penyesalan di wajah Devano dan terus memohon-mohon pada istrinya untuk dimaafkan.
"Honey, jangan ngambek dong! Aku kan udah bilang ke mereka kalau tadi aku cuma bercanda, mereka juga udah gak tegang lagi dan beneran ngira aku bercanda soal tadi! Ayolah, jangan marah begini sama aku honey!" ucap Devano.
"Mas, tetep aja aku kesel sama kamu! Mulut kamu itu gak bisa dikontrol sedikit apa, lemes banget sih?! Udah berapa kali coba kamu terus keceplosan kayak gini?? Mau taruh dimana muka aku, mas?" ucap Shella kesal.
"Ya jangan tanya aku, kan itu muka kamu udah disana! Lagian ya honey, aku beneran gak tahu kalau bakal keceplosan kayak tadi gitu! Tolong ya, jangan marah-marah lagi sama aku!" ucap Devano terus berusaha membujuk istrinya.
"Tau ah, aku males sama kamu!" ujar Shella emosi lalu menghentakkan tangannya dan pergi meninggalkan Devano.
"Hey, honey! Tunggu dong honey!!" teriak Devano seraya berlari mengejar sang istri ke depan.
Shella terus mempercepat koneksi agar tidak bisa disusul oleh Devano, ia pun menghampiri ibunya yang juga sudah berada di depan ruang ICU tanpa memperdulikan teriakan suaminya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...