
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 270
...•...
...•...
"Hai, Shella...!!" sapa pria tersebut.
Shella pun menoleh terkejut saat namanya disebut, ia menatap penuh keheranan karena belum pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya. Tak hanya Shella, semua yang ada disana juga sama memandang pria tersebut dengan wajah terheran-heran coba mengenali siapa pria yang baru datang itu.
Pria itu kini sudah berada tepat di hadapan Shella dan terus tersenyum ke arahnya, Shella masih tak mengenali siapa dia walau mereka sudah berdekatan seperti ini mungkin hanya berjarak 1-2 meter saja. Laila yang sedari tadi tidak fokus karena terus memandangi wajah Yoga, kini juga mendadak kaget melihat sosok pria berjas berdiri disana.
"Kamu siapa? Apa kita saling kenal atau pernah bertemu sebelumnya...??" tanya Shella keheranan.
Pria itu malah tersenyum sembari menunjukkan tangannya yang sedari tadi ia taruh di punggung, rupanya ada sekuntum mawar merah yang ia genggam dan sekarang diberikan kepada wanita di hadapannya yang tak lain adalah Shella.
Tentu Shella terkejut karena pria itu tiba-tiba menyodorkan bunga mawar ke depannya, sungguh ia tak mengerti apa maksud dari pria tersebut dan mengapa dia memberikan bunga itu kepadanya.
"Maksudnya apa, kenapa kamu kasih saya bunga?" tanya Shella kembali dengan wajah terheran-heran.
"Ambil, ini buat kamu yang selalu menghiasi mimpiku!" ucap pria itu tersenyum.
Shella sempat melirik ke arah ibunya dan juga Laila, mereka berdua kompak menggelengkan kepala meminta Shella untuk tidak menerima bunga itu tentu dengan tujuan agar tak ada salah paham juga tak ingin membuat Devano cemburu nantinya.
"Maaf, saya gak bisa terima bunga dari kamu!" ucap Shella menolak pemberian pria itu.
__ADS_1
"Kenapa, apa karena suami kamu?" ujarnya.
Sontak Shella makin terkejut dengan mulutnya menganga sedikit, ia tak menyangka kalau pria tersebut sampai bisa tahu bahwa ia sudah memiliki seorang suami saat ini padahal mereka baru saja bertemu hari ini di rumah sakit ini.
"Kamu ini sebenarnya siapa sih, kenapa kamu bisa tahu nama aku dan soal suami aku?" ujar Shella.
"Belum saatnya kamu tahu, untuk sekarang kamu cukup terima aja bunga dari saya! Ini spesial loh, saya sendiri yang metik bunganya supaya lebih fresh dan cocok buat wanita cantik kayak kamu!" ucap pria itu dengan senyuman menggoda di bibirnya.
Namun, Shella sama sekali tidak tergoda dengan senyuman pria tersebut... ya ia malah merasa jijik sekaligus muak melihatnya karena tentunya ia berusaha menjaga perasaan suaminya, bagaimanapun ia juga tak mengenali siapa pria yang berdiri di hadapannya kini dan bisa saja pria itu memiliki niat jahat padanya atau keluarganya.
"Heh, jangan kurang aja ya sama kakak ipar gue! Mending lu pergi deh dan jangan gangguin dia lagi, atau gue bakal minta satpam buat usir lu!" bentak Laila sembari mengacungkan telunjuknya.
"Laila, jangan teriak-teriak ini rumah sakit!" ucap Shella menenangkan adik iparnya itu.
"Ya abisnya dia ngeselin banget, bisa-bisanya ngegoda istri orang begitu! Padahal lu masih muda dan ganteng, kenapa malah godain istri orang?" ujar Laila tampak kesal sekaligus emosi.
Shella pun terus menenangkan Laila dengan mengusap-usap punggungnya supaya gadis itu tidak kelewat batas dan malah mengganggu pasien disana, ya bagaimanapun mereka kini berada di rumah sakit dan harus menjaga sopan santun serta tidak boleh berisik apalagi berteriak seperti itu.
Disisi lain, Devano kini telah sampai di halaman rumah sakit Medika indah karena ia mendapat informasi dari bik Yani kalau Shella dan yang lainnya berada di rumah sakit. Ya Devano sedikit merasa lega memang mengetahui istrinya baik-baik saja dan tengah mengunjungi adiknya di rumah sakit, namun tetap saja ia belum bisa tenang kalau belum menemui Shella secara langsung.
Disaat ia hendak masuk ke dalam rumah sakit tersebut, mendadak ponselnya berdering dan menunjukkan nama Novi alias sekretarisnya ketika ia membuka ponsel tersebut. Akhirnya ia terpaksa berhenti sejenak disana untuk mengangkat telepon dari Novi karena takut penting dan ada sangkut pautnya dengan perusahaan miliknya.
📞"Ya halo, ada apa Nov?" tanya Devano heran.
📞"Halo pak, ini saya cuma mau memberi informasi kalau ada seorang perempuan yang katanya teman lama bapak ingin bertemu dengan bapak di kantor! Saya sudah berusaha memberitahunya kalau pak Vano datang terlambat, tapi dia tetap memaksa dan malah ingin menunggu di ruangan bapak!" jelas Novi.
📞"Apa, temen lama saya? Siapa yang kamu maksud??" tanya Devano terheran-heran.
📞"Eee namanya Viona, pak! Dia bilang sendiri kalau dia temen lama bapak dan bahkan sudah ada janji dengan bapak untuk bertemu hari ini, apa benar begitu pak?" ucap Novi menjelaskan.
📞"Viona?" ujar Devano seperti terkejut mendengar nama itu disebut oleh Novi barusan.
📞"Iya benar, pak! Apa bapak benar mengenal wanita yang bernama Viona dan ingin menemuinya?" tanya Novi penasaran.
__ADS_1
📞"Eee... iya saya kenal dia, kamu suruh aja dia nunggu di ruangan saya! Tapi, kamu temani dia supaya dia gak berbuat macam-macam disana karena banyak barang-barang milik saya yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang!" ucap Devano.
📞"Baik pak, siap!" ucap Novi.
📞"Oke, yasudah saya mau ketemu istri saya dulu! Bilang sama dia paling sekitar 30 menit lagi saya akan sampai di kantor!" ucap Devano.
📞"Baik, pak!"
Setelah itu, telepon pun diputus oleh Devano yang memang harus segera masuk ke dalam menemui istrinya yang sangat ia khawatirkan keadaannya sedari tadi sejak di kantor polisi.
Devano memasukkan ponselnya ke saku celana, lalu lanjut berjalan melangkahkan kakinya ke depan memasuki ruangan rumah sakit itu menuju tempat resepsionis untuk bertanya di ruangan apa Nadya dirawat saat ini karena tadi bik Yani tidak mengetahuinya.
"Permisi mba, pasien atas nama Sheila Kirana itu dirawat dimana ya?" tanya Devano.
"Sebentar ya pak, saya cek dulu!"
"Ah iya..."
"Pasien atas nama Sheila Kirana sekarang masih ada di ruang UGD, pak!"
"Ohh, itu dimana ya?"
"Disebelah sana, pak! Bapak tinggal lurus terus belok kiri dan nanti ada ruangannya kok..."
"Baik, terimakasih!"
Setelah mendapat informasi dari resepsionis tentang tempat dirawatnya Nadya, Devano pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang UGD sambil terus celingak-celinguk barangkali ia kelewatan walau sebenarnya belum karena masih jauh.
Ya singkat cerita kini Devano telah berada di dekat ruang UGD, bahkan sudah terlihat pula istrinya di depan sana tengah duduk bersama Jenar alias mertuanya dan juga Laila sang adik. Senyum tersimpul di wajahnya, dengan cepat Devano pun maju bergerak menghampiri mereka.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1