
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 95
...•...
...•...
Devano kembali ke mobil menemui Rafi setelah dia berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal Hamzah security yang sudah memotong tali rem mobilnya kemarin.
"Gue udah dapet alamatnya, yuk langsung aja kita kesana sekarang!" ucap Devano.
"Tunggu Van, gua mau nanya sama lu!" ujar Rafi.
"Tanya apa Fi?" ucap Devano mengernyitkan dahinya.
"Apa lu tau mobil yang dikendarain sama asisten lu itu? Sedan putih bukan??" tanya Rafi pada Devano.
Sontak Devano berpikir sejenak mengingat bentuk mobil milik Kevin, ya mendadak ia lupa padahal sering melihatnya sebelumnya.
"Iya iya bener mobil Kevin tuh sedan warna putih, dia sering pake itu setiap ke kantor! Emang ada apaan sih lu nanya begitu ke gua??" ujar Devano.
"Berarti ada kemungkinan Kevin yang kecelakaan di jalan tadi Van, soalnya ini gua dapet info dari berita yang kecelakaan tuh mobil sedan putih dengan plat nomor B 131 ZZZ.. Terus inisial korbannya KS, lu inget gak plat mobil Kevin berapa?" ujar Rafi.
"Lengkapnya sih gua gak inget ya, tapi setahu gua belakangnya itu zzz! Terus nama lengkap Kevin juga Kevin Samudra, mirip sama inisial korban yang lu bilang barusan Fi!" ucap Devano.
"Kita harus ke tempat kecelakaan itu dan mastiin semuanya, tapi semoga aja dugaan kita salah dan bukan Kevin yang terlibat kecelakaan!" ujar Rafi.
"Iya lu bener Fi, yaudah yuk kita kesana sekarang!" ucap Devano kemudian membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam.
Mereka pun menjalankan mobil masing-masing menuju lokasi kecelakaan tersebut, tampak Devano berharap-harap cemas kalau korban itu bukanlah Kevin asistennya.
Sesampainya disana, terlihat masih banyak polisi disekitar lokasi kecelakaan.. Namun kali ini tempat itu sudah diberi garis polisi agar tak ada warga yang melintasinya.
Devano & Rafi memaksa masuk untuk memastikan apakah korban itu adalah Kevin atau bukan, karena alasan itu akhirnya polisi membiarkan mereka masuk.
Bahkan polisi disana memberikan barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan, seperti dompet dan juga hp.
"Ini pak, barang-barang tersebut adalah milik korban! Di dalam dompet itu kami menemukan kartu identitas, maka kami akhirnya berhasil mengenali siapa korban!" ucap polisi.
__ADS_1
Devano membuka dompet itu yang memang sudah setengah hangus, dia mengambil kartu identitas dari dalam dompet itu dan membacanya.
Memang kartu tersebut sudah hampir hangus juga, tapi masih bisa dapat dilihat nama lengkap korban bahkan fotonya yang terpancar di kartu itu.
Devano langsung syok begitu melihat kartu identitas itu, dia menutup mulutnya dan kini matanya berkaca-kaca.
"Ada apa Van? Lu kenapa??" tanya Rafi heran.
"Ini bener Kevin Fi, Kevin yang terlibat dalam kecelakaan ini!" jawab Devano gemetar.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un.. Jadi bener korban KS itu Kevin Samudra asisten lu Van? Ya ampun gua gak nyangka banget ini bisa terjadi," ujar Rafi yang juga ikut syok seperti Devano.
Devano mengembalikan kartu identitas itu beserta barang-barang lainnya milik Kevin kepada pihak kepolisian.
"Pak, bagaimana kronologis kecelakaan ini pak? Kenapa bisa mobil asisten saya sampai terbakar begini??" tanya Devano yang tak bisa lagi menahan air matanya.
"Menurut keterangan warga sekitar yang ada disini saat kejadian, mobil korban sempat berhenti di tengah pertigaan sana pak! Lalu muncul truk yang diduga mengalami rem blong menabrak mobil korban sampai terpental dan akhirnya meledak pak!" jelas polisi.
Devano langsung terduduk di aspal tak dapat menahan kesedihannya mendengar cerita dari pak polisi, ia bahkan memukul-mukul aspal sebagai tanda penyesalan.
"Kalau aja gua gak suruh Kevin buat cari info tentang security itu, pasti ini semua gak akan terjadi! Apa yang harus gua jelasin ke keluarga Kevin nantinya?" gumam Devano terus memukul aspal disekitarnya.
Rafi berusaha menenangkan Devano agar tidak menyakiti dirinya sendiri, ya dia merasa kasihan melihat sepupunya itu terpukul.
...•••...
📞"Bagus, saya suka cara kerja kamu! Dengan begini maka saya hanya perlu melenyapkan satu orang lagi, yakni Rafi! Dia harus ikut musnah agar tidak bisa menghalangi rencana yang sudah saya susun dengan matang ini! Hamzah, sekarang juga kamu pindah dan rubah identitas kamu! Saya akan berikan uang sebagai imbalan atas kerja bagus kamu!" ucap seorang pria.
📞"Baik pak, saya akan lakukan itu secepatnya! Terimakasih sebelumnya pak karena sudah membantu biaya pengobatan istri saya, saya sangat berhutang budi pada bapak!" ucap pria bernama Hamzah itu.
📞"Tidak perlu begitu, kamu kan juga sudah membayarnya dengan berhasil melakukan tugas dari saya!" ucap seorang pria yang tengah duduk di kursi putar miliknya.
Tut Tut Tut...
Pria tersebut mematikan teleponnya lalu tersenyum dan melempar ponselnya ke atas meja.
...•••...
Shella mondar mandir di depan rumah seperti menunggu seseorang, ya dia juga sesekali melihat ponselnya lalu mengirim pesan ke nomor Devano.
Tampak Shella memang menunggu kedatangan suaminya yang sudah berjanji akan menjemputnya kembali tak lama setelah ia mengantarkan dirinya kemari.
Namun sudah hampir 4 jam Shella disana, Devano tak kunjung kembali untuk menjemputnya.. Bahkan sekedar memberi kabar saja Devano tak melakukannya.
Shella pun merasa cemas sekaligus kesal pada suaminya itu, tapi Jenar datang keluar menghampiri Shella yang sedang panik itu.
__ADS_1
"Shella sayang, kamu sabar aja dulu! Barangkali suami kamu lagi ada urusan penting yang harus dia kerjakan, lagian emang kamu gak seneng apa lama-lama disini sama ibu? Ohh kamu udah bosan ya ketemu ibu terus selama ini.." ujar Jenar menyender di depan pintu.
"Ish ibu kok ngomongnya gitu sih? Aku bukan bosen atau gak suka lama-lama disini, tapi aku cuma khawatir aja sama mas Vano soalnya udah 4 jam loh ini dia gak ngasih aku kabar! Kan aku sebagai istrinya merasa cemas Bu..!!" ucap Shella cemberut.
"Uluh uluh anak ibu satu ini, doain aja semoga suami kamu gak kenapa-napa! Nanti juga kalo dia udah gak sibuk pasti dia kabarin kamu kok sayang! Udah yuk masuk lagi ke dalam, jangan di luar begini nanti dilirik sama cowok lain bisa cemburu suami kamu!" ujar Jenar dengan sedikit melontarkan candaan.
"Apa sih ibu, yaudah iya aku masuk lagi!" ucap Shella tersenyum tipis kemudian masuk ke dalam rumah bersama ibunya itu.
Jenar menutup pintu rumahnya lalu duduk di sofa bersama Shella, disana juga sudah ada Lubis & Damar yang sedang menikmati secangkir kopi ditemani kue bolu coklat buatan Yani.
...•••...
Adrian membukakan pintu mobil untuk Nadya setelah mereka sampai di rumah Nadya.
"Makasih pak, tapi lain kali sebaiknya bapak gak perlu bukain pintunya karena saya bisa buka sendiri kok!" ucap Nadya dengan wajah datar.
"Kamu tuh lucu ya, katanya gak mau diantar sama saya eh tapi barusan bilang lain kali berarti kamu masih berharap kan diantar pulang sama saya!" ucap Adrian tersenyum mencolek pipi Nadya.
"Ma-maksud saya tuh lain kali kapan-kapan gitu, kalo misal bapak maksa-maksa saya lagi.. Bukannya saya berharap dianterin sama bapak lagi!" ucap Nadya mengelak disertai pipinya yang memerah.
"Ah bisa aja kamu ngeles nya, bilang aja kalo kamu udah mulai tertarik sama saya kan?" ujar Adrian menggoda Nadya membuat pipi Nadya makin memerah.
"Apaan sih pak? Gausah kegeeran deh, udah ya saya mau masuk ke dalam sekali lagi makasih udah anterin saya pulang!" ucap Nadya membuang muka lalu berjalan masuk ke rumahnya.
Adrian masih disana memperhatikan langkah Nadya yang terlihat tergesa-gesa ingin segera masuk ke rumahnya.
"Lucu banget kamu Nadya sama seperti kembaran kamu Shella! Tapi sayang kamu belum bisa bikin hati saya moveon dari Shella, sampai sekarang cinta saya masih untuk Shella seorang!" gumam Adrian.
Setelah Nadya masuk dan tak terlihat lagi wujudnya oleh Adrian, sontak Adrian langsung masuk ke mobilnya dan bergegas pergi dari sana.
Tanpa disadari oleh Adrian, rupanya Nadya mengintip melalui jendela rumahnya untuk memastikan apa Adrian sudah pergi atau belum.
"Kenapa ya sekarang aku jadi gugup tiap deket sama pak Adrian? Masa iya sih aku mulai jatuh cinta sama dia?? Dih enggak banget, gak mungkin aku jatuh cinta sama bos aku sendiri..!!" gumam Nadya lalu menutup gorden jendela itu dengan cepat.
"Eh Nadya kamu udah pulang?" sapa mamahnya dari belakang yang membuat Nadya terkejut.
"Aduh mamah ngagetin aja sih, aku pikir siapa loh tadi!" ujar Nadya mengelus dadanya.
"Padahal mamah cuma nanya pelan loh, makanya kamu jangan bengong melulu! Kamu lihatin apa sih emangnya sayang??" ujar mamah Nadya penasaran mengapa anaknya itu berdiri di depan jendela.
"Eee gak kok mah aku gak lihat apa-apa, udah ya mah aku mau mandi dulu.." ucap Nadya mengalihkan pembicaraan kemudian pergi ke kamarnya.
Mamah Nadya merasa heran dengan putrinya itu, tak biasanya memang Nadya bersikap demikian.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...#SalamDariBinjai🙏...