Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Habis marah lanjut ngen


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 194


...•...


...•...


Ceklek.... pintu itu malah terbuka dari luar, tentu saja hal tersebut membuat Devano kaget begitu juga dengan Novi.


"Mas Vano?" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Shella, ia telah sampai disana dan melihat suaminya tengah menggendong sang sekretaris setianya.


Sontak Devano bertambah kaget melihat istri kesayangannya datang kesana, begitupun dengan Novi yang takut akan terjadi huru-hara pada sepasang suami-istri itu disana.


Shella masuk ke ruang kerja Devano sambil menangis, ia berjalan menghampiri suaminya yang masih terpaku menggendong tubuh Novi disana.


"Jadi ini yang kamu lakuin mas di belakang aku? Kamu tega banget sih mas sama aku! Apa ini yang kamu bilang setia dan gak akan pernah tinggalin aku? Bullshit banget kamu mas, aku kecewa loh sama kelakuan kamu ini!" ucap Shella tampak sangat emosi.


Menyadari istrinya marah karena salah paham, Devano langsung menurunkan tubuh Novi lalu coba menjelaskan semuanya pada Shella.


"Tunggu dulu honey, kamu salah kira! Aku gak ada apa-apa sama Novi! Tadi tuh aku cuma-"


"Cuma apa mas? Cuma apa?? Cuma berdua-duaan di dalam sini sambil mesra-mesraan gitu? Aku kira kamu beda dari mas Adrian, tapi ternyata kamu sama aja sama-sama tukang mainin perasaan wanita! Pantes aja kamu gak bisa dihubungi mas, pasti kamu lagi asik berduaan sama Novi kan?" potong Shella.


"Enggak honey enggak! Aku sama sekali gak ngelakuin apa yang kamu pikirin itu! Aku cuma bantu tolong Novi karena dia jatuh tadi di lantai gara-gara aku, udah itu doang kok gak ada hal lainnya! Mana mungkin aku mesra-mesraan sama wanita lain honey? Ayolah percaya sama suami kamu ini!" ujar Devano coba meyakinkan istrinya bahwa yang dikatakannya tak benar.


Devano juga hendak menggenggam tangan Shella, akan tetapi dengan cepat Shella langsung menepis tangan Devano.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu sentuh aku lagi mas! Aku udah gak percaya lagi sama kamu, karena ini bukan yang pertama kali kamu ingkar janji! Aku kecewa mas, aku benci sama kamu mas!" ucap Shella terisak lalu membalikkan tubuhnya.


Ketika Shella hendak melangkah pergi, Devano langsung mendekap tubuh istrinya itu dari belakang dan menahannya agar tidak berontak.


"Lepasin aku mas! Aku gak mau lagi ada disini, aku mau pergi mas! Lepasin aku!" ujar Shella berusaha lepas dari pelukan Devano.


"Aku gak akan pernah lepasin kamu honey, dengerin kata-kata aku! Antara aku dan Novi itu gak ada hubungan apa-apa honey, kita cuma sebatas atasan dan bawahan! Kamu jangan salah paham begini dong honey! Aku gak mungkin selingkuh dari kamu, buat apa juga?" ujar Devano.


Melihat keributan antar suami-istri tersebut, Novi jadi merasa bersalah karena ini semua terjadi akibat dirinya yang tidak bisa menolak kebaikan Devano tadi.


"Benar kata pak Vano bu, saya ini cuma sekretaris lagian saya juga gak mungkin menggoda orang yang sudah beristri! Tadi pak Vano cuma tolong saya aja kok bu, tolong jangan marah sama pak Vano ya bu karena diantara kita memang gak ada apa-apa!" ucap Novi coba ikut menjelaskan kepada Shella.


"Tuh kamu dengar sendiri kan honey? Aku ini lelaki setia, aku cuma sayang dan cinta sama kamu! Hilangkan semua pikiran buruk kamu itu, aku sama Novi udah lebih dari 5 tahun kerja bersama dan kita ini profesional dalam bekerja jadi gak mungkin hal itu akan terjadi!" ucap Devano.


Shella terdiam menundukkan wajahnya dan masih saja terisak, ia terlanjur sakit hati pada suaminya apalagi ia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Devano tengah menggendong tubuh sekretarisnya.


"Eee pak, saya permisi dulu ya! Bu Shella, saya janji gak akan melakukan apa yang dikatakan oleh ibu tadi! Karena saya sudah menganggap pak Vano sebagai kakak saya sendiri, sekali lagi saya minta maaf karena sudah bikin ibu jadi salah paham dan punya pikiran yang enggak-enggak pada pak Vano! Saya permisi ya pak, bu semoga masalah kalian cepat selesai!" ucap Novi lalu mengambil tasnya dan pergi keluar dari ruangan itu sambil terpincang-pincang.


Melihat Novi berjalan pincang membuat Devano merasa kasihan, namun ia tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu gadis itu karena masih ada istrinya yang harus dihibur disana.


"Honey, jangan marah lagi dong! Aku kan udah jelasin semuanya, Novi juga udah bantu jelasin ke kamu kan tadi! Ayolah honey aku gak bisa didiemin terus kayak gini, nanti aku bakal ngerasa sakit loh honey!" ucap Devano.


Shella menghela nafas sejenak sambil menyeka air matanya, ia melirik sekilas ke arah suaminya lalu kembali membuang muka.


"Aku masih belum percaya sama kamu! Soalnya ini udah kesekian kalinya kamu ingkar janji sama aku mas, kamu kan tadi bilang abis Dzuhur mau jemput aku! Tapi nyatanya sampai jam segini kamu juga belum datang ke rumah sakit, malahan kamu berduaan sama Novi disini tadi!" ujar Shella.


Devano tersenyum tipis lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Shella hingga tak ada jarak lagi diantara mereka, perlahan tangannya merangkul pundak istrinya itu.


"Cie yang cemburu.... udah mulai cinta ya sama aku yang tampan ini?" goda Devano sambil mendekatkan wajahnya.


"Apa sih?" ujar Shella masih cemberut.


Melihat ekspresi istrinya, Devano jadi tergoda dan kemudian bangkit berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Rupanya Devano hendak mengunci pintu ruangannya agar tak ada yang bisa masuk kesana, setelahnya ia pun kembali ke dekat sang istri sambil tersenyum.


Tiba-tiba Shella menatap Devano sambil melotot, membuat pria itu kaget sekaligus senang karena sang istri sudah mau menatapnya.


"Aku cuma gak mau ada yang ganggu kita berduaan disini, kan aku pengen kita bisa lebih mesra selagi kamu cemburu sama aku! Biasanya cewek kalo lagi marah itu kan gairahnya makin tinggi, makanya aku pengen lakuin itu sama kamu sekarang..." goda Devano pada sang istri.


Cupp... Devano mengecup bibir Shella sekilas membuat wajah istrinya itu memerah karena terkejut, Shella kembali menatap suaminya dan itu membuat Devano senang.


"Ayo!" ucap Devano berdesis di telinga istrinya itu, sontak Shella merasa geli.


Devano menarik tengkuk Shella ke dekatnya lalu langsung melumatt bibir mungil sang istri dengan rakus, Shella berusaha menghindar namun Devano menahannya.


Gairah yang mencuat membuat Devano makin bersemangat mencumbu bibir istrinya itu, ia meletakkan kepala Shella bersandar di sandaran sofa tanpa melepas ciumannya.


Karena Shella masih tak mau membuka mulut, Devano pun memancingnya dengan menggigit sedikit bibir bawah Shella agar istrinya itu mau membuka bibirnya.


Ya benar saja cara itu berhasil, dengan sigap Devano langsung memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Shella dan mulai mengabsen setiap bagian mulut Shella.


Tangan-tangannya mulai beraksi meremass gunung kembar Shella yang masih terbungkus pakaian itu, ia juga melepas satu persatu kancing baju Shella hingga tak bersisa.


Tanpa melepaskan bibirnya, Devano membuka baju sang istri lalu kembali meremass gunung kembar itu dengan sangat lihai.


Shella tampak mulai menikmati permainan sang suami, ia terus memejamkan mata dan tangannya yang tadi berontak akhirnya terdiam menikmati aksi Devano itu.


"Eenngghh...." desahh Shella pelan.


Devano melepas pagutannya lalu menarik tubuh Shella kasar, ia hendak melepas kaitan penutup gunung itu agar bisa lebih leluasa bermain-main disana.


Aksi pun semakin berlanjut setelah Devano melepas semua pakaian dari tubuh Shella pada bagian atas, hingga Shella bertelanjang setengah badan.


Lenguhan kenikmatan serta suara-suara merdu dari keduanya mengiringi permainan panas itu, tentu saja Adrian bisa mendengarnya karena Novi telah memasang alat penyadap disana.


"Sial! Mereka malah ngen disana, kenapa sih gue harus dengerin ini??" gumam Adrian kesal.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2