
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 155
...•...
...•...
Sadam masih terus melamun membayangkan wajah Shella yang semakin cantik, saking asyiknya ia sampai tak sadar kalau kekasihnya sedari tadi memperhatikan dirinya yang sedang senyum-senyum sendiri.
Laila terus menatap Sadam dengan wajah keheranan karena tak biasanya kekasihnya itu senyum-senyum sendiri apalagi saat sedang menyetir.
"Beb, kamu kenapa sih?" tanya Laila.
Namun Sadam tak merespon pertanyaan Laila, ia malah semakin tersenyum-senyum sambil terus menatap ke jalanan... Laila pun kesal pada kekasihnya itu dan terpaksa memberi bogem di lengan Sadam walau tak terlalu kencang tapi cukup untuk menyadarkan pria itu.
"Aduh, ssshh... sakit tau beb, kenapa kamu tiba-tiba pukul aku kayak gitu sih?" ujar Sadam terkejut dan akhirnya sadar dari lamunannya, ia juga mengusap-usap lengannya yang sakit akibat kena pukulan dari Laila.
"Biarin aja, suruh siapa kamu malah ngelamun sambil senyum-senyum gitu! Aku tau pasti kamu lagi mikirin Shella kan? Bete banget aku sama kamu sekarang...!!" ujar Laila memanyunkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di atas perut.
"Loh loh apaan sih sayang? Siapa juga yang mikirin Shella? Aku tuh lagi bayangin nanti kalo kita udah nikah, terus kamu kasih perhatian ke aku kayak tadi Shella begitu ke abang kamu! Makanya aku senyum-senyum sendiri, soalnya lucu aja bayangin kamu begitu..." ucap Sadam berbohong agar kekasihnya itu tidak marah.
__ADS_1
"Boong ah, ngaku aja kali kalo kamu emang lagi mikirin Shella...!! Gausah pake segala bohong-bohong gitu mending jujur aja!" ujar Laila tak percaya dengan penjelasan Sadam barusan, ia malah semakin marah pada kekasihnya itu bahkan tak mau menatap wajahnya.
Tiba-tiba saja Sadam menghentikan mobilnya, sontak Laila pun bingung dan melirik ke arah kekasihnya itu dengan wajah terheran-heran.
"Ngapain berhenti disini, kan rumah aku masih jauh?" tanya Laila keheranan.
"Nah gitu dong tatap aku beb, jadinya kan aku bisa tunjukin ke kamu kalau aku itu serius gak bohong! Lagian nih ya, buat aku Shella itu udah bukan siapa-siapa lagi dia cuma masa lalu aku aja yang dulu memang pernah menjadi seseorang yang berharga di hidup aku! Tapi kan itu dulu bukan sekarang, kalau sekarang buat aku yang paling berharga itu ya kamu sayang!" ujar Sadam tersenyum mencolek pipi Laila.
"Halah bisa aja kamu gombalnya, tapi bener ya tadi kamu bukan ngelamunin Shella? Awas aja loh kalo beneran kamu emang masih mikirin Shella, pokoknya aku gak mau kenal lagi sama kamu!" ucap Laila coba memastikan.
"Iya beb iya, sekarang di pikiran aku itu cuma ada kamu dan kamu gak ada yang lain apalagi Shella...!! Lagian aku juga tau diri lah, masa iya aku mikirin istri orang lain apalagi istrinya calon kakak ipar aku sendiri! Gini-gini juga aku punya etika kali...." ujar Sadam.
Akhirnya Laila kembali tersenyum walau masih malu-malu tak mau menatap Sadam, itu pun membuat Sadam gregetan sekaligus senang karena kekasihnya bisa tersenyum lagi.
"Ah kamu mah begitu, masa senyumnya malah menghadap kesana bukan ke aku! Kamu mau senyum buat siapa sih emang? Kesini dong tatap mata aku biar aku juga bisa lihat senyuman kamu yang manisnya gak ketulungan itu...." ujar Sadam.
"Aduh duh duh, sakit tau sayang...!! Kamu mah tega banget sih sama aku, tadi dipukul sekarang dicubit! Sekali-kali disayang kek gitu, aku kan pacar kamu bukan samsak..." ujar Sadam kesakitan memegangi pinggangnya.
"Eee... iya iya maaf ya beb, sini deh aku elus-elus biar sakitnya hilang..." ucap Laila tampak menyesali perbuatannya lalu mengelus-elus pinggang Sadam yang bekas dicubit olehnya.
Sadam pun tersenyum, ia malah memegang tangan milik Laila dan menatap mata kekasihnya itu yang saat ini tubuhnya lebih condong ke dekatnya.
...•••...
Sementara itu, Devano & Shella baru selesai makan siang bersama di meja makan dan berniat kembali ke kamar untuk istirahat.
"Mas, aku antar ke kamar lagi ya!" ucap Shella langsung memegang lengan suaminya itu.
__ADS_1
"Gausah honey, aku udah gapapa kok! Tapi kalau emang kamu mau ikut ke kamar ya aku sih juga mau mau aja... sekalian kita bisa kuda-kudaan lagi kayak tadi pagi!" ujar Devano berbisik di telinga istrinya itu, membuat Shella merasa geli karena deru nafas Devano yang terasa di lehernya.
"Ish mas apaan sih? Kamu katanya gak mau aku kenapa-napa, tapi kok minta begituan terus sih mas??" ujar Shella manyun.
"Hahaha kan becanda honey, jangan serius-serius lah nanti stres loh! Hidup itu harus dibawa enjoy santai jangan terlalu serius, ya padahal kalo kamu tadi bilangnya aku bakal seneng banget sih hehe..." ujar Devano nyengir.
"Ish dasar...!!" ucap Shella memberi pukulan di lengan Devano sambil mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh darinya.
"Hahaha, kamu lucu banget deh kalo lagi salting begitu... aku jadi makin gemes sama kamu honey!" ucap Devano lagi-lagi menggoda istrinya itu dengan mencolek-colek pipinya.
"Mas udah ah, nanti kalo ibu lihat atau denger kan malu tau! Udah udah sekarang kamu maunya ngapain nih, aku suruh istirahat di kamar gak mau...??!!" ujar Shella.
"Ya gapapa dong sayang, gausah malu kan kita ini udah sah jadi suami-istri... gimana kalo kita jalan-jalan aja?" ucap Devano memberi usul sambil membelai rambut Shella dan kembali mendekatkan wajahnya ke arah istrinya itu.
"Ih enggak ah, kamu aja lagi sakit begini! Nanti yang ada kamu kenapa-napa lagi, mending kita ke kamar aja ayo tapi bukan buat begituan! Kita sama sama tidur siang, biar kamu juga tambah sehat mas...!!" ujar Shella.
"Yah iya iya deh sekarang giliran aku yang nurut sama kamu, tapi abis tidur siang nanti sore kita ke rumah aku ya.... kasian Laila disana sendirian, pasti dia kesepian honey!" ucap Devano sambil mencolek hidung istrinya itu.
"Loh kok sendirian, emangnya mamah sama papah kamu kemana? Oh apa udah balik ya ke luar negeri...??" tanya Shella heran.
Devano langsung terdiam saat itu, ia baru ingat kalau istrinya belum tau soal kabar orangtuanya yang jadi tersangka dalam kasus kecelakaan Satria alias papahnya Adrian.
"Waduh aku lupa lagi kalo Shella belum tau, gimana ini ya cara aku jelasinnya ke Shella?" gumam Devano berpikir keras.
Shella jadi merasa tambah bingung dengan tingkah Devano yang mendadak berubah, ia pun mulai menerka-nerka ada apa sebenarnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...