Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Pertemuan sekaligus perpisahan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 205


...•...


...•...


Devano kini berada di ruangannya, ia bersandar pada kursi kerjanya sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan mengetuk-ngetuk jari telunjuknya seraya berpikir apa yang terjadi pada sekretarisnya karena hingga saat ini belum ada kabar apapun darinya. Devano merasa khawatir sekaligus curiga mengapa Novi belum memberi kabar padanya, ia pun menghubungi Serena untuk menanyakan mengenai Novi kepada wanita tersebut.


Akan tetapi, sama saja ia tidak mendapat info apa-apa dari Serena mengenai Novi. Bahkan menurut gadis itu, sang ibu dari Novi yang selama ini tinggal bersamanya saja tidak tau dimana keberadaan Novi sekarang. Devano pun bingung mengapa sekretarisnya bisa menghilang secara mendadak tanpa kabar seperti ini.


"Apa yang terjadi dengan Novi, mengapa ia sampai menghilang tanpa jejak begini?"


Pikirannya tentang sidang orangtuanya jadi tercampur aduk karena kepikiran juga pada sang sekretaris yang tiba-tiba menghilang. Namun, tentunya ia tak melupakan tentang urusan orangtuanya karena sebelum ini ia juga sudah bertemu dengan satu saksi yang mungkin akan berguna untuk kebebasan orangtuanya.


TOK TOK TOK...


Tak lama kemudian, pintu ruangannya terketuk dari luar membuat Devano tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah pintu. Ia belum memiliki pikiran siapa sekiranya yang datang kesana.


"Ya, masuk!" ucap Devano menyuruh orang tersebut untuk langsung masuk saja ke dalam.


Ceklek...


Pintu pun terbuka dari luar, tampak seorang wanita cantik dengan smock dress berwarna hitam masuk kesana sambil tersenyum dan membawa kotak makan di tangannya. Devano langsung sumringah dan bangkit dari tempat duduknya ketika mengetahui yang datang itu adalah istrinya yakni Shella.


"Ya ampun honey, aku kira siapa..." ucap Devano tersenyum lebar menampakkan gigi-giginya.


"Iya mas, ini aku! Emang kamu pikir siapa ha? Sekretaris kamu itu, iya?" ucap Shella baru datang langsung dibuat emosi oleh suaminya sehingga moodnya pun turun dan memanyunkan bibirnya.


"Gak gitu honey, aku tadi tuh-"

__ADS_1


"Iya iya udah aku gak marah kok! Nih, makan siang buat kamu spesial dari aku mas!" potong Shella lalu menaruh kotak makan yang dibawanya di atas meja kerja Devano.


"Makasih ya honey, kamu emang istri yang pengertian!" ucap Devano mengelus lengan atas istrinya sambil tersenyum. "Yaudah, duduk yuk!" sambungnya meminta sang istri duduk di sofa yang terdapat disana.


Shella pun menurut pada suaminya lalu bergandengan tangan dengan Devano menuju sofa yang ada disana, mereka duduk berdampingan tanpa melepas genggaman tangan masing-masing.


"Kamu cantik sekali hari ini, honey!" ucap Devano membelai rambut istrinya.


"Loh berarti hari-hari sebelumnya aku gak cantik dong mas?" ujar Shella manyun.


"Ya gak gitu juga, kamu cantik terus kok mana pernah coba kamu gak cantik honey?" ucap Devano menjelaskan pada istrinya sambil mengusap wajah mulus Shella dengan tangannya.


Shella hanya memutar bola matanya mendengar perkataan sang suami, sedangkan Devano yang melihat itu tampak gemas dan langsung mencubit pipi Shella tanpa ampun. Tentu saja Shella reflek berteriak karena pipinya dicubit oleh Devano.


"Awhh, mas sakit!"


"Hahaha, abis kamu gemesin banget sih jadi cewek!"


Ya akhirnya sepasang suami-istri itu kembali romantis seperti biasanya, setelah sempat agak tegang tadi saat Shella membahas tentang Novi.


...•••...


Tampak Femila begitu bahagia bisa kembali bersandar di bahu mantan kekasihnya itu, seakan ia tak mau melepaskan wajahnya dari sana karena terlalu nyaman untuk dilepaskan. Begitupun dengan Yoga yang sudah lama tak merasakan lagi kepala kekasihnya bersandar di bahunya itu.


"Aku kangen sekali sama kamu, Yoga!" ucap Femila mengarahkan bola matanya ke wajah pria tersebut.


"Sama, aku juga kangen sekali sama kamu cantik! Aku masih gak nyangka kalau ternyata kamu ini masih hidup Femila, selama ini aku hancur dan sangat terluka setelah tau kamu pergi untuk selamanya dari kehidupan aku..." ucap Yoga menautkan dagunya di kepala Femila sambil mengusap-usap wajah gadis tersebut.


Mereka berdua sama sama terdiam menikmati kehangatan yang sudah cukup lama tak mereka rasakan lagi, terlebih Femila sangat bersedih karena terpaksa harus meninggalkan Yoga disaat mereka sudah saling menyayangi satu sama lain.


"Seperti inilah rasa yang aku rindukan selama ini, setelah sekian lama akhirnya aku bisa kembali bertemu dengan kamu dan merasakan kehangatan ini lagi.... aku sayang sama kamu, Yoga! Tapi, untuk saat ini mungkin aku tak pantas lagi bersama kamu karena aku sekarang sudah menjadi wanita kotor!"


Tiba-tiba Femila melepas wajahnya dari bahu pria tersebut, ia menghapus air mata yang mulai membanjiri wajahnya serta menatap mata Yoga dengan penuh penghayatan.


"Kenapa?" tanya Yoga tak mengerti.


"Yoga...." ucap Femila meletakkan dua telapak tangannya di wajah pria itu dan mengusapnya lembut dengan penuh perasaan.

__ADS_1


"Aku cinta sama kamu, aku juga sayang sekali sama kamu!" sambungnya kembali menitikkan air mata.


Yoga tersenyum kemudian mengelus lembut lengan Femila yang berada di wajahnya, ia menatap mata gadis tersebut dengan tulus tanpa berkedip.


"Aku juga cinta dan sayang sama kamu, Femila!" ucap Yoga membuka mulutnya.


"Tapi, kita gak bisa lagi hidup bersama-sama kayak dulu Yoga.... semua tentang kita sudah berakhir sejak aku pergi meninggalkan kamu, sekarang kamu harus bisa terima dan ikhlaskan kepergian ku Yoga! Mulailah hidupmu yang baru, jangan lagi pernah kamu pikirkan aku Yoga!" ucap Femila.


Ekspresi Yoga mendadak berubah 180 derajat, matanya membulat seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis di hadapannya itu.


"Apa maksud kamu, Femila? Mengapa kamu berbicara seperti itu ke aku?" tanya Yoga.


Femila memejamkan matanya dan seketika itu juga air mata pecah menetes ke pipinya, ia tidak kuat untuk melanjutkan perkataannya karena cukup sulit baginya mengatakan itu kepada pria yang sangat ia cintai dan sayangi.




Disisi lain, Rafi baru kembali dari toilet dan menuju tempat ia meninggalkan Femila sebelumnya disana. Akan tetapi, ia sangat terkejut karena Femila tidak ada disana.


"Arrgghhh sial! Kemana si Femila? Duh bisa-bisanya gue ceroboh dan tinggalin dia gitu aja disini, harusnya gue tau kalau dia pasti bakal pergi karena kelengahan gue!" ujar Rafi kesal sendiri pada dirinya sampai mengusap wajahnya kasar.


Rafi celingak-celinguk melihat ke sekeliling mall tersebut mencari keberadaan gadisnya disana, ia juga bertanya pada orang-orang yang ditemuinya mengenai Femila. Namun, masih tak ada yang mengetahui dimana Femila sekarang.


"Duh gue harus cari Femila kemana lagi sekarang?" ujar Rafi kebingungan harus mencari kemana lagi.


Rafi pun lanjut berlari ke arah lainnya menyusuri mall tersebut bahkan sampai meminta bantuan pada security yang ditemuinya untuk bisa menemukan Femila.


"Rafi...."


Tiba-tiba ada suara seorang wanita memanggil namanya dari arah berlawanan, sontak saja Rafi langsung mencari asal suara itu untuk mencari tahu siapa yang memanggilnya karena telinganya merasa tak asing mendengar suara tersebut.


"Rafi, aku disini...."


Suara itu muncul lagi tepat di hadapan Rafi, pria itu pun berhasil menemukan sosok wanita yang memanggilnya. Senyuman langsung terpampang di wajah Rafi saat melihat wanita tersebut.


"Femila?" ucap Rafi tersenyum lalu bergerak menghampiri wanita tersebut dengan berlari.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2