Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Abila Cassia Divya (Bonus Chapter)


__ADS_3

...Bonus chapter...


...|||...


7 tahun kemudian...


Sudah memasuki tahun ketujuh sejak kepergian Shella, kini Devano telah berhasil hidup bahagia kembali tanpa bayang-bayang mantan istrinya yang sudah tenang di alam sana.


Hari ini juga bertepatan dengan ulang tahun putrinya yang ketujuh, Devano pun sudah menyiapkan segala macam pesta untuk merayakan hari ulang tahun putrinya itu. Dengan bantuan sepasang suami-istri yakni Rafael dan Novi, rumahnya saat ini sudah terdekor dengan rapih dipenuhi oleh berbagai macam hiasan yang cantik serta mayoritas warna merah muda seperti kesukaan putri cantiknya itu.


"Pak, dekorasi nya sudah selesai. Kalau memang ada yang perlu ditambahkan, biar saya nanti bilang sama tukangnya pak!" ucap Rafael.


"Ahaha, tidak perlu Fael! Ini sudah cukup kok, pasti anak saya bakalan suka banget! Makasih ya Fael dan kamu Novi karena sudah bantu saya menentukan dekorasi yang bagus untuk anak saya!" ucap Devano.


"Sama-sama, pak!" ucap mereka bersamaan.


Devano menatap sekeliling sambil senyum-senyum membayangkan reaksi putrinya nanti setelah tahu kalau ia sudah menyiapkan semua untuk merayakan hari ulang tahun putrinya itu. Ya saat ini putrinya memang sedang sekolah bersama kakek neneknya dan sebentar lagi akan pulang.


"Oh ya pak, ini kami juga sudah siapkan kado untuk Abila. Semoga aja dia suka, emang sih harganya gak seberapa pak!" ucap Rafael menyerahkan kotak kado cukup besar kepada Devano.


"Waduh, makasih banyak loh Raf! Pasti Abila suka banget sama hadiahnya, kalo gitu ayo kita tunggu Abila pulang sambil minum!" ucap Devano.


"Baik pak!" ucap Rafael.


Devano meletakkan kotak hadiah itu di atas meja yang sudah disediakan, lalu mereka bertiga berjalan menuju meja makan untuk sekedar minum sembari menunggu hadirnya Abila alias anak Devano.


"Honey!" ucap Devano menyapa istrinya.


Wanita yang sedang sibuk menyiapkan makanan bagi para tamu undangan nanti, menoleh begitu dipanggil oleh suaminya. Ya itulah Nadya atau saudara kembar Shella yang kini sudah sah menjadi istri dari mantan kakak iparnya.


"Eh mas, kamu mau ngapain? Semua dekorasinya udah dipasang?" tanya Nadya penasaran.


"Udah kok, sekarang aku haus nih. Boleh dong kalo aku sama Rafael dan Novi minum dulu?" ucap Devano tersenyum.


"Boleh lah mas, sebentar ya!" ucap Nadya.


"Iya,"


Nadya pun mengambil tiga gelas kosong, lalu ia menuangkan es sirup yang tersedia disana ke dalam gelas tersebut. Tentu saja Nadya langsung memberikan itu pada suaminya dan juga Rafael serta Novi disana.


"Ini mas, diminum dulu!" ucap Nadya.


"Makasih honey!" ucap Devano.


"Makasih ya Bu Sheila!" ucap Novi dan Rafael.


Setelah selesai minum, ponsel milik Devano berdering sehingga Devano harus memeriksanya sejenak untuk memastikan siapa yang meneleponnya.


"Papa nelpon, sebentar ya!" ucap Devano meletakkan gelas di meja.


"Iya mas," ucap Nadya pelan.


Devano pun mengangkat telepon dari papanya itu.


📞"Halo pah, gimana gimana? Apa Abila udah pulang sekolah, pah?" tanya Devano penasaran.


📞"Nah itu dia Vano, kebetulan sekarang ini Abila lagi sama neneknya. Mereka jajan dulu tuh di depan, jadi papa bisa sempat telpon kamu buat kabarin. Kamu mending sekarang siap-siap deh sambut anak kamu, udah rapih kan semuanya Vano?" ucap Tama.


📞"Tenang aja, pah! Aku udah siapin semuanya kok, kan dibantu juga sama Rafael dan Novi!" ucap Devano tersenyum.


📞"Baguslah! Yaudah ya Vano, itu Abila sama mama kamu udah selesai jajannya. Kita kayaknya mau langsung pulang sekarang, kamu cepetan deh siapin kejutannya buat Abila!" ucap Tama.


📞"Iya papa, hati-hati ya pah!" ucap Devano.

__ADS_1


Tuuutttt...


Telpon diputus oleh Tama, Devano pun menoleh ke arah Nadya juga Rafael serta Novi.


"Alhamdulillah! Papa, mama dan Abila lagi dalam perjalanan menuju kesini. Sekarang kita semua ambil posisi masing-masing ya, kita kasih kejutan buat Abila! Oh ya, Intan kamu tolong matikan semua lampu supaya gelap gitu!" ucap Devano.


"Siap pak Vano!" ucap Intan.


"Yaudah, yuk honey!" ucap Devano menggandeng tangan Nadya sambil tersenyum.


"Iya mas," ucap Nadya pelan.


Setelahnya, keempat manusia itu pergi ke ruang tamu dan bersiap di tempat mereka masing-masing untuk menyambut hadirnya Abila. Devano juga telah mengambil sebuah balon serta jarum yang nanti akan ia gunakan untuk mengejutkan Abila, ya ia pun bersembunyi bersama Nadya di dekat meja.


Namun, tiba-tiba ada yang datang dari arah luar dan ternyata itu adalah seorang pria yang tak lain ialah Adrian. Sontak Devano pun beranjak kembali untuk menemui Adrian disana.


"Eh gue telat datang, ya?" tanya Adrian bingung.


"Gak kok, acaranya belum dimulai. Thanks udah mau nyempetin buat datang ke acara ultah anak saya, padahal anda kan sibuk banget!" ucap Devano.


"Ah enggak lah, emang gue kan juga pengen ketemu sama Abila lagi. Udah kangen banget gue tuh, bagus deh kalo emang belum dimulai. Jadi, gue bisa ikut kasih kejutan buat dia!" ucap Adrian.


"Pastinya dong, yaudah yuk kita langsung sembunyi aja sebelum Abila datang!" ucap Devano.


"Oh, iya iya. Eh tapi ini hadiah buat Abila gue taruh dimana?" tanya Adrian.


"Wah pake repot-repot segala bawain kado, makasih ya! Taruh aja di atas meja tuh, nanti anda sembunyi aja di dekat sana supaya gak ketahuan sama Abila!" ucap Devano.


"Oke!"


Kini mereka semua telah ada di posisi masing-masing bersembunyi untuk mengejutkan Abila nantinya, bahkan Intan dan Yuni juga ikut sembunyi bersama Jenar di kolong meja.


Ceklek...


"Iya nek," ucap Abila tersenyum renyah.


Abila serta kakek neneknya pun masuk ke dalam rumah itu, namun Abila tampak terkejut lantaran seisi rumahnya tampak gelap tak ada cahaya.


"Nek, kok ini gelap banget sih? Apa papa belum bayar listrik makanya lampunya dimatiin?" tanya Abila mendongak ke arah neneknya.


"Ahaha, nenek juga gak tahu sayang!" jawab Silvi.


Dor!


"KEJUTAN!!"


Abila terkejut saat sebuah balon diledakkan oleh Devano dan kertas warna-warni sudah berterbangan di sekitarnya, ia melihat mama serta papanya bersama yang lain ada di depan sana.


"Selamat ulang tahun sayang! Semoga panjang umur dan sehat selalu! Papa sayang banget sama kamu, nak!" ucap Devano tersenyum mendekati putrinya.


"Papa? Jadi, papa siapin pesta ulang tahun buat Abila? Kok papa kok bilang dulu sih sama aku? Kan aku jadi kaget begini tau, tapi makasih ya pah! Aku suka banget dikasih kejutan kayak gini!" ucap Abila tersenyum lalu berlari menghampiri papanya.


Abila dan Devano pun berpelukan disana, mereka tampak bahagia di hari lahir gadis kecil itu.


"Selamat ulang tahun ya Abila sayang! Semoga kamu bisa tumbuh jadi anak yang pintar, mama juga mau dong dipeluk sama kamu!" ucap Nadya turut menghampiri putrinya disana.


"Iya mah, makasih mamaku sayang!" ucap Abila beralih memeluk Nadya.




Kini Abila bersama yang lainnya sudah bersiap untuk memotong kue ulang tahun yang besarnya tak terkira itu, Abila pun amat senang ketika memotong kue dibantu oleh Nadya.

__ADS_1


"Nah, potong pertama mau kamu kasih ke siapa sayang?" tanya Nadya.


"Umm, buat mama dong! Kan aku sayang banget sama mama, karena mama udah lahirin aku dan urus aku dari kecil sampai sekarang!" ucap Abila.


"Eee iya sayang, makasih!" ucap Nadya.


Abila pun menyerahkan sepotong kue itu pada mamanya, ia juga menyuapi mamanya di hadapan Devano serta yang lain. Nadya tampak tidak enak pada Devano, apalagi saat Abila mengatakan bahwa ia yang sudah melahirkannya.


"Andai kamu tahu Abila sayang, yang lahirin kamu itu mbak Shella! Bukan aku!" batin Nadya.


Setelahnya, Abila memotong kue kedua dibantu juga oleh Nadya. Kali ini ia menyerahkan kue itu pada Devano alias papanya.


"Nah, baru deh yang ini buat papa!" ucap Abila.


"Wah iya sayang, makasih banget ya!" ucap Devano mencubit pipi putrinya gemas.


"Terus yang ini buat nenek sama kakek," ucap Abila menyerahkan kue pada Silvi dan Tama.


"Makasih sayang!" ucap Silvi.


"Makasih ya cantik!" ucap Tama.


Abila turun dari tempatnya berdiri, lalu berjalan membawa potongan kue di tangan. Ia memberikan sepotong kue itu pada Jenar yang sedang berdiri di belakangnya sedari tadi.


"Ini buat oma, aku sayang oma!" ucap Abila.


Jenar tersenyum sembari memegang wajah cucunya, entah mengapa ia jadi teringat pada sosok Shella saat menatap wajah Abila. Ia pun memeluk Abila disana sambil menangis, membuat Abila heran tak mengerti mengapa omanya itu menangis.


"Oma kok nangis? Om gak suka ya dikasih kue sama Abila?" tanya Abila heran.


"Bukan gitu sayang, oma terharu aja sama kamu! Makasih ya, selamat ulang tahun sayang!" ucap Jenar sembari menghapus air matanya.


Nadya yang berada tak jauh dari sana, ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya itu.


"Ibu pasti keinget sama mbak Shella, aku juga yakin sekarang mbak Shella disana pasti lagi tersenyum karena ngeliat putrinya udah tumbuh besar dan cantik seperti dia!" gumam Nadya dalam hati.


...•••...


Setelah acara ulang tahunnya selesai, kini Abila bersama papa mamanya mendatangi makam Shella bermaksud mendoakan wanita itu.


"Abila, kamu boleh kasih kuenya sekarang ke aunty Shella!" ucap Nadya mengusap kepala Abila.


"Iya mama," ucap Abila mendongak sambil tersenyum.


Lalu, Abila pun berjongkok di dekat makam Shella sembari meletakkan potongan kue itu di atas makam ibu kandungnya tersebut. Abila memang tidak tahu kalau Shella adalah ibunya, yang ia tahu Shella itu hanya kembaran dari mamanya.


"Aunty Shella, ini kue ulang tahun dari aku. Aku pengen aunty juga ngerasain kue ini, aunty yang tenang ya di surga! Walau aku belum pernah ketemu aunty, tapi aku tetep sayang sama aunty!" ujar Abila.


Entah mengapa mendengar ucapan Abila, membuat Nadya serta Devano menangis disana. Mereka masih tidak tega sebenarnya terus-menerus menyimpan kebohongan itu, namun mereka terpaksa melakukan itu demi membuat Shella senang di surga sana.


"Shella, aku emang udah nikah sama Sheila dan bisa membangun keluarga yang baru. Tapi, aku tetap akan selalu ingat sama kamu honey!" batin Devano.


...~Selesai~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Oke guys, jadi author sengaja kasih bonus chapter buat kalian pembaca setia novel CSMC ini. Supaya kalian juga bisa lebih senang, tapi cuma satu aja ya udah gak ada lagi bonusnya karena emang ceritanya cuma sampai disini aja.❤️😁...



...Selamat berbuka puasa 🥳...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2