
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 138
...•...
...•...
"Pak Devano kritis Bu," jawab Rafael menunduk.
"Apa?"
Shella langsung syok mendadak ingin ambruk dan mengeluarkan air mata, untung saja Jenar tepat berada di belakangnya sehingga bisa menahan tubuh Shella agar tidak terjatuh.
"Kamu gak mengada-ada kan nak Fael? Memangnya kenapa nak Vano bisa sampai kritis begini??" tanya Jenar yang juga ikutan panik.
"Gak mungkin saya mengada-ada bu, sebaiknya sekarang bu Shella itu dengan saya menemui pak Devano karena beliau membutuhkan keberadaan ibu disana!" ucap Rafael.
"Iya iya aku harus kesana! Aku khawatir banget sama kondisi mas Vano..!!" ucap Shella panik sekali.
"Ibu ikut ya nak Fael buat temenin Shella, sekaligus juga jaga dia selama di perjalanan!" ujar Jenar.
"Eee maaf Bu, tapi karena ini sudah malam hanya ibu Shella yang diizinkan untuk menemui pak Devano disana! Sebaiknya Bu Jenar tunggu disini saja, pasti saya akan menjaga Bu Shella dengan baik kok!" ucap Rafael tidak mengizinkan Jenar ikut bersamanya.
"Tapi nak Fael-"
"Gapapa Bu, aku bisa jaga diri kok! Ibu tunggu disini aja ya, ayo pak kita pergi sekarang..!! Assalamualaikum Bu..." potong Shella kemudian mencium punggung tangan ibunya lalu pergi bersama Rafael menuju mobilnya.
Jenar pun hanya bisa mendoakan keselamatan Devano dan juga anaknya itu, karena ia tidak diperbolehkan untuk ikut menemui Devano.
"Ya Tuhan, semoga kondisi menantu saya dalam keadaan baik-baik aja..!! Dan lindungilah putri hamba di dalam perjalananku..!!!" gumam Jenar.
Setelah Shella & Rafael tak terlihat lagi, Jenar pun masuk ke dalam rumahnya dan menunggu kabar di ruang tamu sambil menggigit jarinya.
•
•
Di dalam mobil, Shella selalu bertanya-tanya soal suaminya pada Rafael... ia juga meminta pria itu untuk menambah kecepatan agar mereka bisa cepat sampai di lokasi Devano.
"Ayo dong pak tambah cepat lagi! Saya gak mau suami saya kenapa-kenapa!" ujar Shella yang terlihat sangat cemas dan menangis sesegukan.
"Maaf Bu, tapi ini juga sudah cepat kok! Saya tidak mau ambil resiko untuk menambah kecepatan karena ibu kan sedang hamil, ibu tenang aja ya pak Devano pasti baik-baik aja kok..!!" ucap Rafael tersenyum berusaha menghibur wanita disampingnya.
__ADS_1
"Baik-baik aja gimana? Kamu kan tadi bilang sendiri kalau suami saya kritis, sekarang gimana caranya saya bisa tenang kalau tau kondisi suami saya sekarang sedang kritis??" ujar Shella.
"Eee sabar ya Bu, kita juga bentar lagi sampe kok!" ucap Rafael yang terus menoleh ke arah Shella sambil berusaha fokus menyetir mobil.
Akhirnya Shella bisa diam, walau di dalam hatinya ia masih terus kumat kamit mencemaskan kondisi suaminya itu.
Setelah 5 menit perjalanan, kini mereka telah tiba di lokasi tujuan... Shella merasa heran mengapa Rafael malah membawanya ke sebuah taman.
"Pak Rafael, kenapa kamu malah bawa saya kesini? Ayolah jangan berguyon saya ingin segera ketemu sama suami saya..!!" ucap Shella.
"Sebaiknya ibu turun dulu, nanti biar saya jelaskan di luar!" ucap Rafael membuka kunci pintu mobilnya.
Shella pun masih tak mengerti apa sebenarnya maksud dari pria disampingnya itu, namun ia menurut saja dan turun dari mobil bersamaan dengan Rafael yang juga turun.
"Sekarang jelasin, maksudnya apa kamu ajak saya kesini! Dimana suami saya yang katanya kritis?" ujar Shella yang terlihat emosi dan panik.
"Eee...." Rafael hanya menundukkan kepalanya sambil menggaruk-garuk lehernya karena kebingungan.
"Kenapa malah eee doang? Kamu tuh mau mempermainkan saya ya??" ujar Shella sudah mulai tambah emosi.
"Honey..!!"
Akhirnya Shella bisa tenang setelah mendengar suara yang selama ini ia nanti-nantikan, dengan cepat Shella langsung menoleh ke belakang memastikan bahwa suara itu memang berasal dari laki-laki yang ia rindukan kehadirannya.
Benar saja terlihat Devano tengah berjalan ke arahnya membawa sebuah balon berbentuk love sambil tersenyum.
"Mas Vano?" ucap Shella yang sangat terkejut sekaligus senang, ia tak bisa menahan kebahagiaan itu sampai meneteskan air mata kerinduannya.
"Mas, ini beneran kamu kan mas? Aku gak lagi mimpi atau halu??" tanya Shella sambil menggerakkan tangannya meraba-raba wajah Devano untuk memastikan kalau yang ia lihat saat ini benar-benar terjadi alias kenyataan.
"Iya honey, ini aku suami kamu!" jawab Devano sambil mengecup tangan istrinya yang ada di wajahnya, seketika itu juga Shella langsung mendekap tubuh suaminya dengan erat.
"Aku kangen banget sama kamu mas..!!" ucap Shella di dalam dekapan suaminya itu, terlihat ia benar-benar merindukan lelaki di hadapannya kini.
Begitupun juga dengan Devano yang tampak amat sangat merindukan istrinya, ia meresapi aroma tubuh Shella yang telah lama ia tak menghirupnya lagi.
...•••...
Disisi lain, Nadya berjalan seorang diri di pinggir jalan tanpa ada yang menemani.. ia meratapi nasibnya sambil terus menangis dan memeluk dirinya sendiri, sudah tak terhitung berapa air mata yang ia keluarkan saat ini.
Rasa takut dan rasa amarah kini menghantui pikirannya, ia terus teringat akan kejadian yang baru saja ia alami di kediaman Adrian.
"Jangan begini pak, saya masih mau hidup normal!"
"Mengapa anda tega melakukan tindakan itu kepada saya pak? Saya ini hanya seorang asisten yang hendak menghibur bosnya, tapi bukan cara seperti itu hiburan yang saya maksud..!!"
"Apa bapak tidak merasa kasihan pada almarhum pak Satria? Beliau pasti sangat kecewa dengan tindakan bapak saat ini..!!"
Seiring berjalannya waktu, Nadya yang masih tak tau harus pergi kemana akhirnya memutuskan untuk beristirahat di sebuah halte yang sepi.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku yakin mamah pasti kecewa kalau mengetahui kesucian ku baru saja direnggut oleh bos ku sendiri!"
Nadya melihat ke kanan dan ke kiri, memang tidak ada orang sama sekali yang melintasi jalan itu di malam yang tenang ini.
Sambil terus menangis, Nadya perlahan merebahkan tubuhnya di kursi halte tersebut... ia memang saat ini sedang dilanda kesedihan yang mendalam akibat dari perbuatan Adrian sore tadi.
#Flashback#
"Aku mau cerita sambil menikmati tubuh kamu, jangan takut sayang ini gak akan sakit kok!" ucap Adrian sambil membelai rambut Nadya.
Nadya terus memukul-mukul dada Adrian dan juga memohon pada pria itu untuk melepaskan dirinya, namun apa daya Adrian sudah kesetanan hingga tak mau mendengar perkataan wanita itu.
Malah Adrian langsung saja melumatt bibir Nadya yang kebetulan sedang berbicara itu, ia menyesap lalu mulai bermain-main dengan lidah gadis itu.
Terdengar suara desahann dari mulut Nadya walau hanya pelan karena saat ini mulutnya masih dibekap oleh mulut Adrian yang terlihat sangat ambisius.
Setelah itu, Adrian melepas ciumannya dan beralih ke leher jenjang Nadya.. tangannya juga terus menahan tangan Nadya agar tak berontak.
Adrian mencium, menjilat dan juga menghisap leher Nadya hingga meninggalkan bekas merah disana.
Adrian semakin memacu gerakannya dengan mencumbu tiap inci leher hingga dada Nadya, membuat gadis itu makin diambang kenikmatan.
"Eenngghh..."
Suara merdu terdengar lepas dari bibir Nadya, sehingga Adrian juga makin bersemangat melanjutkan permainannya itu.
Kini ia kembali ke bibir Nadya untuk bermain-main lagi dengannya, terlihat ia melumatt bibir gadis itu dengan cukup kasar sambil kedua tangannya berusaha melepas baju yang dikenakan Nadya.
•
•
Sementara itu, Ratmi yang merasa khawatir karena Adrian hanya berduaan dengan seorang wanita di kamar pun melapor pada Frederick yang sedang kumpul bersama para saudaranya.
"Permisi tuan..." ucap Ratmi agak ragu untuk mengatakannya pada Frederick.
"Ya ada apa Ratmi?" tanya Frederick.
"Eee... anu tuan, den Rian..." jawab Ratmi gugup sambil menoleh ke belakang karena takut dimarahi nantinya oleh Adrian.
"Kenapa sama Adrian? Apa dia berbuat macam-macam bi?" tanya Frederick.
"Gak kok tuan, tapi saya khawatir karena den Rian cuma berduaan sama pacarnya di kamar! Apalagi den Rian juga nutup pintu dan minta saya buat jangan ganggu mereka..." jawab Ratmi.
"Benar-benar si Adrian itu..!!" ujar Frederick tampak emosi lalu langsung berlari ke atas menuju kamar cucunya, diikuti pula oleh para saudara-saudaranya.
Sementara bi Ratmi berharap-harap cemas agar sesuatu yang buruk tidak terjadi....
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...