
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 275
...β’...
...β’...
Cekreekkk...πΈπΈπΈ
Satu foto diambil oleh seseorang yang bersembunyi dari balik semak-semak dekat pintu utama perusahaan milik Devano, ya ia berhasil menangkap momen mesra antara Devano dengan sekretarisnya yang tengah bergandengan tangan masuk ke dalam mobil pria tersebut.
Cekreekkk...πΈπΈπΈ
Lagi-lagi ia berhasil mendapatkan momen pas saat Devano membukakan pintu mobil untuk Novi agar wanita itu bisa masuk dengan lebih mudah, apalagi terlihat ekspresi Devano yang sumringah tentunya menambah happy reaksi pengambil foto tersebut yang tidak lain adalah suruhan Arga.
"Hahaha, dapet lagi deh foto mereka..."
Setelah mobil Devano pergi, ia pun tak mau ketinggalan langsung kembali menaiki motornya untuk mengejar Devano yang sudah meninggalkan kantor lebih dulu bersama Novi di dalam mobilnya.
Sementara Devano tidak sadar kalau tengah diikuti dan bahkan sudah cukup lama seseorang itu membuntutinya untuk menangkap momen mesra serta memberi informasi berharga bagi bosnya, ya Devano terlalu asyik dan fokus berbicara pada Novi sehingga ia tak menyadari motor di belakangnya.
"Nov, kalau kamu lagi ada masalah atau apa... sebaiknya kamu cerita ke saya, siapa tahu saya bisa bantu kamu buat kasih solusi! Jangan hanya dipendam sendiri begini, jadinya kan kinerja kamu malah menurun dan kita kehilangan satu klien!" ucap Devano sembari menatap Novi di sampingnya.
"Eee... sa-saya gak ada masalah kok, pak! Saya akui tadi saya ceroboh dan lalai, tapi saya janji pak tidak akan mengulangi keteledoran saya lagi!" ucap Novi.
__ADS_1
"Yang benar? Sudahlah jujur saja sama saya, atau kamu mau kita mampir dulu ke tempat nyaman supaya kamu bisa ceritain semuanya?" ujar Devano masih tak percaya dengan ucapan Novi.
"Gausah pak, beneran saya gak ada masalah apa-apa kok!" ucap Novi nampak panik.
"Oke, tapi kalo misal ada apa-apa langsung aja kabari saya ya supaya saya bisa tahu penyebab kamu jadi seperti ini nantinya!" ucap Devano mengingatkan sekretarisnya itu.
"Iya, pak!"
Novi hanya mengiyakan ucapan bosnya sembari mengangguk pelan supaya semuanya bisa berlangsung cepat, ia tidak mau terus-terusan dicecar atau dipaksa oleh Devano untuk mengatakan hal yang sebenarnya memang tidak ada.
Terlebih lagi sekarang Devano memaksa untuk mengantarkan ia pulang ke rumah, tentu Novi agak sedikit takut kalau ini akan menjadi bencana baginya yang bisa saja menyebabkan keretakan dalam rumah tangga bosnya jika sang istri mengetahui ini.
Sementara Devano masih tak percaya kalau Novi tidak memiliki masalah, ia yakin kalau ada sesuatu hal yang mengganjal di pikiran wanita itu dan menyebabkan turunnya kinerja Novi sehingga calon kliennya tadi menolak untuk bergabung.
Namun, Devano memilih diam berpura-pura percaya saja pada Novi karena tidak mau membuat gadis itu merasa risih jika terus saja ditanyakan pertanyaan yang sama selama berulang-ulang apalagi sudah terlihat kalau Novi memang tidak senang saat ini.
"Loh kok kita lewat sini, pak? Rumah saya kan belok ke kanan di pertigaan tadi, ini bapak kenapa malah belok kiri?" tanya Novi panik saat menyadari bosnya salah mengambil jalan.
Ya rupanya Devano telah menyadari keberadaan pemotor di belakangnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi, sungguh Novi sendiri baru mengetahui setelah Devano mengatakan itu padanya dan langsung tampak syok begitu melihat ke arah belakang.
...β’β’β’...
Disisi lain, Laila masih dalam perjalanan menuju rumah setelah tadi sempat mengantarkan Shella serta ibunya terlebih dulu pulang ke rumahnya. Ya Laila kini sendirian dan tampak melaju dengan kecepatan penuh walau kondisi jalan saat ini lumayan ramai, mobilnya yang mini membuat ia lebih leluasa untuk selap-selip.
Di tengah perjalanan, Laila baru ingat kalau ia belum mengabari Devano untuk menjemput Shella di rumah ibunya karena ia harus pulang lebih dulu demi bisa mengerjakan tugas kuliah dadakan kayak tahu bulat dari dosennya beberapa waktu lalu.
"Oh iya, gue kan belum kasih kabar ke kak Vano! Duh, nanti malah dia dateng ke rumah sakit lagi!" ujar Laila sembari menepuk jidatnya.
Akhirnya Laila memutuskan untuk menelpon abangnya agar bisa memberitahu kalau saat ini Shella sedang bersama sang ibu di rumahnya, namun telponnya cukup lama untuk bisa tersambung ke nomor Devano entah apa penyebabnya mungkin saja dia lelah.
π"Akhirnya diangkat juga, lu lagi dimana bang?" ujar Laila begitu telponnya tersambung.
__ADS_1
π"Iya ini gue lagi di jalan, kenapa emang?" ucap Devano dengan santai dan terdengar suara berisik kendaraan yang menandakan perkataan ia benar.
π"Ohh, gue cuma mau bilang kalo sekarang Shella udah ada di rumah Bu Jenar! Jadi lu jangan dateng ke rumah sakit lagi, karena disana cuma ada orang-orang atau pasien yang lagi dirawat! Dah itu aja kok gak ada lagi yang lain...!!" ujar Laila.
π"Ya oke, thanks La!"
Laila langsung memutus telponnya dan melepas earphone yang tadi ia kenakan, ia niatnya ingin meletakkan benda kecil itu di atas dashboard namun malah terjatuh ke bawah dan entah kemana lagi.
"Yah kok malah jatuh sih? Gue cari dulu deh, aman kali ya?" ujar Laila panik.
Laila pun memutuskan mengambil kembali earphone miliknya yang terjatuh itu, satu tangannya tetap berada pada setir mobil dan kedua kakinya juga standby di atas rem serta gas untuk berjaga-jaga.
"Ish, mana sih...??" ujar Laila.
Setelah mencari lumayan lama, akhirnya ia berhasil menemukan earphone miliknya dan tanpa berlama-lama langsung saja ia mengambil benda kecil tersebut lalu kembali duduk tegak.
"Nah akhirnya ketemu juga!" ujar Laila gembira.
Saat Laila melihat ke depan, ia benar-benar terkejut karena ternyata di depan macet dan mobil sudah pada berhenti sedangkan mobilnya masih dalam kecepatan tinggi.
Laila yang panik langsung berteriak kemudian mengarahkan setirnya ke kiri untuk menghindari terjadinya tabrakan dengan mobil-mobil di depannya, namun naas ia tak menyadari jika di kiri ada sungai dan mobilnya pun terguling masuk ke dalam sana.
"AAAAAAAA...."
Mobil itu dengan cepat tenggelam masuk ke dalam sungai dan terbawa arus deras sungai tersebut, Laila yang terbentur kepalanya kini pingsan dan disekelilingnya sudah dipenuhi air yang masuk ke mobil tersebut.
Semua orang di sekitar sana panik melihat ke bawah sungai, namun mereka tak bisa berbuat banyak lantaran mobil itu sudah hanyut dan seseorang dari mereka coba mengabari pihak polisi untuk memberitahu kecelakaan tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1