
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 142
...•...
...•...
Nadya sampai di rumahnya diantar oleh Yoga tepat di depan pintu pagar rumahnya, tampak gadis itu langsung turun dari mobil setelah mengucapkan terimakasih pada Yoga.
Yoga pun terus memperhatikan Nadya dari dalam mobilnya, ia ingin memastikan gadis itu aman sampai masuk ke dalam rumah.
"Rumahnya kok kelihatan sepi banget ya? Masa rumah segede ini hampir kayak gak ada penghuninya gitu? Kasian juga kalau Nadya tinggal sendirian, dia pasti butuh orang buat menghiburnya...." gumam Yoga melihat ke sekeliling rumah Nadya dan memang tampak sepi seperti tak ada orang.
Akhirnya Yoga memutuskan untuk turun dari mobilnya dan menyusul Nadya yang juga baru saja ingin mengunci pagarnya.
"Tunggu jangan dikunci dulu! Saya mau ikut masuk ke dalam, saya rasa di rumah kamu ini kosong ya gak ada orang soalnya sepi begini??" ujar Yoga.
"Ada mamah aku kok pasti, tapi mungkin udah tidur lagian ini kan juga udah malam! Kamu lihat aja rumah-rumah lainnya juga kelihatan sepi kan!" ujar Nadya.
"Yaudah gapapa saya ikut masuk aja ke dalam buat mastiin, abis itu saya baru balik kalau emang di dalam rumah kamu ada mamah kamu..." ucap Yoga tetap memaksa masuk walau Nadya mencegahnya.
Nadya tampak ragu-ragu dan dari pandangannya pada Yoga terlihat kalau ia mencurigai tindakan yang hendak dilakukan pria di hadapannya itu.
"Tenang aja, saya kan udah bilang tadi saya ini bukan tipe laki-laki yang suka merusak cewek! Justru saya minta ikut masuk buat bantu lindungin kamu sekaligus juga jadi penghibur buat kamu, kali aja kan kamu masih syok dan butuh tempat buat curhat!" ucap Yoga berusaha meyakinkan Nadya kalau ia tidak ada niat jahat pada wanita itu.
Akhirnya Nadya mengizinkan Yoga masuk dan membuka kembali pintu gerbangnya... disaat ia ingin menutup gerbang itu lagi, mendadak Yoga langsung mencegah Nadya melakukannya.
"Biar saya aja!" ucap Yoga mencengkeram tangan Nadya lalu segera melepaskannya karena tak mau wanita itu merasa ketakutan lagi.
Nadya pun jalan terlebih dulu menuju pintu rumahnya meninggalkan Yoga yang masih berkutat dengan kunci gembok pagar itu.
Setelah selesai mengunci pintu gerbang, barulah ia mengejar Nadya yang saat ini sudah sampai di depan pintu rumahnya.
TOK TOK TOK...
Dengan perlahan Nadya mengetuk pintu rumahnya sekaligus juga memencet bel yang ada disampingnya agar orang di dalam bisa segera membukakan pintu untuknya dan juga Yoga.
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya ada suara balasan dari dalam yakni suaranya bi Irah alias asisten rumah tangga di rumah itu.
Ceklek... suara kunci dibuka dan pintu itu pun mulai terbuka memperlihatkan seorang asisten rumah tangga yang sedang memegang celemek di tangannya.
"Eh non Nadya udah pulang, ayo masuk non!" ucap bi Irah tersenyum lalu memberi jalan pada anak majikannya untuk masuk ke dalam.
"Makasih bi, ayo masuk!" ucap Nadya berterimakasih pada bi Irah lalu mengajak pria di belakangnya untuk ikut masuk ke dalam, Yoga hanya mengangguk tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Nadya.
Saat di dalam, Nadya menanyakan tentang mamahnya kepada bi Irah karena ia sedang sangat ingin memeluk mamah tercintanya itu.
__ADS_1
"Bi, mamah udah tidur ya kok aku gak denger suaranya sekarang?" tanya Nadya.
"Maaf non, tadi itu nyonya pergi keluar kota katanya mah adiknya di kampung masuk rumah sakit non!" jawab bi Irah.
"Mamah pergi? Kok gak ada bilang sama aku ya?" tanya Nadya yang heran memasang wajah penasaran di hadapan bi Irah.
"Tadi nyonya udah berusaha buat nelpon non Nadya kok, tapi karena berkali-kali gak diangkat akhirnya nyonya kirim pesan suara ke hp non Nadya!" jawab bi Irah.
Sontak Nadya terkejut karena ia merasa tidak ada telpon yang masuk sedari tadi ke ponselnya.
"Masa sih bi? Tapi kok handphone aku gak bunyi ya? Bentar deh coba aku cek..." ucap Nadya yang penasaran kemudian langsung merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.
Ia coba menghidupkan ponselnya itu tapi tidak bisa, akhirnya ia tau penyebabnya mengapa telpon mamahnya tadi tidak masuk.
"Pantes aja ternyata handphone aku mati bi, kayaknya abis baterai deh!" ucap Nadya.
"Nah mungkin karena itu non tadi nyonya gak bisa-bisa telpon handphone non Nadya, oh ya sekarang non Nadya sama abang ini mau dibikinin minum apa nih??" ujar bi Irah menawarkan minum.
"Eeeeee...." Yoga merasa bingung karena ia kaget juga tiba-tiba ditanya oleh bi Irah saat sedang serius mendengarkan obrolan 2 wanita itu.
"Air putih aja bi," ucap Nadya yang langsung memotong lalu berjalan menuju sofa dan terduduk disana.
Yoga pun tersenyum ke arah Nadya dan memandangi wajah gadis itu, ia merasa kalau Nadya memang sedang membutuhkan hiburan.
"Kalau mas nya mau dibikinin minum apa?" tanya bi Irah kepada Yoga yang baru saja hendak melangkahkan kakinya menyusul Nadya.
"Eh saya samain aja kayak Nadya bi, air putih bagus buat kesehatan soalnya!" jawab Yoga sambil nyengir.
"Terimakasih bi," ucap Yoga singkat kemudian berjalan menghampiri Nadya dan duduk disampingnya tapi coba menjaga jarak agar wanita itu tidak trauma.
Sedangkan bi Irah berjalan kembali ke dapur untuk menuangkan air putih di gelas yang kosong.
...•••...
Disisi lain, Devano & Shella sampai juga di rumah Jenar dan tampak istrinya itu sudah sangat mengantuk akibat kelelahan mungkin.
"Honey, aku gendong kamu aja ya supaya kamu gak jatuh nanti!" ucap Devano meminta Shella agar tidak jalan sendiri.
"Aku nurut apa kata kamu aja mas," ucap Shella kembali menguap dan kali ini sambil mengucek-ngucek matanya.
"Yaudah tunggu aku keluar dulu, eee pak Bram boleh pulang langsung kok soalnya saya sama istri saya mau nginep disini!" ucap Devano berbicara sejenak pada sang supir sebelum turun dari mobil.
"Oh siap pak!" ucap pak Bram.
Setelah itu, Devano pun turun lebih dulu dari mobil, sementara Shella tetap disana menunggu suaminya menyeberang untuk menggendong tubuhnya.
Setelah berputar dari pintu satu ke pintu lainnya, Devano langsung membuka pintu satunya itu lalu dengan sigap menggendong tubuh Shella ala bridal style dan membawanya menuju rumah Jenar.
Terlihat Shella terus menatap wajah suaminya yang tampak lebih tampan saat dipandang dari posisi seperti itu, bahkan ia sampai senyum-senyum sendiri saat memandanginya.
"Kamu kenapa honey? Ada yang salah sama muka aku ha?" tanya Devano yang sadar dirinya daritadi dipandang terus-menerus oleh istrinya itu.
"Gak ada kok mas, aku cuma terpesona aja sama ketampanan kamu mas kalo lagi gendong aku kayak gini! Tapi aku mau nanya deh sama kamu, aku berat gak sih mas?" ucap Shella yang berbalik melontarkan pertanyaan juga pada suaminya.
__ADS_1
"Seberat apapun tubuh kamu, aku gak bakal keberatan kok kalau harus gendong kamu terus seperti ini asalkan kamu sama anak kita baik-baik aja!" ucap Devano tersenyum kemudian dibalas dengan senyuman juga oleh Shella.
Kini mereka telah sampai tepat di depan pintu rumah Jenar, Devano tampak kesulitan untuk mengetuk pintu karena harus berhati-hati agar tubuh istrinya tidak terjatuh.
TOK TOK TOK...
Akhirnya Devano berhasil mengetuk pintu itu, dan tak lama suara teriakan Jenar langsung terdengar dari dalam.
Ceklek... Jenar membuka pintu itu dan sangat kaget saat melihat anaknya sedang digendong oleh Devano, ia sempat berpikir kalau Shella kenapa-napa.
"Ya ampun, ini ada apa sama Shella nak Vano?" tanya Jenar panik sekaligus cemas.
"Gak ada apa-apa kok bu, Shella cuma ngantuk makanya aku gendong dia supaya gak jatuh kalau jalan!" jawab Devano menjelaskan yang terjadi agar Jenar tidak panik.
"Oalah dikirain Shella kenapa-napa tadi, tapi syukur deh kalau emang cuma ngantuk! Yaudah yuk langsung masuk aja di luar dingin..!!" ujar Jenar melebarkan pintu lalu memberi jalan pada suami-istri itu untuk masuk.
"Eee bu, saya mohon izin langsung bawa Shella ke kamar aja ya bu! Soalnya kelihatannya Shella udah ngantuk berat nih dari sejak di mobil tadi..." ucap Devano.
"Ohh iya iya nak Vano silahkan aja, kasian juga Shella kalau gak langsung dibawa ke kamar..." ucap Jenar.
"Eee sekalian juga bu, saya mohon izin ikut menginap disini sama Shella!" ucap Devano.
"Ya ampun pake izin melulu, kalau Shella tidur disini otomatis kamu juga tidur disini Vano! Udah sana langsung bawa Shella ke kamar..!!" ujar Jenar.
"Iya baik bu," ucap Devano tersenyum kemudian melangkah menuju kamar Shella, tampak istrinya itu hanya senyum-senyum saat melihat suaminya dimarahin oleh ibunya karena banyak basa-basi.
"Kenapa senyum-senyum kamu?" tanya Devano pada istrinya yang malah tersenyum seperti meledek dirinya itu.
"Gapapa kok mas, udah ah aku ngantuk nih cepetan dong jalannya!" jawab Shella sambil menahan rasa ngantuk lalu berpura-pura menguap agar suaminya tak membahas itu lagi.
Akhirnya mereka berdua sampai di kamar Shella, dengan perlahan Devano langsung meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang dan berbalik mengunci pintu kamar dari dalam.
Setelahnya, Devano kembali menghampiri istrinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Shella.
Cupp...
"Good night honey!" ucap Devano sambil mengecup kening istrinya dan lalu mematikan lampu agar Shella bisa tertidur pulas.
"Night too mas, maaf ya aku gak bisa kasih jatah buat kamu malam ini! Soalnya aku lagi ngantuk banget mas..." ucap Shella seraya memainkan bibirnya.
"Gapapa honey, aku juga gak minta jatah kok malam ini! Udah kamu istirahat aja yang pulas ya..!! Aku mau izin pake kamar mandi kamu buat bersih-bersih, selamat tidur sayang...!!" ucap Devano lagi-lagi mengecup istrinya, namun kali ini bukan hanya kening tapi juga pipi dari Shella.
Shella hanya tersenyum kemudian menutup matanya karena sudah sangat mengantuk, Devano pun mulai melepas pakaiannya disana lalu segera menuju kamar mandi yang ada di kamar itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
Sengaja nih author kasih adegan-adegan uwu Devano Shella lebih banyak buat muasin kalian para readers setia Cinta Satu Malam Ceo 🤗
Sebelumnya makasih ya atas dukungan yang kalian udah berikan untuk novelku ini, semoga kalian semua sukses dan sehat selalu🤗🤗
__ADS_1