Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Lamaran Devano & Shella


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 54


...•...


...•...


Adrian sampai di sebuah tempat, ia datang kesana setelah mendapat sms dari Risa yang meminta ketemu disana.


Adrian turun dari mobil lalu mencari-cari keberadaan Risa.


"Mana sih Risa?" gumam Adrian sambil celingak-celinguk.


Lalu, ada suara perempuan memanggil namanya dari belakang.. ya benar itulah Risa! Adrian pun langsung menoleh dan tersenyum ketika melihat Risa.


"Pak Adrian! Saya disini pak!" ujar Risa.


Adrian berjalan ke arah Risa..


"Syukurlah akhirnya saya bisa ketemu kamu Risa, kemana aja kamu? Kenapa gak kabarin saya lagi?" tanya Adrian.


Risa terdiam sejenak sambil menundukkan kepalanya, barulah kemudian ia mulai membuka mulutnya.


"Eee maaf pak, sa-saya ingin berhenti bekerja dari perusahaan bapak!" ucap Risa pelan.


"Hah? Kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu itu sudah lama kan bekerja di perusahaan ayah saya? Kenapa kamu mau ngundurin diri?" ujar Adrian kaget.


"Sekali lagi saya memohon maaf pak, tapi saya ingin keluar dari perusahaan bapak! Saya ingin mencari suasana baru dan mengembangkan karir saya pak!" jelas Risa.


"Ya ok ok gapapa lah, kamu bisa kirim surat pengunduran diri kamu besok! Tapi sekarang tolong kamu kasih tau info yang kamu dapat kemarin pada saya!" ujar Adrian.


"Maaf pak saya tidak mendapat info apa-apa, saya izin permisi pak.." ucap Risa.


Risa langsung berbalik badan dan melangkah cepat meninggalkan Adrian.


"Ada apa sama Risa? Kenapa dia terlihat ketakutan begitu?" gumam Adrian.


Adrian kecewa sekaligus kesal karena tak mendapat info apa-apa dari asistennya itu.. Ia juga curiga pada Risa bahwa dia telah menyembunyikan sesuatu darinya.


Namun, Adrian kembali ke mobilnya dan pergi dari tempat itu.


Disisi lain, Risa menemui Rafi yang daritadi mengawasinya dari jauh.


"Bagaimana?" tanya Rafi.


"Saya sudah melakukan apa yang anda minta, jadi saya sekarang bisa bebas kan?" ucap Risa.


"Hahaha bagus bagus.. Ya kamu bisa pergi sekarang, tapi ingat jangan pernah kembali lagi ke Adrian!" ujar Rafi.


"Iya saya janji," ucap Risa.


Rafi tersenyum puas lalu memakai kacamata hitamnya dan pergi meninggalkan Risa.

__ADS_1


#Flashback#


Devano berhasil menemukan Risa yang tengah bersembunyi di balik tanaman miliknya, yap ia langsung menarik tangan Risa dan membawanya pergi dari sana.


Devano meminta Risa untuk duduk di sofa..


"Kenapa kamu kabur dan celakain sepupu saya?" tanya Devano.


"Saya cuma mau bebas dari sini," jawab Risa.


"Kalo kamu mau bebas itu mudah, kamu cukup berhenti bekerja untuk Adrian udah itu aja! Setelah itu kamu bisa bebas mau kemana kek!" ujar Devano.


"Saya tidak bisa lakukan itu pak, saya sudah bekerja cukup lama di perusahaan itu.. Lagi pun jika saya mengundurkan diri bagaimana saya bisa mendapat uang?" ucap Risa.


"Kamu tenang saja, saya bisa memberikan pekerjaan yang lebih bagus untuk kamu! Saya juga akan memberi gaji 2 kali lipat dari yang diberikan Adrian pada kamu! Bagaimana berminat?" ujar Devano.


Risa terdiam sejenak memikirkan tawaran Devano itu, ia sebenarnya sangat tertarik dengan tawaran itu. Tapi, ia masih setia pada Adrian dan PT. Kilau Bagaskara.


Tak lama kemudian, Rafi tersadar dari pingsannya..


"Kok lu masih disini Dev? Terus ini kenapa dia bisa disini??" tanya Rafi bingung sambil memegangi belakang lehernya yang terkena pukulan tadi.


"Udah lu gausah banyak tanya!" ujar Devano.


Devano pun kembali mengarahkan pandangan nya ke Risa.


"Bagaimana Risa?" tanya Devano lagi.


Risa menghela nafas panjangnya dan perlahan-lahan mulai membuka mulutnya..


"Huh semoga ini keputusan yang tepat buat gue! Maafin saya pak Adrian!" batin Risa.


Devano tersenyum puas karena merasa menang dari Adrian.


"Bagus, kalo gitu sekarang kamu temui Adrian dan langsung bilang ke dia kalau kamu berhenti bekerja untuknya!" ujar Devano sambil memberikan hp milik Risa.


Risa mengambil hp itu lalu segera mengirim pesan pada Adrian.


"Sudah pak," jawab Risa.


"Ok, kamu kesana ditemani Rafi.. dia akan mengawasi kamu!" ujar Devano.


Risa mengangguk, sedangkan Rafi masih terlihat bingung.


#Flashback end#


...•••...


Devano beserta rombongan nya sampai di rumah Shella, ya Devano meminta ketua RT serta beberapa tetangganya untuk menemani dia dalam acara lamaran ini.


Mereka langsung disambut oleh Jenar serta ibu-ibu lainnya yang sudah bersiap daritadi..


"Ayo ayo silahkan masuk!" ucap Jenar.


Rombongan Devano pun masuk kedalam dan meletakkan seserahan nya di atas meja, setelah itu mereka semua duduk di sofa.


Yani dan ibu-ibu lainnya pun menghidangkan makanan serta minuman untuk rombongan Devano itu.


"Sebentar ya, saya panggilkan Shella nya dulu!" ucap Jenar.

__ADS_1


"Oh iya tan," ucap Devano.


Devano masih merasa gugup, namun Laila yang berada disampingnya terus menguatkannya.


"Jangan gugup bang semangat!" bisik Laila.


Devano mengangguk kemudian menghela nafas panjang.


Lalu, pandangannya tertuju pada seorang wanita yang sedang menuruni tangga.. wanita itu mengenakan kebaya berwarna coklat terang dan beberapa riasan juga.


Ya wanita itu tiada lain adalah Shella calon istri Devano..


"Cantik banget.." gumam Devano sambil terus menatap Shella.


"Bang, Shella cantik banget ya pake pakaian itu!" bisik Laila.


Devano bahkan tak mendengar perkataan adiknya itu, ya dia sangat fokus memandangi Shella yang sedang berjalan ke arahnya.


Tak lama kemudian, Shella pun sampai di depan lalu duduk tepat di hadapan Devano. Shella terlihat terus menundukkan kepalanya karena malu.


"Baiklah karena sang perempuannya sudah ada disini, langsung saja saya akan mengutarakan tujuan kami datang kemari.. Saya selaku wali dari Devano Alexander akan mewakilinya dalam acara hari ini! Tujuan kami datang kesini tiada lain adalah untuk melamar ananda Shella Kirana selaku anak dari ibu Jenar!" ucap wali Devano.


Lalu, Devano mengambil sebuah kotak cincin dari kantong bajunya.


"Shella, maukah kamu menerima lamaran aku?" ucap Devano sambil menunjukkan cincin dalam kotak itu pada Shella.


Shella menatap ibunya seperti bingung.. Tak lama akhirnya Shella menjawab pertanyaan Devano itu.


"Iya, saya mau.." ucap Shella.


Sontak seluruh orang disana bersorak-sorai setelah Shella menerima lamaran Devano..


Devano pun memasangkan cincin di jari manis milik Shella, begitu juga sebaliknya.


"Alhamdulillah.. Semoga hubungan kalian bisa lancar sampai pelaminan aamiin ya rabbal alamin!" ucap wali Devano.


Devano tersenyum memandang Shella, sementara Shella kembali menunduk malu.


"Sebentar lagi saya bisa menikahi kamu Shella! Dan kamu akan jadi milik saya seutuhnya!" gumam Devano.


...•••...


Sementara itu, mobil Bimo dicegat oleh mobil milik David.


"Turun lu! Turun!" ujar David sambil memukul kaca mobil Bimo.


Bimo pun turun dari mobilnya..


"Ada apa?" tanya Bimo santai.


David langsung menarik kerah Bimo dan berbicara padanya.


"Pasti lu kan yang udah suruh orang buat hajar gua?" ujar David.


"Bukan,"


BUGH..!!


David langsung menonjok perut Bimo sekencang mungkin hingga ia merasa ingin muntah.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2