Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Gak kayak di film


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 104


...•...


...•...


Devano kembali ke apartemennya, ia terkejut saat melihat pintu apartemennya terbuka begitu saja.


Dengan cepat Devano masuk ke dalam memanggil nama Shella istrinya berharap tak terjadi apa-apa padanya, terlihat televisi masih menyala dan ada sepiring pasta di atas meja dekat sofa.


"Shella, Shella..!!" teriak Devano cukup keras sambil mengecek kesana-kemari, sampai ke sudut sempit apartemennya itu.


Namun, Devano tak bisa menemukan keberadaan istrinya di dalam sana.. Ia pun panik sekaligus mencemaskan keadaan istrinya itu.


Devano langsung mengusap-usap kepalanya, tiba-tiba tanpa sengaja ia melihat sebuah kartu nama tergeletak di lantai itu.


Devano pun mengambilnya dan membaca isi kartu nama tersebut, ia langsung membulatkan matanya saat mengetahui bahwa itu adalah kartu nama milik Adrian Bagaskara yang merupakan saingannya.


"Apa yang sudah dilakukan Adrian pada Shella? Apapun itu saya pastikan kamu akan mendapat balasannya Adrian! Berani sekali kamu menyentuh istriku lagi!" gumam Devano mencengkeram kartu nama itu dan mengantonginya ke saku celananya.


Tanpa berpikir panjang Devano langsung menghubungi polisi meminta bantuan mereka untuk menuju ke rumah Adrian, ya dia tak mau mengambil resiko karena takut istrinya di celakai oleh Adrian.


Saat ia ingin melangkah keluar, telponnya berdering ada telpon masuk dari Rafi sepupunya.


📞"Halo, ada apa Fi lu nelpon gua? Sorry gua gak punya banyak waktu buat bicara sama lu, karena Shella sekarang menghilang Fi dia gak ada di apartemen gua!" ucap Devano yang panik.


📞"Hah seriusan? Kok bisa sih Shella ngilang gitu? Mungkin dia lagi pergi keluar kali Van, lu jangan cemas dulu coba deh cari ke deket apartemen lu siapa tau istri lu itu ada disana lagi main!" ujar Rafi coba menenangkan sepupunya.

__ADS_1


📞"Gak mungkin Fi, gua yakin banget Shella pasti diculik sama Adrian! Karena gue temuin kartu nama dia di lantai, makanya sekarang gue mau ke rumah dia bareng sama polisi!" ucap Devano.


📞"Wah yaudah kalo gitu nanti aja gue bicaranya, sekarang lu fokus selamatin istri lu ya Van! Jangan sampe dia kenapa-napa, karena gue juga gak akan rela kalo Shella sampai terluka!" ujar Rafi.


📞"Iya Fi gue tutup dulu ya telponnya!" ucap Devano lalu langsung menutup telponnya begitu saja dan berlari keluar dari apartemen itu.


Devano benar-benar cemas akan keadaan istrinya, ia menyesal telah meninggalkan Shella seorang diri di apartemen.


"Aarrrgghhh..!! Harusnya gua gak tinggalin Shella sendirian disana! Kenapa gua bodoh banget sih jadi orang??!! Gua emang suami yang gak becus jaga istri! Ya Tuhan selamatkan lah istri hamba! Jangan biarkan dia terluka sedikitpun ya Tuhan..!!" ujar Devano kesal sendiri bahkan memukul setir mobilnya.


Devano melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa takut mengalami kecelakaan, ya dia sudah hampir kehilangan akal karena istrinya diculik.


...•••...


Adrian, Bimo dan juga Satria sampai di rumah, dengan sangat lelah Satria duduk di sofa dan bersandar di sandaran sofa itu.


Adrian & Bimo yang membawakan koper Satria pun juga ikut duduk sambil mengipas-ngipaskan lehernya menggunakan 2 tangan mereka.


"Gerah banget ya abis dari luar, emang bener-bener nih Jakarta udaranya panas banget!" ujar Adrian.


"Wah jadi papah udah beli rumah disana? Jangan-jangan papah juga punya istri baru ya disana?" ujar Adrian dengan sedikit tertawa.


"Rumah memang sudah punya, tapi kalo istri baru belum ada calonnya yang mau nikah sama papah! Ahaha lagian papah mau lihat kalian berdua menikah dulu, baru setelah itu papah pindah ke Dubai!" ucap Satria.


"Tenang aja pah, gak lama lagi aku juga bakal bawa calon istri aku kesini kok.. Tapi kalo si Bimo ini belum tahu deh pah soalnya dia masih belum bisa moveon dari mantannya!" ujar Adrian menepuk pundak Bimo.


"Sotoy lu bang!" ujar Bimo.


"Lah bener kan? Lu aja sampe sekarang masih cinta sama si Zara, itu artinya lu belum moveon Bimo! Tapi tenang aja santai, Zara bakal balik ke pelukan lu kok!" ucap Adrian.


"Oh ya Rian, calon kamu tuh masih sama yang waktu itu kan? Siapa tuh namanya, Shella ya?" tanya Satria coba menengahkan 2 anaknya yang mulai memanas.


"Bukan dong pah, Shella mah udah kelaut! Aku punya yang baru yang lebih cantik dan menarik dari Shella! Aku jamin papah pasti langsung terpesona begitu melihat dia nanti..!!" jawab Adrian dengan pedenya.


"Wah papah jadi gak sabar nih mau ketemu calon kamu yang baru, kalo Shella aja udah cantik begitu apalagi calon kamu ini!" ujar Satria.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Ratmi pembantu di rumah Adrian datang menemui mereka..


"Maaf permisi den, tuan! Itu di luar ada polisi cari den Adrian katanya mau ketemu!" ucap Ratmi sedikit membungkukkan badannya dengan 2 tangan terlipat di bagian depan tubuhnya.


Sontak mereka bertiga membulatkan mata terkejut mendengar perkataan Ratmi, ada masalah apa sampai Adrian dicari polisi? Begitulah kira-kira pertanyaan yang ada dalam benak mereka.


...•••...


Disisi lain, Shella terbangun dari pingsannya.. Ia merasakan sangat pusing di bagian kepala serta beberapa bagian tubuhnya terasa nyeri.


"Aww.. Sshhh.. Kepala aku pusing banget!" ucap Shella seraya memegangi keningnya.


Shella melihat ke sekeliling ruangan itu, ia sadar kalau saat ini ia berada di sebuah kamar seseorang mungkin milik penculiknya.


"Pasti ini tempat si penculik itu, tapi kenapa aku malah disekap di tempat bagus kayak gini ya? Terus kok tangan aku gak diiket sama dia kayak di film-film?" ujar Shella bertanya-tanya lalu perlahan bangun dan kini bersandar di sandaran kasurnya.


Ceklek, Krriieeekkk...


Suara pintu terbuka, memperlihatkan seorang pria dengan topeng hitam di wajahnya masuk ke dalam kamar itu sambil membawa nampan berisi semangkuk sup beserta segelas air putih.


"Si-siapa kamu? Kenapa kamu bawa aku kesini? Apa tujuan kamu sebenarnya??" tanya Shella dengan nada tinggi.


Pria itu tak menjawab dan malah duduk di pinggir ranjang lalu menyerahkan nampan itu pada Shella.


"Buat apa? Aku gak mau makan makanan itu, pasti kamu udah taruh sesuatu kan di dalamnya! Mending aku mati kelaparan daripada harus makan itu!" ujar Shella menolak untuk memakan makanan pemberian pria itu.


Terlihat pria itu menghela nafasnya dan kembali menyodorkan nampan itu pada Shella.


"Makanlah, aku tidak menaruh apapun di makanan ini! Ayo cepat makan aku tidak mau kau sakit!" ucapnya memaksa Shella untuk makan.


Akhirnya dengan terpaksa Shella memakan sup pemberian pria itu, walau sebenarnya ia takut kalau di dalam sup itu ada obat atau semacamnya.


"Aku senang sekali bisa melihatmu sedekat ini Shella, sungguh terasa sempurna hari ini bagiku!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2