
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 158
...•...
...•...
Shella sedang mengecek kandungannya ditemani oleh Devano tentunya, mereka tampak bahagia saat diperlihatkan kondisi bayi di dalam kandungan Shella pada layar monitor.
"Nah selamat ya pak, bu, lihat deh itu bayinya laki-laki dan cukup aktif! Alhamdulillah kondisinya juga baik-baik aja gak ada keluhan yang berarti, setelah ini ibu jangan kaget ya kalau tiba-tiba terasa sakit di bagian perut karena itu hanya akibat dari gerakan bayi dalam kandungan ibu..." ucap dokter menjelaskan kondisi bayi Shella.
"Wah saya jadi makin gak sabar main sama dia, dari masih di kandungan aja udah lucu gitu gimana kalau pas lahir nanti ya..." ujar Devano tersenyum sambil terus menggenggam tangan Shella dan mengecupnya, ia juga tampak bahagia melihat pergerakan anaknya lewat monitor itu.
"Sabar dong mas, kan baru 4 bulan usianya! Berarti masih harus nunggu 5 bulan lagi sampai anak kita lahir ke dunia!" ucap Shella tersenyum memandang wajah suaminya itu.
Sang dokter juga ikut merasa senang melihat keharmonisan pasangan suami-istri itu, setelahnya ia juga memberi saran pada Shella sebagai calon ibu itu untuk terus menjaga kesehatannya.
"Ibu juga harus selalu hati-hati ya, jangan mengkonsumsi makanan sembarangan! Selain itu, ibu juga sudah harus banyak-banyak istirahat supaya gak terlalu capek...!!" ucap dokter itu.
"Tuh dengerin honey, kamu selalu ngeyel sih setiap aku suruh kamu istirahat! Awas loh kalo setelah ini kamu masih bandel juga..!!" ujar Devano menatap mata istrinya itu.
"Iya mas iya...." ucap Shella.
Setelah selesai, dokter pun memberikan hasil laporan USG tersebut kepada Shella & Devano.
"Mas, aku gak sabar deh pengen tunjukin ini ke ibu! Pasti ibu bakal ikut seneng, apalagi kalo tau cucu pertamanya ini laki-laki..." ucap Shella tersenyum sambil menaruh wajahnya di bahu Devano saat berjalan keluar dari rumah sakit.
"Iya honey, setelah ini kita langsung aja ke rumah ibu buat kasih lihat hasil USG itu! Tapi, sebelumnya kita mampir dulu ke toko kue buat dibawa kesana...." ucap Devano yang menaruh tangannya di pinggang Shella sambil mencium kening istrinya itu.
Shella hanya mengangguk tanpa menoleh ataupun berbicara pada Devano, ia masih fokus dengan hasil USG itu karena memang ini adalah momen yang paling membahagiakan bagi dirinya tentu.
"Nak, semoga kamu bisa jadi anak yang Sholeh ya nanti....!! Ibu sangat berharap kamu selalu sehat-sehat sampai kelahiran kamu tiba!" gumam Shella sambil tersenyum.
__ADS_1
Devano hanya diam memperhatikan istrinya, sesekali ia juga mengelus lembut kepala Shella sambil memberi kecupan di dahinya.
Saat mereka sampai di luar, tiba-tiba saja ponsel milik Devano berdering yang membuat pria itu harus berhenti untuk mengangkat telepon itu sejenak.
"Sebentar ya honey, aku angkat telpon dari Novi dulu! Kamu tunggu aja di mobil biar bisa duduk!" ucap Devano membukakan pintu mobil agar Shella bisa menunggunya di dalam.
"Iya mas, jangan lama-lama loh!" ucap Shella tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil dan menunggu suaminya disana.
Devano pun mengangkat telepon dari sekretarisnya itu sambil bersandar di badan mobilnya.
📞"Halo Nov, ada apa kamu telpon saya? Memangnya kamu tidak tau kalau saya ini sedang bersama istri saya dan tidak ingin diganggu...??!!" ucap Devano tampak kesal.
📞"Maaf pak, sekali lagi saya bukan ingin mengganggu bapak dan istri bapak! Tapi sekarang situasinya cukup gawat pak, jadi saya terpaksa menelpon bapak...." ucap Novi.
📞"Hah? Maksud kamu gimana, apanya yang gawat??" tanya Devano mendadak tubuhnya langsung tegang bahkan tak lagi bersandar.
📞"Iya pak, tiba-tiba banyak kolega kita yang membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan bahkan beberapa yang hendak menjalin kerjasama dengan kita justru menarik kembali tawaran itu pak.... sekarang kondisi perusahaan sangat buruk pak, kita banyak mengalami kerugian akibat dari pembatalan kontrak itu...!!" jelas Novi dengan nada panik.
Devano langsung lemas seketika itu juga, ia mengusap wajahnya seakan tak percaya dengan cobaan yang terus ia hadapi saat ini.
📞"Yasudah, terimakasih infonya Nov! Nanti akan saya pikirkan solusi terbaiknya, tolong kamu juga bantu saya ya...!!" ucap Devano dengan nada lemas dan matanya juga mulai berkaca-kaca.
📞"Iya pak pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan perusahaannya ini, tentunya saya juga tidak mau kalau perusahaan bapak bangkrut begitu saja!" ucap Novi coba menyemangati bosnya yang memang terdengar lemas.
📞"Sama-sama pak," ucap Novi.
Devano pun langsung memutus telepon itu, ia tampak mengambil nafas panjang sambil mengusap-usap wajahnya.
"Cobaan apa lagi ini ya Tuhan...??" gumam Devano melirik ke arah istrinya yang sedang menunggu dirinya di dalam mobil.
...•••...
Disisi lain, Nadya tengah berdiam diri di kamarnya sambil memainkan ponselnya dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tiba-tiba saja saat ia tengah asyik menscroll sosmed miliknya, muncul notif pesan dari kontak bernama Yoga di layar ponselnya.
Tling... begitulah bunyi notif pesannya, Nadya pun langsung membaca isi pesan itu tanpa berlama-lama menunggu.
Yoga
__ADS_1
Aku udah di depan rumah kamu nih, kamu keluar dong!
Sontak Nadya terkejut saat membaca pesan dari Yoga itu, ia pun langsung bangkit dari kasurnya dan melihat keluar jendela kamarnya untuk memastikan apakah benar yang dikatakan oleh Yoga dalam pesan itu.
Benar saja memang pria itu berada di depan gerbang rumahnya, entah kenapa Nadya langsung tersenyum saat melihat Yoga.
Wanita itu menutup gordennya kembali, lalu mengambil outer miliknya untuk menutupi tubuhnya dan berjalan cepat keluar dari kamarnya.
Nadya menuruni tangga dengan cepat bahkan sampai menghiraukan bi Irah yang memanggilnya.
"Non, mau kemana non?" ucap bi Irah coba bertanya kepada majikannya itu.
Ya Nadya sepertinya tak mendengar ucapan bi Irah karena terlalu fokus dengan Yoga yang sudah menunggunya di luar rumah.
"Ealah malah jalan gitu aja si non Nadya, mau kemana ya?" ujar bi Irah terus memandangi Nadya dari belakang.
Nadya pun menghampiri Yoga di depan pagar rumahnya, ia dengan sedikit malu-malu coba bertanya pada pria di hadapannya.
"Eee... kamu kenapa kesini?" tanya Nadya hanya melirik sekilas ke wajah Yoga, tampak gadis itu memang masih malu untuk memandang wajah pria di depannya.
"Aku khawatir aja sama kamu, sekarang kan kamu lagi ada masalah sama calon kamu! Jadi aku pikir saat ini kamu gak punya temen buat diajak bicara, makanya aku kesini buat hibur kamu supaya gak bete..." jawab Yoga sambil tersenyum.
"Eee... makasih Yog, kalo gitu masuk aja yuk!" ucap Nadya mengajak pria itu masuk ke dalam rumahnya tanpa ragu.
"Gausah deh, justru aku mau ajak kamu jalan-jalan keluar supaya kamu bisa tenangin pikiran kamu! Aku yakin pasti kamu butuh yang namanya refreshing, kebetulan juga aku tau tempat yang cocok buat kamu datengin!" ucap Yoga selalu tersenyum saat berbicara.
"Eee... tapi maaf Yog, aku belum mandi... jadi kalau mau jalan keluar, ya kamu harus tunggu aku selesai mandi sama siap-siap dulu!" ucap Nadya tampak malu saat mengatakan itu.
"Ohh belum mandi ternyata, ahaha ya gapapa kamu mandi atau gak mandi sama aja kok tetep cantik dan enak dipandang...!!" ucap Yoga coba mencairkan suasana agar wanita itu tidak canggung lagi berbicara dengannya.
"Hehe bisa aja kamu, jadi gimana nih? Kamu emang mau nunggu aku siap-siap??" tanya Nadya masih saja menunduk.
"Mau mau aja kok, nunggu wanita seperti kamu selesai dandan itu enak kok! Karena hasilnya pasti gak akan mengecewakan, lagian aku bisa tunggu kamu sambil push rank...!!" jawab Yoga sedikit tertawa, sebenarnya ia merasa gemas pada Nadya karena terus-terusan menunduk tak mau menatap wajahnya, tapi ia hanya bisa diam dan memakluminya.
"Eee... yaudah kamu nunggunya di dalem aja, kasian kalau disini nanti kamu kepanasan lagi!" ucap Nadya membuka pintu gerbangnya lalu mempersilahkan Yoga masuk.
Yoga pun tersenyum kemudian mengangguk pelan, ia melangkah masuk ke dalam dan menatap sejenak Nadya sebelum akhirnya wanita itu jalan lebih dulu.
"Sikapnya benar-benar mirip sekali dengan Femila, oh Tuhan apakah engkau sengaja mengirimkan dia sebagai pengganti Femila di hati hamba...??" gumam Yoga.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...