
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 318
...•...
...•...
Nadya dan Jenar masih menunggu kedatangan Yoga kembali kesana dengan ponsel milik Jenar yang sebelumnya dijambret, mereka tampak gusar khawatir terjadi sesuatu pada Yoga karena hingga kini tak ada kabar mengenai pria tersebut.
Nadya berusaha menenangkan ibunya dengan menggenggam telapak tangan Jenar dan mengusap punggung sang ibu dengan lembut, mereka pun berpelukan disana sembari bersedih karena belum ada kabar dari orang-orang yang mengejar jambret.
Salah seorang pelayan di warung bakso itu datang menghampiri mereka dan memberikan minum gratis pada mereka, sepertinya pelayan itu merasa kasihan pada Nadya serta Jenar yang baru saja terkena musibah yakni kejambretan.
"Permisi, silahkan diminum dulu! Yang sabar ya Bu, insyaallah kalau rezeki pasti hp ibu bakal kembali!" ucap pelayan itu.
"Iya, terimakasih!" ucap Jenar.
"Sama-sama Bu, saya permisi..." ucap pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi kembali ke dalam warung bakso untuk melayani pelanggan yang lain, Jenar dan Nadya pun meminum minuman yang diberikan oleh pelayan tadi, sangking hausnya Jenar sampai menghabiskan satu gelas itu dengan cepat.
"Bu, tenang dulu ya! Aku yakin pasti handphone ibu bakal kembali, tapi kalaupun enggak berarti emang bukan rezeki ibu!" ucap Nadya.
"Iya sayang, makasih ya kamu udah bikin ibu lebih tenang sekarang!" ucap Jenar tersenyum.
Nadya juga tersenyum pada ibunya sembari menatap wajah sang ibu dan meminum minuman miliknya yang masih tersisa, barulah ia memeluk ibunya kembali sembari mengusap-usap punggung sang ibu dengan lembut dan menenangkannya.
Tak lama kemudian, Yoga kembali kesana menemui mereka dengan wajah masam dan kelelahan akibat mengejar jambret barusan, ia pun menghampiri Nadya serta Jenar yang tengah berpelukan disana sambil saling menenangkan satu sama lain.
"Ehem...."
Yoga berdehem pelan menegur Nadya serta Jenar yang masih berpelukan disana, sontak keduanya terkejut lalu menoleh secara bersamaan dan tampak senang melihat Yoga ada disana, Nadya pun berdiri menanyakan tentang handphone milik ibunya.
__ADS_1
"Kamu udah balik? Gimana jambretnya sama hp ibu aku?" tanya Nadya penasaran.
"Umm...." Yoga tertunduk kebingungan.
"Kenapa? Apa yang terjadi sama jambret itu, terus apa hp ibu aku berhasil diselamatkan atau enggak?" tanya Nadya lagi makin penasaran.
"Kamu tenang aja, jambretnya udah berhasil dibawa ke kantor polisi! Terus hp ibu kamu..." ucap Yoga menggantung.
"Kenapa hp ibuku? Jangan gantung dong!" ujar Nadya.
"Hahaha, maaf maaf! Hp ibu kamu aman kok, nih aku udah berhasil ambil dari si jambret tadi dan bawa hp ini kesini..." ucap Yoga tersenyum menyerahkan ponsel milik Jenar kepada Nadya.
"Makasih ya, Yoga!" ucap Nadya.
"Nak Yoga, makasih banyak ya! Kamu benar-benar membantu kami, gak kebayang kalau gak ada kamu tadi nak!" ucap Jenar.
"Sama-sama tante, tadi aku kebetulan aja lewat sini dan gak sengaja ngeliat tante sama Nadya disini terus muncul jambret!" ucap Yoga.
"Oh ya, tante sama Nadya ini pada mau kemana?" tanya Yoga penasaran.
"Kita mau pulang nak, tapi daritadi aplikasi taksi onlinenya eror terus gak bisa dipake! Makanya tante bingung harus naik apa buat pulang, ibu juga gak tau angkot apa yang menuju ke rumah!" jawab Jenar.
"Ah gausah, nanti ngerepotin kamu!" ucap Jenar.
"Enggak kok tante, saya justru senang bisa bantu tante sama Nadya buat pulang ke rumah! Udah yuk, saya anterin aja biar gampang!" ucap Yoga.
"Bener nih gapapa?" tanya Jenar.
"Iya tante, gapapa kok!" jawab Yoga.
Akhirnya Jenar dan Nadya mau pulang bersama Yoga karena tak ada pilihan lain, walau Nadya masih agak ragu untuk berdekatan dengan Yoga saat ini karena ia belum bisa mengenali siapa pria tersebut dan bagaimana hubungannya dulu.
...•••...
Disisi lain, Devano pulang ke rumah setelah selesai bekerja di hari yang cukup melelahkan baginya karena banyak sekali berkas yang perlu ia periksa hari ini dibanding kemarin.
Sesampainya di dalam rumah, ia pun langsung mencari dimana istrinya karena sudah sangat rindu ingin memeluk sang istri atau sekedar menciumnya. Devano berteriak memanggil nama Shella sembari mengelilingi rumahnya yang luas itu.
Namun, yang muncul justru Tama alias papanya karena tidak tahan dengan suara Devano putranya yang cukup keras itu. Devano pun terkejut lantaran ia melihat papanya disana, padahal tadi pagi papanya belum pulang kesana.
__ADS_1
"Vano, ngapain sih kamu teriak-teriak?" ujar Tama.
"Papa? Papa kapan pulang?" ucap Devano tersenyum lalu mencium tangan papanya.
"Tadi siang, ini lagi istirahat malah kamu ganggu!" ujar Tama kesal sambil menguap.
"Hehehe, maaf pah! Aku kan gak tau kalau papa udah pulang, terus mama dimana pah?" ucap Devano.
"Mama juga lagi istirahat, tapi di kamar kamu bareng istri kamu! Udah, jangan teriak-teriak lagi! Ganggu orang mau tidur aja kamu, mending kamu makan sana!" ucap Tama menguap lagi.
"Yah mama kok di kamar aku sih, pah? Padahal aku kan mau istirahat juga...." ucap Devano.
"Ya ampun, begitu aja kamu ributin sih! Kan kamu bisa istirahat di sofa sambil nonton tv, atau kalau mau kan juga ada kamar kosong lainnya!" ucap Tama memberi usul.
"Iya sih pah, cuma kan kalau aku istirahat disini atau di kamar tamu gak ada Shella! Aku kan mau manja-manja sama istri aku, pah!" ucap Devano.
"Yaudah, kamu samperin aja ke kamarnya kalau berani! Palingan juga kamu bakal dimaki-maki sama mama kamu yang cerewet itu, sana gih coba!" ucap Tama sedikit terkekeh.
"Wah papa kacau nih, istri sendiri dibilang cerewet!" ujar Devano.
"Gapapa mumpung gak ada orangnya," ucap Tama.
"Yaudah pah, aku mau mandi dulu di kamar mandi bawah! Papa lanjut aja gih istirahatnya, selamat istirahat ya pah!" ucap Devano.
"Iya, yaudah!"
Tama pun kembali ke kamarnya sambil menguap karena rasa kantuk yang ia derita, sedangkan Devano juga pergi menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat itu.
Karena semua baju-bajunya ada di kamar, akhirnya Devano terpaksa memakai kembali kaus serta celana pendeknya itu, tak mungkin ia datang ke kamar untuk mengambil pakaian karena takut mengganggu istirahat mama serta istrinya.
Devano pun duduk di sofa ruang keluarga lalu menyalakan televisi, ia bersandar disana sembari ngemil kacang yang tersedia di meja dan mulai menonton tv, sesekali ia menguap karena mengantuk dan sangat lelah.
"Mas Vano...."
Suara lembut istrinya membuat Devano segar kembali, ia menoleh lalu tersenyum saat melihat Shella berdiri disana menatapnya sambil melempar senyum dengan pakaian yang baru diberikan oleh Silvi tadi siang.
Wajah cantik dan tubuh yang wangi membuat Devano langsung bangkit dari duduknya lalu mendekati istrinya, ia pun menarik tangan Shella dan membawanya ke sofa untuk duduk bersamanya, disana ia merangkul sang istri bahkan menciumnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...