
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 254
...•...
...•...
"Honey, aku langsung ke kantor sekarang ya? Soalnya takut bakal telat ketemu calon klien aku, kamu gapapa kan masuk sendiri?" ucap Devano menatap wajah istrinya sembari membelai rambut panjang Shella dan menggenggam tangannya.
Ya mereka kini sudah sampai di depan rumah Jenar karena Shella memang ingin bertemu dengan Nadya dan juga ibunya, Devano pun tetap memaksa mengantar istrinya kesana walau ia sudah ada janji dengan kliennya untuk bertemu jam 9.30 pagi.
"Iya mas, hati-hati ya! Jangan ngebut loh, nanti kalo kamu kenapa-napa kan gak lucu!" ucap Shella mengingatkan suaminya.
"Mana mungkin sih aku ngebut? Kan aku masih mau hidup sama kamu terus, jadi aku bakal terus hati-hati kok honey!" ucap Devano tersenyum.
"Yaudah bagus, awas aja loh kalo ucapan kamu gak sesuai sama kenyataan!" ancam Shella sembari mengacungkan telunjuknya ke wajah Devano.
"Hahaha, iya honey! Sana masuk gih, jangan lupa salamin juga buat ibu dan Sheila! Bilang maaf gitu dari aku karena gak bisa ketemu sekarang, tapi lain waktu pasti aku bakal main lagi!" ucap Devano.
"Iya mas, kamu aja yang pergi dulu sana ke mobil! Setelah kamu pergi, baru deh aku ketuk pintunya!" ucap Shella.
__ADS_1
Devano pun tersenyum sambil memajukan langkahnya ke dekat sang istri, ia menggenggam dua telapak tangan Shella kemudian mendaratkan kecupan pada kening istrinya itu.
Tak hanya di kening, Devano juga memberikan kecupan hangatnya pada wajah serta bibir Shella dan wanita itu hanya diam menatapnya tanpa ekspresi.
"Nikmat, nanti malam kita gituan lagi ya? Supaya bisa cepat dapat momongan pengganti yang sebelumnya, aku bakal terus berusaha buat hamilin kamu dan bikin kamu bahagia lagi!" ucap Devano.
Shella menelan saliva dengan kasar tanpa memalingkan wajahnya dari Devano, ia memang ingin segera hamil kembali namun tentu jika harus bermain setiap malam akan membuatnya sedikit menderita dan merasakan sakit.
"Yaudah, aku pamit! Nanti aku bakal jemput kamu lagi disini setelah pulang kerja, bye honey!" ucap Devano kembali mengecup kening Shella.
"Iya mas, hati-hati!" ucap Shella sembari mencium punggung tangan suaminya.
Devano pun jalan kembali ke mobilnya sambil terus menoleh ke belakang melambaikan tangan dan melempar senyum pada istrinya, Shella merasa senang karena suaminya benar-benar romantis dan sepertinya tulus menyayanginya.
Setelah suaminya masuk ke dalam mobil dan melaju pergi dari sana, Shella pun berjalan menuju depan pintu sambil menenteng bungkusan berisi roti bakar buatannya sendiri yang niatnya akan ia berikan untuk sang ibu juga saudara kembarnya.
Tak berlama-lama lagi, Shella langsung mengetuk pintu rumah Jenar dengan sekuat tenaga supaya ada seseorang di dalam sana yang dapat mendengarnya dan membukakan pintu untuknya tentu.
Ceklek...
Pintu terbuka setelah Shella harus mengetuk sampai sekitar 5 kali, tampak Nadya alias Sheila yang ternyata membuka pintu dan ia langsung menganga begitu melihat Shella ada disana sambil tersenyum.
"Mbak Shella?" ucap Nadya terkejut sekaligus bahagia karena dapat bertemu lagi dengan Shella.
"Iya, selamat pagi Sheila!" ucap Shella tersenyum.
"Aaaaa akhirnya mbak dateng juga, aku seneng banget loh bisa ketemu mbak lagi disini!" ucap Nadya langsung maju memeluk tubuh Shella erat.
__ADS_1
"Eh eh, ya ampun Sheila udah kayak gak ketemu berbulan-bulan aja deh! Tapi sama sih, aku juga seneng bisa lihat kamu sembuh dan sekarang tinggal di rumah ini lagi!" ucap Shella mengelus punggung Nadya dengan lembut.
Dua gadis kembar itu terus berpelukan di tengah pintu cukup lama seakan tak mau melepas pelukan mereka saat ini, memang keduanya cukup rindu satu sama lain walau baru beberapa hari saja mereka tidak bertemu karena Shella harus sibuk mengurus mertuanya di rumah sang suami.
...•••...
Disisi lain, Bimo kini berada di ruangannya dan sudah secara resmi menjadi pemimpin PT kilau Bagaskara yang dimotori oleh Frederick alias kakeknya. Tentu Bimo tampak bahagia karena bisa merasakan bekerja disana memimpin sebuah perusahaan besar milik keluarganya, memang sejak dulu ia selalu berharap bisa melakukan itu tapi papanya malah mengangkat Adrian sebagai pemimpin disana.
Beruntunglah baginya karena sekarang semua kebusukan Adrian telah terbongkar dan membuat pria itu mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama, hingga kini ia bisa menjabat di perusahaan sebesar ini setelah diangkat oleh kakeknya yang sebelumnya sempat memimpin perusahaan ini ketika Bimo masih di penjara.
Selain karena ambisi besarnya untuk menguasai perusahaan ini, ia juga merasa senang mimpinya terwujud lantaran para karyawannya disana banyak yang bening termasuk sekretarisnya yang sebelumnya sudah dikenalkan oleh Frederick kepadanya. Sejak pertama kali bertemu saja Bimo sudah merasa tergoda dengan Syifa sekretarisnya di perusahaan itu, ia pun berharap seterusnya bisa bertemu dengan sang sekretaris itu.
Disaat sedang asyik berkhayal, Bimo malah kepikiran kembali dengan mantan kekasihnya yang mungkin sekarang sudah bahagia bersama pacar barunya. Rupanya Bimo masih belum bisa 100% moveon dari Zara sang mantan, ya memang hingga kini ia masih mencintai gadis itu dan sangat sakit baginya untuk bisa melupakan semua kenangan tentang Zara.
"Zara, apa kabar kamu sayang? Pasti sekarang kamu makin mesra sama si David, andai kamu tau Zara sekarang aku sudah berhasil menjadi pemimpin perusahaan keluarga aku! Seharusnya kamu ada disini duduk di samping aku sebagai pendamping aku, tapi nyatanya kamu malah memilih pria lain untuk bisa menjadi pendamping hidup kamu yang baru! Jujur, aku masih sangat sakit mengingat itu semua Zara!" ucap Bimo sembari membayangkan wajah Zara di dalam pikirannya.
Pikirannya mendadak kacau, semua kesenangan yang sebelumnya ia rasakan kini hilang karena wajah Zara terus saja terlintas di dalam pikirannya membuat ia jadi tidak fokus bekerja. Bimo akhirnya berusaha bangkit menguatkan dirinya dan melupakan semua tentang Zara dari kepalanya, Bimo tidak mau terus-terusan seperti ini.
"Aaarrgghh! Ayolah Bimo, sadar! Zara itu udah khianati cinta lu dan seharusnya lu gak kayak gini terus! Lu harus bisa lupain dia!!!" teriak Bimo sembari menggebrak meja kerjanya lalu menjambak rambutnya sendiri karena kesal.
Bimo pun bangkit dari duduknya lalu melampiaskan kekesalannya pada barang-barang yang ada disana, tangannya memukul tembok serta kakinya terus saja menendang-nendang kaki meja disana.
Semua aksinya ia tuntaskan lalu kembali duduk kali ini di sofa empuk sambil menangis sesenggukan, hatinya benar-benar hancur karena dirinya sangat mencintai Zara tetapi wanita itu justru berpaling darinya demi seorang lelaki lain.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1