Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Bertemu ibu kandung


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 66


...•...


...•...


Devano coba menjelaskan pada Bu Diwi tentang yang barusan dia bilang.


"Ma-maksud saya itu kandungan cinta yang ada di hati kamu honey bukan hamil, begitu loh haha!" ujar Devano.


"Ih ada-ada aja kamu mas kenapa bilangnya kandungan doang tadi, kan kalo Bu Diwi atau yang lain salah paham bisa gawat!" ucap Shella.


"Ahaha ya gak mungkin lah, lagian saya juga udah jelasin jadi gak bakal ada salah paham.." ujar Devano sambil mencubit pipi Shella.


Bu Diwi hanya tersenyum melihat kemesraan Shella & Devano, rasa curiganya pun hilang setelah penjelasan dari Devano ya walaupun penjelasannya kurang nyambung.


"Yaudah ayo honey kita ke toilet!" ucap Devano.


"Aku sendiri aja mas," ucap Shella


"Udah aku temenin ya honey, aku gak terima penolakan paham!" ujar Devano menatap Shella.


Shella pun luluh dengan tatapan Devano, ia akhirnya mau ditemani oleh Devano ke toilet.


Yap mereka berdua berjalan menuju toilet sambil bergandengan..


Saat di luar, Shella mencubit lengan Devano agak keras walau tak terlalu kencang lah.


"Aduh aduh sakit tau honey, kamu kenapa nyubit aku sih?" rintih Devano.


"Suruh siapa tadi kamu pake keceplosan bilang gitu di depan Bu Diwi??!! Untung aja dia bisa percaya, coba kalo enggak satu perusahaan ini bakal hujat aku tau!" ujar Shella.


"Iya iya maaf honey aku gak sadar tadi, aku janji deh gak bakal keceplosan lagi.. ya jangan marah ya!!" ucap Devano mengacungkan kelingkingnya.


"Ok iya, awas aja kalo sampe keceplosan lagi!" ujar Shella.


Karena Shella tak mau menempelkan kelingkingnya di kelingking milik Devano, Devano pun mencubit hidung Shella pelan.


"Jangan ah mas! Aku kalo digituin jadi bersin-bersin tau!" ujar Shella.


"Masa sih? Coba dong.." ucap Devano.


Ya Devano kembali mencubit hidung Shella iseng, dan seperti yang sudah dibilang Shella pun langsung bersin disana.


"Hahaha bener ternyata, lucu banget sih kamu honey!" ujar Devano.


"Gak lucu ih mas, rasanya gak enak tau?" ucap Shella.


"Hahaha iya iya maaf," ucap Devano.


Tak terasa mereka akhirnya sampai di depan toilet, Shella pun langsung masuk ke dalam karena sudah tak tahan lagi sementara Devano menunggu di luar.


...•••...


Istirahat makan siang telah tiba, sesuai janji Adrian menunggu Nadya di depan kantor.


"Pak!" ucap Nadya.


Adrian langsung menoleh dan tersenyum saat Nadya ada disana.


"Sudah siap?" tanya Adrian.


"Eee emang kita mau kemana pak?" ucap Nadya.

__ADS_1


"Nanti juga kamu tahu, ayo kita berangkat sekarang!" ujar Adrian.


Nadya hanya mengangguk dan mengikuti kemana Adrian pergi.


Saat di mobil, Adrian kembali bertanya pada Nadya soal foto tadi.


"Nadya, kamu yakin gak tahu siapa yang di foto tadi?" tanya Adrian.


"Sebenernya saya gak asing sih pak sama wanita di foto itu, soalnya wanita itu punya wajah yang mirip sama mamah saya.." jawab Nadya.


"Nah kan pasti kamu ngerasa kenal sama wanita itu, karena kamu memang kenal sama dia!" ujar Adrian.


"Emang dia siapa pak?" tanya Nadya.


"Sebentar lagi kamu juga bakal tahu kok Nadya, sabar ya!" ucap Adrian.


"Oh iya pak," ucap Nadya.


Adrian hanya senyum-senyum saja..


"Sebenernya pak Adrian mau bawa aku kemana sih?" gumam Nadya.


...•••...


Laila menunggu kedatangan pacarnya yakni Sadam di kantin kampus, ia terus mengaduk-aduk jus jeruknya karena Sadam tak kunjung datang.


"Duh Sadam mana sih?? Sampe lumutan gue disini gak dateng-dateng juga dia.." ujar Laila.


Ya Laila memang sudah janjian dengan Sadam untuk makan siang bersama disana, tapi entah kenapa Sadam belum dagang juga.


Karena kesal pacarnya gak dateng-dateng, Laila yang sudah lapar pun memesan makanan terlebih dahulu..


Dan saat Laila sedang makan, barulah Sadam datang.


"Halo sayang, maaf ya lama.." ucap Sadam langsung duduk di samping Laila.


Terlihat wajah Laila sangat bete bahkan dia tak menggubris Sadam.


Lagi-lagi Laila tak menjawab pertanyaan Sadam, ia terus melahap makanannya sambil sesekali melihat ponselnya.


Karena lelah dicuekin terus akhirnya Sadam langsung memesan makanan saja..


Tapi karena merasa tidak enak pada Laila, Sadam pun kembali coba merayunya.


"Sayang, aku minta maaf ya datangnya telat.. Aku tahu kamu marah karena itu kan, maafin aku ya sayang! Tadi aku udah berusaha ceper datang kesini, tapi mau gimana lagi dosen aku kasih soal nya susah banget sayang!" ucap Sadam sambil merangkul Laila.


"Jangan pegang-pegang!" ujar Laila menyingkirkan tangan Sadam dari pundaknya.


"Susah banget sih bujuknya ya ampun.." gumam Sadam.


...•••...


Adrian menghentikan mobilnya di depan gang menuju rumah Shella, ya sepertinya dia memang mau kesana.


"Ayo turun!" ucap Adrian.


Nadya pun turun dari mobil sesuai perintah Adrian, begitu juga Adrian.


"Pak, ini dimana sih?" tanya Nadya.


"Kamu gak perlu tahu Nadya, udah yuk ikut saya!" ujar Adrian.


"Iya pak," ucap Nadya.


Mereka pun jalan beriringan menuju rumah Shella..


Sesampainya di depan rumah Shella, Adrian meminta Nadya untuk menunggu disana.


"Nadya, kamu tunggu disini ya! Saya mau ketemu orang dulu.." ucap Adrian.


"Iya pak siap!" ucap Nadya.

__ADS_1


Adrian pun maju dan mengetuk pintu rumah Shella..


Tok tok tok...


"Assalamualaikum tante, ini saya Adrian!" ucap Adrian.


Sementara itu, Nadya merasa heran sebenarnya kenapa Adrian membawanya kesana.


"Ini rumah siapa sih? Kenapa pak Adrian ajak aku kesini coba?" gumam Nadya bingung.


Tak lama kemudian, Jenar keluar dari dalam rumahnya.


"Eh nak Rian, ayo masuk-masuk!" ucap Jenar.


"Gausah tan, saya mau kenalin ibu sama seseorang.." ujar Adrian.


"Ohh sama siapa nak? Orangnya mana?" tanya Jenar.


"Itu bu, orangnya nunggu disana!" jawab Adrian sambil menunjuk ke arah Nadya.


Sontak Nadya juga dapat melihat Jenar dari sana.


"Hah itu kan cewek yang ditunjukin sama pak Adrian di foto tadi.. Apa dia ibunya pak Adrian ya?" gumam Nadya.


Nadya pun menghampiri Jenar & Adrian sesuai perintah Adrian.


"Nadya, sini!" ucap Adrian.


"Nak Rian, dia siapa? Apa dia pacar kamu?" tanya Jenar.


"Oh bukan Bu, dia Nadya alias Sheila anak tante!" jawab Adrian.


Sontak Jenar serta Nadya langsung terkejut ketika Adrian berkata seperti itu..


"Apa maksud pak Adrian ya? Kok dia bilang kalo aku anak ibu ini??" gumam Nadya kebingungan.


"Dia memang mirip seperti foto yang ditunjukkan nak Rian waktu itu, apa benar dia Sheila anakku?" batin Jenar.


...•••...


Sementara itu, Devano sedang dilanda masalah di kantornya.. ya satu kliennya memutus kontrak kerjasama dengan perusahaan Devano.


Devano pun merasa pusing karena klien tersebut sangat berpengaruh terhadap produk milik perusahaan Devano.


"Saya harus bagaimana sekarang? Kenapa tiba-tiba pak Ronal memutus kontrak kerjasama?" gumam Devano.


Devano berteriak sambil mengacak-acak rambutnya sendiri, dan sesekali menggebrak meja di ruangannya.


Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu ruangannya..


"Masuk!" ucap Devano.


Dan saat orang itu membuka pintu, wajah Devano langsung berubah menjadi bahagia.. Karena yang datang ke ruangannya adalah Shella calon istri tercintanya.


"Mas, kamu kenapa sih? Suara teriakan kamu kedengeran sampe luar loh.." ucap Shella.


"Gapapa kok honey, kamu ada apa kesini?" ucap Devano.


"Aku cuma mau nemenin kamu aja, emang gaboleh?" ujar Shella.


"Ya boleh lah honey malah aku seneng banget.." ucap Devano.


Shella pun mendekati Devano dan duduk dipangkuan nya.


"Aku sayang banget sama kamu honey!" ucap Devano sambil mencium pipi Shella.


Shella hanya tersenyum menatap wajah Devano.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2