Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Devano tau


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 335


...•...


...•...


Devano langsung membawa istrinya ke kantor karena ia cemas terjadi sesuatu dengan perusahaannya setelah tadi Novi alias sekretarisnya menghubungi ia dan memberi kabar jika perusahaan tengah mengalami masalah yang buruk.


Sesampainya di depan kantor, Devano pun segera turun dari mobil sekaligus membukakan pintu untuk Shella dan masuk secara bersamaan sembari bergandengan tangan dengan sang istri yang tampak senyum-senyum sendiri itu melihat kelakuan suaminya yang tengah dilanda kepanikan hebat.


"Mas Vano kalo lagi panik lucu deh!" batin Shella.


Devano pun menarik lengan Shella dan membawa istrinya itu masuk ke dalam kantor dengan tergesa-gesa, sehingga Shella tampak meringis merasakan sakit akibat cengkraman tangan Devano yang membuatnya kesakitan.


"Mas, pelan-pelan dong ah!" ucap Shella.


"Iya iya, maaf ya!" ucap Devano panik.


Akhirnya Devano memilih untuk berjalan pelan demi keselamatan istrinya juga, tentu ia tak mau jika Shella nantinya akan kesakitan akibat ia terlalu mencemaskan perusahaannya.


Shella tersenyum memandangi Devano yang ternyata masih mau perduli padanya dalam keadaan panik seperti ini, ia benar-benar merasa kalau Devano sangat tulus menyayangi dirinya dan tak mungkin berkhianat darinya.


Saat hendak memasuki pintu depan kantor, entah mengapa tiba-tiba saja Shella merasakan pusing di kepala serta sakit nyeri pada bagian perutnya.


"Awwhhh..." rintih Shella menghentikan langkahnya sembari memegangi bagian perut bawahnya.


Devano pun bertambah panik dan cemas ketika melihat Shella istrinya itu kesakitan dengan memegangi perut bagian bawahnya, ia langsung menoleh ke arah Shella kemudian mengeceknya.


"Honey, kamu kenapa?" tanya Devano cemas.


"Awhh, sakit mas!" ujar Shella meringis.


"Apanya yang sakit, sayang?" tanya Devano.


Shella hanya menggeleng sambil memegang erat lengan suaminya dan terus meringis, tampaknya ia benar-benar merasa kesakitan kali ini sehingga tak dapat berbicara apapun lagi.

__ADS_1


"Yaudah, oke! Kita ke rumah sakit sekarang, ya?" ucap Devano panik.


"Hey, kalian! Bantu saya! Tolong bukakan pintu mobil saya!" teriak Devano kepada para satpam disana.


"Baik, pak!"


Seorang satpam itu bergerak membuka pintu mobil agar Devano bisa leluasa memasukkan tubuh istrinya ke dalam sana.


Devano pun langsung menggendong tubuh Shella ala bridal style dan membawa Shella ke dalam mobil dengan keadaan panik, kini Devano tak perduli lagi pada perusahaannya karena baginya yang paling penting adalah keselamatan istrinya.


Setelahnya, Devano bergegas menancap gas untuk segera melaju menuju rumah sakit terdekat dan memeriksa kondisi Shella.


Devano tampak sangat khawatir dan berkali-kali terus melirik ke arah istrinya, ia juga mencoba untuk menenangkan Shella agar wanita itu bisa kuat menahan sakit yang dia rasakan sekarang.


Shella hanya bisa meringis menahan sakit sembari memegangi perutnya dan memejamkan mata, bahkan Shella juga sampai mencakar lengan suaminya akibat rasa sakit yang hebat itu.


"Sakit masss...!!" rintih Shella.


"Tahan ya, honey! Ini sebentar lagi kita sampe di rumah sakit kok! Udah, kamu cakar aja tangan aku gapapa kok gausah sungkan!" ucap Devano.


Sebenarnya Devano memang merasa sakit dan perih pada tangannya akibat cakaran Shella, namun ia tetap membiarkan itu supaya istrinya juga bisa menahan sakit untuk sementara ini.


Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit dan Devano langsung bergerak cepat menggendong tubuh istrinya keluar dari mobil.


Devano sangat syok saat melihat darah mengalir di kaki sang istri, ia langsung bertambah panik kemudian berteriak memanggil petugas disana untuk membantunya membawa Shella.




Setelah sekian lama menunggu, akhirnya seorang dokter yang memeriksa Shella keluar dari dalam ruangan dan menemui Devano disana.


Devano langsung bangkit menghampiri dokter tersebut untuk bertanya mengenai kondisi istrinya saat ini, ia sangat panik sampai tak bisa berbicara tenang pada sang dokter.


"Dok, gimana keadaan istri saya?" tanya Devano.


"Sabar ya, pak! Istri anda baik-baik saja kok, beliau hanya kecapekan karena melakukan banyak aktivitas dalam waktu berdekatan. Untuk itu, saya sarankan anda jangan terlalu memaksa istri anda untuk melakukan hubungan badan sementara ini! Karena itu bisa semakin membahayakan kondisi janin di dalam perut istri anda dan juga tentunya kondisi istri anda sendiri! Untunglah dalam kejadian ini janin tersebut masih aman, jadi berhati-hatilah pak!" jawab dokter itu menjelaskan.


Devano yang semula senang karena istrinya baik-baik saja, kini berubah menjadi syok kembali saat mendengar sang dokter menyebut soal janin.


"Apa dok? Janin? Maksud dokter, istri saya hamil?" tanya Devano terheran-heran.


"Loh memangnya anda tidak tau mengenai hal ini?" dokter itu malah balik bertanya pada Devano dengan wajah keheranan juga.

__ADS_1


"Enggak dok, istri saya gak cerita apa-apa ke saya soal kehamilan dia!" ucap Devano.


"Ohh, mungkin istri anda lupa atau belum siap mengatakannya. Tapi, yang pasti saat ini istri anda memang sedang mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki Minggu ke empat!" ucap dokter itu.


"Alhamdulillah...." Devano terlihat sangat senang dan langsung mengucap syukur atas kehamilan istrinya, ia tak menyangka Shella menyembunyikan hal sebesar itu padanya.


Devano sampai bersujud syukur di depan dokter itu sembari mengusap wajahnya.


Dokter tersebut hanya tersenyum terharu melihat reaksi Devano saat mengetahui istrinya tengah hamil empat Minggu.


"Dok, apa boleh saya temui istri saya?" tanya Devano.


"Oh, silahkan!" jawab dokter itu.


"Terimakasih, dok!" Devano langsung bergegas masuk ke dalam ruangan itu untuk menemui istrinya di dalam sana dengan perasaan riang gembira.


Devano juga menghapus air matanya lebih dulu supaya Shella tidak curiga jika melihat dirinya habis menangis karena bahagia.


"Honey...." ucap Devano pelan sembari menghampiri Shella yang masih tergeletak sadar di atas ranjang dengan wajah manyun.


Seketika Shella menoleh karena panggilan itu.


Devano pun tersenyum menatap sang istri yang kini tengah mengandung anaknya, ia menggerakkan tangannya untuk mengusap wajah cantik Shella lalu mengecup kening istrinya itu.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Shella heran melihat suaminya begitu senang.


"Gapapa, aku lagi seneng aja." jawab Devano.


"Loh seneng kenapa? Kamu seneng gitu lihat aku kesakitan kayak tadi? Ih mas kamu kok kayak gitu sih sama istri kamu sendiri?" ujar Shella salah sangka.


"Hahaha, sekarang aku ngerti kenapa mood kamu bisa berubah-ubah gitu!" ucap Devano.


"Hah? Emang kenapa?" tanya Shella.


"Karena kamu lagi mengandung calon anak kita, iya kan?" ucap Devano mendekatkan wajahnya pada Shella sambil mengusapnya.


"Tadi dokter bilang sama aku, kamu lagi hamil empat Minggu dan syukurlah kandungan kamu baik-baik aja! Kamu kenapa gak bilang sih sama aku soal kehamilan kamu? Kalo kamu bilang, pasti aku bakal lebih hati-hati lagi mainnya semalam!" sambung Devano tersenyum.


Shella sangat terkejut karena Devano telah mengetahui semua tentang kehamilannya, ia tampak kesal karena rencana yang sudah ia buat sematang mungkin akhirnya gagal.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2