Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Rafi ternyata...


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 114


...•...


...•...


Devano beserta para polisi masih mencari keberadaan Rafi, sudah sekitar 1 jam mereka terus mencari namun tak kunjung menemukan dimana Rafi berada.


Devano sudah tampak pasrah dengan menepuk-nepuk jidatnya ke setir mobilnya, ia juga mengusap wajahnya serta menyeka rambutnya yang sudah agak berantakan itu.


"Kemana lagi gua harus cari Rafi? Gua yakin dia pasti juga terlibat dalam penculikan Shella dan kecelakaan waktu itu..!! Karena dia pasti masih mencintai Shella dan gak rela kalau gua nikah sama Shella!" ujar Devano sambil memukul-mukul setirnya.


Tiba-tiba saja ia teringat kalau Rafi sebelumnya datang ke Jakarta dengan mobil perusahaan, dan tadi di kediamannya pun tak nampak mobil itu terparkir disana.


"Pasti Rafi kabur naik mobil perusahaan, kalau gitu gua harus segera ke kantor cabang yang ada disini! Iya iya lu gak bisa lari dari gue Rafi, lu harus tanggung jawab atas semua yang lu perbuat!" ujar Devano kemudian menambah kecepatan mobilnya.


Tak lupa Devano juga menghubungi polisi dibelakangnya untuk terus mengikuti mobilnya, para polisi pun menurut dan menjalankan mobilnya di belakang mobil Devano.


Setelah sampai di kantor cabang perusahaannya, Devano pun segera turun dari mobil dan masuk kesana bersama satu orang polisi.


"Untuk apa kita datangi tempat ini pak Devano? Memangnya ada kemungkinan kalau saudara Rafi ada disini??" tanya polisi heran.


"Saya punya keyakinan kalau Rafi kabur dengan mobil perusahaan pak, soalnya tadi disana saya tak melihat mobil milik Rafi! Kalau memang benar dia kabur dengan mobil perusahaan, maka kita bisa cari tau keberadaan dia karena saya sudah memasang gps di setiap mobil perusahaan pak!" jelas Devano kemudian polisi itu manggut-manggut dan terus berjalan mengikuti Devano.


Akhirnya mereka sampai di ruangan pengawas, ya disana lah Devano akan mengecek keberadaan Rafi.


"Selamat siang pak Ayub, boleh saya minta bantuan bapak sebentar?" ucap Devano bersalaman dengan petugas disana.

__ADS_1


"Siang pak Vano, tentu saja boleh dong masa saya menolak permintaan bos sendiri!" ucap pak Ayub tersenyum.


"Bagus pak, tolong dong bapak cek gps yang terpasang di setiap mobil perusahaan! Terutama mobil yang dipakai sama Rafi, pasti bapak tau kan Rafi membawa mobil yang mana?" ucap Devano memberi perintah.


"Siap pak saya tau, karena kebetulan pak Rafi selalu membawa mobil yang sama jadi saya sudah hafal betul pak! Sebentar saya nyalakan dulu monitornya!" ucap pak Ayub kemudian mulai melakukan tugasnya.


Devano berdoa pada Tuhan berharap agar kali ini rencananya lancar dan Rafi dapat ditemukan.


"Ini sudah pak, menurut gps ini pak Rafi sekarang sedang dalam perjalanan pak.. dan saat ini beliau berada di daerah Cibinong pak!" ucap pak Ayub.


"Cibinong? Mau apa Rafi pergi sejauh itu? Yasudah terimakasih pak, kalau gitu saya minta tolong kirimkan rekaman gps itu ke handphone saya pak! Biar saya bisa terus memantau pergerakan Rafi dengan mudah," ucap Devano kemudian dianggukan oleh pak Ayub.


Setelah selesai, Devano serta seorang polisi itu pun kembali ke luar kantor menuju mobilnya terparkir tadi.


"Pak, sepertinya saya dan yang lainnya tidak bisa ikut ke Cibinong sekarang! Kami harus mengantarkan tahanan kembali ke kantor, tapi kami berjanji akan mulai bergerak dan mengerahkan banyak pasukan untuk mencari saudara Rafi!" ucap polisi itu.


"Ya tidak apa-apa pak, saya juga sudah meminta bantuan anak buah saya untuk pergi ke Cibinong! Baiklah kalau begitu saya permisi duluan pak, terimakasih atas bantuannya pak!" ucap Devano kemudian memasuki mobilnya.


Pak polisi itu pun juga kembali ke mobilnya lalu segera pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kantor mereka.


Lalu, ia langsung menarik persneling mobilnya dan segera menancap gas untuk pergi mengejar Rafi.


...•••...


Sementara itu, Rafi tampak tengah menunggu seseorang di sebuah lahan kosong yang gersang itu.


Benar saja, tak lama kemudian datang sebuah sepeda motor yang berisi 2 orang pria bertopeng hitam berhenti di sebelahnya.


"Lapor bos! Kami sudah berhasil merebut handphone orang itu sesuai perintah bos! Ini dia handphonenya bos!" ucap salah seorang dari mereka lalu menyerahkan sebuah hp pada Rafi.


Rafi menoleh dan mengambil ponsel tersebut, ia langsung membukanya melihat isi dari ponsel itu yang rupanya tidak diberi password.


Kemudian ia tersenyum setelah berhasil mendapatkan sesuatu dari ponsel itu, lalu ia pun mengambil sebuah amplop dari kantung jasnya yang mungkin berisi uang dalam jumlah banyak.


"Ini upah untuk kalian berdua karena kalian sudah melaksanakan tugas dengan bagus! Sekarang kalian boleh pergi dari sini, tapi kalau saya ada tugas lagi kalian harus datang kembali temui saya!" ucap Rafi.

__ADS_1


"Siap bos! Kami permisi dulu.." ucapnya lalu mereka berdua pun kembali menaiki motornya dan pergi meninggalkan Rafi disana.


Rafi kembali membuka ponsel yang tadi dan juga mengambil ponsel miliknya dari dalam kantung kemejanya.


Ia terlihat menyimpan sebuah nomor yang ia dapat dari ponsel yang diberikan dua orang tadi, sambil tersenyum ia melakukan itu.


"Dengan ini saya bisa lebih mudah menemukan Shella dan tentunya Devano tidak akan bisa bertemu dengan istrinya itu lagi!" gumam Rafi kemudian mengantongi ponselnya dan membuang ponsel yang tadi begitu saja.


Dengan santainya ia berjalan kembali ke mobilnya lalu menancap gas dan pergi dari sana.


#Flashback on#


Rafi terlihat tengah bersama 2 orang pria bertubuh kekar di sebuah tempat yang sepi dan sedikit gelap.


"Apa tugas kami bos?" tanya salah seorang dari mereka.


"Kalian ikuti terus orang-orang yang ada di dalam foto ini, jangan sampai mereka lepas dari pengawasan kalian! Jika mereka ini berhasil mendapatkan sesuatu, maka segeralah kalian rebut apapun itu dari mereka! Setelah itu, kalian lapor kepada saya!" ucap Rafi.


"Cuma itu bos? Ini sih terlalu gampang bagi kita, bos tenang aja kita pasti bakal berhasil menjalankan tugas ini..!!" ujarnya.


"Bagus, ini uang dp buat kalian! Setelah kalian berhasil melakukan tugas ini, maka saya akan berikan lebih banyak daripada ini!" ucap Rafi memberikan sebuah amplop coklat berisi uang.


"Wah siap bos siap!" ujarnya tersenyum lebar saat melihat banyak uang.


"Kalau gitu sekarang kalian cepat berangkat! Karena mereka juga sudah mulai bergerak, jadi kalian tidak boleh kehilangan jejak!" ucap Rafi.


"Siap bos!" ucap mereka berdua kompak.


Setelahnya, mereka pun pergi dari sana menggunakan motor.. sementara Rafi tetap diam disana sambil tersenyum smirk.


#Flashback end#


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2