
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 351
...•...
...•...
Sesudah makan malam bersama mama dan papanya, kini Devano serta Shella kembali ke kamar mereka untuk beristirahat karena hari juga sudah semakin malam dan Shella membutuhkan istirahat cukup untuk menjaga kondisi kandungannya.
Devano menuntun istrinya itu menaiki tangga dengan perlahan agar Shella tidak tergelincir lagi seperti beberapa waktu lalu saat ia harus keguguran dan kehilangan janin dalam kandungannya, itulah sebabnya Devano menjadi lebih perhatian kepada istrinya di kehamilan keduanya.
Shella pun tampak senang karena perlakuan suaminya yang benar-benar menjaga dirinya, tak seperti biasanya yang lebih cuek dan tak perduli.
"Mas, kamu manis banget sih! Aku cuma naik tangga aja pake dipegangin, padahal aku kan masih bisa naik tangga sendiri tanpa dibantu kamu. Lagian usia kandunganku juga masih muda, mas." ucap Shella.
"Honey, justru itu! Karena usia kandungan kamu masih muda, kan biasanya rawan! Makanya aku mau bantu kamu supaya gak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ke kamu," ucap Devano.
"Iya sih, mas. Tapi, kamu kok masih aja minta jatah sama aku? Katanya kamu khawatir sama kandungan aku ini?" ucap Shella tersenyum.
"Ah kamu mah, ngapain bahas itu lagi sih? Kalau soal jatah kan beda lagi, honey! Aku paling gak bisa kalo disuruh tahan buat enggak main sama kamu, karena si Daniel selalu berontak minta buat dimasukin ke punya kamu yang sempit-sempit enak itu!" ucap Devano menggoda istrinya.
"Haish, kamu mah selalu aja begitu! Yaudah, cepetan dong jalannya mas!" ucap Shella.
"Iya iya...."
Devano pun mempercepat langkahnya sembari menggandeng lengan sang istri, tentunya Devano tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Shella dan terus menatap sembari mengelus wajah istrinya itu dengan lembut.
Ceklek...
Devano langsung membuka pintu kamarnya lalu menyalakan lampu disana supaya tidak terlalu gelap.
"Honey, langsung tidur ya!" ucap Devano.
"Iyalah mas, aku juga setiap malam pengennya begitu kok. Tapi, kamu kan selalu aja usil dan minta jatah dari aku! Makanya aku selalu tidur tengah malam, bahkan hampir subuh!" ujar Shella.
"Ahaha, malam ini aku gak gitu kok. Kan aku udah janji sama mama!" ucap Devano nyengir.
"Bagus deh, kalo gitu aku ke kamar mandi dulu ya, mas? Aku harus cuci muka sama gosok gigi, supaya muka aku bersih dan gak kotor kayak muka kamu tuh! Jerawat semua isinya, gak pernah bersihin wajah sih!" ujar Shella.
__ADS_1
"Sembarangan! Muka aku mah bersih terus, tapi emang jarang sih aku cuci muka. Soalnya males banget, honey!" ucap Devano.
"Yaudah, sekarang bareng aku yuk! Sabun cuci muka kamu masih ada kan?" ucap Shella.
"Oh, ya ada dong. Kan udah dibilang, aku tuh jarang cuci muka. Jadi, pasti sabun cuci muka aku masih utuh dan paling baru berkurang sedikit! Nanti kamu yang cuciin muka aku, ya? Sekalian sama bersihin si Daniel dong, supaya dia lebih perkasa dan bisa obrak-abrik pertahanan kamu!" ucap Devano.
"Mas, aku teriak nih biar mama denger dan langsung samperin kesini terus marahin kamu!" ancam Shella sembari menatap wajah suaminya tajam.
"Teriak aja, nanti langsung aku bungkam pake bibir aku terus kita lanjut main deh di ranjang sampe pagi!" goda Devano berdesis di telinga istrinya.
"Ish, dasar omes!" ujar Shella kesal sembari mencubit pinggang Devano berkali-kali.
Devano pun meringis kesakitan dan mengusap bagian bekas cubitan istrinya, sedangkan Shella pergi begitu saja meninggalkan Devano lalu masuk ke dalam kamar mandi sesuai niatnya tadi.
...•••...
Disisi lain, Nadya baru hendak naik ke kamarnya sesudah acara tv yang ia saksikan bersama ibunya telah usai alias habis.
"Bu, aku ke kamar ya? Ngantuk nih," ucap Nadya berbicara pada ibunya sembari menahan kantuk yang ia rasakan dan menjaga matanya agar tetap terbuka, walau beberapa kali minta ditutup.
"Iya sayang, ibu juga sama. Mau langsung tidur ke kamar, yaudah gih kamu ke atas sana!" ucap Jenar tersenyum sembari memegang wajah putrinya.
"Iya Bu, kalo gitu aku ke kamar dulu, ya? Selamat malam, ibu! Semoga ibu mimpi indah ya!" ucap Nadya pamit untuk tidur kepada ibunya.
"Kamu juga ya, sayang!" ucap Jenar.
Akan tetapi, tiba-tiba saja muncul suara ketukan pintu dari arah luar rumah yang membuat Nadya serta Jenar terkejut. Bagaimana tidak? Ini sudah hampir jam sepuluh malam dan masih ada yang datang ingin bertamu ke rumah mereka.
TOK TOK TOK...
"Bu, itu siapa ya?" tanya Nadya ketakutan.
"Ibu juga gak tau, tapi kamu gausah takut gitu! Paling juga tetangga mau bertamu, sebentar ya ibu cek dulu ke depan!" ucap Jenar.
"I-i-iya Bu, tapi hati-hati Bu! Aku takutnya itu orang jahat atau malah bukan orang!" ucap Nadya.
"Ahaha, kamu ini kebanyakan nonton film horor sih! Udah kamu tunggu disini aja deh kalo takut! Biar ibu aja yang ke depan buat ngecek, malah kalo kamu mau kamu boleh kok lanjut ke kamar!" ucap Jenar tersenyum sembari memegang punggung Nadya.
"Ya gak enak lah, Bu! Masa aku tinggalin ibu gitu aja? Udah aku temenin ibu deh buat ngecek ke depan, aku juga penasaran siapa sih yang datang kesini malam-malam begini?" ucap Nadya.
"Yaudah, ayo sayang!" ucap Jenar.
TOK TOK TOK....
Suara ketukan itu terus terdengar di telinga mereka dan semakin membuat ibu serta anak itu kebingungan siapakah yang datang.
__ADS_1
Jenar membuka gorden jendelanya lalu melihat keluar untuk memastikan siapa yang datang kesana.
"Sayang, itu orang. Tapi, kamu kenal gak siapa laki-laki itu?" ucap Jenar berbisik pada putrinya.
"Eee aku juga kurang yakin sih, Bu. Soalnya kan dia madep ke belakang, kita keluar aja buat mastiin!" jawab Nadya juga tak bisa mengenali pria itu.
Jenar mengangguk lalu segera membuka pintu rumahnya dan berjalan ke luar.
Ceklek...
Pria yang sedari tadi menghadap membelakangi pintu, kini menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Pria itu tersenyum menatap ke arah Jenar dan juga Nadya disana.
"Selamat malam tante, Sheila!" ucapnya.
Nadya dan Jenar hanya bisa tercengang melihat wajah pria tersebut.
"Damar?" ucap mereka bersamaan.
Pria yang tak lain adalah Damar itu kembali tersenyum lebar, ia lalu maju mencium punggung tangan tantenya dan bersalaman juga dengan Nadya disana.
"Iya tante, aku Damar. Boleh kan kalau malam ini aku numpang nginep disini?" ucap Damar.
Jenar tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, Jenar pun maju mendekati Damar lalu memegang lengan pria tersebut.
"Nak, ini kan rumah papa kamu. Masa kamu mau nginep disini aja harus izin sama tante? Justru tante ngerasa gak enak sama kamu, karena tante masih harus tinggal disini sampai sekarang." ucap Jenar tersenyum memandang wajah ponakannya.
"Enggak lah, tante. Sekarang kan rumah ini udah dikasih sama papa buat tante, jadi aku ya harus minta izin dulu sama tante kalo mau nginep disini!" ucap Damar.
"Oh ya, kamu sejak kapan ada di Jakarta?" tanya Jenar penasaran.
"Udah dua hari sih, tante. Tapi, kemarin itu aku nginep di kosan temen aku yang ada disini. Nah malam ini aku gak dibolehin lagi nginep disana sama ibu pemilik kos, makanya aku coba datang kesini. Maaf ya tante, aku ganggu malam-malam!" ucap Damar menjelaskan semuanya.
"Gapapa, yaudah ayo masuk! Bawa itu tas kamu juga ke dalam!" ucap Jenar mengajak Damar masuk.
"Iya tante, makasih!" ucap Damar.
"Sheila, kamu tolong buatin minuman ya untuk Damar! Ibu yakin sepupu kamu itu pasti haus dan capek habis jalan jauh," ucap Jenar pada putrinya.
"Iya, Bu." ucap Nadya tersenyum singkat.
Setelahnya, Nadya pun masuk lebih dulu ke dalam dan membuatkan minuman untuk Damar. Sedangkan Jenar serta Damar juga menyusul masuk lalu menunggu di sofa ruang tamu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Nadya takut😨...