Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Undangan pernikahan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 390


...•...


...•...


4 bulan kemudian....


Hari ini Adrian mengajak Nadya untuk menyebarkan undangan pernikahan mereka yang akan berlangsung beberapa hari lagi, ya keduanya telah mengurus segala persiapan itu sejak bulan-bulan kemarin dan kini tibalah saatnya bagi mereka untuk segera duduk bersanding di pelaminan berdua tanpa ada yang bisa mengganggu mereka lagi.


Namun, tentunya hari itu belum datang karena mereka masih harus sabar menunggu sampai hari h tiba dan mereka baru bisa sah menikah secara hukum dan juga agama. Ya keduanya pun baru hendak memberikan undangan pada seluruh teman mereka di kota tersebut, karena mereka tentunya ingin banyak orang dapat menyaksikan acara sakral tersebut termasuk teman dan saudara mereka.


Setelah selesai membagikan undangan pada seluruh teman dan kerabat mereka, Adrian pun terpikirkan untuk memberi undangan juga pada Bimo sang adik yang saat ini mendekam di penjara. Begitu juga dengan Nadya yang memiliki niat untuk mengundang Damar, sepupunya yang saat ini juga sama tengah menjalani hukuman di penjara.


Ya Adrian memang sudah berhasil mengungkap kebusukan Damar, ia mendapatkan bukti otentik bahwa Damar adalah pelaku percobaan pembunuhan terhadap Yoga. Mobil yang dikendarai Damar itu sengaja menabrak mobil milik Yoga dari belakang dengan kecepatan tinggi, itulah sebabnya Nadya memutuskan untuk memenjarakan Damar.


Setibanya di kantor polisi, mereka langsung menemui Bimo yang kini telah berubah menjadi baik dan menyadari segala kesalahannya terhadap orang yang pernah ia sakiti. Bahkan Bimo menerima takdirnya untuk mendekam di penjara sesuai waktu yang ditentukan, padahal Adrian sudah menawarkan diri untuk membantu meringankan hukumannya.


"Mo, gue harap lu bisa hadir ya di pernikahan gue sama Nadya nanti! Ini undangan khusus buat lu, semoga aja gue bisa bantu bujuk kepala rutan buat kasih izin lu keluar sebentar!" ucap Adrian.


"Wah mantap lu bang! Gak bisa dapetin kakaknya, eh lu embat juga nih adiknya! Selamat ya bang, semoga pernikahan lu lancar sampai hari h!" ucap Bimo.


"Aamiin, makasih ya Mo!" ucap Adrian.


"Sama-sama bang, tapi kayaknya gue gak akan bisa dateng deh kesana! Karena kan gak semudah itu minta izin sama pihak rutan, apalagi gue baru ditahan disini beberapa bulan dan hukuman gue masih banyak bang!" ucap Bimo pesimis.

__ADS_1


"Yah gapapa deh, yang penting doanya aja kalo gitu! Gue juga berharap lu bisa segera bebas dari sini, yang sabar ya Mo jadikan ini pelajaran buat lu supaya enggak mengulangi perbuatan yang sama!" ucap Adrian sambil menepuk pundak Bimo.


"Iya bang, disini gue banyak belajar kok! Gue sadar kalau selama ini gue terlalu jahat sama orang, terutama orang yang udah gue bunuh!" ucap Bimo.


"Sabar ya Bimo! Aku yakin kamu pasti kuat kok jalani semua ini dengan ikhlas!" ucap Nadya.


"Iya Nadya, selamat ya! Gue doain hubungan lu sama abang gue langgeng terus sampai tua, sakinah mawadah warahmah!" ucap Bimo.


"Aamiin!" ucap Adrian dan Nadya berbarengan.


Setelah selesai menemui Bimo, Nadya pun meminta izin pada sang kekasih untuk memberikan undangan pada Damar sejenak. Ya biar bagaimanapun Nadya berpikir bahwa Damar masih sepupunya dan ia berhak memberitahu kabar bahagia itu padanya, walau ia sendiri kurang yakin kalau Adrian akan mau memberi izin padanya untuk menemui Damar.


"Mas, kita sekalian kasih undangan ke Damar ya? Gak enak tau kalau aku gak kasih kabar ke dia, kan dia juga sepupu aku mas! Boleh ya? Boleh dong mas!" ucap Nadya.


"Ah kamu ini! Yaudah iya boleh, yuk aku temenin kamu buat ketemu sama Damar!" ucap Adrian.


"Makasih mas!" ucap Nadya tersenyum.




Sesampainya disana, mereka langsung menemui Damar yang baru keluar dari selnya bersama seorang polisi di sampingnya. Nadya pun tersenyum begitu melihat Damar muncul disana, ia serta Adrian berdiri menyambut Damar dan menyapa pria yang tampak masam tersebut, namun Damar bersikap cuek dan hanya duduk di hadapan keduanya.


Sontak Nadya merasa tidak enak pada sepupunya itu karena telah memenjarakan dia, ia dan Adrian kini duduk kembali sambil menundukkan wajahnya tak berani menatap Damar. Entah mengapa Nadya selalu merasa bersalah pada Damar sejak pria itu masuk ke penjara, padahal sebelumnya ia sangat senang karena dapat menemukan pelaku penabrak Yoga.


"Mau ngapain kalian kesini? Mau ngetawain gue, iya?" tanya Damar dengan nada keras.


"Eee gak kok, aku—"


"Kita mau kasih undangan pernikahan kita ke lu! Gue dipaksa sama Nadya buat kesini, walau sebenarnya gue ogah ngundang lu buat dateng ke acara nikah gue sama Nadya nanti!" potong Adrian.


Adrian langsung menyerahkan kartu undangan pernikahan dirinya dengan Nadya pada Damar, yang membuat Damar langsung terhenyak kaget.

__ADS_1


"Nikah? Sheila, kamu mau nikah sama Adrian? Wah ini sih gak bener, kenapa kamu malah pilih buat nikah sama cowok kayak dia Sheila?! Ini sih fix, udah pasti kalau lu kasih pelet buat Sheila kan? Ngaku aja lu dasar cowok gak bener!" ujar Damar sewot.


"Apa lu gak salah bicara begitu? Yang gak bener disini siapa, gue atau lu?" ucap Adrian santai.


"Udah, jangan ribut! Damar, aku mau minta maaf juga sama kamu karena udah jeblosin kamu kesini! Semoga kamu bisa ikhlas ya kalau aku nikah sama Adrian!" ucap Nadya.


"Sheila, gimana aku bisa ikhlas sih? Kamu itu cuma boleh nikah sama aku, aku gak akan restuin pernikahan kalian!" bentak Damar.


"Oh ya? Emang lu ini siapa? Tante Jenar sama Shella udah ngerestuin kita kok, jadi lu gak berhak buat ngomong kayak gitu ke kita! Udah yuk sayang, kita langsung cabut aja dari sini!" ucap Adrian.


"Iya Adrian. Damar, sekali lagi aku minta maaf ya sama kamu! Nanti setelah pernikahan kami selesai, aku bakal balik kesini kok buat kasih souvenir ke kamu!" ucap Nadya tersenyum.


Damar hanya diam membuang muka, ia tampak sangat kesal dan emosi pada kedua pasangan itu.


"Yaudah, kalo gitu aku sama Adrian pamit dulu! Kamu yang sehat ya disini, assalamualaikum!" ucap Nadya pamit pada Damar.


"Waalaikumsallam," jawab Damar singkat.


Setelahnya, Adrian dan Nadya pun bangkit dari tempat duduk mereka lalu jalan keluar rutan dengan bergandengan tangan. Adrian tampak sangat bahagia karena sebentar lagi hari pernikahan ia dan Nadya akan segera tiba, ia pun mengecup kening serta pipi Nadya sembari mendekap tubuh gadis itu dari samping tanpa mengendurkan senyumnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Satu bab lagi tamat😢...


...Siapa yang seneng Adrian & Nadya nikah?...


...🥳🥳🥳...


...❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2