Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ketakutan Bimo


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 111


...•...


...•...


Shella terbangun dari tidurnya, tak terasa sekarang sudah memasuki hari keempat ia berada di tempat penculik itu.


Ia mengucek-ngucek matanya lalu merentangkan tangannya seperti kebiasaan orang ketika bangun tidur, tak lupa juga ia menguap lalu melihat kesana-kemari mungkin mencari keberadaan si penculik.


Shella pun beranjak dari ranjangnya dan membuka tirai jendela di kamarnya itu agar cahaya bisa masuk menerangi kamarnya yang agak gelap itu.


"Sudah hari keempat dan masih belum ada tanda-tanda mas Vano datang buat jemput aku, apa mungkin dia emang gak cari aku?" ucap Shella saat memandang keluar jendela.


"Ibu, aku kangen banget sama ibu! Rasanya aku pengen banget meluk ibu saat ini," ucapnya kembali sambil membayangkan wajah Jenar.


Ceklek, Krriieeekkk...


Suara pintu dibuka terdengar oleh telinga Shella, ia pun menoleh ke arah pintu dan memasang wajah malas karena sudah hafal pasti yang datang adalah si penculik itu.


Benar saja penculik itu masuk ke kamar lalu menutup kembali pintunya, ia berjalan menghampiri Shella dengan membawa sepiring nasi goreng dan susu hangat untuknya.


"Selamat pagi sayang! Wajah kamu makin berseri-seri kelihatannya.. Nih aku bawain sarapan buat kamu, oh ya ini aku juga bikinin susu hamil supaya bayi di dalam kandungan kamu itu sehat-sehat selalu! Ayo dimakan sayang!" ucap si penculik meletakkan nampan itu di atas meja.


Shella tampak diam memandangi piring berisi nasi goreng itu, ia jadi teringat pada momen terakhirnya bersama Devano.. ya saat itu ia sarapan bersama suaminya dengan nasi goreng.


Tanpa sadar air mata keluar dari mata Shella, membuat penculik itu merasa heran mengapa Shella bisa menangis dan langsung menyeka air mata di pipi Shella menggunakan tangannya.

__ADS_1


"Hey, kamu kenapa sayang? Kok nangis sih? Apa ada kata-kata aku yang bikin kamu sedih??" tanya penculik itu.


Shella sontak menjauhkan wajahnya dari si penculik, ia tak mau wajahnya yang bersih itu terus-menerus disentuh oleh tangan penculik itu.


"Jangan pernah sekali lagi kamu sentuh aku!" ujar Shella menatap tajam ke arah penculik itu.


Bukannya takut justru si penculik malah tersenyum saat ditatap oleh gadis di depannya itu, sepertinya dia memang sudah dibutakan oleh cinta.


"Oke, tapi kamu makan dulu ya sayang! Abis itu kamu bisa mandi dan lanjutin aktivitas kamu di kamar ini seperti biasa!" ujar penculik itu.


Akhirnya Shella duduk di pinggir ranjangnya dan mengambil sepiring nasi goreng yang diberikan penculik itu tadi, dengan perlahan ia menguap sesendok nasi ke dalam mulutnya.


"Nah gitu dong, oh ya besok aku bakal bawa kamu pergi jauh dari kota ini supaya suami kamu yang bodoh itu gak bisa temuin kamu lagi untuk selamanya! Yaudah ya kamu makan yang banyak, aku keluar dulu ada urusan sebentar.." ucap si penculik lalu berjalan keluar kamar meninggalkan Shella sendirian disana.


Sambil mengaduk-aduk nasi goreng di piring, Shella memikirkan perkataan penculik itu barusan.


"Dia bakal bawa aku pergi jauh? Ini gak boleh terjadi, aku harus bisa keluar dari sini sebelum besok!" gumam Shella sambil melihat ke sekeliling ruangan itu mencari celah untuk bisa kabur dari sana.


Pandangan Shella pun tertuju pada jendela di dekatnya itu, ya dia berpikir untuk keluar melalui jendela itu.


"Apa aku kabur lewat jendela aja? Tapi kan jaraknya tinggi banget, kalo aku loncat yang ada aku bisa mati sia-sia..!!" gumam Shella melihat keluar jendela.


...•••...


Devano tengah memandangi foto Shella di kamarnya, tampak juga air mata terus membasahi wajahnya bahkan foto Shella itu juga ikut terkena air mata Devano.


"Honey, gimana kabar kamu sekarang? Aku disini sangat merindukan kamu, aku juga selalu berharap agar kamu bisa aku temukan dengan segera! Jujur aku rindu berduaan dengan kamu honey! Semoga kamu selalu dalam keadaan baik-baik saja!" ucap Devano mengusap foto Shella di tangannya.


Setelahnya, Devano pun menempelkan foto istrinya itu di dada bidang miliknya seraya membayangkan kalau saat itu istrinya ada disampingnya dan sedang tersenyum memandangi dirinya.


TOK TOK TOK...


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Devano, ia pun langsung menaruh foto Shella di atas meja dan beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


Kreeekkkk...

__ADS_1


Devano membuka pintunya, kini terlihat Silvi sedang berdiri di depan pintu sambil membawa nampan berisi 2 potong roti sandwich serta segelas jus mangga.


"Devano, kamu sarapan ya nak! Sudah 3 hari loh kamu gak makan memangnya kamu gak lapar? Ayolah Devano jangan siksa diri kamu sendiri! Kamu harus makan ya hari ini, mamah gak mau ada penolakan!" ucap Silvi memaksa Devano untuk makan.


"Aku udah bilang mah, aku cuma mau makan kalo bareng Shella! Mana bisa aku makan tanpa dia mah, bahkan sekarang aja aku gak tau gimana kondisi dia disana, dia udah makan atau belum aku gak tau mah! Jadi mana bisa aku enak-enakan makan disini!" ucap Devano.


"Iya mamah tau nak, tapi mamah juga yakin pasti Shella gak suka kamu kayak gini! Dia pasti marah kalau kamu gak mau makan nak, ayo makan dulu ya! Setelah ini, baru kita cari lagi Shella sama-sama!" ucap Silvi mengusap wajah Devano dengan lembut.


"Iya mah," ucap Devano pelan sambil manggut-manggut.


Akhirnya Devano mau memakan sandwich yang dibawa mamahnya itu dan juga meminum jus mangga kesukaannya.


...•••...


Bimo tengah duduk merenung di balkon kamarnya, ia seperti menyesali perbuatannya yang telah membunuh orang tempo hari.


"Harusnya gua gak ngelakuin itu, sekarang gua serasa dihantui terus sama mereka! Ini semua karena Adrian, tapi gua juga kenapa mau aja nurut sama dia? Kalo gua gak ikutin perkataan Adrian, mungkin sekarang gua masih bisa hidup tenang tanpa gangguan..!!" gumam Bimo mengusap wajahnya merasa sangat pusing.


Lalu, ia melihat mobil kakeknya datang setelah sebelumnya sempat pergi sejenak ke Garut menemui rekannya disana.


Bimo pun langsung beranjak dari duduknya dan berlari turun ke bawah menemui kakeknya itu.


"Kakekkk..!!!" teriak Bimo sambil berlari seperti anak kecil yang baru bertemu bapaknya.


Dengan cepat Bimo memeluk tubuh kakeknya itu yang baru datang, sontak tentu saja Frederick merasa heran mengapa cucunya itu tiba-tiba saja memeluk dirinya.


"Kek, aku kangen banget sama kakek! Jangan tinggalin aku lagi ya kek! Cuma kakek yang bisa bikin aku tenang!" ucap Bimo seraya meneteskan air mata di dalam pelukan kakeknya.


Walau bingung, Frederick mengerti kalau cucunya itu tengah mengalami masalah besar.. Ia pun mengelus-elus punggung Bimo berupaya menenangkannya.


"Iya, kakek pasti akan selalu ada disisi kamu Bimo! Sudah ya jangan menangis lagi, kan kakek sudah datang!" ucap Frederick yang ikut bersedih.


Tampak Satria menyaksikan momen bersejarah itu dimana anaknya yakni Bimo tengah memeluk bapaknya padahal sebelumnya Satria yakin betul kalau Bimo tak pernah dekat dengan Frederick.


"Ada apa dengan Bimo? Dari kemarin dia seperti orang yang sedang ketakutan, apa ini ada hubungannya dengan Adrian?" gumam Satria.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2