
Laila datang menemui Shella di ruangannya, terlihat Shella tengah sibuk bermain komputer mengerjakan tugas nya.
"Hai Shella!" sapa Laila.
Shella menoleh dan terkejut ketika ada Laila disana..
"Laila? Kamu ngapain disini?" tanya Shella.
"Ahaha gue mau ketemu lu lah, abis boseyn banget kuliah libur terus Yasmin pulang kampung.." ucap Laila.
"Kalo Zara kemana? Gue dah lama gak denger kabar dia," tanya Shella.
"Semenjak dia punya pacar baru, sekarang gue sama dia jadi jarang ketemu.." jawab Laila.
"Pacar baru? Emang dia udah putus ya sama siapa tuh? Bimo ya?" tanya Shella.
"Iya mereka dah putus, eh btw gue gak diajak duduk nih??" ujar Laila.
"Oh iya yaudah duduk sini!" ucap Shella.
Laila pun duduk di samping Shella..
"Wih bunga dari siapa nih?" tanya Laila.
"Ohh itu gak tahu deh, tiba-tiba tadi ada di meja gue.." jawab Shella.
"Keren lu Sel banyak penggemarnya ya, di kampus dulu ada si kribo sama acuy eh sekarang di kantor ada juga!" ujar Laila.
"Ahaha gak juga, belum tentu dia penggemar gue.. Siapa tau cuma iseng aja," ucap Shella.
"Udah fix ini mah ada yang suka sama lu, tapi dia gak berani ngungkapin nya alias gengsi gitu loh..!!" ujar Laila.
"Ish udah ah jangan ngomong macem-macem! Gue mau input data dulu nih," ucap Shella.
"Oiya lu sekarang udah sibuk, kalo gitu gue ke ruangan abang gue dulu ya! Nanti kalo kerjaan lu udah beres, gue kesini lagi buat ngobrol sama lu ok!" ujar Laila.
"Iya boleh,"
Laila pun keluar dari ruangan Shella.
...•••...
Adrian mendatangi lagi rumah Shella, disana ada Jenar yang menyambut nya.
Jenar menyuruh Adrian masuk dan mereka berdua pun berbicara di ruang tamu.
"Ada apa nak Rian? Apa yang kamu mau bicarakan sama tante?" tanya Jenar.
"Begini tante, saya dapat kabar kalau Shella ternyata beneran hamil, apa itu benar?" ucap Adrian.
"Iya nak Rian itu benar, padahal baru saja Shella bahagia karena dia tidak jadi hamil.. Tapi ternyata beberapa hari kemudian dia malah dinyatakan positif hamil! Shella sempat syok dan tidak ingin keluar kamar setelah mengetahui itu, tapi Alhamdulillah berkat bantuan nak Rafi akhirnya Shella mau bersemangat kembali!" ujar Jenar.
__ADS_1
"Siapa Rafi? Apa dia pacar Shella??" tanya Adrian.
"Ahaha kamu gak perlu cemburu nak Rian, nak Rafi itu atasan Shella di kantornya! Ya memang sepertinya hubungan mereka lebih dari sekedar atasan dan bawahan, karena nak Rafi beberapa kali mengantar Shella kesini!" jawab Jenar.
"Katanya Shella kerja di perusahaan Devano? Kok ini tante Jenar malah bilang kalo atasan Shella itu namanya Rafi bukan Devano?" gumam Adrian.
Jenar meminta Adrian meminum minuman yang sudah disiapkan nya.
"Eh ayo nak Rian diminum dulu tehnya!" ucap Jenar.
"Iya tan,"
Adrian pun meminum teh nya, setelah itu ia kembali mengajukan pertanyaan pada Jenar.
"Eee tante, kalau boleh tau nama perusahaan tempat Shella bekerja sekarang itu apa ya?" tanya Adrian.
"Kalo gak salah waktu itu Shella pernah bilang ke tante, tapi tante lupa nama perusahaan nya apa! Bentar deh coba tante ingat-ingat dulu!" jawab Jenar.
"Oh iya silahkan tante inget-inget aja dulu!" ucap Adrian.
"Nah udah inget lagi, namanya itu PT. Devano Sukses Makmur kayaknya.. Iya iya bener itu nama tempat Shella kerja sekarang!" ucap Jenar.
"Devano Sukses Makmur?" ujar Adrian kaget.
"Jadi bener Shella kerja di perusahaan Devano? Terus Rafi itu siapa ya?? Kenapa dia bisa dekat dengan Shella? Apa dia orang suruhan Devano?" batin Adrian.
Adrian terus memikirkan soal itu, tak lama ia pamit pulang pada Jenar dan pergi dari rumah Shella.
...•••...
"Heh bisa gak sih kalo masuk itu ketuk pintu dulu? Gak sopan banget jadi orang!" ujar Devano.
Laila malah memasang ekspresi tidak peduli dan duduk di depan Devano.
"Lu juga suka gitu kan, tiap masuk kamar gue gak pernah ketuk pintu dulu.. Jadi gak ada salahnya dong gue kayak gitu juga?" ujar Laila.
Devano ke trigger dengan ucapan Laila, akhirnya ia pun tidak bisa memarahi Laila lagi.
"Yaudah mau apa lu kesini?" tanya Devano.
"Tadi gue nemuin Shella, terus ada bunga di mejanya itu pasti lu yang kasih kan?" ujar Laila.
"Iya, gua yang kasih bunga itu! Dan gua lihat Shella suka banget sama bunganya, semoga aja dia mau terima gua jadi suaminya.." ucap Devano.
"Dia suka emang sama bunganya, tapi kan belum tentu dia suka juga sama orang yang ngasihnya.. Apalagi dia gak tahu kalo yang ngasih bunga itu lu, bisa jadi kalo dia tahu dia bakal buang tuh bunga ke tempat sampah!" ujar Laila.
"Sembarangan lu kalo ngomong! Tapi iya juga sih, sampe sekarang Shella masih benci sama gue!" ucap Devano.
"Ahaha sabar bang, makanya jangan main tidurin anak orang gitu aja! Rasain dah tuh dibenci terus-terusan..!!" ujar Laila.
"Yeh makanya ini tugas lu buat bujuk Shella supaya gak marah lagi sama gue, terus dia mau nikah sama gue dan gue sama dia bakal jadi keluarga yang bahagia!" ucap Devano.
__ADS_1
"Iya iya gue bakal usaha buat bujuk Shella, tapi gue gak jamin ya bakal berhasil!" ucap Laila.
"Ya gapapa yang penting lu usaha dulu, kalo tetep gak berhasil ya mau dikatakan apa lagi.." ujar Devano.
...•••...
Shella bertemu dengan Rafi saat hendak menyerahkan berkas pada manager disana.
"Eh pak Rafi, bapak mau kemana?" tanya Shella.
"Ya Shella, saya ada urusan.. Permisi!" ucap Rafi singkat.
Rafi langsung melangkah pergi meninggalkan Shella, itu membuat Shella merasa aneh dengan Rafi.
"Pak Rafi kenapa ya? Kok dia jadi kayak menghindar dari gue gitu? Terus daritadi juga dia gak dateng ke ruangan gue, apa dia marah ya sama gue? Ah gak gak, mungkin dia emang lagi sibuk.." gumam Shella.
Shella pun melanjutkan perjalanan nya..
Sementara itu, Rafi berhenti di depan kantor.
"Maaf Shella, gue terpaksa harus jauhin lu supaya Devano gak cemburu.. Sebenernya berat buat gue jauh dari lu, tapi mau gimana lagi Devano itu udah baik banget sama gue selama ini jadi gue gak mau bikin dia kecewa!" batin Rafi.
Setelah itu, Rafi kembali berjalan menuju mobilnya dan pergi dari kantor.
...•••...
David menurunkan Zara tepat di depan rumahnya, setelah itu dia langsung pamit pulang.
"Aku langsung pulang ya, ada urusan yang harus aku kerjain!" ucap David.
"Iya gapapa kok kamu pulang aja.. Kan kita udah seneng-seneng dari siang, sekarang waktunya kamu urus kerjaan kamu!" ujar Zara.
"Makasih ya ternyata kamu cewek yang pengertian, gak seperti mantan-mantan aku dulu.. Semoga hubungan kita terus seperti ini sampai di pelaminan nanti," ucap David.
"Iya,"
Lalu, David mengecup kening Zara dengan lembut dan membisikkan sesuatu ke telinga nya.
"I love you baby!" bisik David.
"Love you too," balas Zara.
"Udah ya aku pergi," ucap David sambil memegang pipi Zara.
Zara hanya mengangguk sambil tersenyum.
David pun masuk ke mobilnya, sementara Zara melambaikan tangannya serta memberikan kiss bye ke arah David.
Setelah mobil David pergi menjauh, Zara pun masuk ke dalam rumah nya.
Disisi lain, ada 2 orang misterius menggunakan topeng hitam pergi mengejar mobil David.
__ADS_1
...~Bersambung~...