Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Malu lah!


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 348


...•...


...•...


Sore telah tiba, Devano pun pulang ke rumah setelah hampir seharian berada di kantor. Ia langsung menemui istrinya yang tengah jalan-jalan sore bersama Silvi di sekitaran rumah mereka.


Melihat Shella ada disana bersama mamanya, Devano tampak tersenyum gembira karena senang jika istrinya bisa akrab dengan mamanya, itulah yang diharapkan oleh setiap suami di seluruh dunia yakni melihat istri dan keluarganya akur.


Tanpa basa-basi lagi, Devano langsung menghampiri Shella sambil senyum-senyum lalu memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


"Sore, honey!" ucap Devano sembari membenamkan wajahnya pada ceruk leher sang istri dan menghisap aroma tubuh Shella yang menjadi candu baginya.


Sontak Shella terkejut karena tiba-tiba ia dipeluk dari belakang seperti itu, Shella sempat merasa takut sebelum akhirnya ia menyadari kalau yang memeluknya adalah Devano.


"Mas, kamu tuh ngagetin aku aja deh!" ucap Shella.


"Tau nih, Vano! Kamu itu harusnya jangan kayak gitu sama istri kamu, apalagi Shella kan lagi hamil! Emang kamu mau bikin calon anak kamu kagetan gara-gara ulah kamu itu?" sahut Silvi yang langsung memarahi Devano.


"Iya maaf, mah!" ucap Devano cemberut dan langsung melepas pelukannya dari Shella.


Melihat suaminya ngambek, membuat Shella merasa kasihan. Ia pun membalikkan tubuhnya menghadap Devano lalu memegang wajah sang suami itu.


"Mas, jangan ngambek dong! Aku gapapa kok, ya jangan cemberut gitu ya!" ucap Shella tersenyum.


"Iya honey, kamu juga bilangin mama dong supaya jangan marahin aku begitu! Kan aku tadi niatnya cuma mau kasih kejutan ke kamu, masa aku malah dimarahin begitu sih!" ucap Devano sok manja.


"Halah! Manja banget kamu!" cibir Silvi.

__ADS_1


"Ahaha, tau ih mas ada-ada aja kamu! Malu tau kalau didengar sama anak kita, nanti yang ada dia gak mau ngakuin kamu sebagai ayah loh!" ucap Shella.


"Yeh jangan dong! Lagian kenapa harus malu? Toh aku ganteng dan kece, justru nanti my junior bakal bangga banget punya papa seperti aku! Udah ganteng, kece badai terus lucu lagi!" ucap Devano.


"Hadeh, pedenya kumat lagi deh!" ucap Shella.


"Kamu mah bukan ganteng, tapi genteng! Muka kayak gitu kok dibilang ganteng?" ujar Silvi.


Shella pun tertawa sembari menutup mulutnya.


"Mama ini sukanya ngejelekin anak sendiri, harusnya mama tuh seneng dong punya anak yang ganteng dan kece kayak aku gini!" ucap Devano.


"Halah! Udah udah, mending kamu sekarang mandi dulu sana! Jangan sampe anak kamu kebauan nanti gara-gara papanya belum mandi! Lagian kamu juga baru pulang, tapi main langsung peluk Shella gitu aja! Istri kamu ini baru mandi loh, nanti ketularan bau keringat kamu lagi!" ucap Silvi.


"Aduh si mama ini, iya iya mah. Aku mandi kok! Tapi, ditemenin sama istri aku yang cantik ini!" ucap Devano menggoda Shella sembari mencolek dagu istrinya itu.


"Hah?" Shella menganga terkejut.


"Sembarangan aja kamu! Mama gak bakal biarin kamu macam-macam sama Shella, udah kamu mandi sendiri aja sana!" ujar Silvi.


"Iya mas, jangan ngada-ngada deh!" sahut Shella.


Diluar dugaan, Devano justru berjongkok di hadapan Shella lalu mengusap-usap perut istrinya itu.


"Dek, calon baby-nya ayah. Kamu tunggu sebentar ya disana sampai papa selesai mandi, nanti papa bakal balik lagi kok buat ajak kamu bicara!" ucap Devano sambil tersenyum.


Shella melirik ke arah Silvi lalu tersenyum karena melihat perlakuan Devano saat ini.




Setelah selesai mandi, Devano keluar dari toilet mengenakan handuk yang melilit setengah tubuhnya lalu terkejut saat melihat Shella istrinya sudah berada disana memandangnya sambil tersenyum.


Shella bahkan langsung berdiri dan berjalan menghampirinya.


"Mas, aku udah siapin nih baju ganti buat kamu. Sekarang kamu pakai dulu ya? Nanti aku mau cerita sesuatu ke kamu, soal Sheila." ucap Shella.

__ADS_1


"Loh emangnya kenapa sama Sheila, sayang?" tanya Devano penasaran sembari mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya dari atas ranjang.


"Nanti aja aku ceritanya, sekarang kamu pake baju dulu supaya lebih enak!" ucap Shella tersenyum.


"Yaelah, kamu itu bikin aku penasaran aja deh. Kalau kamu mau cerita soal Sheila, yaudah cerita aja sekarang! Gausah nunggu aku selesai pakai baju dulu, kan aku jadi makin penasaran sayang!" ucap Devano sambil mencolek pipi Shella.


"Ahaha, maaf mas. Tapi, aku cuma mau kita bicaranya lebih santai dan leluasa gitu kalo kamu udah pake baju!" ucap Shella.


"Yaudah iya, apapun itu aku nurut aja sama kamu sekarang. Jaga-jaga takutnya kamu ngambek lagi nanti, terus aku didiemin lagi sama istri aku yang cantik tapi tukang ngambek ini!" ucap Devano bercanda sambil mengelus-elus wajah Shella serta menarik sedikit dagu istrinya itu.


Akhirnya Devano pun memakai baju serta celananya dengan cepat dan tepat.


"Kamu kenapa tutup mata begitu?" tanya Devano merasa lucu saat melihat tingkah istrinya yang menutup matanya dengan telapak tangan seperti itu ketika ia melepas handuk yang melilit di pinggangnya.


"Ya aku malu lah, mas. Kan kamu sekarang lagi telanjang, lagian kamu ada-ada aja sih main langsung buka handuk gitu di depan aku! Harusnya kamu pake baju di toilet kek sana, jangan disini dong!" ujar Shella.


Devano langsung menarik tangan Shella dari matanya sehingga Shella terbelalak ketika melihat tubuh suaminya.


Dengan cepat Shella pun kembali memejamkan matanya sembari memalingkan wajah ke samping dan mengomel pada suaminya.


"Ish, mas! Kamu apaan sih?" ujar Shella.


"Heh! Kita ini udah suami-istri loh, bukan pertama kali juga kamu lihat tubuh kekar saya ini! Udah deh kamu gausah lebay begitu, pake tutup mata segala! Mending buka aja mata kamu, terus lihat nih si Daniel yang udah berdiri gara-gara ulah kamu!" ucap Devano sambil tersenyum menggoda Shella.


"Apaan sih, mas? Lepasin ah tangan aku!" ujar Shella berusaha berontak dari genggaman Devano.


"Gak mau! Kecuali kamu sekarang mau buka mata kamu, terus kita tatapan bareng!" ucap Devano.


Shella justru menggeleng cepat.


Devano yang tidak tahan lagi, langsung menarik dan mendekap tubuh Shella dengan erat. Devano bahkan menghujani wajah istrinya itu dengan kecupan sehingga Shella terus saja berontak.


"Mmpphh, mas mmpphh.." Shella sulit untuk bicara karena suaminya terus saja menyerang bibirnya.


Akhirnya mereka pun bercumbu disana dengan tampak mesra, Shella yang tadinya berontak kini mulai luluh dan membiarkan Devano untuk melumatt bibirnya.


Shella juga membuka mulutnya memberi ruang lebih bagi Devano untuk bermain-main di dalam rongga mulutnya, lidah mereka saling bertemu dan beradu sehingga menimbulkan suara decakan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2