
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 302
...•...
...•...
Shella & Devano kini sudah bersiap untuk menemui Novi alias sekretaris Devano di kantor, Shella memang ingin sekali menemuinya dan memaksa Devano untuk mengizinkan ia bertemu dengan Novi untuk sekedar berbicara padanya.
Walau sebenarnya Devano sangat takut jika Shella akan memarahi Novi dan nantinya Novi bisa tersinggung lalu memutuskan berhenti bekerja di perusahaannya, tentu ia tak mau kehilangan sekretaris seperti Novi yang sudah sangat berjasa bagi perusahaannya.
Mereka berdua kini masih berada di rumah tepatnya ruang tamu karena Devano berupaya menghubungi Novi untuk bersiap menemui Shella di ruangannya, sedangkan Shella sendiri tengah duduk di samping suaminya dan sudah berpakaian rapih.
"Mas, gimana udah belum?" tanya Shella.
"Sabar honey, ini belum dibalas pesannya sama Novi!" jawab Devano.
"Ya kamu telpon aja sih biar cepet, aku gak sabar mau ketemu sama dia!" ujar Shella.
"Hey, sabar dong honey!" ucap Devano.
"Ish, jangan bilang kamu sengaja ya ngelama-lamain supaya aku gak jadi ketemu sama Novi? Kamu jahat banget sih mas, aku kan cuma mau bicara sama dia gak lebih!" ujar Shella.
"Iya honey aku tau, siapa juga yang sengaja? Yaudah ini aku telpon ya Novi nya, udah jangan cemberut kayak gitu dong!" ucap Devano.
Shella langsung memalingkan wajahnya ke samping saat Devano menatapnya sambil tersenyum, sedangkan Devano kini menghubungi nomor sekretarisnya sesuai permintaan Shella agar istrinya itu tidak ngambek lagi padanya.
Setelah suaminya selesai menelpon, Shella pun langsung mengajak Devano untuk segera pergi dari sana menuju kantornya, ia menggenggam tangan Devano lalu berusaha menariknya agar tak ada lagi alasan bagi Devano.
"Ayo mas, kita pergi sekarang!" ucap Shella.
"Nanti dulu dong, honey!" ucap Devano.
"Apa lagi sih, mas? Kamu kan udah telpon Novi barusan dan kamu juga udah bilang sama dia kalo aku mau ketemu, terus kenapa kamu masih kayak gini sih??" ujar Shella kesal.
"Iya iya, tapi aku mau abisin kopi buatan kamu dulu dong honey! Sayang kan kalo gak diabisin, lagian juga tinggal dikit bentar doang kok!" ucap Devano.
"Haish...."
Shella mendengus kesal karena ada saja alasan suaminya untuk memperlambat mereka pergi ke kantornya, ya Devano memang sengaja supaya ia juga bisa mencari cara agar Shella dan Novi tidak bertemu disana nantinya.
Devano menyeruput kopinya sedikit demi sedikit sembari memandang wajah istrinya dari samping, terlihat Shella tampak jengkel pada kelakuan suaminya dan ingin sekali rasanya ia menghajar wajah Devano saat itu juga.
__ADS_1
"Mas, kamu buruan dong minumnya!" bentak Shella.
"Hahaha, sabar honey! Minum itu gak boleh buru-buru nanti keselek, mending pelan asal selamat!" ucap Devano tersenyum.
"Ah tau ah! Aku pergi sendiri aja deh kalo gini, aku mau pesen taksi..." ucap Shella.
"Heh, jangan!" Devano langsung dengan sigap menyomot ponsel milik Shella dari tangan istrinya itu dan menyembunyikannya dari Shella agar Shella tidak bisa memesan taksi.
"Ish mas, kamu tuh kenapa sih?" ujar Shella.
"Ya kamu jangan naik taksi, biar aku antar aja! Aku gak akan biarin kamu naik taksi sendiri, itu bahaya!" ucap Devano tegas.
"Yaudah, makanya buruan abisin itu kopi!" ujar Shella.
"Iya iya..."
Devano pun menenggak kopinya yang tersisa itu sampai habis dan hanya menyisakan ampasnya saja, lalu barulah kini ia menggandeng tangan Shella sambil bangkit dari duduknya.
"Yuk, kita berangkat!" ucap Devano tersenyum.
"Gausah pake gandengan segala!" bentak Shella langsung menghentakkan tangannya.
"Hey, jangan gitu dong!" ujar Devano.
"Bodo ah!"
Shella pun pergi begitu saja meninggalkan suaminya dengan perasaan kesal, Devano langsung mengejar Shella dengan cepat dan menggandeng lengan istrinya dari belakang agar mereka bisa berjalan secara bersama-sama.
•
•
Setelah menempuh perjalanan lumayan lama karena Devano sengaja memacu mobilnya dengan kecepatan lambat, akhirnya mereka berdua sampai di depan kantor dan siap untuk menemui Novi di dalam sana.
"Nah udah sampe kan?" ucap Devano.
"Ish, awas ya kalo Novi gak ada di dalam karena kamu lama bawa mobilnya!" ujar Shella.
"Tenang aja, dia itu penurut jadi gak mungkin dia pergi sebelum ketemu kamu!" ucap Devano.
"Kayaknya kamu paham banget soal Novi, deket banget ya kamu sama dia?" ujar Shella.
"Hey, bukan gitu! Aku kan sama Novi udah kerja lama banget, bahkan sebelum aku kenal sama kamu! Makanya aku tahu karakter dia kayak apa, tapi bukan berarti aku paham semuanya soal Novi!" ucap Devano coba menjelaskan.
"Ohh, yaudah aku mau turun!" ucap Shella.
"Eh bentar bentar!" Devano menahan istrinya yang ingin keluar dari mobil.
"Apa lagi sih, mas?" tanya Shella kesal.
__ADS_1
"Aku duluan yang turun, kamu disini dulu biar aku nanti bukain pintu buat kamu!" ucap Devano tersenyum manis.
"Haish...."
Shella terpaksa menurut dengan perkataan suaminya dan tetap disana menunggu Devano membukakan pintu untuknya, walau ia malas sekali berlama-lama disana karena ingin segera turun lalu bertemu dengan Novi di dalam sana.
"Honey, yuk turun!" ucap Devano.
Shella tak menjawab dan hanya menapakkan kakinya ke jalan lalu turun dari mobil tanpa mau dibantu oleh Devano, baginya memang tak perlu Devano melakukan itu karena ia juga baru hamil beberapa Minggu dan Devano pun belum mengetahui itu.
"Masuknya sambil gandengan, ya? Jangan sampe ada yang ngomongin kita nanti atau ada yang nyangka kita lagi berantem!" ucap Devano.
"Kan emang kita lagi berantem mas, kamu lupa?" ucap Shella sambil berbalik badan.
"Ya, ya emang sih... tapi jangan sampe karyawan aku pada tau dong kalo kita lagi berantem, kan gak baik honey!" ucap Devano.
"Yaudah, buruan ah gausah drama!" ujar Shella.
"Iya cantik...."
Devano langsung menggandeng tangan istrinya lalu mereka melangkah ke dalam kantor dengan perlahan, Devano masih berusaha memperlambat waktu supaya istrinya tidak jadi menemui Novi di dalam sana walau sulit.
"Mas, jalannya cepetan dong!" ucap Shella.
"Hey, jangan cepet-cepet nanti jatuh! Lagian kamu juga jangan cemberut gitu terus dong, nanti malah pada curiga loh!" ucap Devano.
"Iya iya, aku senyum nih! Tapi, kamu jalannya yang cepet dong!" ujar Shella.
Devano pun gembira melihat senyuman di wajah istrinya yang ia nantikan dari sebelumnya, ia langsung mengusap lembut wajah Shella sambil mencium tangan Shella di hadapan para satpam yang berjaga disana.
Tentu saja mereka jadi pusat perhatian karena adegan romantis itu, walau sebenarnya mereka tak benar-benar sedang bermesraan karena Shella hanya terpaksa mau tersenyum menatap wajah suaminya.
"Mas, kok pada senyum-senyum gitu ya?" tanya Shella dengan suara pelan.
"Kamu gak suka mereka senyum-senyum? Yaudah biar aku bilangin ya..." ucap Devano.
"Eh mas..."
"Hei, kalian kenapa senyum begitu? Jangan pada senyum-senyum atau kalian saya pecat, istri saya gak suka sama senyuman kalian, paham?" bentak Devano dengan nada keras.
"Ma-maaf pak bos...."
Seketika para satpam disana langsung diam menunduk dan tidak lagi tersenyum, sedangkan Devano kembali menatap istrinya sambil memegang dagu Shella serta menariknya perlahan ke atas.
"Udah kan?" ucap Devano.
"Hadeh...."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...