Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Babak Belur


__ADS_3

Bimo mendatangi rumah pacarnya ia berusaha untuk meminta maaf pada pacarnya setelah apa yang ia lakukan kemarin padanya.


Namun, satpam disana tidak mengizinkan Bimo untuk masuk kedalam.. Ia malah mengusir Bimo dari rumah itu.


Bimo tetap kekeuh ingin masuk kedalam walau satpam sudah mengusirnya.


"Tolong pak, hanya sebentar saja saya ingin ketemu sama Zara pak.." ucap Bimo.


"Tidak bisa mas, non Zara sedang tidak ingin diganggu! Lagian sekarang ini sudah malam, sebaiknya mas Bimo pulang saja!" ujar satpam.


"Ayolah pak please bantu saya! Saya cuma mau ketemu Zara sebentar pak, saya janji deh setelah itu saya akan pergi dari sini..!!" ucap Bimo.


"Sekali lagi maaf mas saya tidak bisa membukakan pintu untuk anda.." ujar satpam.


Akhirnya Bimo frustasi dan berjalan menjauhi pagar rumah Zara..


"Hadeh susah amat ya mau ketemu pacar doang, coba gue telpon lagi deh siapa tau kali ini diangkat.." gumam Bimo.


Bimo mencoba menelpon Zara, namun tetap tidak diangkat.


"Ayolah Zara angkat dong! Huh kayaknya dia beneran marah sama gue.. Andai aja kemarin gue gak pingsan, pasti ini semua gak bakal terjadi..!!" gumam Bimo.


Lalu, sebuah mobil datang dan berhenti di dekat bumi.. Seorang laki-laki keluar dari dalam mobil tersebut dan menghampiri nya.


"Heh ngapain kamu disini??!!" ujar orang itu.


"Eh om, apa kabar?" ucap Bimo.


Rupanya orang itu adalah bapak dari Zara.


"Gausah basa-basi kamu, cepat katakan apa mau kamu datang kesini??!!" ujar bapak Zara.


"Saya mau ketemu Zara om," jawab Bimo.


"Masih aja kamu ngeyel mau ketemu Zara, padahal saya sudah berkali-kali bilang ke kamu jauhi anak saya!" ujar bapak Zara.


"Maaf om, tapi saya tidak bisa menjauhi Zara.. Dia itu cinta sejati saya," ucap Bimo.


"Beraninya kamu bilang cinta sama anak saya, dengar anak saya itu tidak pantas dicintai oleh laki-laki seperti kamu..!!! Dia berhak mendapatkan pria yang lebih baik dari kamu!" ujar bapak Zara.


"Saya tau kok om, selama ini om melarang saya dekat sama Zara karena saya anak dari Satria Bagaskara saingan berat om ya kan.. Tolong om jangan sangkut pautkan masalah om dengan papah saya ke dalam hubungan saya dan Zara!" ucap Bimo.


"Sampai kapanpun saya tidak akan sudi mengizinkan kamu berpacaran dengan anak saya! Sudah lebih baik kamu pergi atau saya perintahkan anak buah saya untuk menghajar kamu!" ujar bapak Zara.


"Saya gak akan pergi om sebelum bertemu Zara!" ucap Bimo.


"Kurang ajar kamu, pak Doris...!!!" teriak bapak Zara.


Lalu, satpam yang tadi pun datang menghampiri bapak Zara.


"Iya tuan ada apa?" tanya Doris.

__ADS_1


"Dimana Jay dan anak buahnya?" ucap bapak Zara.


"Ada di dalam tuan," jawab Doris.


"Panggil mereka suruh kesini cepat!" ujar bapak Zara.


"Baik tuan," ucap Doris.


Satpam itu pun memanggil bodyguard di rumah itu dan menyuruh nya menemui bapak Zara.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan pagar rumah Zara.


"Ada apa tuan?" tanya Jay.


"Habisi anak muda ini, kasih dia pelajaran supaya dia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk anak saya..!!" ucap bapak Zara.


"Baik tuan!" ucap Jay.


Bapak Zara pun masuk kedalam, sementara bodyguard itu bersiap untuk menghajar Bimo.


"Mati gue.." batin Bimo.


Sementara itu, ternyata Zara memperhatikan Bimo dari jendela kamarnya.. Ia sebenarnya tidak tega dan ingin menemuinya, namun keadaan memaksanya untuk diam.


Akhirnya Jay & anak buahnya memukuli Bimo disitu hingga babak belur.. Dan Zara hanya bisa menahan tangis dari atas.


...•••...


Devano pulang ke rumahnya dan langsung merebahkan diri di sofa, melihat abangnya kecapean Laila pun mulai memijit Devano.


"Yaelah gapapa dong sekali-kali gue pijitin lu, mumpung gue lagi baik.." ucap Laila.


"Baguslah tapi gak ada maunya kan??" tanya Devano.


"Ya enggak lah bang gue ikhlas kok," ucap Laila.


"Yaudah kalo gitu kerasan dikit dong mana berasa kayak gini mah.." ujar Devano.


"Iya iya, eh bang lu udah bilang ke cewek yang lu hamilin itu??" tanya Laila.


"Belom,"


"Lah kenapa? Katanya lu mau jujur gimana sih??" tanya Laila.


"Gue tadinya emang mau jujur ke dia langsung, tapi pas gue minta alamat rumahnya sama pacarnya gak dikasih.. Yaudah jadi gue bilang ke pacarnya aja," jawab Devano.


"Ohh jadi si pacarnya itu udah tau dong kalo lu perkosa ceweknya??"


"Iya udah,"


"Terus terus reaksi dia gimana?" tanya Laila.

__ADS_1


"Biasa aja, dia malah nyuruh gua nikahin pacarnya itu.." jawab Devano.


"Hah seriusan lu? Masa iya dia nyuruh lu nikah sama pacarnya??" tanya Laila kaget.


"Iya serius lah dia bilang sendiri tadi, gue juga kaget awalnya.. Tapi kata dia gua harus tanggung jawab, jadi aja dia nyuruh gua buat nikahin pacarnya itu." jawab Devano.


"Ya bener sih lu harus tanggung jawab! Eh btw ceweknya cantik gak bang?" ujar Laila.


"Cantik lah! Kalo enggak ngapain waktu itu gua perkosa dia.." jawab Devano.


"Oh iya ya gak mungkin lu perkosa cewek jelek.." ucap Laila.


"Iyalah, udah gausah bahas itu dulu kepala gue pusing banget nih!" ujar Devano.


"Iya iya,"


Laila terus memijit Devano sampai akhirnya ia tertidur pulas.


"Dih dia tidur, enak banget dipijitin sampe ketiduran.. Tapi biarin deh pasti dia capek banget," gumam Laila.


Laila pun mengambilkan bantal dan selimut untuk abangnya itu.


...•••...


Adrian sampai di rumah Zara, ia bergegas turun ketika melihat adiknya terkapar di jalanan sambil diguyur hujan.


"Nah kan bener dia pasti kesini, gawat dia pingsan lagi.." gumam Adrian.


Adrian pun turun dari mobil dan langsung menghampiri Bimo.


Ia terkejut ketika melihat Bimo terluka parah seperti habis dibantai orang.


"Hah? Bimo bangun Mo..!! Siapa yang udah bikin lu kayak gini Mo??" ujar Adrian.


"Ini pasti perbuatan pak Hertanto dia kan gak setuju sama hubungan Bimo dan anaknya.. Aduh Mo Mo gini amat nasib lu!" gumam Adrian.


Adrian pun membopong tubuh Bimo dan membawanya ke dalam mobil.


"Walau lu selalu anggap gua pembawa sial bagi keluarga lu, tapi gua tetap sayang sama lu Mo!" gumam Adrian.


Adrian pun menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


...•••...


Shella sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper setelah sebelumnya baru saja ia mengeluarkan baju itu.


Tak lupa juga ia memasukkan baju yang baru dibelikan oleh pamannya kedalam koper tersebut.


Saat sedang membereskan bajunya, Shella tak sengaja menemukan bingkai foto yang berisi foto dirinya bersama dengan ayah & ibunya.


Shella pun tak kuasa menahan kesedihannya.. Ia mengelus wajah ayahnya di foto tersebut sambil membayangkan saat-saat bahagia mereka dulu.

__ADS_1


"Ayah, andai ayah masih hidup pasti aku gak akan merasa kesepian seperti sekarang.. Dulu ayah yang selalu menghibur aku disaat aku sedang ada masalah, tapi sekarang gak ada lagi sosok seperti ayah di hidupku.. Aku kangen sama ayah..."


...~Bersambung~...


__ADS_2