Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Devano panas


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 237


...•...


...•...


"Ehem!"


Seseorang berdehem membuat Yoga terkejut lalu reflek melepas pelukannya dari Shella, ia menoleh ke asal suara dan disana berdiri seorang pria yang tak lain ialah Devano. Pria itu tampak emosi mengepalkan tangan serta tatapan mata yang menyala, Yoga pun merasa heran mengapa Devano sampai emosi seperti itu melihatnya.


Sementara Shella yang tau ada suaminya disana langsung merasa bersalah dan khawatir kalau Devano akan marah padanya, ia juga sudah berusaha melepaskan diri dari pelukan Yoga sebelumnya tetapi pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya hingga Shella tak bisa berbuat apa-apa.


"Ada apa?" tanya Yoga menatap Devano terheran-heran sambil tersenyum.


"Ngapain lu peluk-peluk istri gue? Apa lu udah gak punya harga diri lagi, sampai istri orang lu peluk begitu?" ujar Devano emosi.


"Istri? Lu gak salah ngomong? Nadya kan belum pernah menikah, lagian sebelumnya lu bilang kalau lu cuma kakak ipar Nadya kan?" ujar Yoga masih tak mengerti apa yang diucapkan Devano.


Shella langsung menghampiri Devano untuk menahan emosi suaminya tersebut, tentu ia tak mau ada keributan disana hanya karena masalah sepele yang menyangkut kesalahpahaman Yoga yang mengira kalau dirinya adalah Nadya.


"Mas, sabar dulu jangan emosi! Dia cuma salah kira aja kok, tenang ya mas!" ucap Shella mendekati suaminya sambil menggenggam tangan Devano.


Mendengar itu membuat Yoga makin tak mengerti, ia sungguh tidak tahu apa maksud dari perkataan wanita itu yang mengatakan kalau ia salah kira.


"Apa maksud kamu, Nadya? Aku salah kira gimana?" tanya Yoga.


"Iya, aku ini bukan Nadya! Aku Shella kakaknya Nadya dan aku istri sahnya mas Vano, kamu mungkin mengira aku Nadya karena wajah kita emang mirip!" jawab Shella menjelaskannya pada Yoga.


"Apa? Jadi Nadya itu punya kembaran?" tanya Yoga.


"Ya, dan lu harusnya tanya dulu jangan main peluk-peluk istri gue begitu aja! Lu mau gue kenain pasal karena udah peluk Shella tanpa izin dari gue?" ujar Devano langsung maju penuh emosi.


"Mas, udah sabar!" ucap Shella coba menenangkan suaminya dengan memegang dada Devano.


"Maaf ya, gue gak maksud buat peluk istri lu! Soalnya gue baru tahu kalau Nadya itu punya kembaran, muka kalian mirip banget gue sampe gak bisa bedain!" ucap Yoga meminta maaf.


"Iya, gapapa kok! By the way, kamu ini siapanya Nadya??" ujar Shella penasaran.

__ADS_1


"Oh kenalin, saya Yoga temannya Nadya!" ucap Yoga memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Shella.


"Aku Shella..." ucap Shella hendak meraih tangan Yoga, namun suaminya langsung menariknya dengan cepat.


"Gak ada salam-salaman!" ujar Devano kesal.


"Ya oke, salam kenal ya Shella!" ucap Yoga tersenyum.


Shella hanya membalas senyuman Yoga, ia tahu suaminya saat ini sedang panas membara akibat melihat dirinya dipeluk oleh lelaki lain tadi.


"Umm, mas! Aku mau ke toilet dulu ya..." ucap Shella menatap wajah Devano.


"Yaudah aku anter ya!" ucap Devano.


"Eee...." Shella kebingungan.


"Gak ada penolakan!" potong Devano dengan cepat.


Akhirnya Shella terpaksa membiarkan suaminya ikut mengantarnya ke toilet, mereka pun pergi dari sana meninggalkan Yoga sendirian.


Sementara Yoga sendiri tetap diam disana sembari geleng-geleng kepala dan tersenyum, sepertinya ia terkekeh melihat kecemburuan Devano padanya.


"Hahaha, ada-ada aja! Gue pake salah peluk segala, kan jadi cemburu tuh suaminya!" ujar Yoga mengusap wajahnya kasar.


"Syukurlah Nadya, sekarang kamu sudah bisa sadar dan tersenyum kembali! Aku ikut senang melihat keakraban kamu dengan ibu kandung kamu, tapi tante Lestari dimana ya?" batin Yoga.




Sementara itu, Devano terus mencengkeram kuat telapak tangan serta jemari istrinya sembari membawa Shella menuju kamar mandi. Shella berusaha keras melepas tangannya dari cengkeraman sang suami, namun tenaganya kalah kuat dengan milik suaminya.


"Mas, lepasin dong sakit!" rintih Shella minta tangannya dilepaskan.


"Diam!" bentak Devano tanpa ekspresi.


Shella tak tahu mengapa sikap suaminya jadi seperti ini padanya, hanya karena ia berpelukan dengan Yoga di depan ICU tadi suaminya itu sampai semarah ini padanya.


"Mas, kamu kenapa sih?" ujar Shella.


"Kamu yang kenapa! Harusnya kamu jaga perasaan aku dong honey, jangan mau-mau aja dipeluk begitu sama orang lain yang baru kamu kenal!" ujar Devano tampak sangat kesal.


"Duh ya ampun, mas! Aku tadi udah berusaha lepasin diri dari pelukan Yoga, tapi dia gak mau dengerin aku! Ayolah mas, jangan marah begini sama aku!" ucap Shella menatap wajah suaminya memelas.


Devano pun menghentikan langkahnya lalu memandang kembali wajah istrinya, ia menarik dagu Shella ke dekatnya tanpa melepaskan cengkeramannya dari tangan sang istri.

__ADS_1


"Mas, kamu mau ngapain?" ujar Shella ketakutan.


"Aku gak marah kok sama kamu, aku cuma cemburu aja lihat kamu dipeluk orang lain begitu! Kamu kan tahu honey, aku sayang banget sama kamu!" ucap Devano semakin mendekatkan wajahnya.


Tiba-tiba ada suster yang lewat di dekat mereka sehingga Devano reflek menjauh dari wajah istrinya dan tidak jadi mencumbu bibir wanita itu, Shella pun terkekeh melihat suaminya gugup dan malu walau sebenarnya ia juga merasa malu.


"Mas, makanya jangan main nyosor aja di tempat umum kan jadi malu!" cibir Shella sambil menahan senyumnya.


Devano hanya diam menepuk jidatnya, seketika rasa kesal di hatinya hilang akibat melihat ekspresi Shella yang menggemaskan itu.


"Yaudah lupain, ayo kita ke toilet sebelum aku pipis disini! Nanti baunya kemana-mana..." ujar Devano.


"Ish, ya makanya kamu jangan marah-marah mulu sama aku! Kan tadi udah aku jelasin kalau Yoga tuh ngiranya aku Nadya, jangan cemburu lagi ya mas!" ucap Shella menenangkan suaminya sembari mengusap dada bidang Devano.


"Iya, mana bisa aku marah lama-lama sama kamu!" ucap Devano mengecup kening istrinya.


Shella pun tersenyum lalu menggandeng tangan suaminya, mereka lanjut berjalan menuju toilet karena Shella sudah tidak tahan lagi untuk buang air.


Sesampainya di depan toilet, Shella yang sudah sangat tidak tahan langsung pamit pada suaminya untuk masuk ke dalam.


"Mas, aku pipis dulu ya!" ucap Shella.


"Eh, tunggu!" ujar Devano menahan tangan istrinya.


"Apa lagi sih, mas?" tanya Shella kesal.


"Aku ikut ke dalam ya jaga-jaga!" ujar Devano.


"Ish, gausah! Aku sendiri aja, lagian ini toilet perempuan mas! Kalo kamu masuk ke dalam nanti yang ada kamu digebukin massa!" ujar Shella.


"Tapi aku khawatir sama kamu!" ucap Devano.


"Udah aku gak bakal kenapa-napa, mas tunggu sini aja ya!" ujar Shella terus merapatkan area miliknya untuk menahan cairan yang hendak keluar.


"Yaudah iya, jangan lama-lama loh!" ucap Devano.


"Iya, mas!" ucap Shella langsung berbalik badan lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Devano pun menunggu di depan sembari melipat kedua tangannya di atas dada, sejujurnya ia masih emosi ketika istrinya dipeluk lelaki lain. Namun, tak mungkin Devano terus-terusan menyalahi istrinya yang juga tidak tahu apa-apa.


"Gue harus banyak sabar kayaknya punya istri secantik Shella, beginilah resikonya karena punya istri yang cantik kayak Shella!" batin Devano sembari mengusap bagian atas mulutnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2