
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 242
...•...
...•...
Devano telah menceritakan semuanya pada Jenar mertuanya itu, ya diluar dugaan reaksi Jenar ternyata biasa saja malah tersenyum sembari menepuk-nepuk punggung Devano. Jenar justru menyayangkan tindakan Shella yang menurutnya terlalu lebay karena sampai marah dan mencuekkan Devano seperti itu, ia pun menyabarkan menantunya tersebut sembari memberi nasehat padanya.
"Ohh jadi begitu, ya ampun Shella itu keterlaluan banget sih sama kamu! Udah nanti biar ibu kasih tau dia ya supaya gak cuekin kamu lagi, menurut ibu kamu itu gak salah kan ngomongnya juga gak sengaja! Yang penting kamu juga sudah bertanggung jawab menjelaskan semuanya ke orang-orang yang mendengar itu, ya walau kamu harus berbohong! Tapi, saran ibu lain kali kamu harus bisa tahan mulut kamu supaya gak keceplosan lagi!" ucap Jenar.
"Iya Bu, saya juga kurang tahu kenapa mulut saya ini suka banget keceplosan! Kalah dihitung mungkin sudah lebih dari tiga kali saya keceplosan masalah penting seperti ini, makasih ya bu udah mau ngertiin saya!" ucap Devano merasa terharu.
"Iya gapapa, udah jangan sedih lagi Vano! Ibu nanti bakal bilang ke Shella buat maafin kamu, tadinya ibu kira ada masalah besar diantara kalian!" ucap Jenar tersenyum.
"Hehe mungkin bagi Shella masalah ini juga besar bu, wajar aja sih dia pasti malu banget karena saya gak sengaja ngomong begitu tadi! Apalagi gara-gara itu Shella harus kehilangan masa depannya, Shella pasti belum bisa melupakan kesalahan saya itu bu!" ucap Devano bersedih saat mengingat kejadian dahulu ketika ia memperkosa Shella.
Jenar yang mendengarnya juga ikutan sedih karena ia tahu betul bagaimana kondisi putrinya setelah kejadian tersebut, walau saat itu Jenar masih belum menjadi ibu yang baik bagi Shella dan selalu memarahinya walau sedang hamil.
Tanpa sadar Jenar pun juga ikut menangis sembari mengelus punggung Devano, ia sungguh menyesal karena dahulu pernah bersikap tidak baik pada putri kandungnya sendiri. Devano yang melihat itu langsung bergerak menyeka air mata mertuanya dengan menggunakan tisu, kini giliran Devano menenangkan Jenar.
__ADS_1
"Sabar bu, omong-omong kenapa ibu ikut nangis?" tanya Devano menatap heran ke wajah Jenar.
"Ah enggak kok, ibu cuma sedih aja kalau mengingat nasib Shella waktu dulu sebelum ketemu kamu dan nikah sama kamu! Shella itu selalu hidup luntang-lantung gak jelas, dia cari-cari kerja tapi selalu gagal dan ibu sendiri suka sekali memarahi dia kalau pulang ke rumah gak bawa uang! Jujur, jika waktu bisa diulang pasti ibu gak akan pernah mau melakukan itu ke Shella..." ucap Jenar.
Devano pun kembali menitikkan air mata, namun ia langsung menghapusnya untuk tetap fokus mendengarkan cerita Jenar yang menyedihkan.
•
•
Sementara itu, Shella telah selesai menyuapi makan siang adiknya dan kini tengah berbincang-bincang mengenai hal yang sebenarnya tidak penting tetapi cukup mengasyikkan bagi seorang Nadya. Kedua gadis cantik itu sampai tertawa terus padahal gak ada yang lucu, membuat suster disana ikut tersenyum menyaksikan hal tersebut.
Tentu saja ini sebuah pemandangan yang langka dimana Nadya bisa akur dengan Shella, apalagi sebelumnya di dalam ruangan itu hanya ada air mata kesedihan para manusia yang menjenguk Nadya. Sungguh jauh berbeda dengan saat ini karena disana dipenuhi suara tawa sepasang saudara kembar, padahal dahulu Nadya sangat membenci Shella.
"Hahaha, ada-ada aja ih mbak! Oh ya aku boleh tanya sesuatu gak sama mbak?" ucap Nadya.
"Tanya apa, Sheila?" ucap Shella.
"Kira-kira mbak tau atau kenal gak, sama cowok yang sebelumnya pernah jengukin aku disini? Sampai sekarang suara dia masih terngiang-ngiang di kepala aku, tapi aku gak tahu dia siapa dan sekarang dimana! Kalau misal mbak kenal, kasih tau dia dong suruh kesini lagi! Soalnya aku penasaran banget mau lihat dan ngobrol sama dia!" ucap Nadya.
Wajah Shella terkejut mendengar pertanyaan Nadya, ia coba berpikir keras kira-kira siapa lelaki yang dimaksud oleh Nadya.
"Eee kalau itu aku kurang tahu, Sheila! Tapi, coba deh nanti aku tanya-tanya lagi sama ibu! Siapa tahu ibu tau sama cowok yang kamu maksud, soalnya kan ibu lebih sering ada disini dibanding aku!" ucap Shella tersenyum.
"Oh ya? Emang ibu selama aku koma terus nungguin disini?" tanya Nadya tampak terkejut kemudian dijawab oleh Shella dengan anggukan yang berarti ia.
Nadya pun semakin merasa yakin kalau Jenar memang benar ibu kandungnya, karena ia juga selalu merasa nyaman ketika dekat dengan Jenar apalagi dielus-elus oleh wanita tersebut.
__ADS_1
Hanya saja saat ini Nadya masih belum bisa mengingat apapun tentang ibunya, sehingga ia tidak terlalu senang bahkan sedih karena melupakan sosok ibunya dari dalam pikirannya.
Tiba-tiba air mata mengalir membasahi wajah cantik Nadya, tentu saja Shella penasaran mengapa adiknya sampai menangis seperti itu.
"Sheila, kamu kenapa?" tanya Shella cemas sembari mendekatkan wajahnya ke arah Nadya.
"Aku sedih, mbak! Aku gak bisa ingat apapun tentang ibu bahkan kamu juga, aku ngerasa udah jadi anak durhaka karena ngelupain ibu aku sendiri! Padahal ibu sayang banget sama aku, sampai selalu ada disini selama aku koma..." ucap Nadya terisak.
Shella tersenyum memandangi wajah adiknya sembari mengusap lembut rambut Nadya serta menyeka air mata di wajah adiknya.
...•••...
"Aku serius Lestari, ikutlah denganku! Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, aku mencintai kamu dan sampai selamanya hal itu akan terus tertanam di hatiku! Semua harta yang aku miliki gak ada artinya jika tanpa kamu disisi aku, ayolah kamu mau kan rujuk sama aku?" ucap Ari penuh ketulusan sembari menggenggam dua tangan Lestari dan menatapnya serius.
Lestari terdiam tak bisa berkata-kata, matanya terlihat berkaca-kaca ketika menatap mantan suaminya itu. Sungguh Lestari memang masih menyayangi Ari hingga sekarang, namun entah mengapa ia khawatir Ari akan mengulang apa yang pernah dilakukan kepada dirinya.
"Aku gak bisa, mas! Sebaiknya kamu cari wanita lain yang bisa sabar hadapi sikap kamu yang suka berubah-ubah itu, aku gak sanggup lagi mas! Sudah cukup sekali saja aku merasakan itu, sekarang aku udah gak mau lagi kejadian itu terulang!" ucap Lestari menolak permintaan Ari.
"Ayolah, Lestari! Aku akan penuhi semua kebutuhan hidup kamu, aku janji itu! Kamu mau ya rujuk sama aku dan kita sama-sama kembali ke Palembang?" ucap Ari terus berusaha membujuk Lestari.
"Maaf, mas! Aku gak bisa...."
"Apa kamu lupa sama kelakuan kamu dulu? Gara-gara kamu mas, anak kita jadi korbannya! Aku udah gak mau lagi hal itu terjadi, sekarang biarkan aku hidup tenang bersama anak angkat aku disini! Kamu cari aja kehidupan baru kamu, soal kebutuhan aku juga bisa cukupi itu sendiri!" ucap Lestari menarik paksa tangannya dari genggaman Ari lalu membuang muka dan menghapus air matanya.
Ari tampak bersedih menyesali segala perbuatannya di masa lampau, ia telah bersikap tidak baik pada istri dan anaknya bahkan sampai membuat janin di dalam tubuh Lestari keguguran dan wanita itu tak bisa mengandung anak lagi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...