Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Katanya sultan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 334


...β€’...


...β€’...


"Nah ini dia pesanannya...." ucap seorang pelayan pria yang datang membawakan pesanan milik Shella serta Devano ke mejanya.


"Terimakasih, mas." ucap Devano.


"Sama-sama, selamat menikmati!" ucap pelayan itu.


Setelah pelayan tersebut pergi, Devano pun menyodorkan mangkuk berisi bakso serta gelas jus mangga ke hadapan Shella yang masih ngambek.


Devano berusaha membujuk istrinya itu untuk mau makan dan tidak ngambek lagi padanya, biar bagaimanapun ia tak senang jika Shella terus saja cuek padanya seperti sekarang.


"Honey, makan dulu yuk!" ucap Devano.


Shella masih tidak mau berbicara pada suaminya, bahkan untuk sekedar meliriknya saja ia masih enggan.


"Honey...." bujuk Devano dengan wajah memelas.


Usaha yang dilakukan Devano sia-sia, karena hingga kini Shella belum juga mau memaafkan dirinya dan tidak lagi ngambek atau mencuekkan dirinya.


Akhirnya Devano yang kebingungan mencari cara untuk membujuk Shella, kini memilih diam dan memakan bakso miliknya tanpa memperdulikan lagi Shella yang tak kunjung berbicara.


Walau sebenarnya Devano juga masih tidak tega dengan istrinya, sesekali ia pun melirik ke arah Shella sembari menuangkan saus serta sambal ke dalam kuah baksonya.


Naasnya, Devano malah jadi tidak fokus dan kebanyakan memakai sambal.


"Yah banyak banget lagi! Duh, bisa mules nih perut kalo makan bakso pedes begini!" ujar Devano cemas sembari garuk-garuk kepala.


Tanpa diketahui Devano, Shella mengetahui kejadian itu dan melirik ke arahnya sambil tersenyum.


"Mas Vano lucu juga ya." batin Shella.


Namun, saat Devano melirik kembali ke arah Shella, wanita itu dengan cepat memalingkan wajahnya sehingga Devano tak tau jika sedari tadi Shella memperhatikan dirinya.


"Hadeh, gimana ini ya...??" ujar Devano kebingungan.


"Udah mas, makan aja!" ucap Shella.


Devano terkejut mendengar istrinya berbicara, ia pun tersenyum gembira sembari menggeser posisi duduknya mendekati tubuh Shella lalu memandangi wajah cantik sang istri dari jarak dekat.


"Kamu udah gak ngambek lagi kan sama aku?" tanya Devano sambil mencolek pipi istrinya.


Shella hanya diam sembari memainkan rambutnya dan terus membuang muka, sepertinya Shella ingin membuat Devano gemas padanya.

__ADS_1


Devano pun dibuat tak berdaya dengan wajah imut serta menggemaskan istrinya, terlebih lagi saat Shella tengah memainkan rambut seperti itu, membuatnya semakin tegang saat ini.


"Honey, jangan goda aku ya!" ucap Devano.


Shella menoleh lalu tersenyum manis.


"Siapa yang goda kamu? Ge'er banget sih! Aku tuh cuma mau ngetes kamu aja, kamu kira-kira bakal ngapain kalo aku ngambek!" ucap Shella.


Shella menghela nafas sejenak.


"Eh ternyata kamu malah balik nyuekin aku, padahal baru sebentar doang kamu berusaha buat bikin aku gak ngambek lagi. Dasar lemah!" sambungnya.


"Hey, honey! Aku bukannya lemah, tapi aku udah gak tau lagi gimana caranya buat bujuk kamu supaya gak ngambek lagi sama aku!" ucap Devano menyangkal.


"Iyain aja deh..." ujar Shella.


Shella pun menarik mangkuk bakso miliknya lalu menuangkan saus, kecap serta sambal ke dalam kuah bakso tersebut dan mengaduknya hingga rata.


Tak lupa Shella menyedot jus mangga miliknya lebih dulu sebelum mulai mencicipi bakso yang sudah agak dingin karena ia diamkan cukup lama.


Sementara Devano hanya bisa memandangi istrinya memakan bakso dengan lahap, karena ia tak berani untuk mencoba bakso miliknya yang sudah tercampur dengan sambal cukup banyak itu.


"Mas, kamu gak makan?" tanya Shella.


Devano terdiam.


"Aku udah gak ngambek kok sama kamu, serius!" sambung Shella.


"Bukan karena itu," jawab Devano.


"Aku gak bisa makan pedes, honey. Ini bakso punya aku tadi gak sengaja kecampur sambal banyak banget, gara-gara aku fokus lihatin kamu!" ucap Devano.


"Ohh, jadi maksudnya kamu nyalahin aku karena kamu gak bisa makan bakso?" ujar Shella.


Devano pun kembali menepuk jidat untuk kesekian kalinya karena tingkah dari Shella yang mudah sekali terbawa emosi.


"Gampang kok mas, kamu kan bisa pesen yang baru lagi baksonya! Katanya sultan, gitu aja kok dibuat repot?" ujar Shella.


"Oh iya ya...."


Devano akhirnya memesan satu mangkuk bakso lagi untuk dirinya dan meminta pelayan membawa bakso miliknya yang tadi kepedesan.


β€’


β€’


Setelah selesai makan, kini Shella dan Devano tengah berada di dalam mobil hendak pulang karena hari juga sudah semakin sore dan matahari sebentar lagi mungkin akan terbenam kembali ke tempatnya.


Shella berulang kali melirik ke arah suaminya sembari berpikir bagaimana caranya untuk membawa Devano ke kantor saat ini, ia khawatir kalau Devano akan curiga nantinya jika ia tidak bicara dengan benar.


"Eee, mas...." ucap Shella pelan.


"Ya cantik?" ucap Devano menoleh.


"Kamu gak ada niatan mampir ke kantor kamu gitu? Ya seenggaknya kamu traktir mereka, atau kasih bonus buat mereka di hari lahir kamu!" ucap Shella.

__ADS_1


"Umm, kayaknya enggak deh. Mungkin besok aja aku traktir mereka pas ke kantor, sekarang kan aku mau abisin waktu berduaan sama kamu!" ucap Devano tersenyum sambil mengusap puncak kepala Shella.


"Ohh oke,"


Shella semakin bingung harus bagaimana untuk bisa membujuk suaminya agar mau datang ke kantornya saat ini.


Akhirnya Shella memilih untuk mengirim pesan ke nomor Novi dan meminta bantuan sekretaris cantik itu untuk membujuk Devano.


πŸ’ŒShella : [Nov, kamu tolong cari cara ya buat mas Vano supaya mau datang kesana! Soalnya daritadi aku udah coba, tapi gagal terus!]


Setelah mengirim pesan, Shella kembali duduk tegap dan memegang ponselnya begitu saja.


"Sms-an sama siapa sih?" tanya Devano penasaran.


"Hah?" Shella terkejut.


"Ini loh mas, barusan aku kabarin ibu kalau hari ini tuh hari ulang tahun kamu." jawab Shella.


"Ohh, kirain sama siapa..." ucap Devano.


Tliingg...


Tak lama kemudian, ada balasan dari Novi ke ponsel milik Shella yang mengatakan kalau gadis itu siap untuk membantu Shella membujuk Devano.


Shella pun tersenyum sembari menatap layar ponselnya, hal itu membuat Devano curiga dan kembali bertanya pada istrinya.


"Honey, kok senyum-senyum? Bener kamu lagi sms-an sama ibu?" tanya Devano heran.


"Eh mas Vano, ya iya lah bener! Masa aku bohong sih sama kamu? Lagian buat apa juga kan aku bohong?" ucap Shella.


"Hmm.... coba deh lihat hp kamu sini!" ucap Devano menghentikan mobilnya lalu meminta Shella untuk memberikan ponselnya.


"Buat apa sih, mas?" tanya Shella.


"Aku harus pastiin kalau kamu emang sms-an sama ibu! Aku gak mau aja ternyata kamu bohongin aku dan bukan sms-an sama ibu!" ucap Devano.


Shella terdiam kebingungan, keringat dingin mulai muncul membasahi lehernya.


Untunglah ponsel Devano berdering diwaktu yang tepat, sehingga Shella bisa bernafas lega karena suaminya itu tak lagi meminta ponselnya.


"Novi telpon, sebentar ya!" ucap Devano.


Shella mengangguk pelan.


πŸ“ž"Halo Nov, ada apa?" tanya Devano.


πŸ“ž"Gawat pak! Ada masalah di kantor, bapak harus cek sendiri masalah ini! Soalnya ini menyangkut keuntungan perusahaan kita!" ucap Novi dengan nada panik.


πŸ“ž"Apa??"


Devano terkejut bukan main.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2