
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 81
...•...
...•...
Devano menyeret Adrian keluar restoran dan kemudian langsung memukul wajahnya begitu saja sampai Adrian tersungkur di aspal.
"Itu karena anda sudah merusak makan malam ini!" ucap Devano.
Adrian memegangi wajahnya yang tampak mengeluarkan darah setelah terkena pukulan dari Devano, disaat ia ingin bangkit Devano langsung menarik kerah bajunya dan kembali memukulnya dengan kencang.
"Dan itu karena anda sudah menyabotase email perusahaan saya!" ujar Devano.
Lagi-lagi Adrian tersungkur di aspal dan tampak darah juga keluar dari hidungnya.. Terlihat banyak orang yang menonton kejadian tersebut dan tak lupa merekamnya dengan handphone masing-masing.
"Dengar Adrian, saya peringatkan sebaiknya anda jauhi Shella dan jangan macam-macam lagi dengan keluarganya atau saya tidak akan segan-segan melaporkan anda ke polisi!" ucap Devano.
Lalu, Lubis & Damar pun menyusul Devano keluar dan langsung menahan Devano yang masih ingin memukul wajah Adrian.
"Udah udah tahan Devano! Jangan terbawa emosi!" ujar Lubis menenangkan Devano.
Satpam yang berjaga disana juga datang dan langsung membantu Adrian untuk berdiri.
"Ada apa ini? Kami mohon sebaiknya kalian jangan buat keributan disini! Kalau tidak kami akan menelpon polisi untuk menangkap kalian!" ucap satpam.
"Gak ada apa-apa kok pak cuma salah paham aja, tolong jangan bawa-bawa polisi! Saya janji tidak akan ada keributan lagi disini!" ucap Lubis.
"Baiklah kalau begitu kami permisi," ucap satpam.
Yap satpam itu pun kembali ke posnya, sedangkan Devano langsung menghampiri Adrian.
"Dengarkan saya Adrian, sekali lagi anda melakukan hal seperti ini maka saya pastikan hidup anda tidak akan pernah tenang! Anda salah karena sudah main-main dengan saya..!!" ancam Devano.
Lubis langsung menjauhi Devano dari Adrian agar tidak terjadi keributan lagi disana..
"Sudah sudah Devano, sebaiknya kita kembali ke dalam saja! Jangan sampai polisi datang hanya karena masalah kecil ini!" ujar Lubis.
Devano menurut pada Lubis, namun sebelum masuk ia kembali memberi peringatan pada Adrian.
__ADS_1
"Ingat itu Adrian, jangan sampai anda menyesal!" ujar Devano.
Setelah itu, barulah Devano berjalan masuk ke dalam restoran bersama Lubis & Damar.
Sementara Adrian hanya berdiri diam disana sambil masih memegangi luka di wajahnya... Tampak juga orang-orang masih ada yang memandanginya hingga membuat Adrian kesal.
"Ngapain kalian ngeliatin saya? Cepat pergi!" ujar Adrian.
Sontak orang-orang tersebut pun pergi meninggalkan Adrian karena takut dengan tatapan Adrian barusan.
"Kurang ajar emang Devano! Berani-beraninya dia ngancam gua, lihat aja siapa yang bakal menderita nantinya!" gumam Adrian sambil tersenyum smirk.
...•••...
Disisi lain, Nadya melepaskan pelukannya dengan Shella dan meminta Shella untuk tidak menangis lagi.
"Gausah nangis! Kamu gak perlu buang-buang air mata itu! Karena saya bukan siapa-siapa kamu!" ucap Nadya.
Shella menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dikatakan Nadya.
"Enggak Sheila, kamu itu bener kembaran aku! Ayolah jangan kayak begini Sheila! Aku gak ngerti apa yang terjadi, tapi tolong maafin ibu dan kembalilah bersama kami!" ucap Shella.
Jenar juga menghampiri Nadya sambil menangis dan langsung berlutut di hadapan Nadya dengan kedua tangannya yang ia tempelkan.
"Maafin ibu Sheila! Ibu bener-bener nyesel udah ninggalin kamu di panti asuhan 15 tahun lalu, saat itu ibu terpaksa meninggalkan kamu disana sayang! Karena ibu gak punya pilihan lain, ibu dipaksa memilih salah satu diantara kamu atau Shella! Maafkan ibu Sheila..!!" ucap Jenar sambil menangis memohon pada Nadya.
"Bu, udah ya jangan kayak begini! Aku jadi gak tega lihatnya, gimanapun juga ibu gak pantas berlutut seperti ini di depan aku!" ucap Nadya.
"Sheila sayang, kamu mau kan maafin ibu nak?" tanya Jenar.
Nadya diam sejenak menundukkan wajahnya sambil memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Jenar itu.
"Iya bu, aku udah maafin ibu kok!" ucap Nadya.
Sontak Jenar merasa sangat senang dan langsung memeluk Nadya sambil menangis tersedu-sedu.
Kemudian Devano beserta Lubis & Damar masuk kembali, mereka terkejut melihat Jenar tengah berpelukan dengan Nadya.
Devano pun berjalan mendekati Shella dan menanyakan apa yang terjadi..
"Honey, ada apa ini? Apa Nadya sudah mau mengaku kalau dia anak ibu?" tanya Devano.
Shella yang masih ikut terharu melihat Nadya akhirnya memaafkan Jenar hanya bisa mengangguk untuk menjawab pertanyaan Devano.
Lalu, Devano merangkul Shella sambil mengelus pundaknya dan membiarkan Shella menangis di dadanya.
"Alhamdulillah ya kalian bisa kumpul lagi seperti dulu, emang takdir gak ada yang tahu!" ucap Devano tersenyum.
__ADS_1
Laila pun juga menghampiri mereka dengan tersenyum dan coba untuk mencairkan suasana agar kembali seperti semula.
"Eee maaf nih semuanya, udahan dong nangis-nangis nya kan makanan kita belum abis!" ucap Laila.
Sontak Devano langsung melotot ke arah adiknya itu hingga membuat Laila ketakutan, namun Shella menahan Devano yang hendak marah pada Laila.
"Mas, bener kok kata Laila barusan kita kan belum habisin makanannya.." ucap Shella tersenyum.
Yup Nadya mengakhiri pelukannya dengan Jenar, lalu membantu ibunya itu berdiri.
"Udah ya bu jangan nangis lagi! Sekarang kan aku udah maafin ibu, kasihan Shella kalau malam yang seharusnya bahagia ini malah berubah jadi menyedihkan!" ucap Nadya.
"Iya sayang, makasih kamu udah mau maafin ibu! Kalo gitu ayo kamu juga ikut makan malam sama kita!" ujar Jenar.
"Iya boleh bu asal aku gak ganggu kalian," ucap Nadya.
"Ya jelas enggak lah Sheila! Kamu kan juga bagian dari keluarga Shella, jadi otomatis kamu juga berhak ada disini malam ini..!!" ujar Devano.
Nadya pun merangkul lagi Jenar dan kemudian berjalan bersama menuju meja makan, diikuti dengan Devano, Shella serta yang lainnya.
"Pak, aku kok baru tahu ya kalo mbak Shella punya saudara kembar? Perasaan aku belum pernah lihat atau ketemu sama kembarannya itu," bisik Damar pada Lubis.
"Ya jelas kamu gak tahu, saat Sheila masih sama mbak Jenar kan umur kamu masih 1 tahun Damar! Udah yuk kita lanjut makan!" ucap Lubis.
Mereka pun melanjutkan makan malam tersebut sampai selesai, dan kesedihan tadi akhirnya berubah menjadi kebahagiaan bagi mereka semua.
...•••...
"Dasar bodoh! Bagaimana anda bisa gagal? Seharusnya anda terus mengacau disana, bukannya malah pergi! Apa anda mau berkhianat dari saya dan berpihak pada Devano??" ujar Rafi tampak marah-marah di dalam telpon.
"Sabar Rafi, saya tidak bisa masuk lagi ke dalam restoran itu karena ada satpam yang terus mengawasi saya! Tapi anda tenang saja, saya tidak akan membiarkan mereka terus berbahagia! Saya pastikan Devano dan Shella akan segera berpisah!" ucap Adrian pada Rafi dalam telpon.
"Saya tidak butuh omongan itu, yang saya mau aksi! Buktikan pada saya kalau anda bisa melakukan itu!" ujar Rafi.
"Baik Rafi, anda tunggu saja kabar menggembirakan itu..!!" ucap Adrian.
Tut Tut Tut...
Rafi langsung menutup teleponnya, Adrian pun meletakkan handphonenya di atas kursi mobilnya.
"Nadya sekarang sudah mau menerima tante Jenar lagi, itu artinya semakin mudah bagi saya untuk memperalat dia! Tapi, darimana pak Rafi bisa tahu?" gumam Adrian.
Adrian segera menyalakan mobilnya dan pergi dari restoran tersebut dengan cepat.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1