
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 287
...•...
...•...
"Mau apa kamu kesini lagi, ha? Apa kurang jelas perkataan saya waktu itu yang minta kamu untuk tidak datang lagi ke rumah saya?" ujar Jenar emosi saat melihat pria yang tak disukainya berdiri di depan pintu menghadap ke arahnya.
"Saya hanya ingin bertemu Shella, Bu! Gak ada salahnya kan?" ucap pria itu dengan santainya.
"Apa? Gak ada salahnya kamu bilang? Hey, kamu ini punya rasa malu atau enggak sih? Shella itu sudah menikah dan mempunyai suami, bisa-bisanya kamu masih coba deketin dia!" bentak Jenar.
Ya pria yang tak lain adalah Arga itu hanya tersenyum tipis tanpa merasa bersalah sedikitpun, sedangkan Jenar makin emosi dibuatnya karena Arga malah senyum-senyum seperti itu menatapnya dengan satu tangannya memegang bunga.
"Sudah, saya tidak akan izinkan kamu menemui Shella walau sebentar! Cepat kamu pergi dari sini, sebelum saya berteriak...!!" ujar Jenar emosi.
"Ibu tenang dulu dong, saya kan datang kesini baik-baik gak ada niatan mau apa-apa! Ayolah Bu, izinkan saya sebentar aja ketemu sama Shella! Saya janji setelah itu mungkin saya akan langsung pulang, please Bu!" ucap Arga memohon.
"Otak kamu ini dimana sih, Arga? Kamu itu masih muda dan tampan, kamu cari saja wanita lain yang masih single dan belum menikah! Jangan terus dekati Shella putri saya...!!" bentak Jenar.
"Saya cuma cinta sama Shella, Bu! Gak ada wanita lain yang bisa gantiin Shella di hati saya, saya juga gak perduli mau Shella sudah memiliki suami atau belum karena saya akan terus berusaha untuk mendapatkan hatinya!" ucap Arga tegas.
Plaaakk...
__ADS_1
"Lancang sekali kamu bicara sepeti itu...!! Memangnya kamu pikir putri saya wanita macam apa, ha? Dia tidak akan berpaling ke lain hati dan kamu sebaiknya jangan pernah berharap untuk bisa merebut dia dari suaminya!" bentak Jenar melayangkan tamparan di wajah Arga.
Arga terdiam sembari memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan keras dari Jenar, ia kesakitan namun itu tak sebanding dengan rasa cintanya yang begitu kuat kepada Shella sehingga ia akan terus bertahan demi bisa mendapatkan Shella walau beribu-ribu kali ditampar.
"Bu, saya cinta sama Shella dan saya akan melakukan segalanya untuk merebut Shella dari Devano!" ucap Arga tanpa rasa malu.
Jenar geleng-geleng kepala dengan amarah yang memenuhi tubuhnya, ia sungguh heran bagaimana bisa ada pria seperti Arga di dunia ini yang padahal baru bertemu beberapa kali saja dengan Shella tetapi sudah bilang kalau dia mencintai Shella dan tidak bisa melupakannya.
"Terserah apa kata kamu, Arga! Yang pasti satu hal yang harus kamu tahu, cinta Shella dan Devano itu tidak bisa diragukan lagi! Kamu tidak mungkin bisa menghancurkan rumah tangga mereka!" ucap Jenar.
"Oke Bu, kita lihat aja nanti siapa yang jadi pemenangnya...." ucap Arga penuh keyakinan.
Jenar sungguh benar-benar dibuat tercengang oleh perkataan Arga yang malah semakin tertantang untuk bisa merebut Shella dari Devano, baru kali ini ia bertemu dengan sosok pria seperti itu yang tidak tahu malu bahkan lebih parah dibanding Adrian walaupun keduanya sama saja.
"Oh ya Bu, kalo gitu saya titip bunga ini untuk Shella! Tolong dikasihkan ke dia ya, Bu!" ucap Arga menyerahkan bunga itu pada Jenar.
Jenar menampani bunga dari tangan Arga lalu memandanginya sambil tersenyum, namun tiba-tiba saja ia membanting bunga itu ke lantai dan menginjaknya di hadapan Arga dengan penuh emosi serta rasa kesal yang terpendam.
"Ini adalah gambaran cinta kamu itu, ya dia akan hancur seperti bunga ini dan kamu tidak mungkin bisa mendapatkan Shella!" jawab Jenar.
Braakkk...
Jenar yang emosi langsung saja masuk ke dalam rumah dan membanting pintu dengan keras hingga membuat Arga terkejut, sedangkan pria itu nampak kesal sekaligus kecewa pada Jenar yang menginjak-injak bunga pemberiannya seperti itu.
"Kurang ajar, tante itu harus diberi pelajaran juga supaya dia tahu siapa saya....!!" gumamnya sembari mengepalkan tangan.
...•••...
Disisi lain, Devano membawa istrinya ke sebuah restoran sederhana mungkin bisa dibilang bukan restoran karena bentuknya lebih menyerupai warung makan pinggir jalan seperti biasanya dan orang-orang yang hadir disana juga bukan dari kalangan atas.
"Mas, kamu serius bawa aku kesini?" tanya Shella terheran-heran.
__ADS_1
"Iya, emangnya kenapa honey? Kamu gak suka aku ajak makan di tempat sederhana kayak gini?" ucap Devano malah bertanya balik pada istrinya.
"Bukan gitu, mas! Tapi, aku heran aja sama kamu kan kamu gak terbiasa makan di tempat kayak gini! Emang kamu bisa makan disini, mas?" ucap Shella.
"Hahaha, ya bisa dong honey! Aku mau makan di manapun kalau sama kamu ya pasti bisa, malah tambah semangat!" ucap Devano.
Shella pun tersenyum lalu membenamkan wajahnya pada bahu sang suami sembari mengelus dadanya, Devano membawa sang istri ke tempat duduk yang kosong lalu mereka pun duduk berduaan disana sembari terus menempel bak truk gandeng.
Suasana disana memang cukup ramai dengan pelanggan yang datang, namun itu tak membuat keduanya merasa canggung untuk beradegan romantis karena mereka memang sudah sah menjadi pasangan suami-istri.
"Kamu langsung mau pesan makan, atau minum dulu?" tanya Devano sembari membelai rambut istrinya yang masih berada di pundaknya.
"Aku ngikut kamu aja, mas!" jawab Shella.
Setelah mendengar jawaban sang istri, Devano pun tersenyum tipis lalu memanggil pelayan disana untuk memesan makanan bagi mereka berdua sekaligus minuman tentunya supaya tidak dehidrasi atau tersedak ketika makan.
Sesudah memesan, Devano pun kembali menciumi wajah serta leher sang istri yang memang sudah menjadi candu baginya hingga kini walau telah seringkali ia melakukan itu namun tidak pernah ia merasa bosan atau apalah itu.
"Mas, kamu gak malu apa kayak gini di tempat umum?" tanya Shella sedikit malu.
"Gapapa sayang, lagian ngapain malu sih? Kan kita udah sah jadi suami-istri, bebas dong kita mau ngapain aja gak bisa ada yang ngelarang!" ucap Devano tersenyum sambil mencolek hidung Shella.
"Iya mas, tapi kan—"
"Ssshhh! Gak ada juga yang protes kok, udah kamu santai aja honey!" potong Devano sembari menempelkan telunjuknya pada bibir Shella.
Shella sedikit memanyunkan bibirnya namun tetap mengangguk membiarkan suaminya terus mengendus-endus area lehernya, ia mulai terangsang apalagi telapak tangan Devano gerayapan pada bagian dadanya.
"Kamu selalu wangi, honey!" desahh Devano di telinga sang istri sembari menggigitnya pelan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...