
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 337
...•...
...•...
📞"Kenapa kamu bohongin saya ha? Kamu minta dipecat, iya?" bentak Devano.
Deg...
Seketika jantung Novi seperti berhenti berdetak ketika mendengar suara bosnya yang terdengar sangat marah padanya, ia bingung harus mengatakan apa untuk menjawab pertanyaan Devano barusan.
📞"Nov, Novi??" tanya Devano.
Novi tampak ketakutan untuk kembali berbicara pada bosnya di telpon, ia berdiam diri selama beberapa detik sembari menatap Rafael dengan ekspresi cemas.
📞"Hey, hello! Novi, kamu masih disana kan?" ucap Devano yang merasa terkacangi.
📞"Eh eee iya, pak." jawab Novi gugup.
📞"Kamu kenapa diam ha? Kamu takut saya pecat, iya?" ucap Devano bertanya.
📞"Iya pak, tolong jangan pecat saya!" ucap Novi.
📞"Yasudah, saya tidak akan memecat kamu! Asalkan kamu mau berjanji pada saya kalau kamu gak akan bohongi saya lagi!" ucap Devano.
📞"Iya pak, saya janji kok!" ucap Novi.
📞"Hahaha, kamu gausah gemetaran gitu Novi! Saya cuma bercanda kok tadi, saya tau kamu bohongin saya karena disuruh istri saya kan?" ujar Devano tertawa kecil.
📞"Eee...." Novi masih gugup.
📞"Tenang aja, barusan istri saya udah cerita semua tentang kejutan yang dia buat untuk saya melalui kamu. Jadi, kamu gak perlu cemas ya! Oh ya, sekalian saya mau ucapin terimakasih sama kamu karena kamu udah bantu istri saya buat siapin kejutan itu, ya walau akhirnya gagal!" ucap Devano.
📞"Iya pak, sama-sama. Tapi, bapak serius yang tadi cuma bercanda?" ucap Novi.
📞"Ahaha, iya Novi! Kamu masih takut ya? Udah santai aja kali, saya kan udah bilang cuma bercanda! Lagian mana mungkin saya berani pecat sekretaris yang kerjanya bagus seperti kamu?" ucap Devano.
__ADS_1
📞"Terimakasih, pak! Oh ya, kondisi Bu Shella bagaimana, pak?" ucap Novi.
📞"Alhamdulillah, istri saya baik-baik aja kok! Kandungan di dalam perutnya juga gak ada masalah, ya cuma tadi hampir aja saya kehilangan calon bayi saya lagi karena kelalaian saya!" ucap Devano.
📞"Syukurlah, pak! Jadi sekarang bapak juga udah tau tentang kehamilan Bu Shella?" ucap Novi.
📞"Iya, istri saya sudah cerita semuanya!" ucap Devano.
📞"Bagus deh, kalo gitu sekarang saya mau ucapin selamat ya buat bapak atas kehamilan Bu Shella! Semoga kali ini anak bapak bisa sehat terus sampai hari lahirnya nanti!" ucap Novi.
📞"Aamiin, terimakasih Novi ya!" ucap Devano.
📞"Sama-sama, pak! Eee yaudah, sebaiknya bapak fokus aja rawat istri bapak disana! Dekorasi yang udah saya buat disini, biar nanti kami ramai-ramai yang bereskan!" ucap Novi.
📞"Eh jangan! Udah biarin aja begitu, besok kita akan rayakan hari ulang tahun saya sekaligus kehamilan istri saya disana bareng-bareng!" ucap Devano.
📞"Yang bener, pak?" tanya Novi.
📞"Iya Nov, sampaikan juga sama yang lain ya! Dan jangan lupa juga, pastinya saya akan siapin bonus gede buat kalian terutama kamu Novi!" ucap Devano.
📞"Duh, saya jadi gak enak..." ucap Novi.
📞"Gapapa, yaudah ya saya tutup dulu telponnya?" ucap Devano.
📞"Ah iya pak, sekali lagi selamat!" ucap Novi.
Telpon terputus dan sontak Rafael langsung menghampiri Novi disana.
"Gimana?" tanya Rafael cemas.
"Alhamdulillah, Bu Shella baik-baik aja! Pak Vano juga udah tau semua rencana kejutan ini sama kehamilan Bu Shella, dan dia seneng banget!" jawab Novi.
"Alhamdulillah...." ucap mereka serentak.
"Terus, gimana dengan dekorasi ini?" tanya Rafael.
"Biarin aja, besok katanya pak Vano mau rayain hari ulang tahunnya disini sekaligus kehamilan Bu Shella sama kita-kita!" ucap Novi.
"Wah asik nih!" ujar Rafael senyum-senyum.
"Yaudah, kita pulang yuk!" ucap Novi.
Novi beserta para karyawan yang lainnya pun pulang karena jam kerja juga telah usai dan pesta kejutan itu ditunda hingga esok hari.
•
__ADS_1
•
Sesudah menghubungi Novi, Devano pun kembali menemui istrinya di dalam ruangan itu dengan senyum terpancar cerah di wajahnya.
Shella juga langsung tersenyum menoleh ke arah Devano begitu mendengar suara pintu yang terbuka dari luar, Shella senang bisa melihat suaminya kembali setelah sebelumnya Devano minta izin untuk pergi ke toilet sebentar.
"Mas, kita pulang sekarang yuk!" ucap Shella.
"Sabar sayang! Tunggu dokternya dateng dulu ya!" ucap Devano tersenyum sembari mengusap kening sang istri.
Ya Devano pun duduk di samping tubuh Shella dan terus menatap wajah Shella dari jarak dekat.
"Kamu kalo ditatap dari sini, kelihatan makin cantik dan imut ya? Aku jadi pengen lumatt bibir kamu yang seksi itu deh!" ucap Devano.
"Mas, ini rumah sakit loh! Kamu masih aja ya begitu, gak ada kapoknya!" ucap Shella.
"Hahaha, iya honey aku minta maaf! Aku kan cuma utarakan apa yang aku rasakan saat ini, emang bener kok aku kepengen banget makan bibir kamu itu! Kalau gak di rumah sakit juga udah aku gas sih!" ucap Devano sambil terkekeh.
"Ada-ada aja kamu ah! Itu gimana soal Novi, kamu udah hubungin dia?" ucap Shella.
"Udah kok," ucap Devano.
"Terus dia bilang apa?" tanya Shella penasaran.
"Katanya bagus deh kalo aku udah tau, dia juga sebenarnya gak mau bohong dari aku kalau gak dipaksa sama kamu. Malah katanya kamu itu pemaksa banget, sampe ngancem ngancem dia gitu!" jawab Devano.
"Hah? Masa sih, mas?" Shella tak percaya.
"Ahaha, ya enggak lah! Aku becanda kok, dia tadi cuma bilang bagus sama bersyukur karena kamu dan calon anak kita baik-baik aja! Terus dia juga doain buat kamu dan calon anak kita supaya bisa lahir ke dunia, abis itu aku minta ke dia buat kasih tau yang lain kalo besok aku mau adain pesta di kantor dan kasih bonus ke mereka!" ucap Devano.
"Wah serius kamu, mas? Aku diajak juga gak buat ikut pesta?" ucap Shella.
"Diajak gak ya....?? Enggak deh, kamu istirahat aja di rumah supaya calon anak kita itu sehat-sehat! Aku gak mau kamu kecapekan lagi terus kejadian kayak sekarang terulang, itu bahaya loh buat si bayi!" ucap Devano.
"Yah mas, masa aku gak ikut sih? Ayolah, kan aku gak bakal kecapekan juga! Tadi itu aku begini karena salah kamu, coba kalo kamu gak paksa aku buat layanin kamu!" ucap Shella.
"Hey, salah kamu lah! Kan kamu sendiri yang sembunyiin kehamilan kamu dari aku, ya makanya aku tenang-tenang aja buat gas kamu karena aku gak tau ada anak aku di dalam rahim kamu!" ucap Devano.
"Ohh, jadi nyalahin aku nih?" ujar Shella.
"Enggak kok, salah aku! Semuanya salah aku, sampe Nam-ra jadi sembi juga gara-gara aku!" ucap Devano terpaksa mengalah pada istrinya.
Shella pun terkekeh geli melihat ekspresi suaminya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...