Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Permintaan maaf Frederick


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 247


...•...


...•...


Diluar dugaan semua orang di rumah sakit, tiba-tiba Frederick datang kesana menemui Tama serta keluarganya yang tengah menunggu Silvi selesai diobati. Frederick sendirian tanpa membawa para penjaganya, ia tersenyum menyapa Tama rekan bisnisnya dulu dan juga menatap Devano serta Shella yang masih terbengong di dekatnya.


Devano tampak tak menyukai kehadiran Frederick disana karena ia menganggap mamanya pingsan karena ulahnya dan juga Adrian, namun justru Tama malah menyambut pria tua itu dengan senang sembari bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Frederick yang masih berdiri di dekat Devano sembari melempar senyum.


"Wah pak Fred, darimana anda tahu kalau istri saya dibawa ke rumah sakit ini?" tanya Tama sembari bersalaman dengan Frederick.


"Saya diberitahu Ilham pengacara anda, makanya saya bisa datang kesini sekarang!" jawab Frederick santai sambil terus tersenyum.


"Ohh, lalu ada apa anda sampai harus kesini?" tanya Tama kembali tampak penasaran.


Frederick menundukkan kepalanya seperti menahan sesuatu, ia juga menghela nafas kasar dan menatap sekilas ke atas lalu maju satu langkah ke dekat Tama dan menatap pria itu serius.


"Saya ingin mengucapkan minta maaf atas nama Adrian cucu saya, dia selalu meresahkan keluarga kalian bahkan sampai menuntut anda serta istri anda ke pengadilan padahal kecelakaan Satria tak ada sangkut pautnya dengan kalian! Memang Adrian itu selalu tidak bisa dibilangi, sejak kecil dia selalu ingin memiliki apapun yang dia inginkan tak perduli walau banyak hadangan atau rintangan yang harus ia hadapi!" ucap Frederick.


Devano tersentak mendengar perkataan Frederick, ia sungguh tak mengira bahwa Frederick kenal dengan papanya dan mau meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan cucunya pada mereka. Tentu Devano selama ini tahunya Frederick sama jahatnya dengan Adrian, itulah sebabnya ia juga membenci Frederick sama seperti ia membenci Adrian.

__ADS_1


Shella yang berada di samping suaminya juga merasakan hal yang sama, ia terkejut karena kakek Adrian mau meminta maaf walau bisa dibilang Frederick memang lebih tersohor dibanding nama Tama maupun Devano dalam kancah internasional.


"Eee bapak tidak perlu meminta maaf, ini semua bukan salah anda ataupun cucu anda! Saya tahu perasaan Adrian pasti sangat sedih dan hancur karena kehilangan papanya, makanya saya maklum kalau dia melakukan itu ke kamu!" ucap Tama masih memaklumi kelakuan Adrian walau pria itu sudah hampir menjebloskan dirinya ke penjara.


Devano yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala karena ia cukup heran dengan sikap papanya yang terlalu baik pada siapapun, mungkin itulah sebabnya Tama selalu ditipu oleh orang terdekatnya sampai harus kehilangan beberapa aset miliknya.


Frederick tersenyum mengagumi sikap yang ditunjukkan Tama, ia tak menyangka ada orang sebaik Tama di dunia ini.


"Tidak Tama, sudah jelas kalau kejadian ini terjadi karena ulah cucu saya Adrian! Maka dari itu saya akan bertanggung jawab dengan menjadi investor di perusahaan Devano, saya tahu Adrian sudah melakukan segala cara untuk menghancurkan perusahaan kamu Vano! Tapi tenang, saya bisa membantu memulihkan kondisi perusahaan kamu seperti dulu lagi dengan bantuan dana besar yang akan saya gelontorkan nanti!" ucap Frederick beralih menatap Devano sambil tersenyum.


Devano tersentak kaget dengan tuturan kata dari Frederick, ia memang masih bingung harus bagaimana lagi untuk bisa membayar semua hutang-hutang perusahaannya. Beruntunglah baginya karena Frederick mau membantu memulihkan kembali kondisi perusahaannya yang hampir bangkrut itu, ia menatap wajah Frederick sembari menganga tak percaya.


Pria itu langsung berlutut di hadapan Frederick menyentuh kakinya seraya memberi hormat, ia sangat berterimakasih pada kebaikan Frederick yang mau bertanggung jawab atas kelakuan cucunya.


"Terimakasih pak, saya sungguh sangat berterimakasih pada bapak karena sudah mau membantu saya!" ucap Devano menangis di kaki Frederick.


"Sekali lagi terimakasih, pak!" ucap Devano menyeka air mata di wajahnya.


"Iya, sama-sama!"


Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang UGD dengan wajah tenang dan santai. Semua orang di depan ruang itu langsung mengerubungi dokter tersebut untuk bertanya tentang kondisi Silvi.


"Dok, bagaimana keadaan mama saya?" tanya Devano penuh kecemasan.


"Pasien baik-baik saja mas, beliau hanya butuh istirahat sejenak karena tubuhnya kekurangan energi akibat terlalu stress atau pusing!" jawab dokter.


"Alhamdulillah, apa sekarang kita bisa menemui mama saya dok?" ucap Devano gembira.


"Bisa, tapi jangan semua ya! Sebaiknya 2 orang saja dan nanti bergantian, soalnya takut mengganggu pasien yang lain di dalam sana!" ucap dokter.

__ADS_1


"Baik dok, terimakasih!" ucap Devano.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi!" ucap dokter itu kemudian pergi dari sana.


"Biar papa sama Laila masuk duluan, kamu dan Shella berikutnya nanti!" ucap Tama menatap wajah putrinya sembari menepuk pundak Devano.


"Iya pah," ucap Devano mengiyakan.


Tama serta Laila pun masuk ke dalam ruang tersebut untuk menemui Silvi, sementara Devano tetap diluar bersama Shella & Frederick.


Ya Frederick masih ada disana menanti kabar baik dari kondisi Silvi, ia merasa bersalah karena sudah menjadi penyebab keluarga rekan bisnisnya jadi dalam kesulitan seperti ini.


"Eee Vano, saya harus pergi sekarang! Kamu jangan khawatir ya, saya tidak akan ingkar janji dan secepatnya pasti dana itu segera meluncur! Saya juga akan membantu kamu membangun kembali perusahaan kamu seperti dulu, kamu adalah pengusaha hebat Vano!" ucap Frederick.


"Terimakasih pak, tapi saya tidak sehebat yang anda katakan! Justru saya masih harus banyak belajar lagi supaya kejadian ini tak terulang kembali, sekali lagi makasih banyak pak karena sudah mau membantu saya!" ucap Devano.


"Sama-sama, kamu tidak perlu cemas! Kalau butuh bantuan apapun itu, katakan saja pada saya! Oh ya, saya juga mau meminta maaf sama kamu Shella! Maafkan sikap Adrian yang terlalu terobsesi sama kamu, sampai dia rela berbuat segalanya demi bisa mendapatkan kamu! Saya janji hal itu tidak akan terjadi lagi, karena Adrian sekarang juga sudah divonis bersalah dan dihukum 20 tahun penjara atas kejahatan yang dia perbuat!" ucap Frederick.


Tampak wajah sumringah muncul pada Devano & Shella, mereka bahagia karena Adrian tak akan mengusik lagi kehidupan mereka setidaknya selama 20 tahun kedepan. Namun, tetap saja mereka tidak enak jika menunjukkan kesenangan itu di hadapan Frederick yang bagaimanpun juga adalah kakek dari Adrian dan pasti sangat terpukul menyadari cucunya benar-benar jahat dan serakah.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...DETIK-DETIK MENUJU END...


...🤧🤧🤧...

__ADS_1


__ADS_2