
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 141
...•...
...•...
Malam ini benar-benar menjadi malam yang membahagiakan bagi Shella, selain bisa bertemu kembali dengan suaminya yang ia rindukan itu, Shella juga mendapatkan perlakuan romantis dari Devano yang membuatnya tak bisa berhenti tersenyum saat ini.
"Makasih ya mas, kamu bener-bener bikin aku bahagia malam ini..." ucap Shella tersenyum sambil menggenggam telapak tangan suaminya yang tergeletak di atas meja.
"Buat apa sih kamu bilang makasih honey? Ini tuh udah tugas seorang suami untuk membuat istrinya berbahagia selalu, justru aku minta maaf banget kalau selama ini aku jarang bikin kamu bahagia dan malah sering bikin kamu sedih..." ucap Devano mengelus punggung tangan Shella.
"Enggak kok mas, selama jadi istri kamu aku selalu bahagia tau! Yang bikin aku sedih cuma satu, aku harus berpisah dari kamu karena penculik itu!" ucap Shella tersenyum kemudian bersedih karena mengingat kembali saat ia diculik oleh seseorang.
Menyadari istrinya seperti bersedih, Devano langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya lalu mendekap tubuh Shella dari belakang dan menempelkan kepalanya di pundak istrinya itu.
"Jangan sedih honey! Aku janji gak akan pernah tinggalin kamu sendirian lagi kok, oh ya malam ini aku bawa kamu ke rumah aku ya! Aku gak mau jauh-jauh lagi dari kamu honey..!!" ucap Devano mengecup wajah Shella hingga istrinya itu melupakan kesedihan yang ia alami.
"Iya mas, tapi kita pulang ke rumah ibu dulu ya! Soalnya kan baju-baju aku masih ada disana, aku juga mau pamit sama ibu mas..." ucap Shella.
"Oke honey, yaudah sekarang kamu mau gak dansa sama aku disini? Selama ini kan kita belum pernah dansa berdua honey, aku penasaran gimana rasanya dansa sama istri sendiri..." ujar Devano menggoda istrinya dengan menciumi leher Shella hingga membuat istrinya sedikit mengerang.
"Nngghh.. mas apa-apaan sih? Aku malu tau! Ok ok aku mau kok dansa sama kamu mas, tapi pelan-pelan ya soalnya aku belum pernah dansa sebelumnya...." ucap Shella menoleh kebelakang ke arah suaminya untuk menghindari Devano terus mencumbu lehernya.
"Iya dong pelan-pelan, kalau kencang-kencang takutnya nanti anak kita kenapa-kenapa nanti honey!" ucap Devano tersenyum sambil mengelus-elus perut Shella yang sudah mulai agak membesar.
Devano pun membantu Shella bangkit dari duduknya walau sebenarnya istrinya itu masih bisa bangun sendiri, tapi sebagai suami perhatian ia tentunya tidak mau membiarkan istrinya kenapa-napa lagi.
Devano langsung menuntun istrinya ke tengah-tengah taman itu, kini mereka berdiri diantara lilin-lilin yang menyala menerangi taman itu.
Diiringi alunan musik merdu, membuat suasana disana menjadi semakin romantis... kini keduanya saling berhadap-hadapan dan menatap wajah satu sama lain.
"Kamu cantik sekali malam ini honey, aura kamu juga terlihat berbeda dari sebelumnya... aku semakin suka mandangin kamu honey!" ucap Devano mengelus lembut wajah Shella, terlihat istrinya itu menikmati tiap sentuhan yang diberikan suaminya.
Mereka pun mulai melakukan gerakan-gerakan dansa waltz secara perlahan tanpa melepaskan pandangan mereka dari pasangannya.
__ADS_1
Semakin lama Devano makin mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya, seperti tau maksud dari suaminya Shella pun memejamkan matanya.
Benar saja Devano langsung mencium lembut bibir istrinya memberikan sensasi kenikmatan bagi mereka berdua, tak hanya mengecupnya Devano juga mulai melumatt nya secara perlahan.
Musik terus mengiringi gerakan mereka, membuat sepasang suami-istri itu makin larut dalam permainan bibir yang sedang mereka lakukan.
Bahkan Shella juga mulai bisa meladeni permainan yang dilakukan suaminya... merasa istrinya itu mulai kehabisan nafas, Devano melepas pagutannya sejenak memberikan waktu bagi Shella untuk mengambil nafas sebelum akhirnya mereka kembali melanjutkan aktivitas itu dengan lebih panas.
...•••...
"Rumah kamu dimana Nadya?" tanya Yoga sambil menoleh ke arah kursi penumpang yang diduduki oleh seorang wanita yang tadi ia tolong.
Nadya sempat diam tak menjawab pertanyaan Yoga, ia masih membayangkan kejadian tadi ketika 2 pria asing itu hampir merenggut mahkotanya yang sudah ia jaga selama ini untuk suaminya kelak.
Namun, akhirnya gadis itu menoleh dan mau membuka mulutnya agar ia juga tidak dibawa ke sembarang tempat oleh pria disampingnya itu.
"Rumahku di komplek pondok indah," jawab Nadya singkat lalu kembali menoleh ke depan memperhatikan jalan.
"Ohh pasti kamu anak orang kaya ya? Soalnya komplek itu kan terkenal mewahnya..." ujar Yoga coba untuk mencairkan suasana.
"Gak juga kok, aku cuma beruntung aja karena diadopsi sama mereka... aslinya aku bukan terlahir dari keluarga yang kaya harta, jangankan harta mungkin kasih sayang aja keluarga asliku gak punya!" ucap Nadya.
"Jadi kamu ternyata punya banyak masalah ya, pantes aja malam-malam begini kamu masih keluyuran di luar sendirian lagi... tapi kamu jangan sedih-sedih terus, tetap semangat ya!" ucap Yoga.
Yoga tidak mau mengganggu wanita disampingnya, ia memaklumi kalau Nadya masih terpukul atas perlakuan yang ia dapati tadi di tempat umum.
"Kasian banget cewek ini, cantik-cantik begini ternyata hidupnya berat juga ya! Mana dia hampir jadi korban pelecehan.... gue jadi keinget mantan tunangan gue yang bunuh diri karena diperkosa, semoga cewek ini kuat mentalnya dan gak milih buat mengakhiri hidupnya deh..!!" gumam Yoga sambil terus-menerus melirik ke arah Nadya.
...•••...
Sementara itu, Shella & Devano telah pergi dari taman yang menjadi saksi bisu keromantisan sepasang suami-istri itu.
Mereka kini tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah Jenar, tampak Shella sangat bahagia dan terus memeluk tubuh suaminya di dalam mobil itu.
Memang saat ini Devano menggunakan jasa supir untuk mengantarkan mereka, tentunya pria itu masih ingin bermesraan dengan istrinya di kursi belakang.
Tiba-tiba Shella menguap saat itu membuat Devano mulai panik karena istrinya itu pasti kelelahan dan merasa ngantuk.
"Kamu udah ngantuk ya honey? Yaudah kamu tidur aja dulu di bahu aku, malam ini gapapa deh kita nginep dulu di rumah ibu kamu! Aku gak mau kamu maksain terus nantinya malah kandungan kamu kenapa-napa..!!" ucap Devano mengecup kening istrinya dan mengelus lembut lengan Shella.
"Iya mas, aku tidur ya..." ucap Shella membetulkan posisi tubuhnya agar terasa nyaman untuk tidur.
Devano mengangguk kemudian membiarkan istrinya yang cantik itu tertidur di bahunya, tampak ia sangat terpesona memandang wajah Shella dari jarak dekat seperti itu.
__ADS_1
"Lagi merem aja kamu secantik ini honey, bagaimana bisa aku berpaling dari kamu kalau begini?" gumam Devano membelai rambut istrinya.
Cup... Devano juga memberikan kecupan sekilas di bibir istrinya hingga membuat wanita itu membuka matanya kembali.
"Maaf maaf, udah kamu tidur lagi ya!" ucap Devano tersenyum meminta maaf karena sudah membangunkan istrinya.
Tiba-tiba saja ponsel Shella berdering, akhirnya gadis itu kembali terbangun karena suara nada dering tersebut yang cukup kencang.
Setelah dicek, ternyata Jenar lah yang menelponnya mungkin karena khawatir pada mereka berdua.
📞"Halo Shella, gimana sayang kamu udah ketemu sama Devano belum? Kalau sudah, gimana keadaan dia sekarang sayang??" tanya Jenar dengan nada panik dan cemas.
Shella sempat melirik sejenak ke arah suaminya sambil tersenyum, ia ikut senang karena ibunya ternyata benar-benar khawatir pada suaminya.
📞"Iya halo bu, ibu tenang aja ya gausah panik! Ternyata mas Vano itu gak kenapa-kenapa bu, malahan mas Vano kasih aku kejutan barusan!" jawab Shella menjelaskan yang terjadi.
📞"Oalah jadi begitu toh? Alhamdulillah deh syukur kalau Devano memang gak kenapa-napa, tapi ya lain kali jangan begitu loh bikin orang panik aja!" ujar Jenar.
📞"Iya ibu tenang aja, aku udah nasehatin mas Vano kok supaya gak begitu lagi! Yaudah bu ini aku juga lagi di jalan mau pulang ke rumah, nanti disana ibu juga langsung aja marahin mas Vano!" ucap Shella tersenyum-senyum sambil melirik ke arah Devano.
📞"Ohh jadi kalian berdua mau kesini? Yowes yowes ibu tunggu ya, sampe ketemu di rumah bilang sama Devano suruh hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut!" ucap Jenar mengingatkan.
📞"Yang nyetir bukan mas Vano kok Bu, dan ini juga gak ngebut kok Bu... yaudah makasih ya bu, assalamualaikum..!!" ucap Shella.
📞"Oh begitu, yowes waalaikumsallam..." ucap Jenar.
"Kenapa ibu honey? Kok kamu suruh ibu buat marahin aku langsung nanti??" tanya Devano sesaat setelah Shella memutus telponnya.
"Ih kepo kamu mas! Jadi ini tuh tadi ibu ikutan panik pas pak Rafael bilang kalau kamu kritis, nah makanya aku suruh ibu buat omelin kamu di rumah biar jera gak bikin orang-orang geger lagi..!!" jelas Shella.
"Ya ampun honey masa kamu tega sih nyuruh ibu buat marahin aku yang ganteng ini?" ujar Devano.
"Ish kepedean banget sih kamu mas...!!" ucap Shella tertawa tapi menutupi mulutnya.
"Kan emang bener honey kalo aku ganteng, buktinya kamu mau sama aku kan..." ledek Devano.
"Aku mau sama kamu itu bukan karena fisik kamu, tapi hati kamu yang udah bikin aku klepek-klepek!" ucap Shella tersenyum lalu membenamkan wajahnya di dada bidang milik Devano.
"Aduh bisa aja kamu bikin aku bahagia..." ucap Devano sambil mencolek pipi Shella lalu menciumi lehernya.
Sang supir hanya bisa menelan saliva nya kasar saat terus-terusan melihat adegan romantis antara sepasang suami-istri tersebut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...