Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kenapa panik?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 279


...•...


...•...


TOK TOK TOK...


Devano mengetuk pintu rumah Jenar alias mertuanya dengan cepat dan terkesan buru-buru karena ia sedang sedih sekaligus panik mencemaskan kondisi adiknya, ya saat ini Devano sudah sampai di depan rumah Jenar karena memang ia memilih untuk membawa serta Shella untuk menengok adiknya di rumah sakit.


Berkali-kali Devano mengetuk pintu namun tidak bersuara, ia juga terus coba menahan air mata yang hendak menetes pecah mengalir di pipinya karena masih tak menyangka adiknya ternyata sudah tiada akibat kecelakaan mobil yang menimpanya tadi siang padahal sebelumnya mereka sempat telponan.


Ceklek...


Pintu pun terbuka dan Shella sendiri rupanya yang membukakan itu, begitu melihat suaminya yang datang ia malah bersikap jutek serta membuang muka karena ia masih kesal dan kecewa pada kelakuan suaminya saat telponan dengan Novi di rumah sakit beberapa waktu tadi.


"Honey, ayo kita pulang sekarang!" ucap Devano dengan nada seperti hendak menangis.


"Aku belum mau pulang, mas! Kamu aja duluan sana, nanti aku pulangnya biar naik taksi aja!" ucap Shella menolak ajakan Devano dengan ketus bahkan tak mau sekedar melirik wajah suaminya itu.


"Oke, aku gak tahu kamu kenapa bisa sampe marah kayak gini sama aku! Tapi, please aku mohon untuk kali ini aja kamu nurut sama aku ya! Ayo kita pergi sekarang, ini permintaan terakhir Laila ke aku saat di jalan tadi! Dia mau aku jemput kamu disini, tolong kamu bantu aku buat wujudin permintaan dia!" ucap Devano memohon pada istrinya.


"Maksud kamu apa, mas?" tanya Shella yang mendadak terkejut mendengar perkataan suaminya, bahkan ia langsung menoleh ke arah sang suami dengan wajah penasarannya.


"Nanti aku ceritain di mobil, sekarang kamu cepet ikut aku ya! Tolong, tepis dulu amarah atau rasa kesal kamu sama aku sebentar aja! Setelah itu, bebas deh terserah kamu mau marah atau ngapain kek aku gak akan ngelarang...!!" pinta Devano.


Melihat raut wajah suaminya yang tampak serius dan seperti tengah bersedih itu, membuat Shella malah ketar-ketir merasa khawatir mencemaskan kondisi Laila apalagi suaminya tadi mengatakan kalau dia harus menuruti permintaan terakhir Laila yakni menjemput Shella di rumah Jenar.

__ADS_1


"Yaudah, aku ke dalam dulu ambil tas sekalian pamit sama ibu!" ucap Shella menurut.


"Ya, aku tunggu!"


Shella pun masuk ke dalam dengan tergesa-gesa mengambil tasnya yang tergeletak di atas sofa sekaligus berpamitan pada ibunya, ya Shella jadi ikutan panik karena suaminya benar-benar terlihat cemas serta kelihatan menahan tangis.


"Sayang, kamu kenapa sih buru-buru banget?" tanya Jenar penasaran.


"Aku juga gak tahu mah, tapi mas Vano ajak aku pulang sekarang! Maaf ya Bu, aku harus ikut sama mas Vano dan gak bisa lama-lama lagi disini!" ucap Shella dengan nafas memburu.


"Ohh, jadi nak Vano udah datang? Yaudah gapapa, hati-hati di jalan ya sayang...!!" ucap Jenar.


"Iya, Bu! Eee... aku pamit ya? Assalamualaikum...." ucap Shella sembari mencium punggung tangan ibunya lalu segera pergi.


Shella pun kembali menemui suaminya di depan pintu setelah mengambil tas yang tertinggal, tampak Devano langsung merangkul sang istri dan membawanya ke mobil dengan cepat. Shella terkejut karena suaminya benar-benar terlihat cemas serta tergesa-gesa, ia juga semakin penasaran mengapa suaminya bisa jadi seperti itu.


"Mas, sebenarnya ada apa sih sama Laila? Kenapa kamu kelihatan kayak panik gitu??" tanya Shella penasaran sekali.


"Udah, kamu masuk dulu!" tegas Devano.


🌺


Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat jenazah Laila diurus, Shella yang masih sangat penasaran coba bertanya sekali lagi pada suaminya namun dengan nada lembut dan perlahan agar tak membuat Devano emosi.


"Mas, ada apa?" tanya Shella.


Devano yang sedang fokus menyetir sepertinya tak mendengar ucapan sang istri, akibatnya Shella pun terpaksa menyentuh paha suaminya karena ia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi pada sang suami sampai terlihat begitu panik.


"Mas Vano, ada apa??" tanya Shella sekali lagi.


Akhirnya Devano sadar dan kini menoleh ke arah istrinya bahkan juga menggenggam tangan mulus Shella yang ada di pahanya, ia menatap wajah Shella dengan mata menyala dan terlihat seperti tidak tahan lagi menahan air mata yang ingin pecah.


"Kamu tuh kenapa sih, mas? Jangan bikin aku penasaran kayak gini dong!" ucap Shella cemas.


"Laila...." ucap Devano menggantung.

__ADS_1


"Hah? Laila kenapa, mas? Kamu kalo ngomong yang jelas sama lengkap dong, jangan gantung-gantung gitu!" ucap Shella makin dibuat penasaran.


"Laila kecelakaan mobil...." jawab Devano.


"Apa??"


Shella tersentak kaget mendengar ucapan suaminya barusan, seketika mulutnya terbuka dan jantungnya seakan berhenti berdetak karena terkejut dengan perkataan sang suami yang menyatakan kalau Laila alias adik ipar sekaligus sahabatnya itu mengalami kecelakaan mobil.


Sementara Devano juga sudah tak tahan lagi, air mata kini menetes mengaliri wajahnya yang tampan. Devano sungguh tak percaya kalau semua ini akan terjadi dengan cepat, padahal ia masih sempat telponan dengan sang adik sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi.


"Ka-kamu gak bohong kan, mas? Gimana ceritanya Laila bisa kecelakaan mobil...??" tanya Shella.


"Buat apa aku bohong, honey? Tadi aku juga kaget banget dengernya, polisi nelpon aku dan ngasih tau ini semua sama aku! Bahkan aku lebih kaget lagi, pas polisi kasih tau tentang kondisi Laila..." ujar Devano.


"Memangnya gimana kondisi Laila sekarang, mas?" tanya Shella penasaran dengan mata mulai sembab.


Devano bingung harus menjawab apa dan bagaimana caranya memberitahu sang istri supaya dia tidak terkejut atau menangis, tentu ia juga tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Shella jika tahu kalau Laila sudah meninggal karena kecelakaan itu. Tadi saja Shella sampai terkejut seperti itu dan langsung menangis, bagaimana nantinya.


"Kenapa kamu diem, mas? Jelasin sama aku kondisi Laila sekarang!!" ujar Shella tampak penasaran.


"Laila... dia...." ucap Devano yang lagi-lagi menggantung karena masih tidak tega.


"Dia apa, kenapa??" ujar Shella.


"Menurut informasi yang aku dapetin dari polisi tadi di telpon, katanya Laila ditemukan bersama mobilnya yang hanyut di sebuah sungai... terus polisi juga bilang, kalau Laila sudah gak ada!" jawab Devano.


Shella langsung syok seketika mendengar jawaban suaminya yang kali ini, ia benarkah tidak percaya dengan perkataan Devano dan masih berharap kalau ini semua hanyalah mimpi atau kesalahan belaka.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Satu persatu meninggal, nanti kalo udah meninggal semuanya tinggal ditamatin deh...

__ADS_1


...😁😁😁...


__ADS_2