Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Selamat ulang tahun!


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 329


...•...


...•...


Tenonet... tenonet.... tenonet....


Shella terbangun karena suara alarm yang ia sengaja setel itu, ya saat ini sudah tepat pukul dua belas malam dinihari. Shella pun membuka mata sembari mengucek-ngucek matanya dan menguap, ia melirik ke samping melihat suaminya tengah tertidur pulas.


Shella pun menyibakkan selimutnya lalu mendekati Devano dan menatap wajah suaminya itu sambil tersenyum renyah, ia mencolek hidung Devano usil sembari mengecup bibir Devano yang sedang mengatup dan menghadap ke samping.


Perlakuan Shella itu membuat Devano secara tidak sadar tersenyum, bahkan tangannya seakan bergerak sendiri lalu menggenggam telapak tangan sang istri yang ada di sampingnya.


Sontak Shella geleng-geleng kepala sambil tersenyum heran pada kelakuan suaminya, ia perlahan mengelus kening Devano lalu mengecupnya lembut, Shella pun berbisik di telinga sang suami dengan sedikit mendesahh.


"Mas, bangun. Aku mau ucapin selamat ulang tahun ke kamu, mas." bisiknya.


Ya benar saja, hari ini sudah memasuki hari ulang tahun Devano yang telah dinanti-nanti oleh Shella untuk memberi kejutan pada suaminya itu.


Pertama-tama tentunya Shella ingin mengucapakan selamat ulang tahun kepada Devano tepat waktu yakni saat pukul 12 tengah malam, barulah nantinya ia akan mengadakan pesta kejutan bersama para karyawan di kantor Devano.


Perlahan Devano terbangun dan membuka matanya karena terus digoda oleh desahann sang istri di telinganya itu, Devano tersenyum lalu segera mendekap tubuh Shella dengan erat serta mencengkeram kedua tangan wanita itu.


"Honey, kamu malam-malam begini kok bangunin aku sih? Kamu pengen main sama aku, iya?" ucap Devano.


"Mas, happy birthday! Selamat ulang tahun suamiku tersayang, semoga panjang umur ya!" ucap Shella.


"Apa? Jadi kamu tau kalau hari ini aku ulang tahun?" tanya Devano terkejut bukan main.

__ADS_1


"Iya dong mas, aku kan istri yang baik hati dan perhatian sama suaminya. Aku tau kapan suami aku lahir dan ulang tahun, makanya aku sengaja bangun jam segini buat ucapin itu ke kamu." ucap Shella.


Devano tersenyum lalu mendorong tubuh Shella hingga terbaring ke ranjang dan menindihnya, Devano juga mengunci tubuh sang istri sembari menatap mata indah Shella dari jarak dekat yang nampak terkejut itu karena tindakannya.


"Mas, kamu apa-apaan sih?" tanya Shella.


"Makasih honey, sekarang kamu tinggal kasih kadonya buat aku. Puasin aku!" ucap Devano.


"Hah?" Shella terkejut.


Tanpa basa-basi lagi, Devano langsung membungkam mulut Shella dengan bibirnya. Ia melumatt rakus bibir sang istri dan mulai menyesap serta mengeluarkan lidahnya untuk beraksi di dalam rongga mulut sang istri.


Dengan cepat Devano membuka piyama yang dikenakan Shella lalu meremass dua gundukan yang sudah tak tertutupi apapun lagi, Shella menggelinjang hebat saat Devano memainkan titik sensitif miliknya.


"Apa yang kamu rasakan, honey? Apa kamu menikmati permainan aku saat ini?" tanya Devano sengaja menggoda istrinya yang terlihat ngos-ngosan itu akibat permainan cepatnya.


"Mas, kamu bener-bener ya! Aku belum siap loh tadi, main langsung begitu aja!" ujar Shella.


"Gapapa dong. Aku kan pengen minta hadiah dari kamu, jadi kamu harus mau dong!" ucap Devano tersenyum menyeringai.


Shella hanya geleng-geleng kepala dan membuang muka dari pandangan suaminya.


"Malam ini sampai pagi nanti, kamu jadi milik aku honey!" goda Devano.




Pagi harinya, Devano terbangun dari tidurnya dengan perasaan puas setelah semalaman mengeksekusi tubuh istrinya sampai lemas. Ia menoleh ke arah sang istri dan terlihat kalau Shella masih terlelap karena kelelahan.


Devano tersenyum kemudian mengelus wajah Shella dengan lembut sembari mengecupnya, ia sadar betul kalau Shella masih butuh istirahat setelah semalam harus melayaninya, ia pun membiarkan istrinya itu tidur disana tanpa mengganggunya.


Devano keluar kamar sesudah cuci muka juga mengganti pakaiannya, ia turun ke bawah menemui papa serta mamanya yang sudah siap menanti di meja makan, keduanya tersenyum melihat Devano muncul dan langsung berdiri mendekatinya.


"Aduh, anak mama udah semakin tua deh. Selamat ulang tahun ya, Devano! Mama doakan semoga kamu sehat-sehat terus dan dapet rezeki yang melimpah, semoga juga kamu sama istri kamu langgeng terus ya!" ucap Silvi menghampiri Devano sembari memegang pundak putranya itu.


"Aamiin, makasih mah." ucap Devano tersenyum lalu mencium tangan mamanya.

__ADS_1


"Vano, selamat ulang tahun ya! Papa gak nyangka sekarang kamu sudah semakin besar, padahal dulu kita rayain ulang tahun kamu di restoran sama temen-temen sekolah kamu." ujar Tama.


"Hahaha, itu kan udah lama banget pah. Makasih ya mah, pah atas doanya!" ucap Devano.


"Iya sama-sama, Vano! Sekarang kita makan bareng-bareng yuk! Ini mama sama mbak Yuni dan Intan tadi masak nasi kuning loh, spesial di hari ulang tahun kamu!" ucap Silvi.


"Wah mantap nih, mah. Emang dah mama paling the best!" ucap Devano tersenyum.


"Oh ya, Shella mana?" tanya Silvi penasaran.


"Shella masih tidur, mah. Semalam dia bangunin aku jam 12 buat ucapin selamat ulang tahun buat aku, makanya sekarang masih ngantuk kayaknya." jawab Devano.


"Oalah, perhatian banget ya istri kamu itu. Sampai rela bangun jam 12 malam cuma buat ucapin selamat ulang tahun ke suaminya," ujar Silvi.


"Iya dong mah, makanya aku juga sayang banget sama Shella! Aku gak bisa bayangin mah, kalau suatu saat nanti aku harus berpisah dengan Shella atau kehilangan dia!" ucap Devano.


"Hus! Jangan bicara begitu! Mama selalu doakan yang terbaik buat hubungan kalian," ujar Silvi.


"Iya benar, semoga kamu dan Shella langgeng terus seperti papa dan mama ini! Saling mencintai sampai maut memisahkan," ucap Tama.


"Aamiin...." ucap Devano dan Silvi bersamaan.


Akhirnya mereka langsung duduk disana untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan, Silvi menyendokkan nasi kuning buatannya ke dalam piring kosong lalu memberikan itu untuk Devano dan juga Tama suaminya.


"Yuk kita makan sama-sama!" ucap Silvi.


"Iya mah, ini sih enak banget pasti. Masakan mama kan emang gak ada duanya, dari dulu sampe sekarang aku suka banget sama masakan mama!" ucap Devano memuji masakan mamanya.


"Hahaha, bisa aja kamu. Hayo kalau dibandingin sama masakan Shella, lebih enak mana?" tanya Silvi.


"Waduh, aku ambil tengahnya aja deh mah. Sama-sama enak dan bikin nagih!" jawab Devano.


"Hahaha...."


Suara tawa dari mereka menemani sarapan indah di pagi hari yang cerah ini, mereka pun tampak lahap memakan makanan itu sampai habis.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2