Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Risol isi sosis


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 124


...•...


...•...


Rafael menemui bosnya yakni Devano di basement perusahaannya, setelah sebelumnya Devano mengirim pesan padanya meminta ketemuan.


"Ada apa ya pak? Apa ada yang harus saya lakukan lagi?" tanya Rafael dengan kedua tangannya di taruh di bagian depan tubuhnya untuk bersikap sopan.


"Saya butuh bantuan kamu, saat ini saya sedang pusing sekali karena banyaknya masalah yang datang ke dalam hidup saya..." ucap Devano dengan nada lemas seperti orang yang belum makan.


"Bantuan apa pak? Kalau memang saya bisa bantu, pasti saya akan bantu bapak kok! Tinggal kasih tau aja apa yang bapak ingin saya bantu," ucap Rafael.


Devano diam sejenak menghela nafas secara singkat, ia lalu menunjukkan foto di ponselnya pada Rafael.


"Ini orangnya, kamu tolong bantu saya untuk cari info tentang dia! Karena belakangan ini dia selalu datang ke kantor saya dan sikapnya terlihat mencurigakan, saya curiga dia punya niat gak baik sama saya!" ucap Devano.


"Baik pak, saya akan cari tau tentang siapa orang ini sebenarnya! Kalau saya sudah mendapatkan infonya, saya akan langsung kasih tau ke bapak! Oh ya pak, lalu bagaimana dengan Bu Shella? Kapan bapak akan menemui Bu Shella secara langsung??" ujar Rafael.


Ekspresi wajah Devano mendadak berubah setelah Rafael mengucapkan kata Shella, ia menatap tajam ke arah anak buahnya seperti hendak membunuhnya.


"Jangan pernah ikut campur dalam masalah pribadi saya! Kamu ikuti saja perintah saya dan jangan terlalu banyak bertanya hal-hal yang tidak perlu kamu ketahui atau tanyakan..!!" ucap Devano kesal.

__ADS_1


"Ma-maaf pak, baik saya permisi sekarang!" ucap Rafael agak gugup sambil menundukkan kepalanya lalu berbalik dan pergi dari sana dengan mobilnya.


Devano pun menenangkan dirinya yang emosi dengan mengusap wajahnya, ia langsung masuk ke mobilnya saat itu juga.


"Kenapa setiap kali saya mendengar nama Shella, saya selalu teringat pada kejadian saat Shella berpelukan dengan Rafi? Sampai kapan saya harus terus seperti ini? Aaarrkkkhhh... ayolah Devano tegas dong tegas..!!!" gumam Devano sambil memukul-mukul setir mobilnya dengan keras.


Akhirnya setelah merasa sedikit tenang, Devano menancap gas dan pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.


...•••...


Shella kembali manyun di ruang tamu setelah mertuanya pamit pulang, ia kembali teringat pada risol isi sosis yang ia lihat sebelumnya di sosial media miliknya.


Jenar pun merasa heran dengan anaknya saat itu, karena tak biasanya Shella manyun seperti itu di ruang tamu apalagi sambil menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.


"Shella, kamu itu kenapa sih sayang? Kepikiran nak Vano ya karena dia gak dateng-dateng kesini? Kan tadi mertua kamu bilang kalau Devano itu lagi banyak urusan di kantor, jadi kamu harus sabar ya doain aja supaya urusan suami kamu itu cepat kelar jadi dia bisa kesini nengokin kamu..!!" ucap Jenar sambil mengelus-elus rambut Shella.


"Aku gak lagi mikirin mas Vano kok Bu, aku cuma lagi kepengen makan risol isi sosis... soalnya tadi aku liat di sosmed kayaknya itu enak banget tau Bu! Tapi aku juga bingung mau beli gimana, kan aku gak punya uang sekarang!" ucap Shella.


"Ya ampun sayang, jadi kamu lagi ngidam pengen makan risol isi sosis? Kenapa kamu baru bilang sekarang sih Shella? Yasudah biar ibu suruh bi Yani beli risol itu ya buat kamu, tenang aja ibu punya uang kok!" ucap Jenar yang langsung bangkit dan memanggil bi Yani.


"Hais kamu jangan gitu ah! Ibu gak mau nanti anak kamu ileran pas lahir karena ngidamnya gak diturutin, udah ya pokoknya ibu bakal beliin kamu risol isi sosis itu titik gak pake koma!" ucap Jenar lalu berjalan ke dapur menemui bi Yani.


"Bu, ibu...!!!" teriak Shella memanggil ibunya tapi tidak digubris, membuat Shella pasrah saja dan kembali duduk disana.


"Padahal aku kan maunya mas Vano yang beliin risol itu buat aku, kamu itu kemana si mas? Sampe sekarang gak hubungin aku sama sekali..." gumam Shella sambil melihat layar handphonenya.


...•••...


Disisi lain, Adrian tengah panik mencari-cari keberadaan papahnya karena ia mendengar suara tabrakan saat telponan dengan Satria tadi.


Berulang kali juga Adrian berusaha menelpon nomor papahnya, namun tak kunjung diangkat... akhirnya Adrian memutuskan pulang ke rumah menemui kakeknya untuk memberitahu soal Satria sekaligus mengecek barangkali papahnya itu ada di rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, tampak Frederick tengah duduk santai di sofa sambil meminum segelas kopi dan cemilan yang dibuat oleh Ratmi.


Adrian pun langsung menghampiri kakeknya itu dengan sangat cemas dan panik.


"Kek, kek gawat kek... gawat...!!!" ucap Adrian yang terlihat sangat panik dan tak karuan.


"Hey hey, ada apa sih Adrian? Coba kamu tenangin diri kamu dulu baru bicara sama kakek!" ucap Frederick yang heran dengan tingkah Adrian itu.


Adrian menarik nafasnya panjang lalu membuangnya melalui mulut, ia melakukan itu terus-menerus sampai rasa paniknya hilang dan ia bisa bercerita dengan jelas pada kakeknya itu.


"Nah bagus, sekarang ayo cerita ada apa sebenarnya! Kenapa kamu sampai panik banget begitu??" ucap Frederick dengan ekspresi heran.


"Begini kek, tadi saat aku telponan sama papah di jalan tiba-tiba aja aku denger suara tabrakan dan telpon itu langsung terputus kek! Aku khawatir terjadi sesuatu pada papah kek, soalnya sampe sekarang juga aku gak bisa hubungin nomor papah..!!" jelas Adrian sedikit gemetar.


"Apa? Kamu tau gak papah kamu posisinya dimana? Biar kita cek langsung kesana sekarang!" tanya Frederick pada Adrian.


Namun, Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya menandakan kalau ia memang tidak tau dimana lokasi papahnya sekarang.


Tak lama kemudian, handphone milik Adrian berdering dan ada telepon masuk dari nomor yang tak dikenal.


Karena penasaran, Adrian pun mengangkat telepon tersebut berharap mendapat kabar tentang papahnya.


📞"Halo, apa benar ini dengan pak Adrian?"


📞"Iya halo, benar ini saya sendiri! Ada apa ya pak?" ucap Adrian bertanya pada seseorang di dalam telpon.


📞"Begini pak, kami dari kepolisian ingin memberitahu kalau ayah anda pak Satria Bagaskara mengalami kecelakaan mobil di daerah sekitar Serpong pak! Saat ini sudah dilakukan evakuasi dan pak Satria dilarikan ke rumah sakit balarasa pak,"


📞"Apa????" Adrian terkejut, jantungnya seperti berhenti berdetak pada saat itu karena ia sangat syok mendapat kabar kalau papahnya mengalami kecelakaan parah.


Handphonenya terjatuh begitu saja ke lantai, membuat Frederick juga terkejut dan penasaran ada apa sebenarnya sampai cucunya seperti itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2