Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
First Date


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 60


...•...


...•...


Shella akhirnya sampai di restoran tempat ia janjian dengan Devano.


"Silahkan langsung masuk aja non! Tuan Devano sudah memesankan meja untuk non Shella!" ucap sang supir.


"Iya terimakasih pak," ucap Shella.


Ya Shella pun masuk kesana diikuti oleh supir itu..


Saat di dalam, Shella terkesan dengan restoran itu.


"Wah keren banget restorannya.. Pasti harga makanan disini mahal-mahal!" gumam Shella.


Si supir langsung menemui pelayan disana dan memintanya mengantar Shella ke mejanya.


Ya setelah itu Shella pun diantar ke meja yang sudah dipesan oleh Devano.. Terlihat di meja itu dipenuhi oleh dekorasi yang indah.


"Silahkan mbak, ini mejanya!" ucap pelayan.


"Iya terimakasih," ucap Shella.


Pelayan itu pun pergi, sedangkan Shella duduk disana.


"Mas Vano emang romantis banget ya orangnya," gumam Shella sambil tersenyum sendiri.


Lalu, pelayan tadi kembali mendatangi Shella dan memberikan daftar menu padanya.


"Permisi mbak, apa mau pesan sekarang?" tanyanya.


"Eee maaf, saya pesannya nanti aja ya kalau tunangan saya udah datang.." jawab Shella.


"Oh baik mbak," ucapnya.


Si pelayan pun pergi lagi setelah Shella belum mau memesan..


Shella terus mengecek hp nya untuk memastikan apa Devano mengirim pesan atau tidak.


"Ish kok mas Vano lama ya? Dia juga gak ngabarin gue lagi.." batin Shella.


Lalu, Adrian tiba-tiba saja mendatangi Shella di mejanya.


"Hai sayang!" ujar Adrian seenak jidatnya.

__ADS_1


Shella pun kaget karena ada Adrian disana, ia langsung bangkit dari duduknya.


"Kamu ngapain disini?" tanya Shella.


Adrian malah tersenyum kemudian berjalan mendekati Shella..


"Kasihan banget sih kamu, baru tunangan aja udah diginiin.." ujar Adrian.


"Maksud kamu apa?" tanya Shella bingung.


Adrian makin mendekatkan wajahnya pada Shella, tangannya juga membelai rambut milik Shella.


"Cantik sekali kamu sayang," ucap Adrian.


Shella berusaha menghindar dari Adrian, ia tak mau lelaki itu menyentuh tubuhnya lagi..


"Jangan kurang ajar ya kamu! Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini!" ujar Shella.


"Saya tidak akan pernah pergi dari kamu, karena saya sangat mencintai kamu Shella..!! Harusnya kamu tau itu!" ujar Adrian.


"Cukup ya Rian! Aku gak mau dengar kata-kata itu lagi! Sekarang aku udah tunangan sama mas Vano, dan diantara kita juga gak ada hubungan apa-apa lagi! Cepat kamu pergi dari sini!!" ucap Shella.


"Kan tadi saya sudah bilang, saya gak akan pernah pergi ninggalin kamu!" ujar Adrian sambil mengelus lembut wajah Shella dengan jarinya.


Shella merasa kesal dengan perlakuan Adrian itu, ia pun mendorong dada bidang milik Adrian dengan tangannya.


Namun, Adrian malah menggenggam tangan Shella dan menempelkan bibirnya di dekat telinga Shella.


"Saya suka wangi kamu sayang!" ucap Adrian.


Tapi sayang, gaunnya tersangkut di kaki meja hingga membuatnya hampir terjatuh.


Adrian langsung sigap menangkap tubuh Shella agar tak jatuh ke lantai, ya kini Shella berada dalam pelukan Adrian.


"Memandang kamu seperti ini membuat jantung saya makin berdegup kencang Shella!" ucap Adrian.


Mereka saling bertatapan satu sama lain, tanpa diketahui Devano sampai dan melihat kejadian itu.


"Apa-apaan ini??!!" gumamnya kesal.


Devano langsung menghampiri mereka...


"Hei!" tegur nya.


Melihat Devano datang, Shella pun langsung melepaskan diri dari pelukan Adrian.


"Mas Vano, ini gak seperti yang kamu kira mas!" ujar Shella berupaya menjelaskan.


Devano terlihat sangat geram, ia mengepalkan tangannya seperti ingin langsung memukul Adrian.


Sedangkan Adrian malah tersenyum smirk melihat kedatangan Devano..


"Honey, kenapa bisa ada Adrian disini? Aku kan ajak kamu dinner berdua.." tanya Devano.


"Mas tenang dulu! Aku juga gak tahu kenapa Adrian bisa disini.. Tadi tuh pas aku lagi tunggu kamu, tiba-tiba aja dia samperin aku mas!" jelas Shella.

__ADS_1


"Terus kenapa kalian pelukan begitu tadi?" tanya Devano.


"Mas, tadi gaun aku kesangkut di meja dan aku hampir jatuh.. Adrian cuma mau tolong aku aja!" jawab Shella.


"Heh Devano, kenapa lu kesel gitu sih? Harusnya Shella dong yang kesel sama lu.. Kasihan loh dia harus nunggu lama disini, kalo lu gak bisa tepatin janji mending lu serahin Shella ke gua!" potong Adrian.


Devano semakin merasa geram pada Adrian, menyadari itu Shella berupaya memenangkan tunangannya itu.


"Mas sabar mas! Ini tempat umum, kamu jangan kepancing sama omongan dia ya!" ucap Shella.


Shella merangkul pundak Devano lalu mengusap-usap dadanya untuk menenangkannya..


Devano pun menarik nafas panjang, dia juga mengelus tangan Shella yang ada di dadanya lalu tersenyum ke arah Shella.


"Hey Adrian, anda dengar ini ya.. Saya tidak akan segan-segan untuk menarik semua dana yang sudah saya investasikan ke perusahaan anda, jika anda masih saja mengganggu calon istri saya!" ancam Devano.


"Tidak bisa begitu dong, anda harus profesional jangan sangkut pautkan masalah ini dengan urusan pekerjaan! Apa begini cara ceo termuda di Jakarta berpikir??" ujar Adrian.


"Saya tidak peduli, jika anda masih mendekati Shella.. Maka saya pastikan saya akan membuat perusahaan anda hancur sehancur-hancurnya!" ucap Devano.


Adrian terdiam tak mampu berbicara apa-apa lagi..


"Ayo honey kita cari tempat lain aja!" ucap Devano pada Shella.


Shella mengangguk tanda setuju.. Maka Devano pun menggandeng tangan Shella dan membawanya keluar dari restoran itu.


"Sampai kapanpun saya tidak akan pernah membiarkan kalian menikah!" batin Adrian.


...•••...


Di dalam mobil, Devano meminta maaf pada Shella karena sudah membuatnya menunggu lama tadi hingga Adrian datang mengganggu nya.


"Honey, maafin aku ya! Gara-gara aku datangnya lama kamu jadi digangguin lagi sama Adrian," ucap Devano.


"Mas.. Kamu gak perlu minta maaf kayak gitu! Karena ini bukan salah kamu, emang si Adrian nya aja yang selalu buntutin aku! Aku juga heran kenapa dia segitunya sih??!!" ujar Shella.


"Kamu tenang ya honey, aku akan selalu jaga kamu dari Adrian kok! Dan aku juga janji hal tadi gak bakal terulang lagi!" ucap Devano.


"Makasih mas," ucap Shella dengan senyum manisnya sambil mengelus-elus tangan Devano yang menempel di persneling mobilnya.


Devano pun membalas senyuman Shella itu..


Tak lama kemudian, mereka sampai di restoran lainnya. Restoran kali ini tak kalah mewah dari yang sebelumnya.


"Kita dinner disini aja ya honey, tapi maaf aku belum siapin apa-apa disini.." ucap Devano.


"Gapapa mas yang penting kita bisa berdua tanpa ada gangguan dari Adrian!" ujar Shella.


Devano mengulurkan tangannya pada Shella, Shella mengerti maksud tunangannya itu.. ya tentu saja dia mengajak Shella gandengan.


Ok mereka berdua pun akhirnya bisa menjalani first date dengan lancar disana..


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2