Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tambah panas


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 301


...•...


...•...


Malam panas itu masih berlanjut hingga pukul 2 pagi dan Devano pun tampak belum puas menikmati tubuh istrinya yang sudah lemas itu, mereka masih melakukan aktivitas itu dengan sisa-sisa tenaga setelah cukup lama mereka bermain.


Permainan nikmat sang suami membuat Shella seketika melupakan amarahnya, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah kenikmatan dan seperti tidak memiliki masalah apa-apa dengan suaminya, padahal sebelumnya mereka sempat bertengkar hebat di bawah saat ada paket misterius muncul.


"Mas, aku capek!" ucap Shella dengan suara lemas.


"Oke, kita udahan ya? Aku juga mulai lemes, makasih honey kamu masih mau layanin aku!" ucap Devano sembari mengecup leher Shella.


"Kalau aku gak mau, kamu juga bakal maksa kan?" ucap Shella.


"Honey, sekali lagi aku minta maaf sama kamu! Aku juga bener-bener gak ada hubungan apa-apa sama Novi, kamu cuma salah paham!" ucap Devano.


"Udah mas, kita bahas itu nanti aja! Aku sekarang mau istirahat dulu, aku capek!" ucap Shella.


"Oke honey, kamu bisa istirahat sekarang!" ucap Devano sambil mengecup bibir Shella.


"Yaudah tarik dulu dong punya kamu! Gimana aku mau istirahat kalau kamu masih ada di atas aku kayak gini, mas?" ucap Shella.


"Iya iya..."

__ADS_1


Akhirnya Devano menyingkir dari tubuh istrinya dan ambruk ke samping Shella, namun ia kembali mendekap tubuh Shella dari samping lalu menyesap ceruk leher Shella hingga wanita itu mengeluarkan suara pelan sembari memejamkan mata.


Devano pun menarik selimut tebal menutupi tubuhnya dan juga sang istri disana, sekali lagi ia kembali memakan bibir Shella dan perlahan mulai memejamkan matanya, mereka tertidur dengan posisi berpelukan dan bibir menempel.




Paginya, Devano terbangun lebih dulu dibanding istrinya dan ia langsung tersenyum begitu melihat wajah Shella ada di sampingnya, tangannya bergerak mulai mengusap lembut wajah Shella serta bagian bibir yang menjadi candu baginya.


Cupp...


Ia mengecup bibir Shella kemudian turun sampai ke bagian leher sang istri, terdengar suara pelan yang muncul walau Shella masih memejamkan matanya, mungkin Shella sangat mengantuk hingga ia belum dapat membuka matanya sekarang.


"Honey, aku ini tulus cinta dan sayang sama kamu! Gak ada terbesit sedikitpun keinginan di dalam hatiku buat berkhianat dari kamu, because i love you!" bisik Devano di telinga istrinya.


Devano yang nakal malah menggigit daun telinga Shella dan tangannya juga mulai gerayangan merabaa bagian tubuh istrinya yang masih tanpa kain penutup, nampaknya ia benar-benar tak bisa menahan rasa itu saat berdekatan dengan Shella.


"Mas, kamu kok begitu sih?" ucap Shella.


"Begitu gimana, honey?" tanya Devano tak mengerti.


"Ya kamu kan semalaman udah puas main sama aku, kenapa sekarang kamu masih begitu? Aku gak mau ya harus layanin kamu terus-terusan, aku juga masih marah loh sama kamu!" ucap Shella.


"Hah? Jadi kamu belum percaya seutuhnya sama aku, honey?" ujar Devano.


"Iya mas, kamu pikir segampang itu buat aku percaya sama kamu setelah ngeliat foto-foto mesra kamu itu? Susah mas, semuanya butuh waktu dan aku juga mau tanya langsung ke Novi!" ucap Shella.


"Kamu gak perlu nanya ke Novi, honey! Kan aku udah jelasin semuanya ke kamu, aku dan dia itu gak ada hubungan apa-apa!" ujar Devano.


"Ya tapi tetep aja mas, aku masih kurang percaya kalau cuma denger dari satu pihak! Pokoknya temuin aku sama Novi hari ini atau aku bakal ngambek seterusnya, aku juga gak mau layanin kamu lagi!" ucap Shella mengancam.


"Eh eh eh, jangan gitu dong! Kalo kamu gak mau layanin aku, terus gimana nasib si Daniel?" ujar Devano langsung ketakutan.

__ADS_1


"Bodo! Makanya temuin aku sama Novi, aku janji kok gak bakal marah-marah apalagi labrak dia! Aku cuma mau minta kejelasan aja atas foto-foto itu, aku ini butuh penjelasan mas dari Novi!" ucap Shella.


"Hadeh, yaudah oke aku turutin kemauan kamu! Tapi, sekarang kita main lagi satu ronde ya?" ucap Devano mendekati wajah istrinya.


Shella hanya diam. Namun, Devano langsung saja menerkam tubuh istrinya itu dan kembali bermain seperti semalam. Kegiatan mereka berlangsung di pagi hari yang cerah ini dibalut dengan selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.


...•••...


Disisi lain, Arga sedang kesenengan karena ia mengira kalau rumah tangga Shella & Devano sedang dilanda keributan, ya memang ia yang sudah mengirim semua foto itu ke alamat rumah Devano sesuai rencana awalnya untuk membuat mereka bertengkar dan akhirnya pisah.


"Hahaha, pasti sekarang Shella sama Devano lagi berantem hebat! Saya yakin sekali itu pasti terjadi, apalagi di foto itu Devano memang terlihat mesra dengan sekretarisnya!" ucap Arga.


Arga tertawa puas sembari mengangkat tangannya ke atas sangking bahagianya, padahal ia belum melihat sendiri bagaimana reaksi Shella saat melihat foto suaminya dengan Novi di dalam paket itu, ya Arga hanya sekedar mengira saja.


Asistennya yakni Leo yang ada disana hanya diam memperhatikan tingkah bosnya yang sedang senang itu, ya saat ini mereka tengah berada di ruang billiard tempat biasa Arga datangi kalau ia sedang senang ataupun sedih.


"Bos, kalau menurut saya mending bos jangan senang dulu deh! Belum tentu mereka lagi berantem sekarang, iya kan?" ucap Leo.


"Heh, kamu tuh sebenarnya dukung siapa sih? Kenapa kamu selalu memojokkan saya, ha? Sudah pasti Shella dan Devano sedang bertengkar hebat saat ini, karena Shella pasti akan marah ke suaminya setelah melihat foto-foto itu!" ujar Arga.


"Yeh si bos sok tahu banget, emang bos udah lihat sendiri reaksi Shella kayak gimana?" ucap Leo.


"Ya belum sih, tapi saya yakin sekali mereka lagi berantem sekarang dan sebentar lagi Shella dan Devano bakal pisah! Lalu, saya hanya tinggal merebut hati Shella supaya dia mau menikah dengan saya dan menjadi istri saya!" ucap Arga.


"Wah bos emang udah bener-bener gak waras sih, mereka aja belum tentu lagi berantem eh udah bayangin mau nikah aja!" cibir Leo.


"Heh, diam kamu bodoh! Atau bibir kamu itu mau saya potong pakai pisau, ha??" ujar Arga.


Leo reflek memegangi bibirnya saat bosnya mengancam akan memotong bibirnya itu, ia pun terdiam dan tak lagi bicara karena takut Arga akan benar-benar memotong bibirnya bila ia terus berbicara tanpa henti.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2