Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Memastikan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 169


...•...


...•...


Ceklek... Devano membuka pintu kamarnya lalu melihat ke dalam untuk memastikan istrinya sedang apa, rupanya Shella masih menerima telpon dari Jenar dan terlihat bersedih.


Devano yang penasaran pun langsung masuk menghampiri istrinya untuk bertanya mengapa Shella menangis kembali, pria itu duduk tepat di samping istrinya lalu menatapnya dengan penuh kasih sayang.


"Kamu kenapa honey? Siapa yang telpon itu, kok kamu sampai menangis gitu?" tanya Devano sambil mengusap rambut Shella dengan lembut.


Shella menjauhkan sejenak ponselnya untuk menjawab pertanyaan dari Devano...


"Ini ibu mas, aku udah kasih tau ibu soal kandungan aku yang keguguran... kedengarannya ibu sedih banget mas makanya aku jadi ikutan sedih lagi!" jawab Shella.


"Sabar ya honey, yaudah kamu lanjutin aja telponnya dulu! Aku temenin kamu kok disini, jangan sedih lagi ya...!!" ucap Devano kemudian menyeka air mata yang membasahi wajah Shella dengan dua tangannya.


Shella manggut-manggut lalu lanjut berbicara dengan ibunya di dalam telpon, terdengar samar-samar Jenar masih menangis sesegukan disana hal itu membuat Shella menatap wajah suaminya dan seperti menahan tangis yang ingin keluar.


📞"Ha-halo bu, maaf ya tadi aku ngobrol sebentar sama mas Vano... udah dong bu, ibu jangan nangis terus! Kan aku jadi ikutan sedih bu dengernya, aku janji deh bu secepatnya pasti bakal kasih ibu cucu...!!" ucap Shella berusaha menghibur ibunya yang sedang menangis.


📞"Iya sayang iya, ibu gak nangis lagi kok ini! Udah ya kamu jangan ikutan sedih, nanti ibu jadi ngerasa bersalah karena bikin kamu sedih dan keinget lagi sama almarhum anak kamu! Eee yaudah ya Shella, ibu tutup dulu telponnya sekarang ibu udah agak lega setelah tau kabar kondisi kamu sayang...." ucap Jenar.


📞"Iya bu, sekali lagi maaf ya aku belum bisa kasih ibu cucu...." ucap Shella.


📞"Udah gak perlu minta maaf kayak begitu, ini semua udah takdir dan gak ada yang salah dalam kejadian ini jadi kamu jangan salahin diri kamu sendiri terus-terusan sayang!" ujar Jenar.


📞"Iya bu, eee yaudah kalo gitu aku juga mau lanjut istirahat bu.... ibu sehat-sehat ya disana dan jangan lupa makan! I love you bu, bye!" ucap Shella.


📞"Love you too sayang...."

__ADS_1


Telepon pun dimatikan oleh Jenar setelah ia merasa lega bisa mengetahui kondisi putrinya yakni Shella, walau ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan cucu pertamanya.


Shella pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja setelah selesai menerima telpon dari ibunya, lalu sang suami mendekatinya dan tersenyum sambil menatapnya dengan menaik-turunkan alisnya perlahan.


"Kamu kenapa mas? Dari tatapan kamu kok kayaknya perasaan aku jadi gak enak ya??" ujar Shella was-was setelah ditatap seperti itu oleh suaminya sendiri.


"Ahaha, kamu mikir apa sih honey? Aku itu cuma mau memandang wajah indah milik istriku yang cantik jelita ini, gak ada maksud lain-lain kok sayang...." ucap Devano tertawa kecil sambil membelai rambut istrinya.


"Ish ya abisnya kamu mencurigakan begitu mas, aku kan jadi takut kalo ditatap kayak gitu! Tadinya aku kira kamu mau minta jatah..." ujar Shella agak malu-malu mengatakan itu, bahkan ia sampai membuang muka dan menunduk sedikit.


Devano terkekeh dan menarik dagu Shella agar kembali menatapnya, secara perlahan Devano mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


Cupp.... kecupan sekilas diberikan oleh Devano kepada sang istri yang masih terpaku itu, Shella membulatkan matanya terkejut walau sudah menduga dari awal kalau Devano akan melakukan itu.


"Kenapa? Kurang ya? Yaudah deh aku tambahin lagi ciumannya biar kamu puas..." ucap Devano tersenyum menggoda Shella, istrinya itu hanya diam dan terlihat malu-malu.


Cuppp... Devano kembali mengecup bibir mungil istrinya itu, namun kali ini lebih lama ia menempelkan bibirnya disana serta menyesap dan menikmati lembutnya bibir milik Shella.


Tangan-tangan nakal Devano mulai meraba-raba bagian sensitif milik Shella, membuat istrinya itu melenguh pelan.


"Eenngghh...." Shella mendesahh ketika tangan Devano meremass salah satu gunungnya dengan lihai, ia terus memejamkan mata menikmati ciuman dan sentuhan Devano.


"Maaf honey, aku malah jadi ketagihan! Sekarang kamu istirahat atau mau makan dulu?" ucap Devano.


Tampak kekecewaan di wajah Shella setelah suaminya itu menghentikan permainannya, namun ia berusaha terlihat biasa saja karena tak mau Devano malah meledeknya.


"Eee aku istirahat dulu deh mas... nanti sekitar jam 1 aja kamu bangunin aku ya buat makan!" ucap Shella tersenyum.


"Oke honey, selamat istirahat sayang...!!" ucap Devano lalu membantu menidurkan istrinya dan menutupi sebagian tubuh Shella dengan selimut.


Cupp... tak lupa Devano juga mengecup kening, pipi, dan bibir Shella sekilas sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Shella disana.


"Kayaknya bukan waktu yang tepat buat kasih tau Shella tentang berita ini, mungkin ada baiknya kalo gue kroscek dulu kebenarannya apa memang ini Nadya saudara Shella atau bukan!" gumam Devano.


...•••...


Disisi lain, Yoga sampai di rumah sakit tempat jenazah Nadya dibawa sesuai perkataan bi Irah tadi padanya.... ia mengelilingi satu rumah sakit itu hanya untuk mencari keberadaan wanita yang ia cari.


Setelah pusing berkeliling dan belum menemukan jasad Nadya, akhirnya Yoga memutuskan untuk bertanya ke bagian resepsionis rumah sakit.

__ADS_1


"Permisi mbak, jenazah atas nama Nadya Azzahra Lestari itu ada dimana ya?" ucap Yoga panik bertanya ke resepsionis.


"Oh jenazah yang baru diantar itu ya? Mas nya silahkan lurus aja kesana lalu belok kiri, kebetulan jenazah tersebut baru dimasukkan ke dalam ruang jenazah mas..." jawabnya sambil menunjukkan arah pada Yoga.


"Terimakasih ya mba!" ucap Yoga lalu langsung berjalan ke arah yang ditunjukkan mbak-mbak itu dengan tergesa-gesa.


Akhirnya Yoga sampai di depan pintu ruang jenazah, tak lama keluarlah seorang cleaning servis yang mungkin baru membersihkan lantai ruangan itu.


"Eee permisi mas, jenazah yang baru dimasukkan itu ditaruh di sebelah mana ya?" tanya Yoga pada mas-mas tersebut.


"Oh mas nya masuk aja ke dalam, terus nanti belok ke kanan nah yang paling pinggir itu jenazah wanita tadi mas..." jawab mas-mas itu.


"Terimakasih mas," ucap Yoga tersenyum.


"Iya mas, sama-sama!" ucap cleaning servis tersebut lalu pergi melanjutkan tugasnya.


Sementara Yoga menghela nafas sejenak sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang jenazah itu, sesuai arahan cleaning servis tadi Yoga pun berhenti di dekat jenazah itu.


Memang benar disana tertera nama Nadya Azzahra Lestari, maka Yoga pun memberanikan diri untuk membuka kain penutup wajah jenazah itu untuk memastikan apakah itu memang benar Nadya yang ia kenal atau bukan.


Dan ketika ia membuka kain itu, ia langsung syok dan seketika menganga menutupi mulutnya.


...~Bersambung~...


...|||...


Wah apakah yang dilihat Yoga itu benar-benar Nadya?🤔


...•...


...Dukung terus novel author yang receh ini ya guys dengan cara kasih like + komen di setiap bab nya supaya author bisa semangat...


...Oh ya jangan lupa klik tombol favorit biar gak ketinggalan setiap up nya.......


...MAKASIH...



...Senyumin aja guys❤️...

__ADS_1


__ADS_2