Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Abis nganu


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 233


...•...


...•...


Shella & Devano pun keluar dari dalam kamar mandi mengenakan handuk masing-masing, mereka telah menuntaskan gairahnya di dalam sana walau Devano hanya mendapat pelayanan dari tangan dan mulut sang istri karena Shella masih haid. Shella sendiri juga gagal mencapai puncak kenikmatan karena halangan haid tersebut, ia pun tampak bete sembari berjalan menuju meja riasnya.


Devano menyadari sang istri kecewa, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena istrinya masih haid dan ia pun merasa bersalah karena sudah memancing gairah istrinya akibat ia tak bisa menahan diri. Akhirnya Devano mendekati Shella lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang, ia menautkan dagunya di pundak sang istri sembari memberi kecupan lembut di tengkuk Shella lalu menggigitnya tanpa meninggalkan bekas karena sudah banyak tanda merah di area leher istrinya yang ia berikan tadi.


"Jangan sedih, honey! Aku tahu rasanya gak enak kalau kamu gak bisa mencapai puncak kenikmatan, tapi nanti kan setelah kamu selesai haid pasti aku bakal langsung genjot kamu tiap jam sekali!" ucap Devano berdesis di telinga istrinya.


"Mas, udah deh jangan begini lagi! Kamu mending pakai baju kamu tuh, kita kan mau ke rumah ibu terus ke rumah sakit jenguk Sheila!" ucap Shella memanyunkan bibirnya.


"Hahaha, iya iya makanya kamu jangan sedih dong! I love you, honey!" ucap Devano sembari mengecup kembali tengkuk istrinya itu.


Devano pun melepas pelukannya lalu berjalan menjauh dari sang istri, ia melepas handuk yang melilit di pinggangnya tanpa rasa ragu walau ada Shella disana. Ia pun memakai pakaian yang sudah disediakan oleh Shella di atas ranjang, sesekali ia melirik istrinya yang sedang berdandan di mejanya.


Senyum terukir di wajah Devano menyaksikan istrinya dari sana, entah mengapa rasanya ia sangat menyesal karena telah membuat Shella bete seperti itu akibat perbuatannya. Setelah memakai pakaiannya, Devano pun kembali mendekati Shella lalu menarik kursi dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu ngapain, mas?" tanya Shella memandang wajah suaminya dengan tatapan heran.


"Nemenin kamu, abis kamu lama banget sih! Katanya mau sarapan terus jemput ibu, kalo gini mah keburu ibu udah duluan pergi ke rumah sakit!" ujar Devano.


"Ish aku kan udah bilang kemarin sama ibu buat nunggu kita datang dulu, jadi gak mungkin ibu langsung jalan gitu aja sebelum kita datang! Lagian ini juga gara-gara kamu mas, ngapain sih pagi-pagi udah minta jatah aja?" ujar Shella kesal.


"Hey, jadi kamu marah sama aku? Kan wajar seorang suami minta dilayani oleh istrinya, kamu gak boleh gitu dong nanti aku balik marah nih!" ucap Devano.


"Ya iya aku paham, tapi kan sekarang aku lagi haid mas harusnya kamu lebih ngerti dong!" ucap Shella.


Devano pun tersenyum lalu memberi kecupan sekilas pada bibir istrinya, Shella tampak terkejut lalu mematung sembari memegangi bibirnya. Melihat itu membuat Devano terkekeh geli karena istrinya begitu menggemaskan, sedangkan Shella langsung membuang muka karena malu.


"Udah cepet paket baju, kalo terus begini nanti si Daniel bangkit dan minta dipuasin lagi! Atau kamu emang sengaja mau mancing-mancing Daniel? Awas loh kalo udah gak haid bakal dihajar sama si Daniel sampe pingsan!" ucap Devano menggoda Shella.


"Apaan sih, mas? Lama-lama aku bisa pingsan nih kalo kamu bahas begituan terus, kapan sih kamu gak bahas soal itu sama aku kalau kita lagi berdua?" ucap Shella mendengus kesal.


Devano tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi istrinya yang menggemaskan itu, sementara Shella masih merasa kesal pada suaminya tapi tidak bisa meluapkan kekesalannya itu karena bagaimanapun Devano adalah suaminya dan sebagai istri ia tak pantas tentunya kalau memarahi suaminya hanya karena terus membahas tentang pergumulan.


Mendengar ponselnya berdering, Devano langsung beranjak dari sana lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur. Devano pun melihat siapa yang mengirim pesan padanya, tampak nama Ilham alias sang pengacara terpampang disana.


💌Pak Ilham : Pagi pak, maaf saya menggangu waktu pak Vano di pagi hari! Saya hanya ingin menginfokan kalau persidangan yang semula akan dilaksanakan lusa, dimajukan jadwalnya menjadi besok pak! Baru saja saya mendapat info dari pihak kepolisian, semoga bapak bisa hadir di sidang besok ya pak! Karena kemungkinan besar pasti kita akan menang dan kedua orang tua pak Vano bisa dibebaskan dari jerat hukum ini!"


Setelah membaca isi pesan dari pak Ilham pengacaranya, Devano tampak sumringah lalu menaruh kembali ponselnya di atas meja. Shella pun penasaran mengapa suaminya senyum-senyum sendiri seperti itu, ia akhirnya coba bertanya pada sang suami tapi tetap duduk di tempatnya.


"Kenapa, mas?" tanya Shella.


"Eh gak kok, gapapa! Ini barusan pak Ilham kasih tau aku kalo persidangan papa sama mama dimajukan jadi besok, kamu bisa kan temenin aku?" ucap Devano menjelaskannya.

__ADS_1


"Ohh, bisa kok mas! Lagian aku kan emang gak ada kesibukan apa-apa, kamu sih gak bolehin aku kerja!" ucap Shella.


"Loh bukan gak boleh, honey! Aku kan udah kasih kamu restoran buat dikelola, tapi kamu sendiri yang gak mau kan?" ucap Devano.


"Ya aku kan gak bisa kalo harus ngurus restoran begitu, mas! Kamu ada-ada aja sih!" ujar Shella.


"Hahaha, yaudah bukan salah aku berarti!" ucap Devano tertawa kecil.


Cupp...


Tiba-tiba Devano mengecup bibir istrinya yang baru selesai berdandan serta berpakaian, kecupan itu berubah menjadi pagutan yang ganas dan panas. Devano memagut serta menyesap bibir Shella dengan penuh gairah, Shella coba meladeni permainan suaminya dengan mengalungkan kedua tangannya pada leher Devano lalu membuka mulutnya lebar membiarkan suaminya bermain di dalam rongga mulutnya.


Dua lidah kini saling beradu di dalam sana, Devano menyusuri rongga mulut Shella tanpa tertinggal sedikitpun. Devano mendekap erat tubuh istrinya kemudian memperdalam ciumannya, deru nafas keduanya menggebu-gebu menikmati ciuman panas yang mereka lakukan di pagi dingin seperti ini.




Setelah puas saling bercengkrama di dalam kamar, sepasang suami-istri itu pun turun ke meja makan untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh Intan serta Yuni dua asisten rumah tangga mereka. Tampak disana sudah ada Laila yang sedang makan sembari bermain ponsel, mereka pun duduk berdampingan tepat di hadapan Laila.


"Wih tumben pagi-pagi gini udah ada di meja makan, biasanya juga masih molor di kamar!" cibir Devano.


"Ya iyalah, gue kan sekarang udah rajin! Emangnya lu sekarang turunnya lama mulu, pasti abis nganu nganu kan lu sama Shella! Hahaha, ketahuan deh makanya suka lama kalo turun!" ujar Laila meledek abangnya.


"Hahaha, tau aja lu! Iyalah gue mah bebas orang udah punya istri, makanya lu buruan nikah biar tau sensasinya orang menikah!" ujar Devano tertawa.


Disaat Devano tertawa lalu meledek balik adiknya, Shella malah merasa malu dan seketika wajahnya memerah karena adik-kakak itu membahas apa yang seharusnya tidak dibahas.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2