Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Adrian dipidana


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 109


...•...


...•...


Persidangan sudah dimulai, Devano pun juga sudah datang disana bersama pengacaranya dan tentu para saksi yang sudah ia siapkan sebelumnya untuk memberatkan Adrian dalam sidang ini.


Dari pihak Adrian sendiri juga telah siap, tampak Satria hadir menemani putranya itu didampingi pengacara handal yang telah ia sewa.


Hakim pun mengetuk palu menandakan sidang ini akan dimulai, setelahnya jaksa penuntut umum membacakan surat dakwaan sesuai apa yang dilayangkan Devano sebelumnya.


Tampak Adrian menatap geram ke arah Devano saat itu sambil mengepalkan tangannya, ia seperti sangat membenci Devano dan ingin menerkamnya saat itu juga.


Lina selaku orang yang paling terlibat dalam hal ini pun diminta maju untuk dimintai keterangan, sebelumnya Lina disumpah terlebih dulu di atas Al-Qur'an.


"Saat itu saya tengah bekerja seperti biasa di kantor, tetapi tiba-tiba saja pak Adrian menghubungi saya dan meminta saya untuk mengambil semua dana perusahaan milik pak Devano lalu mengirimkannya ke rekening perusahaan pak Adrian! Sebelumnya memang kami sudah pernah bertemu, pak Adrian juga mengajak saya bekerjasama untuk menghancurkan perusahaan pak Devano!" ucap Lina sambil terus menoleh ke arah Adrian dan tampak gugup.


"Itu semua gak bener pak! Dia mengarang cerita, saya tidak pernah melakukan itu pak!" ujar Adrian membantah omongan Lina bahkan sampai berdiri dari kursinya dan ingin menghampiri Lina, untung saja pengacaranya dengan cepat menahan Adrian.


"Sabar dulu, sekarang bukan giliran anda untuk bicara! Jika anda tidak bisa tenang maka sidang ini akan saya tutup dan anda akan langsung dimasukkan ke dalam sel!" ucap hakim.


Akhirnya Adrian berhasil ditenangkan, ia duduk kembali di kursinya sambil mengatur pernafasannya.


Saksi-saksi lainnya yang dimiliki Devano pun telah maju memberikan kesaksiannya, tampak mereka semua berhasil membuat Adrian tersudutkan.


"Gawat! Kalau begini terus gue bisa kalah dan berakhir di dalam penjara, emang kurang ajar Devano itu! Pasti dia udah bayar saksi-saksi itu!" gumam Adrian menatap tajam ke arah Devano.


Pengacara Adrian terus berusaha membela kliennya dengan menunjukkan data yang ia punya kalau Adrian tak bersalah, namun keterangannya belum berhasil meyakini hakim disana.


Tampak juga Rafi tersenyum puas setelah melihat kondisi saat ini, ya ia senang karena Adrian tak berkutik disana.


"Hahaha setelah ini anda pasti akan mendekam di penjara pak Adrian, suruh siapa anda berani mengkhianati saya??!!" gumam Rafi.


Begitupun dengan Devano, ia juga merasa senang walau sekarang hatinya masih berduka karena Shella istrinya tak kunjung ditemukan.


"Dimana kamu honey? Seharusnya kamu ada disini melihat penderitaan yang akan dialami Adrian, laki-laki yang telah membuat mu menderita honey!" gumam Devano.


...•••...


Disisi lain, anak buah Devano telah berhasil melacak keberadaan pemilik mobil sesuai dengan plat nomor yang terpampang di cctv itu.

__ADS_1


Mereka pun segera mendatangi rumah pemilik mobil itu untuk bertanya lebih lanjut..


TOK TOK TOK...


Seorang pria tidak terlalu tua keluar membuka pintu menemui orang-orang yang ada disana.


"Ini ada apa ya? Kalian cari siapa?" tanya pria itu.


"Maaf pak mengganggu waktunya, sebelumnya perkenalkan saya Rafael dan saya ditugaskan oleh bos saya untuk mencari seseorang yang diculik! Dari bukti yang saya dapatkan, mobil anda ini sesuai dengan penculik yang terpampang di cctv.." jelas Rafael (anak buah Devano) sambil menunjukkan foto plat mobil yang diberikan Devano sebelumnya.


"Wah tapi bukan saya mas penculiknya, oh ya kebetulan mobil ini juga saya sewakan 3 hari yang lalu! Tapi saya tidak tahu kalau mobil ini digunakan orang itu untuk menculik.." ucap pria itu.


"Kalau boleh tau, kira-kira siapa yang menyewa mobil bapak ini? Soalnya saya harus menemukan dia pak!" ujar Rafael.


"Wah kalau wajahnya saya tidak tahu mas, soalnya dia waktu menyewa mobil ini pake penutup wajah gitu! Tapi kalo nama sama nomor teleponnya saya tau mas, saya minta itu soalnya sebagai jaminan!" ucap pria itu.


"Nah boleh saya minta nomor telepon orang itu pak?" tanya Rafael.


"Sebentar saya ambil handphone saya dulu di dalam," ucap pria itu lalu masuk ke dalam rumahnya.


Rafael serta anak buahnya pun menunggu di luar dengan sabar, hingga akhirnya tak lama pria itu kembali lagi menemuinya dengan membawa ponsel di tangannya.


"Ini mas nomornya, kalau kartu identitas dia baru saja saya kembalikan kemarin karena dia juga telah mengembalikan mobil saya mas.." ucapnya menyerahkan ponsel miliknya.


"Baik pak, sebentar ya saya save dulu nomor ini di hp saya.." ucap Rafael lalu menyimpan nomor itu di hp nya agar memudahkan dia untuk menggali informasi lebih jauh.


"Oh ya pak, nama orang ini siapa ya?" tanya Rafael.


"Yasudah tidak apa-apa pak, terimakasih ya atas informasinya! Kalau begitu kami semua permisi pak!" ucap Rafael kemudian pergi dari rumah si bapak itu.


...•••...


Masih di persidangan, keputusan hakim semakin dekat untuk diberitahukan karena memang semua saksi dari pihak Devano & Adrian telah berbicara.


"Baiklah setelah dipertimbangkan secara bersama, maka kami telah mendapat hasil dari sidang kali ini! Dengan ini kami putuskan bahwa saudara Adrian terbukti bersalah karena telah bekerjasama untuk menggelapkan dana perusahaan milik pak Devano! Saudara Adrian akan dikenakan hukuman pidana 5 tahun penjara..!!!" ucap hakim sambil mengetuk palunya.


Tampak kekecewaan terpampang di wajah Adrian & Satria, tentu saja mereka tidak terima dengan keputusan hakim saat itu.


Setelah keputusan disampaikan, sidang pun resmi ditutup dan Adrian dibawa kembali ke dalam sel untuk menjalankan hukuman.


Devano & Rafi tersenyum puas melihat Adrian diseret menuju sel tahanan.


"Vano, sekarang lu bisa tenang karena orang yang selama ini selalu ngusik lu udah ditangkap! Gua yakin juga Shella pasti sebentar lagi akan ditemukan!" ucap Rafi menepuk-nepuk pundak Devano.


"Iya Fi, thanks ya lu udah banyak bantu gue! Semoga aja ucapan lu bener dan Shella bisa kembali ke pelukan gue..!!" ucap Devano.


Tak lama kemudian, handphone milik Devano berdering menandakan ada telpon masuk.


"Sebentar Fi, gue angkat telpon dari anak buah gue dulu! Siapa tau ada perkembangan soal Shella!" ucap Devano lalu mengangkat teleponnya di sebelah Rafi.

__ADS_1


📞"Halo, gimana? Apa kamu sudah berhasil menemukan info tentang istri saya?" tanya Devano pada Rafael yang menelponnya itu.


📞"Sudah pak, saya baru saja mendatangi rumah pemilik mobil yang dipakai penculik itu! Tapi sayang pak mobil itu cuma mobil sewaan, jadi saya belum berhasil menemukan orang yang menculik Bu Shella!" jawab Rafael.


📞"Lalu, apa kamu tidak mendapat info apa-apa dari pemilik mobil itu??" tanya Devano kembali.


📞"Dapat kok pak, saya berhasil mendapat nomor telepon milik orang yang menyewa mobil itu pak! Sebentar lagi akan saya kirim nomornya ke anda!" ucap Rafael.


📞"Yasudah cepat kirimkan ke saya dengan segera! Saya ingin Shella kembali secepatnya..!!" ujar Devano yang sudah tidak sabar lagi untuk menemukan istrinya.


📞"Baik pak!" ucap Rafael yang kemudian mematikan teleponnya untuk segera mengirim nomor penculik itu ke Devano.


"Ada apa Van?" tanya Rafi mendekati Devano dengan wajah penasarannya.


"Anak buah gue berhasil dapetin nomor telepon penculik itu, setelah dia kirim nomornya gue minta tolong lu buat lacak nomor itu ya!" ucap Devano.


"Pasti Van!" ucap Rafi manggut-manggut.


...•••...


Sementara itu, Rafael baru saja ingin mengirimkan nomor telepon si penculik ke Devano.. Namun tiba-tiba saja ada orang mengendarai motor dan dengan cepat merampas ponsel miliknya.


"Woi jambret! Balikin hp gue..!!" teriak Rafael lalu langsung berlari mengejar orang itu bersama anak buahnya yang lain juga.


"WOIII BERHENTI LU..!!!"


Mereka terus berlari, namun tentu saja tidak cukup kuat untuk mengejar penjambret itu.


Akhirnya mereka berhenti berlari karena kecapekan, jambret itu pun sudah jauh dan tak terlihat lagi di pandangan mereka.


"Gimana ini bos?" tanya salah seorang anak buahnya.


"Sialan emang tuh jambret, tapi gapapa kita balik lagi ke rumah bapak tadi! Gue pinjam hp kalian buat catat nomor itu nanti..!!" ucap Rafael.


"Siap bos!"


Mereka pun kembali ke rumah bapak pemilik mobil, namun sesampainya mereka disana terlihat pintu gerbangnya terbuka begitu juga dengan pintu rumah bapak itu.


Dengan cepat mereka masuk ke dalam untuk mengecek kondisi bapak tadi, benar saja bapak itu kini tergeletak pingsan di lantai dengan kondisi kening mengeluarkan darah.


"Bos gimana nih? Sepertinya ini perbuatan si penculik itu.." ujar salah seorang anak buahnya.


Rafael langsung mencari handphone milik si bapak namun tak berhasil menemukannya, ia pun geram dan mengepalkan tangannya.


"Kita cabut!" ucap Rafael memerintahkan anak buahnya keluar dari sana.


Saat di luar, Rafael melihat sebuah tulisan di kaca belakang mobil milik si bapak dan membacanya.


"Kamu tidak akan berhasil menemukan saya.." ucap Rafael saat membaca tulisan di kaca belakang mobil itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2